| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0383 | 0.72% |
GBPUSD | 1.2280 | 0.26% |
AUDUSD | 0.6229 | 0.64% |
NZDUSD | 0.5638 | 0.50% |
USDJPY | 156.17 | -0.65% |
USDCHF | 0.9089 | -0.29% |
USDCAD | 1.4304 | 0.99% |
GOLDUD | 2708.3 | 0.27% |
USD/IDR | 16366 | -0.09% |
Fokus USDJPY:
Selasa, 21 Januari 2025 – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 155.35. Pasangan mata uang USDJPY melemah setelah Dolar AS kehilangan momentum akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (Fed) di tengah data inflasi yang mulai mereda. Meskipun Presiden AS Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif 25% terhadap Kanada dan Meksiko mulai Februari, reaksi pasar terhadap kebijakan ini masih terbatas. Indeks Dolar AS (DXY) yang sempat naik ke 108.50 kini kembali tertekan, terutama karena laporan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, meningkatkan kemungkinan bahwa Fed akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali tahun ini. Selain itu, imbal hasil obligasi AS yang terus turun mempersempit selisih suku bunga antara AS dan Jepang, sehingga mengurangi daya tarik Dolar AS terhadap Yen Jepang.
Yen Jepang mendapatkan momentum penguatan setelah spekulasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan kebijakan moneter mendatang. Komentar hawkish dari Gubernur BoJ Kazuo Ueda dan Deputi Gubernur Ryozo Himino semakin memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga ke 0.50%, yang akan menjadi level tertinggi sejak krisis keuangan global 2008. Inflasi Jepang yang terus bertahan di atas target 2% selama hampir tiga tahun serta kenaikan upah yang stabil mendukung langkah BoJ untuk menormalkan kebijakan moneter. Dengan kemungkinan kenaikan suku bunga ini, Yen berpotensi terus menguat terhadap Dolar AS dalam jangka pendek.
Selain faktor kebijakan moneter, sentimen pasar global juga berkontribusi pada pelemahan USDJPY. Kekhawatiran terhadap kebijakan proteksionis Trump, terutama terkait tarif perdagangan, dapat mengguncang pasar keuangan dan berdampak negatif pada prospek pertumbuhan ekonomi global. Investor akan mencermati pertemuan BoJ pekan ini serta perkembangan kebijakan perdagangan AS untuk menentukan arah pergerakan USDJPY lebih lanjut. Dengan ketidakpastian yang masih tinggi, volatilitas pasangan mata uang ini kemungkinan akan tetap meningkat dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.
Harga pada pasangan mata uang USDJPY turun. Support terdekatnya di zona 154.77 dan resistance terdekatnya di zona 156.24. Support lanjutan di zona 154.32 dan dilanjutkan ke zona 153.80. Resistance lanjutan di zona 156.90 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 157.30.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.0411. Penguatan kinerja pasangan mata uang ini terjadi setelah laporan Wall Street Journal (WSJ) mengungkapkan bahwa memo presiden dari Donald Trump tidak mencakup pemberlakuan tarif secara langsung. Indeks Dolar AS (DXY) turun tajam ke sekitar 108.25, menunjukkan melemahnya permintaan terhadap aset safe-haven. Selain itu, laporan Bloomberg yang menyebutkan bahwa Trump mungkin akan segera mengumumkan keadaan darurat nasional turut menekan Dolar AS, karena langkah tersebut diperkirakan akan mempengaruhi kebijakan energi dan perubahan iklim yang sebelumnya diterapkan oleh Joe Biden. Di sisi lain, Euro masih menghadapi tekanan akibat prospek dovish dari Bank Sentral Eropa (ECB), dengan pasar memperhitungkan kemungkinan pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam empat pertemuan berikutnya. Namun, dengan penguatan EURUSD saat ini, pasar tetap waspada terhadap potensi kebijakan yang dapat mempengaruhi tren jangka pendek pasangan mata uang ini. Support terdekatnya di zona 1.0367 dan resistance terdekatnya di zona 1.0459.
GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2288. Naiknya performa pasangan mata uang Poundsterling terjadi setelah laporan bahwa Presiden AS Donald Trump menunda penerapan tarif perdagangan yang sebelumnya direncanakan pada hari pertama kepemimpinannya. Meski demikian, Trump masih berencana meninjau kebijakan perdagangan dengan mitra dagang utama AS. Sementara itu, pasar juga mengantisipasi rilis data ketenagakerjaan Inggris yang diperkirakan tetap solid, dengan tingkat pengangguran diproyeksikan bertahan di 4.3% dan pertumbuhan upah meningkat menjadi 5.6%. Jika data ini melebihi ekspektasi, Bank of England (BoE) mungkin akan menunda pemangkasan suku bunga, yang berpotensi mendukung penguatan Pound lebih lanjut. Support terdekatnya di area 1.2232 dan resistance terdekatnya di zona 1.2369.
AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6271. Pasangan mata uang ini terus menguat setelah pelemahan Dolar AS mendorong permintaan terhadap mata uang berisiko seperti Dolar Australia. Pasar merespons positif keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menunda pengumuman tarif perdagangan baru, yang sebelumnya dikhawatirkan dapat memicu ketidakstabilan ekonomi global. Indeks S&P/ASX 200 Australia juga melonjak ke level tertinggi dalam enam minggu, mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek ekonomi. Sementara itu, Reserve Bank of Australia (RBA) masih diperkirakan akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat, terutama setelah data inflasi inti menunjukkan pelemahan yang mendekati target 2%-3%. Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi Australia minggu depan, yang bisa menjadi faktor kunci dalam arah kebijakan moneter selanjutnya. Support terdekatnya di zona 0.6200 dan resistance terdekatnya di zona 0.6296
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5645. Penurunan kinerja USD di tengah suasana pasar yang tetap berhati-hati terhadap kebijakan tarif AS yang lebih luas, terutama terhadap China, yang dapat berdampak negatif pada Dolar Selandia Baru (NZD) mengingat hubungan perdagangan erat antara China dan Selandia Baru. Di sisi fundamental, data dari Business NZ menunjukkan bahwa Indeks Kinerja Jasa (PSI) Selandia Baru turun menjadi 47.9 pada Desember dari 49.5 di bulan sebelumnya, menandai kontraksi selama sepuluh bulan berturut-turut. Laporan yang lemah ini menambah tekanan pada NZD. Namun, pelemahan Dolar AS yang lebih luas dan meningkatnya sentimen risiko tetap menjadi faktor pendukung bagi NZD/USD. Dengan ketidakpastian kebijakan perdagangan AS, volatilitas pasangan mata uang ini kemungkinan akan tetap tinggi dalam beberapa sesi perdagangan mendatang. Support terdekatnya di area 0.5618 dan resistance terdekatnya di zona 0.5688.
USDCAD – Mata uang Loonie melemah ke zona 1.4340. Dolar Kanada melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana penerapan tarif 25% terhadap Kanada dan Meksiko mulai awal Februari. Fokus investor kini tertuju pada data inflasi CPI Kanada untuk Desember yang akan dirilis pada Selasa. CPI tahunan diperkirakan naik 1.8%, sedikit lebih rendah dari 1.9% sebelumnya. Jika data ini lebih tinggi dari ekspektasi, Dolar Kanada berpotensi menguat karena dapat mengurangi peluang pemangkasan suku bunga oleh BoC. Namun, pelemahan harga minyak global juga menjadi faktor yang dapat menekan CAD, mengingat Kanada merupakan eksportir minyak utama ke AS. Dengan dinamika ini, volatilitas USDCAD diperkirakan tetap tinggi menjelang rilis data inflasi dan perkembangan kebijakan perdagangan AS. Support terdekatnya di zona 1.4300 dan resistance terdekatnya di zona 1.4432.
USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.9079. Pasangan mata uang ini melemah setelah Dolar AS kehilangan momentum di tengah ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) yang lebih dovish. Meskipun Presiden AS Donald Trump berencana menerapkan kebijakan proteksionis, termasuk tarif impor yang lebih tinggi, pasar masih melihat potensi penurunan suku bunga Fed tahun ini. Di sisi lain, Franc Swiss (CHF) mendapat dukungan meskipun Swiss National Bank (SNB) diperkirakan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah. Investor melihat CHF sebagai aset safe-haven di tengah ketidakpastian global terkait kebijakan perdagangan Trump yang agresif. Selain itu, jika risiko perlambatan ekonomi global meningkat akibat potensi perang dagang, permintaan terhadap mata uang defensif seperti CHF dapat terus meningkat. Dengan dinamika ini, USDCHF berpotensi mengalami pelemahan lebih lanjut dalam beberapa sesi perdagangan mendatang. Support terdekatnya di area 0.9040 dan resistance terdekatnya di zona 0.9107.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:00am | USD | President Trump Speaks | - | - | - |
4:30am | NZD | BusinessNZ Services Index | 47.9 | - | 49.5 |
2:00pm | GBP | Claimant Count Change | - | 10.3K | 0.3K |
2:00pm | GBP | Average Earnings Index 3m/y | - | 5.6% | 5.2% |
2:00pm | GBP | Unemployment Rate | - | 4.3% | 4.3% |
Day 2 | All | WEF Annual Meetings | - | - | - |
5:00pm | EUR | German ZEW Economic Sentiment | - | 15.2 | 15.7 |
5:00pm | EUR | ZEW Economic Sentiment | - | 16.9 | 17 |
All Day | EUR | ECOFIN Meetings | - | - | - |
8:30pm | CAD | CPI m/m | - | -0.7% | 0.0% |
8:30pm | CAD | Median CPI y/y | - | 2.5% | 2.6% |
8:30pm | CAD | Trimmed CPI y/y | - | 2.5% | 2.7% |
8:30pm | CAD | Common CPI y/y | - | 1.9% | 2.0% |
8:30pm | CAD | Core CPI m/m | - | - | -0.1% |
Tentative | NZD | GDT Price Index | - | - | -1.4% |