Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1395 | 0.13% |
GBPUSD | 1.3347 | 0.08% |
AUDUSD | 0.7001 | -0.01% |
NZDUSD | 0.5804 | -0.01% |
USDJPY | 163.58 | -0.05% |
USDCHF | 0.8160 | -0.23% |
USDCAD | 1.4088 | -0.11% |
GOLDUD | 4090.16 | 0.47% |
USD/IDR | 17,968 | 0.00% |
Fokus:
USDJPY
Senin, 27 Juli 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 163,50 pada awal perdagangan pekan ini. Pelemahan tersebut dipengaruhi oleh menguatnya yen Jepang setelah harga minyak mentah turun menyusul keputusan Amerika Serikat untuk tidak melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir pekan, sementara Iran juga menunda aksi balasannya. Penurunan harga minyak memberikan sentimen positif bagi Jepang yang masih bergantung pada impor energi dari kawasan Timur Tengah, sehingga berkurangnya risiko gangguan pasokan dinilai mendukung mata uang yen.
Dari sisi domestik Jepang, sentimen terhadap yen masih dibayangi oleh dinamika politik. Tingkat persetujuan terhadap Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dilaporkan turun ke level terendah sejak menjabat pada tahun lalu akibat meningkatnya biaya hidup. Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap pemerintah, sementara kebijakan fiskal yang ekspansif sebelumnya turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi dan melemahkan yen hingga mendekati level terendah dalam beberapa dekade.
Sementara itu, dolar AS turut mengalami tekanan setelah meredanya permintaan aset safe haven seiring terciptanya jeda sementara dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Meski demikian, pelaku pasar masih berhati-hati karena risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Kelompok Houthi yang didukung Iran dilaporkan mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas di Arab Saudi di sepanjang Laut Merah, sehingga kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi global tetap membatasi optimisme pasar.
Di sisi kebijakan moneter, perhatian investor kini tertuju pada hasil rapat Federal Reserve pekan ini yang secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, meskipun sebagian kecil pelaku pasar masih membuka peluang adanya kejutan kebijakan. Selain itu, Bank of Japan juga diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga pada pertemuan akhir pekan ini. Sikap hati-hati kedua bank sentral tersebut berpotensi menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan USDJPY dalam jangka pendek. Support USDJPY berada di area 163,20, sementara resistance di area 164,10.
EURUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 1,1410 pada perdagangan sesi Asia hari Senin, didukung oleh pelemahan Dolar AS di tengah meningkatnya optimisme terhadap peluang penyelesaian diplomatik konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Meredanya ketegangan setelah AS menghentikan serangan militernya dan Iran menunda aksi balasan mendorong perbaikan sentimen pasar, sehingga mengurangi permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Di sisi lain, penurunan harga minyak turut meredakan kekhawatiran inflasi dan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat, yang semakin membebani pergerakan dolar.
Meski demikian, pelaku pasar cenderung berhati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang akan diumumkan pada pertengahan pekan. Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kali ini, sementara perhatian investor akan tertuju pada petunjuk mengenai arah kebijakan selanjutnya. Selain itu, perkembangan situasi di Timur Tengah juga tetap menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi sentimen pasar serta menentukan arah pergerakan EURUSD dalam jangka pendek. Support EURUSD berada di area 1,1375, sementara resistance di area 1,1450.
GBPUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 1,3358 pada awal perdagangan pekan ini, melanjutkan penguatan dari level terendah dalam tiga pekan yang tercatat pada akhir pekan lalu. Kenaikan ini didukung oleh pelemahan Dolar AS setelah optimisme terhadap penyelesaian diplomatik konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Keputusan Washington menghentikan operasi militernya, diikuti penundaan aksi balasan oleh Iran, mendorong membaiknya sentimen pasar dan mengurangi permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven.
Selain itu, penurunan harga minyak turut meredakan kekhawatiran inflasi sehingga mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat dan memberikan tekanan tambahan terhadap dolar. Meski demikian, pelemahan Dolar AS masih cenderung terbatas karena pelaku pasar memilih menunggu hasil pertemuan FOMC pekan ini. Arah kebijakan The Fed serta perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah diperkirakan akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan GBPUSD dalam jangka pendek. Support GBPUSD berada di area 1,3325, sementara resistance di area 1,3395.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak di kisaran 0,7000 dan tetap berada di dekat level tertinggi dalam beberapa pekan. Pergerakan dolar Australia didukung oleh meningkatnya optimisme pasar menjelang rilis data inflasi kuartal II Australia pada Rabu, yang diperkirakan menunjukkan inflasi inti meningkat 0,9% secara kuartalan dan mendorong laju tahunan menjadi 3,7% dari sebelumnya 3,5%. Jika sesuai perkiraan, angka tersebut masih berada di atas target inflasi Reserve Bank of Australia (RBA) sebesar 2%–3%, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan sikap kebijakan yang cenderung ketat.
