| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1633 | 0.13% |
GBPUSD | 1.3477 | 0.04% |
AUDUSD | 0.6494 | 0.14% |
NZDUSD | 0.5860 | 0.07% |
USDJPY | 147.31 | -0.01% |
USDCHF | 0.8030 | -0.09% |
USDCAD | 1.3838 | -0.07% |
GOLDUD | 3390.8 | 0.08% |
USD/IDR | 16272 | 0.11% |
Fokus USDJPY:
Rabu, 27 Agustus 2025 – Yen Jepang dibuka di 147.31 dengan pelemahan tipis -0.01%. mata uang USDJPY kembali menunjukkan pelemahan setelah gagal mempertahankan momentum penguatan di atas area 148, dengan tekanan datang dari memanasnya isu politik dan moneter di Amerika Serikat. Pernyataan mengejutkan Presiden AS Donald Trump mengenai pemberhentian Gubernur The Fed Lisa Cook telah menimbulkan keresahan pasar, karena hal ini dipandang mengancam independensi Federal Reserve yang selama ini menjadi pilar kredibilitas kebijakan moneter AS. Kondisi ini diperburuk oleh pernyataan dovish Ketua The Fed Jerome Powell pada simposium Jackson Hole pekan lalu, yang memberi sinyal keterbukaan terhadap pemangkasan suku bunga mulai September. Investor semakin meragukan arah kebijakan moneter The Fed ke depan, sehingga preferensi terhadap dolar AS melemah dan mendorong penguatan aset safe haven seperti Yen Jepang.
Dari sisi domestik Jepang, sentimen terhadap Yen juga mendapat dorongan positif dari arah kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang mulai lebih tegas mengantisipasi risiko inflasi. Gubernur BoJ Kazuo Ueda menekankan bahwa kenaikan upah yang konsisten serta ketatnya pasar tenaga kerja telah membentuk fondasi yang cukup kuat untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga lanjutan. Meskipun BoJ selama ini dikenal sangat lamban dalam melakukan normalisasi kebijakan, upgrade terhadap proyeksi inflasi Jepang memberikan ruang bagi bank sentral untuk lebih agresif di masa mendatang. Di tengah kondisi politik yang relatif stabil, terutama dengan meningkatnya tingkat persetujuan publik terhadap Perdana Menteri Shigeru Ishiba, pasar semakin yakin bahwa Yen memiliki dukungan fundamental yang kuat. Hal ini menjadikan JPY salah satu mata uang utama yang lebih defensif dibandingkan dengan USD yang sedang tertekan oleh faktor politik dan fundamental.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada data-data ekonomi penting yang akan dirilis dalam beberapa hari mendatang. Dari Jepang, rilis Tokyo Consumer Price Index (CPI) dan data penjualan ritel akan menjadi acuan bagi pasar untuk menilai konsistensi inflasi domestik. Jika data inflasi tetap solid di atas 2%, hal ini akan memperkuat ekspektasi terhadap langkah BoJ berikutnya. Sementara itu, dari Amerika Serikat, investor menantikan rilis Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index sebagai indikator inflasi favorit The Fed. Apabila PCE menunjukkan perlambatan, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September semakin kuat, yang akan menambah tekanan pada dolar AS. Dengan kombinasi faktor politik AS, kebijakan moneter The Fed yang semakin dovish, serta arah kebijakan BoJ yang lebih hawkish, pasangan USDJPY berpotensi bergerak dalam tren pelemahan menuju kisaran 146.40-146.70.
Harga pada pasangan mata uang USDJPY melemah. Support terdekat ada di 147.00, dan resistance di 147.70. Support lanjutan di zona 146.70 dan dilanjutkan ke zona 146.40. Resistance lanjutan di zona 147.95 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 148.20.
