| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1790 | -0.14% |
GBPUSD | 1.3556 | -0.15% |
AUDUSD | 0.6619 | -0.30% |
NZDUSD | 0.5965 | -0.91% |
USDJPY | 147.86 | 0.17% |
USDCHF | 0.7902 | 0.40% |
USDCAD | 1.3790 | 0.10% |
GOLDUD | 3642.92 | -0.29% |
USD/IDR | 16493 | 0.00% |
Fokus USDJPY:
Jumat, 19 September 2025 – Yen Jepang dibuka di 147.86 dengan penguatan dolar 0.17%. USDJPY kembali menunjukkan penguatan cukup signifikan pada perdagangan Jumat seiring dengan rebound Dolar Amerika pasca keputusan Federal Reserve yang memangkas suku bunga acuan sebesar dua puluh lima basis poin. Langkah tersebut menjadi pemangkasan pertama sejak Desember dua ribu dua puluh empat dan menandai dimulainya siklus pelonggaran moneter. Namun yang menjadi sorotan utama pasar adalah pernyataan Jerome Powell yang menegaskan bahwa pemangkasan ini bersifat manajemen risiko dan tidak akan dilakukan secara agresif dalam waktu dekat. Powell juga menambahkan bahwa arah kebijakan suku bunga selanjutnya akan diputuskan berdasarkan data dari pertemuan ke pertemuan. Dengan sinyal ini, Dolar Amerika tetap mendapat dukungan karena meskipun ada proyeksi dua kali pemangkasan tambahan pada tahun dua ribu dua puluh lima, pasar menilai daya tarik Dolar masih relatif lebih kuat dibandingkan Yen. Hal ini membuat pasangan USDJPY bertahan kokoh di kisaran seratus empat puluh delapan koma nol nol dengan potensi menguji area resistensi lebih tinggi.
Dari sisi Jepang, perkembangan inflasi terbaru memberikan alasan tambahan bagi Bank of Japan untuk tetap berhati hati. Data Agustus mencatat inflasi inti turun menjadi dua koma tujuh persen dari tiga koma satu persen pada bulan sebelumnya, yang merupakan laju perlambatan tercepat dalam sembilan bulan terakhir. Sementara itu inflasi inti inti atau core core tetap stabil di level tiga koma tiga persen, mencerminkan tekanan harga domestik yang masih persisten. Meskipun demikian, tren penurunan headline inflation memberi sinyal bahwa tekanan harga mulai mereda. Kondisi ini ditambah dengan ketidakpastian politik setelah pengunduran diri Perdana Menteri Shigeru Ishiba semakin memperkuat pandangan bahwa Bank of Japan belum memiliki urgensi untuk menaikkan suku bunga lebih cepat. Walaupun demikian, ketahanan ekonomi Jepang tercermin dari revisi pertumbuhan produk domestik bruto kuartal kedua sebesar dua koma dua persen tahunan serta output gap yang berubah menjadi positif untuk pertama kalinya sejak dua ribu dua puluh tiga. Faktor faktor ini membuat peluang pengetatan tetap terbuka, meskipun pasar memperkirakan waktu yang lebih realistis adalah pada Oktober atau Desember.
Arah pergerakan USDJPY kini bergantung pada interaksi antara kebijakan moneter kedua bank sentral utama. Jika dalam pertemuan kali ini Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda kembali menegaskan sikap hati hati tanpa komitmen waktu yang jelas untuk normalisasi, maka USDJPY berpeluang melanjutkan kenaikan dengan target teknikal di kisaran seratus empat puluh sembilan koma nol nol hingga seratus empat puluh sembilan koma tiga lima. Sebaliknya, apabila pernyataan Ueda bernada lebih hawkish dan memberi sinyal kesiapan untuk menaikkan suku bunga lebih cepat, Yen bisa mendapatkan kembali momentum penguatannya. Namun melihat tren saat ini, pasar menilai divergensi kebijakan antara Federal Reserve yang meski melonggarkan masih mempertahankan posisi lebih kuat dibandingkan Bank of Japan yang sangat berhati hati, akan tetap menjadi katalis dominan bagi penguatan USDJPY dalam jangka pendek. Dengan demikian, perhatian investor akan tertuju pada detail laporan inflasi dan konferensi pers Ueda yang berpotensi menjadi penentu arah selanjutnya bagi pasangan mata uang ini.