Di sisi eksternal, meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran turut meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko. Membaiknya sentimen risiko global serta pelemahan Dolar AS memberikan tambahan dukungan bagi dolar Australia. Meski demikian, perhatian pasar kini beralih ke hasil pertemuan Federal Reserve pekan ini yang secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, dengan setiap petunjuk mengenai arah kebijakan selanjutnya berpotensi memengaruhi pergerakan AUDUSD. Support AUDUSD berada di area 0,6970, sementara resistance di area 0,7035.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini dibuka dengan gap menguat ke kisaran 0,5803 pada awal perdagangan pekan ini. Penguatan dolar Selandia Baru didorong oleh membaiknya sentimen risiko global setelah Amerika Serikat menghentikan serangan militernya terhadap Iran, sementara Teheran menyatakan telah mengakhiri aksi balasan terhadap sekutu AS di Timur Tengah. Kondisi tersebut mengurangi permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Di sisi lain, membaiknya sentimen pasar global setelah meredanya konflik di Timur Tengah turut meningkatkan minat terhadap aset berisiko, termasuk dolar Selandia Baru.
Selain sentimen global, pergerakan NZD juga ditopang oleh ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September setelah data inflasi terbaru menunjukkan tekanan harga yang tetap tinggi. Pasar kini memperkirakan suku bunga acuan berpotensi mencapai setidaknya 3,0% pada akhir tahun dan meningkat hingga sekitar 3,5% pada pertengahan 2027, sehingga memberikan prospek yang positif bagi pergerakan dolar Selandia Baru. Support NZDUSD berada di area 0,5775, sementara resistance di area 0,5835.
USDCHF - Pasangan mata uang ini melemah ke kisaran 0,8141 pada awal perdagangan pekan ini seiring melemahnya Dolar AS. Penurunan tersebut terjadi setelah harga minyak terkoreksi menyusul meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, sehingga mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dan tekanan inflasi. Penghentian sementara operasi militer AS terhadap Iran serta berakhirnya aksi balasan dari Teheran mendorong membaiknya sentimen pasar dan menekan pergerakan indeks dolar.
Di sisi lain, pelaku pasar kini menantikan hasil pertemuan Federal Reserve yang secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pekan ini. Meski demikian, sebagian investor masih membuka peluang adanya langkah kebijakan yang lebih hawkish apabila tekanan inflasi kembali meningkat. Selain keputusan The Fed, perhatian pasar juga akan tertuju pada rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II dan inflasi PCE Amerika Serikat yang diperkirakan akan memberikan petunjuk baru mengenai prospek ekonomi dan arah kebijakan moneter AS. Support USDCHF berada di area 0,8115, sementara resistance di area 0,8175.
USDCAD - Pasangan mata uang USDCAD melemah ke kisaran 1,4073 pada perdagangan awal pekan, didorong oleh pelemahan Dolar AS setelah meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Penghentian sementara operasi militer AS serta penundaan aksi balasan oleh Iran meningkatkan optimisme pasar dan mengurangi permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Meski demikian, pelaku pasar masih tetap mewaspadai risiko gangguan pasokan energi setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas Arab Saudi di kawasan Laut Merah.
Di sisi lain, pelemahan USDCAD tertahan oleh turunnya harga minyak mentah WTI yang bergerak di sekitar US$86,2 per barel. Sebagai mata uang yang erat kaitannya dengan komoditas, Dolar Kanada cenderung kehilangan sebagian dukungannya ketika harga minyak melemah. Sementara itu, perhatian investor kini tertuju pada hasil pertemuan Federal Reserve pekan ini yang secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, dengan sinyal kebijakan selanjutnya berpotensi menjadi penentu arah pergerakan USDCAD. Support USDCAD berada di area 1,4045, sementara resistance di area 1,4115.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
6:50am | JPY | SPPI y/y | 3.20% | 3.40% | 3.40% |
3:00pm | EUR | German ifo Business Climate |
| 86.1 | 85.6 |
3:00pm | EUR | M3 Money Supply y/y |
| 3.20% | 3.20% |
3:00pm | EUR | Private Loans y/y |
| 3.10% | 3.10% |
All Day | EUR | ECOFIN Meetings |
|
|
|
5:00pm | GBP | CBI Realized Sales |
| -45 | -54 |
7:30pm | USD | Core Durable Goods Orders m/m |
| 0.90% | 1.40% |
7:30pm | USD | Durable Goods Orders m/m |
| 1.60% | -4.50% |