EURUSD – Pasangan Euro dibuka di 1.1633 dan naik tipis 0.13%. Euro melanjutkan penguatannya terhadap Dolar AS, diperdagangkan stabil setelah sempat terkoreksi pada awal pekan. Sentimen dominan yang mendorong apresiasi EUR datang dari ketidakpastian politik di Amerika Serikat, di mana Presiden Trump secara mengejutkan mengumumkan pemecatan Gubernur The Fed Lisa Cook. Langkah ini menimbulkan keresahan pasar karena dipandang sebagai bentuk intervensi langsung terhadap independensi bank sentral AS. Investor khawatir bahwa campur tangan politik dapat mengaburkan arah kebijakan moneter yang seharusnya independen, sehingga memicu pelemahan Greenback di pasar global. Selain itu, data pesanan barang tahan lama AS bulan Juli yang merosot 2,8% menambah bukti perlambatan ekonomi, memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed hingga dua sampai tiga kali pada tahun ini. Sementara dari kawasan Eropa, Euro mendapat sokongan dari sikap European Central Bank (ECB) yang cenderung menahan diri dalam melakukan pelonggaran tambahan. Kuatnya pasar tenaga kerja zona Euro, serta stabilitas fundamental di beberapa negara anggota, membuat bank sentral lebih percaya diri menunggu data selanjutnya sebelum mengubah arah kebijakan. Faktor eksternal turut mendukung Euro, seperti hasil kesepakatan dagang UE-AS yang memberikan keringanan tarif untuk sektor otomotif, farmasi, dan semikonduktor. Kombinasi faktor politik di AS, data ekonomi AS yang melemah, dan fundamental Eropa yang relatif solid. Support terdekat berada di 1.1600, sementara resistance berada di 1.1660.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3477 dan menguat tipis 0.04%. Pound Sterling mencatatkan penguatan terhadap Dolar AS, setelah sebelumnya sempat tertekan pada awal pekan. Faktor utama yang mendorong penguatan GBP adalah melemahnya USD akibat ketidakpastian politik terkait upaya Presiden Trump menggeser anggota The Fed. Sentimen ini menambah beban bagi Greenback yang sebelumnya sudah rapuh akibat data pesanan barang tahan lama yang menurun tajam. Investor memandang risiko intervensi terhadap The Fed dapat mengurangi kredibilitas kebijakan moneter AS, yang pada gilirannya menurunkan daya tarik Dolar sebagai aset safe haven. Dari sisi Inggris, meski data ekonomi terbatas, Pound mendapatkan dukungan dari sikap Bank of England (BoE) yang masih berfokus pada risiko inflasi. Komentar Catherine Mann, anggota MPC, menegaskan perlunya mempertahankan suku bunga lebih lama untuk menekan inflasi yang bersifat persisten. Walaupun ada ekspektasi pemangkasan suku bunga pada akhir tahun, sebagian besar pelaku pasar menilai BoE tidak akan terburu-buru melonggarkan kebijakan. Minimnya data domestik membuat GBPUSD lebih bergantung pada dinamika global, namun dengan tren USD yang terus melemah. Support terdekat berada di 1.3450, sedangkan resistance berada di 1.3510.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6494 dengan penguatan 0.14%. Dolar Australia berhasil bertahan dalam tren penguatan, seiring meningkatnya tekanan terhadap Dolar AS. Pelemahan Greenback dipicu oleh kombinasi faktor politik dan ekonomi, mulai dari upaya Presiden Trump yang menekan independensi The Fed, hingga lemahnya data makroekonomi AS yang menambah ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif pada September. Pasar kini menilai probabilitas pemotongan suku bunga Fed mencapai lebih dari 80%, sehingga memberi ruang bagi AUDUSD untuk bergerak naik. Dari sisi domestik, notulen RBA menunjukkan sikap kehati-hatian dengan proyeksi jalur penurunan suku bunga yang bersifat gradual. Laporan ketenagakerjaan Australia yang positif terutama kenaikan lapangan kerja penuh waktu menjadi alasan bagi bank sentral untuk tidak tergesa-gesa dalam melonggarkan kebijakan. Data inflasi Australia yang akan dirilis minggu ini diperkirakan meningkat, yang dapat menambah tekanan bagi RBA untuk tetap menahan sikap dovish terlalu agresif. Dengan dukungan fundamental domestik yang relatif kuat, serta melemahnya USD akibat sentimen global. Support terdekat berada di 0.6470, dan resistance berada di 0.6520.