Harga pada pasangan mata uang USDJPY naik. Support terdekat berada di 147.50, sementara resistance berada di 148.20. Support lanjutan di zona 147.10 dan dilanjutkan ke zona 146.80. Resistance lanjutan di zona 148.50 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 148.70.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1790 dan melemah -0.14%. Euro mengalami pelemahan terhadap Dolar AS, di mana sentimen pasar masih dipengaruhi oleh keputusan The Federal Reserve yang menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,00%–4,25%. Meskipun pemangkasan suku bunga ini sudah diantisipasi sebelumnya, nada hati-hati dari Ketua Fed Jerome Powell membuat investor menahan ekspektasi terkait percepatan siklus pelonggaran. Data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis pasca keputusan Fed, seperti klaim pengangguran mingguan yang turun ke 231 ribu serta lonjakan Philadelphia Fed Manufacturing Index ke level 23,2, semakin memperkuat posisi Dolar AS. Kondisi ini menekan Euro karena investor lebih cenderung mengalihkan aset mereka ke Greenback yang kembali menunjukkan ketahanan ekonomi. Sementara itu, di sisi Eropa, pernyataan beberapa pejabat ECB menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini dinilai sudah cukup restriktif dengan inflasi yang mulai stabil, namun risiko pertumbuhan masih condong ke sisi pelemahan. Ketidakseimbangan antara prospek pertumbuhan di Eropa dan Amerika Serikat semakin memperdalam tekanan pada Euro, terutama ketika data aktivitas manufaktur dan jasa Eropa belum menunjukkan pemulihan yang signifikan. Dengan kontrasnya arah kebijakan antara Fed yang masih fleksibel dan ECB yang cenderung mempertahankan sikap netral, pasangan EURUSD berpotensi tetap berada dalam tekanan. Support terdekat berada di 1.1760, sementara resistance berada di 1.1820.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3556 dengan penurunan -0.15%. Poundsterling juga tidak mampu mempertahankan penguatannya setelah Bank of England (BoE) memilih untuk mempertahankan suku bunga di level 4% dengan suara mayoritas 7-2, serta memangkas program Quantitative Tightening dari £100 miliar menjadi £70 miliar. Keputusan tersebut menandakan sikap hati-hati BoE dalam menghadapi perlambatan ekonomi Inggris, meskipun inflasi masih berada hampir dua kali lipat dari target bank. Hal ini menciptakan persepsi bahwa ruang pelonggaran tambahan masih terbuka, tetapi waktunya sangat bergantung pada perkembangan data inflasi dan pertumbuhan ke depan. Sentimen negatif semakin kuat karena pasar melihat divergensi yang jelas dengan Fed, yang justru menurunkan suku bunga sambil menjaga nada hawkish untuk menahan ekspektasi pelonggaran berlebihan. Tekanan terhadap Pound juga diperparah oleh kekhawatiran pasar terkait lemahnya konsumsi domestik dan penurunan aktivitas bisnis di Inggris. Data Retail Sales yang akan segera dirilis diharapkan memberi gambaran lebih lanjut, meskipun inflasi tinggi berisiko menutupi realita penurunan daya beli masyarakat. BoE yang cenderung menahan langkah agresif membuat investor kurang yakin terhadap prospek jangka pendek Pound. Kombinasi dari kebijakan moneter yang tidak seagresif Fed serta lemahnya prospek ekonomi Inggris memperbesar potensi pelemahan GBPUSD, khususnya ketika Dolar AS semakin diuntungkan oleh data ekonomi domestik yang positif. Support terdekat berada di 1.3525, sedangkan resistance berada di 1.3590.