Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1426 | 0.05% |
GBPUSD | 1.3448 | 0.01% |
AUDUSD | 0.6966 | 0.30% |
NZDUSD | 0.5828 | 0.24% |
USDJPY | 162.46 | -0.06% |
USDCHF | 0.8086 | -0.06% |
USDCAD | 1.4014 | -0.03% |
GOLDUD | 3995.57 | 0.14% |
USD/IDR | 17,939 | 0.00% |
Fokus:
USDJPY
Senin, 20 Juli 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak turun ke sekitar 162,37 di tengah tipisnya volume transaksi akibat hari libur di Jepang. Meski terkoreksi, posisinya masih berada tidak jauh dari level tertinggi dalam puluhan tahun yang tercapai pada awal bulan. Investor juga memilih bersikap waspada karena meningkatnya kemungkinan pemerintah Jepang akan melakukan intervensi untuk menahan pelemahan yen.
Otoritas Jepang kembali menyampaikan kesiapan untuk bertindak kapan saja apabila volatilitas nilai tukar dianggap mengganggu stabilitas pasar. Walaupun demikian, yen belum mampu menarik minat beli yang signifikan karena selisih suku bunga dengan negara-negara lain masih cukup besar, sehingga strategi carry trade tetap menjadi pilihan investor.
Faktor eksternal juga masih membebani mata uang Jepang. Ketergantungan Jepang terhadap impor minyak dari Timur Tengah membuat pasar khawatir bahwa eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta potensi gangguan distribusi melalui Selat Hormuz dapat meningkatkan biaya energi dan menekan pertumbuhan ekonomi Jepang.
Sementara itu, dolar AS terus mendapat dorongan dari meningkatnya permintaan aset aman. Kenaikan harga minyak dinilai berpotensi kembali memicu tekanan inflasi sehingga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikap kebijakan yang relatif ketat. Kondisi tersebut menjaga daya tarik dolar AS dan membuat potensi penurunan USDJPY diperkirakan masih terbatas. Support USDJPY berada di area 162,00, sementara resistance di area 162,80.
EURUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 1,1432 pada perdagangan sesi Asia setelah dibuka di area 1,1426, didorong oleh pelemahan dolar AS seiring pelaku pasar mengurangi posisi menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) dan rilis data awal aktivitas bisnis (flash PMI) kawasan euro serta Amerika Serikat pada pekan ini. Ekspektasi bahwa ECB akan mempertahankan suku bunga namun tetap membuka peluang pengetatan kebijakan apabila tekanan inflasi kembali meningkat turut memberikan dukungan terhadap euro.
Meski demikian, penguatan EURUSD diperkirakan masih terbatas karena meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus menopang permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Selain itu, kenaikan harga minyak akibat kekhawatiran gangguan pasokan melalui Selat Hormuz berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama dan kembali memberikan dukungan terhadap dolar AS. Support EURUSD berada di area 1,1415, sementara resistance di area 1,1455.
GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak mendatar di sekitar 1,3450 pada perdagangan sesi Asia seiring pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Meningkatnya korban dari pihak militer AS serta meluasnya serangan ke berbagai infrastruktur penting di kawasan Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran terhadap risiko geopolitik global. Kondisi tersebut mendorong minat investor terhadap dolar AS sebagai aset yang lebih aman, sementara perhatian pasar juga tertuju pada publikasi data ketenagakerjaan Inggris yang berpotensi memengaruhi prospek nilai tukar pound sterling.
Di sisi lain, ruang penguatan dolar AS masih relatif terbatas setelah data inflasi Amerika Serikat yang lebih lemah mengurangi ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Peluang kenaikan suku bunga pada Juli yang menurun turut mengurangi daya tarik dolar AS, sehingga menjaga pergerakan GBPUSD tetap stabil. Selanjutnya, pasar diperkirakan akan tetap fokus pada dinamika geopolitik dan data ekonomi utama sebagai penentu arah pergerakan pasangan mata uang ini. Support GBPUSD berada di area 1,3415, sementara resistance di area 1,3495.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 0,6987 pada perdagangan sesi Asia setelah dibuka di area 0,6966, didorong oleh pelemahan dolar AS akibat aksi ambil untung setelah pelemahan terbatas USD. Pelaku pasar juga cenderung menahan posisi menjelang sejumlah agenda ekonomi penting pekan ini, sehingga tekanan terhadap greenback mereda dan memberikan ruang bagi mata uang berisiko, termasuk dolar Australia, untuk menguat.
