Home
>
News
>
Publication
>
USDJPY Melemah, Pasar Waspadai Intervensi Jepang
USDJPY Melemah, Pasar Waspadai Intervensi Jepang
Wednesday, 06 May 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1692

0.27%

GBPUSD

1.3544

0.24%

AUDUSD

0.7181

0.68%

NZDUSD

0.5885

0.70%

USDJPY

157.88

-0.15%

USDCHF

0.7827

-0.22%

USDCAD

1.3616

-0.15%

GOLDUD

4552.07

1.66%

USD/IDR

17,368

0.08%

Fokus:

  1. Donald Trump tunda Project Freedom, USD tertekan.
  2. Menanti Nonfarm Payrolls, risiko intervensi Jepang.


USDJPY
Rabu, 06 Mei 2026
- Pasangan mata uang ini melemah ke kisaran 157,65 pada Rabu, seiring tekanan terhadap dolar AS setelah pernyataan Presiden AS, Donald Trump, terkait penghentian sementara Project Freedom di Selat Hormuz. Kebijakan tersebut mengurangi permintaan terhadap dolar AS dan mendorong penguatan yen Jepang. Pelaku pasar juga menantikan rilis data ketenagakerjaan AS, yakni ADP Employment Change, yang dijadwalkan rilis hari ini sebagai petunjuk awal kondisi pasar tenaga kerja.

Trump menyampaikan bahwa AS dan Iran sepakat untuk tetap mempertahankan blokade, namun menunda Project Freedom guna membuka peluang finalisasi kesepakatan antara kedua negara. Ia menambahkan bahwa keputusan ini juga dipengaruhi oleh dorongan dari beberapa negara lain serta diklaim sebagai bagian dari keberhasilan operasi militer sebelumnya. Pernyataan ini meningkatkan optimisme pasar terhadap potensi meredanya ketegangan geopolitik dalam waktu dekat.

Di sisi lain, pasar tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi lanjutan dari otoritas Jepang. Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menegaskan kesiapan pemerintah untuk mengambil tindakan terhadap pergerakan spekulatif di pasar valuta asing. Pandangan serupa juga disampaikan oleh Shaun Osborne yang menilai bahwa intervensi tambahan mungkin diperlukan untuk mendorong pelemahan dolar AS secara lebih signifikan terhadap yen.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada data ketenagakerjaan AS yang lebih komprehensif, terutama laporan Nonfarm Payrolls yang akan dirilis pada Jumat. Data tersebut diperkirakan menunjukkan penambahan sekitar 60.000 tenaga kerja dengan tingkat pengangguran stabil di 4,3%. Hasil yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi mendukung penguatan dolar AS kembali, sementara secara jangka pendek USDJPY masih rentan terhadap volatilitas akibat kombinasi faktor fundamental dan geopolitik. Support berada di area 157.00 , sementara resistance di area 158.20.

EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat tipis di sekitar level 1,1724 pada sesi Asia hari Rabu, seiring membaiknya sentimen risiko di pasar global. Pernyataan Presiden AS, Donald Trump, mengenai penghentian sementara Project Freedom serta jeda aktivitas pelayaran di Selat Hormuz turut meredakan kekhawatiran pasar. Fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada rilis data ketenagakerjaan AS, yakni ADP Employment Change, yang dinilai dapat menjadi pemicu arah pergerakan berikutnya.

Trump juga mengungkapkan bahwa AS dan Iran sepakat untuk tetap mempertahankan blokade, namun menunda implementasi Project Freedom guna memberi ruang bagi proses negosiasi lanjutan. Langkah ini diambil untuk melihat peluang tercapainya kesepakatan final antara kedua negara. Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata masih berlangsung meskipun terdapat gangguan di wilayah Selat Hormuz.

Sementara itu dari Eropa, European Commission menekankan urgensi percepatan implementasi kesepakatan tarif dengan AS. Komisioner perdagangan Maros Sefcovic mendorong agar poin-poin utama segera direalisasikan sebelum memasuki satu tahun perjanjian. Kekhawatiran terhadap potensi kenaikan tarif kendaraan oleh AS tetap menjadi perhatian, khususnya pasca pertemuan dengan perwakilan perdagangan AS, Jamieson Greer, sehingga dinamika ini masih akan memengaruhi arah EURUSD ke depan. Support berada di area 1.1680, sementara resistance di area 1.1750.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat di kisaran 1.3577 pada Rabu, menandai kenaikan dua hari berturut-turut. Penguatan ini didorong oleh perbaikan sentimen risiko global seiring meningkatnya optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Pernyataan Presiden AS, Donald Trump, terkait penundaan sementara Project Freedom serta penegasan dari Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bahwa gencatan senjata masih berlangsung, mengurangi daya tarik dolar AS sebagai aset lindung nilai dan mendorong kenaikan GBP/USD ke kisaran 1,3580.

Di sisi lain, pelemahan harga minyak mentah turut meredakan tekanan inflasi, sehingga ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih agresif dari Federal Reserve menjadi lebih terbatas dan menekan dolar AS. Sebaliknya, pound sterling memperoleh dukungan dari sinyal Bank of England yang masih membuka ruang pengetatan kebijakan jika inflasi tetap tinggi. Ke depan, pasar akan mencermati rilis data ketenagakerjaan AS seperti ADP Employment Change dan Nonfarm Payrolls, di tengah dinamika geopolitik yang berpotensi menjaga volatilitas. Secara umum, arah pergerakan jangka pendek masih cenderung menguat. Support berada di area 1.3530, sementara resistance di area 1.3600.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat di kisaran 0,7230 pada sesi Asia Rabu. Kenaikan ini terjadi di tengah kehati-hatian pelaku pasar yang menunggu rilis data ketenagakerjaan AS, yaitu ADP Employment Change, yang diharapkan memberikan petunjuk baru terkait kondisi pasar tenaga kerja serta arah kebijakan ke depan.