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6619, terkoreksi -0.30%. Dolar Australia menghadapi tekanan lanjutan setelah laporan ketenagakerjaan domestik menunjukkan hasil mengecewakan, dengan Employment Change yang mencatat penurunan 5,4 ribu pada Agustus, jauh di bawah ekspektasi kenaikan 22 ribu. Meskipun tingkat pengangguran tetap stabil di 4,2%, pasar menilai sinyal perlambatan di pasar tenaga kerja Australia sebagai faktor yang membatasi ruang kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) untuk menahan suku bunga lebih lama. Kondisi ini diperburuk dengan menguatnya Dolar AS, yang mendapat dukungan dari data klaim pengangguran dan aktivitas manufaktur AS yang solid. Investor akhirnya lebih memilih aset berbasis Dolar AS, meninggalkan Aussie yang rentan terhadap ketidakpastian eksternal. Di sisi lain, faktor eksternal seperti data ekonomi China yang lemah juga menambah tekanan pada AUD. Laporan dari National Bureau of Statistics menunjukkan bahwa pertumbuhan retail sales dan produksi industri China berada di bawah ekspektasi, sehingga memperkuat pandangan bahwa mitra dagang utama Australia tersebut sedang menghadapi perlambatan. Dengan prospek global yang masih diliputi ketidakpastian, termasuk tensi dagang AS-China yang belum sepenuhnya mereda, AUDUSD berpotensi tetap dalam tren pelemahan. Meskipun pejabat RBA menekankan komitmen menjaga inflasi pada target, prospek pertumbuhan yang lemah membuat pasar lebih skeptis terhadap ketahanan Dolar Australia dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 0.6590, sementara resistance berada di 0.6650.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5965 dan melemah cukup tajam -0.91%. Dolar Selandia Baru mengalami penurunan tajam setelah data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II menunjukkan kontraksi 0,9% secara kuartalan, jauh lebih buruk dari ekspektasi penurunan 0,3%. Secara tahunan, ekonomi Selandia Baru juga menyusut 0,6%, menandakan pelemahan yang lebih dalam dibandingkan proyeksi nol pertumbuhan. Kinerja negatif ini terutama dipicu oleh penurunan luas di sektor manufaktur, konstruksi, serta ekspor, dengan hanya konsumsi rumah tangga yang sedikit menopang aktivitas. Hasil ini mendorong pasar untuk meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), yang diperkirakan dapat melakukan dua kali pemotongan tambahan sebesar 25 bps tahun ini. Kombinasi antara pelemahan domestik dan menguatnya Dolar AS memperburuk sentimen terhadap NZD. Investor semakin melihat Kiwi sebagai mata uang berisiko tinggi di tengah kondisi ekonomi global yang tidak mendukung. Ketika Fed tetap memberi sinyal fleksibilitas kebijakan namun ditopang data ekonomi yang kuat, sementara RBNZ dipaksa bergerak lebih agresif ke arah pelonggaran, perbedaan fundamental ini menjadi pendorong utama pelemahan NZDUSD. Dengan prospek pertumbuhan yang suram dan ketergantungan tinggi pada ekspor komoditas, Kiwi kemungkinan masih akan berada dalam tekanan jangka menengah. Support terdekat berada di 0.5930, sedangkan resistance berada di 0.6000.