Home
>
News
>
Publication
>
USDJPY Melemah, Pasar Menanti Sinyal BoJ dan The Fed
USDJPY Melemah, Pasar Menanti Sinyal BoJ dan The Fed
Thursday, 27 August 2026

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1652

0.03%

GBPUSD

1.3594

-0.02%

AUDUSD

0.7168

0.18%

NZDUSD

0.5942

0.13%

USDJPY

159.31

-0.09%

USDCHF

0.8055

-0.04%

USDCAD

1.3877

0.01%

GOLDUD

4603.39

0.25%

USD/IDR

17,712

0.00%

Fokus:

  1. BoJ membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan.
  2. Jackson Hole menjadi perhatian untuk prospek suku bunga The Fed.


USDJPY
Kamis, 27 Agustus 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 159,17 pada perdagangan Kamis, menghentikan penguatan selama tiga hari berturut-turut. Meski demikian, tekanan terhadap pasangan mata uang ini masih relatif terbatas karena dolar AS tetap mendapat dukungan dari inflasi AS yang masih tinggi. Perhatian pasar kini tertuju pada data inflasi Tokyo serta agenda Jackson Hole Symposium pada Jumat.

Dari Jepang, Wakil Gubernur Bank of Japan (BoJ) Ryozo Himino menegaskan bahwa bank sentral perlu melanjutkan kenaikan suku bunga secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi, inflasi, dan kondisi keuangan. Himino juga menilai pelemahan yen dapat meningkatkan inflasi dan menekan pendapatan riil rumah tangga. Pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa BoJ masih memiliki ruang untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter.

Di sisi lain, prospek dolar AS masih dipengaruhi oleh arah kebijakan Federal Reserve. Data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS menunjukkan inflasi tetap berada pada level yang relatif tinggi, sehingga dapat membatasi ruang pelonggaran kebijakan The Fed. Pasar juga akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole untuk memperoleh petunjuk mengenai prospek suku bunga AS, yang menjadi faktor penting bagi pergerakan USDJPY dalam jangka pendek.

Secara teknikal, pelemahan USDJPY berpotensi berlanjut apabila pasangan ini mampu menembus area support 159,00. Sebaliknya, pemulihan harga masih berpeluang menguji resistance 159,50. Selisih suku bunga AS-Jepang yang masih lebar dapat membatasi tekanan terhadap USDJPY, sehingga pelaku pasar cenderung menunggu sinyal lebih kuat dari data Jepang dan arah kebijakan BoJ maupun The Fed.

EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat pada perdagangan pagi ini di sekitar 1,1656, didukung oleh ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) masih dapat mempertahankan sikap hawkish di tengah risiko inflasi. Pernyataan anggota Dewan Eksekutif ECB Isabel Schnabel yang membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut turut memberikan dukungan terhadap euro. Pasar memperkirakan kebijakan moneter ECB akan tetap ketat untuk menjaga tekanan harga, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan kondisi ekonomi zona euro yang relatif kuat.

Dari AS, inflasi PCE inti pada Juli bertahan di 3,3% secara tahunan, sementara PCE umum berada di 3,7%, sedikit di atas ekspektasi pasar. Data tersebut menunjukkan tekanan inflasi AS masih cukup kuat dan dapat memengaruhi arah kebijakan The Fed. Selanjutnya, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada Jackson Hole Symposium, khususnya pidato Ketua The Fed Kevin Warsh untuk memperoleh petunjuk mengenai prospek suku bunga AS. Secara teknikal, support berada di 1,1620, sementara resistance di 1,1680.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah pada perdagangan hari ini di sekitar 1,3591, setelah pound sebelumnya berada di dekat level tertinggi enam bulan. Tekanan terhadap sterling terutama berasal dari penguatan dolar AS setelah data inflasi PCE Amerika Serikat menunjukkan kenaikan 3,7% secara tahunan pada Juli, sedikit di atas ekspektasi 3,6%. Data tersebut mendorong pasar untuk kembali mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed, sehingga memberikan dukungan terhadap dolar AS.