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5860 dan naik 0.07%. Dolar New Zealand bergerak stabil dan mendapat dorongan dari pelemahan USD meski masih menghadapi tantangan dari kebijakan dovish Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed semakin meningkat, dengan probabilitas mencapai lebih dari 80% untuk pemotongan setidaknya 25 bps pada September. Faktor politik terkait Trump dan The Fed juga menambah tekanan pada Dolar AS, sehingga Kiwi mendapatkan momentum untuk mempertahankan penguatannya. Meski RBNZ baru saja memangkas suku bunga sebesar 25 bps ke level 3,00% dan memberi sinyal adanya ruang untuk penurunan lebih lanjut, data domestik New Zealand justru menunjukkan ketahanan ekonomi. Penjualan ritel kuartal II tercatat lebih kuat dari perkiraan, menandakan konsumsi rumah tangga tetap solid meskipun kebijakan moneter cenderung longgar. Hal ini meredam sentimen negatif yang biasanya muncul akibat pelonggaran kebijakan. Dengan kombinasi fundamental domestik yang masih relatif tangguh dan tekanan terhadap USD yang semakin besar. Support terdekat berada di 0.5840, dan resistance berada di 0.5890.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8030 dan turun -0.09%. USDCHF sempat menguat ke kisaran 0.8060, namun prospeknya tetap rapuh karena meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven seperti Franc Swiss. Pasar global sedang mencermati krisis kepercayaan terhadap independensi The Fed setelah Trump mencoba memecat Gubernur Lisa Cook, yang menolak untuk mengundurkan diri. Dinamika politik ini memperbesar kemungkinan penurunan suku bunga AS lebih cepat, sehingga menekan daya tarik Dolar AS. Dari sisi fundamental, pidato Ketua Fed Jerome Powell di Jackson Hole juga menegaskan risiko pelemahan pasar tenaga kerja meski inflasi masih menjadi tantangan, membuat ekspektasi pelonggaran moneter semakin kuat. Kondisi ini menjadi faktor utama pelemahan USD terhadap CHF yang memiliki daya tarik sebagai mata uang pelindung nilai. Sementara itu, dari dalam negeri Swiss, data ketenagakerjaan mencatat kenaikan 0,6% YoY pada kuartal II, konsisten dengan periode sebelumnya. Inflasi yang tetap berada di bawah target 2% Swiss National Bank (SNB) memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut, bahkan berpotensi kembali ke wilayah negatif. Tekanan juga muncul dari tarif 39% yang diberlakukan AS terhadap impor Swiss, yang bisa menggerus kinerja ekspor negara tersebut. Namun, pemerintah Swiss berencana meningkatkan daya tarik bisnis domestik dengan melonggarkan regulasi dan menunda aturan baru yang mahal. Kombinasi ketidakpastian global dan kebijakan domestik ini membuat CHF tetap diminati pasar, sehingga pelemahan USDCHF berpotensi berlanjut dalam jangka menengah. Support terdekat berada di 0.8000, sedangkan resistance berada di 0.8060.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3838 dengan pelemahan -0.07%. Pasangan USDCAD tertekan ke kisaran 1.3835 di sesi Asia awal hari Rabu seiring Dolar AS melemah akibat meningkatnya kekhawatiran terkait independensi Federal Reserve. Pemicu utamanya adalah langkah Presiden AS Donald Trump yang secara mengejutkan mengumumkan pemecatan Gubernur The Fed Lisa Cook. Tindakan ini memicu kegelisahan pasar karena dinilai sebagai intervensi politik langsung terhadap bank sentral, memperbesar ekspektasi bahwa Fed akan semakin dipaksa untuk memangkas suku bunga. Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas pemangkasan suku bunga pada pertemuan Fed berikutnya sudah mencapai 85%. Di sisi lain, harga minyak yang naik turut mendukung CAD karena Kanada merupakan eksportir minyak terbesar ke AS, sehingga kenaikan harga komoditas energi memberikan sentimen positif terhadap Loonie. Meski begitu, prospek CAD tidak sepenuhnya mulus. Data inflasi inti Kanada terbaru menunjukkan perlambatan signifikan, memperbesar spekulasi bahwa Bank of Canada (BoC) juga berpotensi memangkas suku bunga pada keputusan September. Sikap dovish dari BoC dapat menahan apresiasi CAD lebih lanjut, sehingga pelemahan USDCAD bisa saja terbatas. Pasar kini akan menantikan data PCE AS sebagai indikator inflasi pilihan Fed, serta pidato pejabat BoC untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya. Dengan latar belakang ini, meskipun USD sedang tertekan akibat faktor politik di Washington, CAD juga berpotensi menghadapi hambatan dari ekspektasi pelonggaran kebijakan domestik. Support terdekat berada di 1.3810, dan resistance berada di 1.3870.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
1:30am | CAD | BOC Gov Macklem Speaks | - | - | - |
3:30am | USD | API Weekly Statistical Bulletin | - | - | - |
7:30am | AUD | MI Leading Index m/m | 0.1% | - | 0.0% |
8:30am | AUD | CPI y/y | 2.8% | 2.3% | 1.9% |
8:30am | AUD | Construction Work Done q/q | 3.0% | 1.0% | -0.3% |
1:00pm | EUR | German GfK Consumer Climate | - | -21.5 | -21.5 |
3:00pm | CHF | UBS Economic Expectations | - | - | 2.4 |
5:00pm | GBP | CBI Realized Sales | - | -26 | -34 |
8:00pm | CNY | CB Leading Index m/m | - | - | -0.2% |
9:30pm | USD | Crude Oil Inventories | - | -1.7M | -6.0M |
Tentative | USD | FOMC Member Barkin Speaks | - | - | - |