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7902 dan menguat signifikan 0.40%. Pasangan USDCHF kembali menguat setelah sempat menyentuh level terendah 14 tahun, dipicu reaksi awal pasar terhadap pemangkasan suku bunga Fed. Namun, rebound cepat terjadi karena nada hati-hati Jerome Powell yang menekankan bahwa kebijakan akan tetap data-dependent dan tidak berada di jalur pemangkasan agresif. Ditambah lagi, data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan segera memulihkan minat beli pada Greenback. Klaim pengangguran mingguan yang menurun serta lonjakan aktivitas manufaktur menunjukkan bahwa meskipun Fed mulai memangkas suku bunga, perekonomian AS masih cukup tangguh untuk mendukung Dolar. Di sisi lain, Swiss National Bank (SNB) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level 0,00% dalam pertemuan mendatang. Dengan inflasi yang stabil di kisaran target 0–2% dan Franc yang terus menguat, tekanan deflasi tetap menjadi perhatian utama. SNB menghadapi dilema: menjaga stabilitas mata uang tanpa harus kembali ke kebijakan suku bunga negatif. Perbedaan arah kebijakan ini memperlemah prospek Franc karena SNB cenderung pasif, sementara Fed masih memiliki ruang untuk menjaga daya tarik aset berbasis Dolar melalui imbal hasil obligasi. Kombinasi faktor tersebut memperkuat tren penguatan USDCHF dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 0.7870, sedangkan resistance berada di 0.7935.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3790 dengan kenaikan tipis 0.10%. Dolar AS menguat terhadap Dolar Kanada setelah Bank of Canada (BoC) memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke level 2,5%, mengikuti langkah The Federal Reserve yang juga menurunkan suku bunga ke kisaran 4,00%–4,25%. Meskipun kedua bank sentral sama-sama melakukan pelonggaran, arah pergerakan mata uang cenderung mendukung Greenback karena imbal hasil obligasi AS masih relatif tinggi serta data ekonomi terbaru dari AS menunjukkan ketahanan yang lebih baik. Klaim pengangguran mingguan yang turun ke 231 ribu, lebih baik dari ekspektasi, serta lonjakan Philadelphia Fed Manufacturing Index menjadi 23,2 menegaskan bahwa ekonomi AS masih mampu menjaga momentum, sehingga menarik aliran modal masuk ke Dolar. Sementara itu, prospek ekonomi Kanada masih dibayangi kekhawatiran resesi. Data ekspor yang melemah, pasar tenaga kerja yang kehilangan kekuatan, serta ketergantungan besar pada harga energi membuat Dolar Kanada sulit bertahan. Dengan inflasi yang sudah mendekati target BoC, ruang pelonggaran moneter ke depan semakin terbuka lebar, memperlebar selisih kebijakan dengan Fed yang lebih berhati-hati dalam melanjutkan siklus pemangkasan. Hal ini menjadikan USDCAD berpotensi tetap berada di jalur penguatan, dengan Greenback mendapat dukungan fundamental lebih solid dibandingkan Loonie. Support terdekat berada di 1.3760, sementara resistance berada di 1.3820.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
3:00am | USD | TIC Long-Term Purchases | 49.2B | 97.2B | 151.0B |
5:45am | NZD | Trade Balance | -1185M | -746M | -716M |
6:01am | GBP | GfK Consumer Confidence | -19 | -18 | -17 |
6:30am | JPY | National Core CPI y/y | 2.7% | 2.7% | 3.1% |
Tentative | JPY | BOJ Policy Rate | - | <0.50% | <0.50% |
Tentative | JPY | Monetary Policy Statement | - | - | - |
10:00am | NZD | Credit Card Spending y/y | - | - | 1.40% |
Tentative | JPY | BOJ Press Conference | - | - | - |
1:00pm | EUR | German PPI m/m | - | -0.1% | -0.1% |
1:00pm | GBP | Retail Sales m/m | - | 0.4% | 0.6% |
1:00pm | GBP | Public Sector Net Borrowing | - | 12.8B | 1.1B |
Tentative | CNY | Foreign Direct Investment ytd/y | - | - | -13.4% |
All Day | EUR | Eurogroup Meetings | - | - | - |
7:30pm | CAD | Core Retail Sales m/m | - | -0.4% | 1.9% |
7:30pm | CAD | Retail Sales m/m | - | -0.6% | 1.5% |