Dari sisi Inggris, minimnya katalis domestik membuat pergerakan GBPUSD lebih banyak ditentukan oleh perkembangan di AS dan sentimen pasar global. Perhatian selanjutnya tertuju pada Simposium Jackson Hole, khususnya pidato Ketua The Fed Kevin Warsh, yang berpotensi memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS. Selama dolar AS tetap mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan The Fed, GBPUSD berpeluang menghadapi tekanan lanjutan. Secara teknikal, support berada di 1,3550, sementara resistance berada di 1,3640.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melanjutkan penguatan selama tiga sesi berturut-turut dan bergerak di sekitar 0,7181 pada perdagangan pagi ini. Penguatan dolar Australia tetap bertahan meskipun data Belanja Modal Swasta domestik pada kuartal II turun 3,6%, berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan tidak mengalami perubahan setelah mencatat kenaikan 6,5% pada kuartal sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan sentimen terhadap AUD masih relatif positif.

Penguatan AUD terutama ditopang oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA). Inflasi Juli yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat kekhawatiran terhadap tekanan harga yang masih persisten, sehingga sejumlah bank besar menaikkan proyeksi suku bunga RBA. RBA memang mempertahankan suku bunga di 4,35% pada Agustus, namun tetap membuka kemungkinan pengetatan lebih lanjut apabila tekanan inflasi meningkat. Secara teknikal, support berada di 0,7140, sementara resistance berada di 0,7200.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat pada perdagangan pagi ini di sekitar 0,5950, meskipun dolar AS masih mendapat dukungan dari data inflasi yang relatif tinggi. Indeks Harga PCE AS tercatat naik 3,7% secara tahunan pada Juli, sementara PCE inti berada di 3,3%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Kondisi tersebut menjaga peluang pengetatan kebijakan The Fed dan membatasi ruang penguatan dolar Selandia Baru.

Dari Selandia Baru, perhatian pasar mulai beralih ke keputusan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) pada 2 September. Pasar hampir sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,75%, sehingga ekspektasi pengetatan lebih lanjut dapat memberikan dukungan bagi NZD. Di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole untuk memperoleh petunjuk mengenai arah suku bunga AS. Secara teknikal, support berada di 0,5920, sementara resistance berada di 0,5980.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak melemah pada perdagangan pagi ini ke area 0,8052, meskipun dolar AS masih memperoleh dukungan dari data inflasi AS yang relatif tinggi. Indeks Harga PCE tercatat naik 3,7% secara tahunan pada Juli, sedikit di atas ekspektasi 3,6%, sehingga ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun tetap terbuka. Namun, tekanan terhadap USDCHF masih terlihat karena franc Swiss tetap mendapat permintaan sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian pasar.

Selanjutnya, perhatian pasar tertuju pada Simposium Jackson Hole, khususnya pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS. Dari Swiss, kondisi inflasi yang relatif rendah membuat ekspektasi kebijakan Swiss National Bank (SNB) tetap akomodatif, sehingga berpotensi membatasi penguatan franc secara signifikan. Secara teknikal, support berada di 0,8040, sementara resistance berada di 0,8060.

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat tipis pada perdagangan pagi ini di sekitar 1,3878 dan bertahan dekat level tertinggi mingguan. Pergerakan pasangan mata uang ini masih dipengaruhi sentimen yang beragam. Harga minyak yang tetap relatif kuat akibat ketidakpastian geopolitik Rusia-Ukraina memberikan dukungan terhadap dolar Kanada sebagai mata uang berbasis komoditas, tetapi ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada membatasi penguatan Loonie.

Dari AS, data PCE yang meningkat 3,7% secara tahunan pada Juli, sedikit di atas perkiraan pasar, menunjukkan tekanan inflasi masih cukup persisten dan menjaga peluang pengetatan kebijakan The Fed. Kondisi tersebut membantu dolar AS mempertahankan penguatannya dan memberikan dorongan terhadap USDCAD. Selanjutnya, pasar akan mencermati klaim pengangguran AS serta pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter. Secara teknikal, support berada di 1,3830, sementara resistance berada di 1,3920.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

8:30:00 AM

AU

RBA Bulletin

 

 

 

8:30:00 AM

JP

BoJ Himino Speech 

 

 

 

6:30:00 PM

EA

ECB Monetary Policy Meeting Accounts

 

 

 

7:30:00 PM

CA

Current Account Q2

 

C$ -3.0B

C$-7.2B

7:30:00 PM

CA

Average Weekly Earnings YoY JUN

 

3.30%

3.40%

7:30:00 PM

US

Goods Trade Balance Adv JUL

 

$-100.0B

$-101.4B

7:30:00 PM

US

Initial Jobless Claims AUG/22

 

210.0K

206K

7:30:00 PM

US

Retail Inventories Ex Autos MoM Adv JUL

 

0.00%

-0.40%

7:30:00 PM

US

Wholesale Inventories MoM Adv JUL

 

0.20%

0.20%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788