Dari sisi domestik, penguatan dolar Australia didukung oleh membaiknya AiG Industry Index yang meningkat ke -24,4 pada April, menandakan adanya perbaikan aktivitas industri meski masih dalam fase kontraksi. Sektor manufaktur tetap tertekan di level -27,9 akibat tingginya biaya dan lemahnya permintaan, sementara sektor konstruksi menunjukkan peningkatan ke -19,3 walaupun belum keluar dari zona kontraksi. Di sisi lain, faktor geopolitik masih menjadi perhatian setelah Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyampaikan bahwa ketegangan dengan Iran belum sepenuhnya mereda, ditambah langkah respons militer dari United Arab Emirates terhadap ancaman rudal. Secara keseluruhan, sentimen terhadap AUD/USD tetap positif, meskipun volatilitas pasar masih cukup tinggi. Support berada di area 0.7180, sementara resistance di area 0.7250.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat di kisaran 0.5926 pada Rabu. Pergerakan positif ini membawa harga kembali melampaui level 0,5900, meskipun data ketenagakerjaan Selandia Baru menunjukkan hasil yang tidak sepenuhnya konsisten. Saat ini, perhatian pasar tertuju pada rilis data tenaga kerja AS, yakni ADP Employment Change, yang berpotensi menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.

Rilis dari Statistics New Zealand menunjukkan tingkat pengangguran turun tipis menjadi 5,3% pada kuartal pertama 2026 dari sebelumnya 5,4%. Namun, pertumbuhan tenaga kerja hanya mencapai 0,2%, lebih rendah dibanding periode sebelumnya dan di bawah ekspektasi pasar. Meski demikian, pengaruh data ini relatif terbatas karena tertutupi oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran, yang menekan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset lindung nilai dan mendukung penguatan dolar Selandia Baru.

Sentimen positif juga diperkuat oleh pernyataan Presiden AS, Donald Trump, terkait penghentian sementara operasi di Selat Hormuz serta indikasi mendekatnya kesepakatan dengan Iran. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang menegaskan tidak adanya niat untuk meningkatkan eskalasi. Selain itu, penurunan harga minyak turut meredakan tekanan inflasi dan mengurangi ekspektasi kebijakan moneter agresif dari Federal Reserve, sementara prospek kebijakan yang cenderung ketat dari Reserve Bank of New Zealand memberikan dukungan tambahan bagi NZD. Secara keseluruhan, arah jangka pendek pasangan ini masih cenderung menguat, meskipun dinamika geopolitik tetap menjadi sumber volatilitas pasar. Support berada di area 0.5880 , sementara resistance di area 0.5930.

USDCHF - Pasangan USD/CHF bergerak melemah ke sekitar 0,7810 pada perdagangan Rabu, seiring tekanan pada dolar AS yang tercermin dari turunnya indeks dolar ke kisaran 98 setelah sebelumnya menguat selama tiga hari berturut-turut. Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya optimisme pasar terkait potensi tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran, sehingga mengurangi daya tarik dolar sebagai aset lindung nilai. Pernyataan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang menegaskan gencatan senjata masih berlangsung, serta konfirmasi dari Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengenai berakhirnya operasi ofensif, semakin memperkuat sentimen positif di pasar.

Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan jeda sementara upaya evakuasi kapal di Selat Hormuz untuk membuka ruang negosiasi lanjutan dengan Iran. Penurunan harga minyak juga turut meredakan tekanan inflasi dan menurunkan ekspektasi terhadap kebijakan pengetatan lebih lanjut dari Federal Reserve. Saat ini, perhatian pelaku pasar tertuju pada rilis data ketenagakerjaan AS, khususnya ADP Employment Change, sebagai indikator awal sebelum laporan tenaga kerja utama yang dijadwalkan rilis pada akhir pekan. Support berada di area 0.7780, sementara resistance di area 0.7850. 

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah untuk hari kedua berturut-turut dan bergerak di sekitar level 1,3595 pada Rabu. Pelemahan ini dipicu oleh tekanan pada dolar AS seiring menurunnya permintaan terhadap aset safe haven, di tengah meningkatnya optimisme terkait peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyampaikan bahwa operasi militer telah dihentikan dan target utamanya telah tercapai, sementara Presiden AS, Donald Trump, mengisyaratkan penghentian sementara aktivitas di Selat Hormuz untuk membuka jalan bagi proses negosiasi.

Meski demikian, potensi pelemahan lanjutan pada USDCAD cenderung terbatas karena dolar Kanada ikut tertekan oleh penurunan harga minyak. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa situasi gencatan senjata masih belum sepenuhnya stabil di tengah ketegangan yang berlanjut. Penurunan harga minyak akibat meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan turut membebani CAD, sehingga menahan ruang penurunan yang lebih dalam pada pasangan ini. Support berada di area 1.3580, sementara resistance di area 1.3650.







DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:00am

NZD

RBNZ Financial Stability Report

 

 

 

5:45am

NZD

Employment Change q/q

0.2%

0.00

0.01

5:45am

NZD

Unemployment Rate

5.3%

0.05

0.05

8:00am

NZD

RBNZ Gov Breman Speaks

 

 

 

4:00pm

EUR

PPI m/m

 

0.033

-1%

7:15pm

USD

ADP Non-Farm Employment Change

 

118K

62K

8:30pm

USD

FOMC Member Musalem Speaks

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788