Meski demikian, penguatan AUDUSD diperkirakan masih terbatas di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang terus menopang permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Selain itu, lonjakan harga minyak akibat kekhawatiran gangguan pasokan melalui Selat Hormuz berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama. Kondisi tersebut dapat kembali memberikan dukungan terhadap dolar AS apabila sentimen risk-off meningkat. Support AUDUSD berada di area 0,6965, sementara resistance di area 0,7005.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 0,5850 pada perdagangan sesi Asia setelah sempat dibuka di area 0,5820, didorong oleh pelemahan dolar AS di tengah berkurangnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve menyusul data inflasi AS yang lebih lemah pada pekan lalu. Meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menopang permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, pelaku pasar cenderung melakukan aksi ambil untung terhadap greenback sehingga memberikan ruang bagi mata uang berisiko, termasuk dolar Selandia Baru, untuk menguat.
Dari sisi domestik, data neraca perdagangan Selandia Baru menunjukkan surplus sebesar NZ$23 juta, jauh di bawah perkiraan pasar sebesar NZ$250 juta dan turun dari NZ$577 juta pada periode sebelumnya. Data tersebut seharusnya menjadi sentimen negatif bagi NZD karena mencerminkan melemahnya kinerja perdagangan luar negeri. Namun, dampaknya terhadap pergerakan NZDUSD relatif terbatas karena pasar lebih banyak dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS dibandingkan data ekonomi Selandia Baru. Support NZDUSD berada di area 0,5825, sementara resistance di area 0,5870.
USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak sedikit melemah ke kisaran 0,8081 pada perdagangan sesi Asia seiring menguatnya Franc Swiss menjelang rilis data neraca perdagangan Swiss bulan Juni. Di sisi lain, dolar AS kehilangan sebagian penguatannya meskipun ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran masih meningkat, sehingga memberikan ruang bagi mata uang Swiss untuk menguat terhadap greenback. Pelaku pasar juga mencermati sikap Swiss National Bank (SNB) yang menegaskan kesiapannya melakukan intervensi di pasar valuta asing apabila penguatan franc dinilai berlebihan demi menjaga stabilitas harga.
Meski demikian, pelemahan USDCHF diperkirakan masih terbatas karena fundamental dolar AS tetap mendapat dukungan. Pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang, sementara probabilitas kenaikan suku bunga pada September masih berada di kisaran 61,4%. Selain itu, pernyataan Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, yang kembali menyoroti tingginya tekanan inflasi memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, sehingga berpotensi menopang dolar AS dan membatasi penurunan USDCHF. Support USDCHF berada di area 0,8060, sementara resistance di area 0,8105.
USDCAD - Pasangan mata uang mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1,4010 pada perdagangan sesi Asia hari Senin. Pelemahan ini dipicu oleh menguatnya dolar Kanada seiring kenaikan harga minyak mentah akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sebagai salah satu eksportir minyak utama dunia, Kanada memperoleh manfaat dari kenaikan harga energi yang mendukung penguatan dolar Kanada. Di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) Kanada yang diperkirakan akan memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter Bank of Canada.
Sementara itu, dolar AS berada di bawah tekanan setelah pasar menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan Juli menyusul meredanya tekanan inflasi di Amerika Serikat. Meski demikian, pelemahan dolar AS masih berpotensi terbatas setelah Gubernur The Fed Christopher Waller menegaskan bahwa bank sentral memerlukan beberapa bulan data inflasi yang konsisten sebelum mengubah arah kebijakan moneternya. Di tengah kondisi tersebut, perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran tetap menjadi perhatian utama karena berpotensi memengaruhi harga minyak dan sentimen pasar global. Support USDCAD berada di area 1,3970, sementara resistance di area 1,4055.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
5:45am | NZD | Trade Balance | 23M | 250M | 577M |
All Day | JPY | Bank Holiday |
|
|
|
7:30pm | CAD | CPI m/m |
| -0.20% | 1.00% |
7:30pm | CAD | Core CPI m/m |
|
| 0.60% |
9:00pm | USD | CB Leading Index m/m |
| -0.10% | 0.10% |