Home
>
News
>
Publication
>
USDJPY Melanjutkan Tren Penguatan di Tengah Perbedaan Kebijakan BoJ dan The Fed
USDJPY Melanjutkan Tren Penguatan di Tengah Perbedaan Kebijakan BoJ dan The Fed
Friday, 28 February 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0399

-0.18%

GBPUSD

1.2600

-0.14%

AUDUSD

0.6235

-0.37%

NZDUSD

0.5633

-0.53%

USDJPY

149.77

0.25%

USDCHF

0.8995

0.06%

USDCAD

1.4440

0.09%

GOLDUD

2876.5

-0.21%

USD/IDR

16426

0.84%

Fokus USDJPY:

  1. DXY menguat ke zona 107.35
  2. Inflasi Tokyo lebih rendah daripada perkiraan

Jumat, 28 Februari 2025  – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 150.14. Pasangan mata uang USDJPY menguat setelah Yen Jepang (JPY) sempat mengalami tekanan akibat data inflasi Tokyo yang lebih rendah dari ekspektasi. Meskipun demikian, pernyataan hawkish dari Wakil Gubernur Bank of Japan (BoJ), Shinichi Uchida, bahwa inflasi inti Jepang semakin mendekati target 2%, memberikan dukungan terhadap spekulasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh BoJ tahun ini. Selain itu, kenaikan upah dan peningkatan penjualan ritel di Jepang juga dapat memperkuat ekspektasi inflasi berbasis permintaan, yang berpotensi mendorong langkah kebijakan moneter yang lebih ketat di masa depan. Namun, BoJ tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan, terutama karena ketidakpastian ekonomi global dan dampak kebijakan AS terhadap Jepang.

Di sisi lain, faktor penguatan JPY juga didorong oleh meningkatnya sentimen risk-off di pasar, yang mendorong permintaan terhadap aset safe-haven seperti Yen. Pergerakan ini semakin diperkuat oleh penurunan imbal hasil obligasi AS, yang mempersempit perbedaan suku bunga antara AS dan Jepang, sehingga meningkatkan daya tarik JPY. Namun, meskipun Yen menunjukkan momentum positif, ketidakpastian kebijakan BoJ ke depan dan dampak data ekonomi yang beragam masih menjadi faktor yang diperhatikan oleh para pelaku pasar.

Sementara itu, Dolar AS (USD) tetap kuat ditengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama. Data terbaru menunjukkan ekonomi AS tumbuh sebesar 2,3% pada kuartal keempat 2024, sesuai perkiraan awal, meskipun melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Selain itu, meningkatnya klaim pengangguran di AS serta potensi kebijakan proteksionis Presiden Donald Trump, seperti tarif impor baru, menambah ketidakpastian di pasar. Fokus investor kini tertuju pada data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS, yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan moneter The Fed dan pergerakan lebih lanjut pasangan USDJPY.

Harga pada pasangan mata uang USDJPY naik. Support terdekatnya di area 149.07 dan resistance terdekatnya di zona 150.80.. Support lanjutan di zona 148.70 dan dilanjutkan ke zona 148.25. Resistance lanjutan di zona 151.36 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 151.88.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0387. Kinerja pasangan mata uang ini tertekan oleh penguatan Dolar AS (USD) setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif balasan serta tambahan 10% terhadap China. Indeks Dolar AS (DXY) melonjak di atas 107.00 setelah Trump menegaskan bahwa tarif baru terhadap Kanada dan Meksiko akan mulai berlaku pada 4 Maret, sementara tarif 25% terhadap mobil dan barang lain dari zona Euro akan segera diterapkan. Ancaman perang dagang ini semakin memperburuk sentimen terhadap Euro (EUR), terutama karena ekonomi zona Euro sudah rapuh akibat lemahnya permintaan. Selain itu, ketidakpastian politik di Jerman akibat negosiasi pembentukan pemerintahan baru juga menekan mata uang Euro. Support terdekatnya di zona 1.0358 dan resistance terdekatnya di zona 1.0429.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2587. Penurunan mata uang Poundsterling diakibatkan oleh penguatan Dolar AS (USD) di tengah meningkatnya imbal hasil obligasi AS dan sentimen risk-off. Dari sisi Inggris, komentar dari anggota MPC Bank of England, Swati Dhingra, menyoroti bahwa tarif baru AS dapat memperkuat USD dalam jangka pendek dan berpotensi meningkatkan harga di Inggris, meskipun efek inflasi secara keseluruhan bisa diredam oleh tekanan harga global yang lebih rendah. Sementara itu, di AS, data ekonomi yang kuat semakin mendukung ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Pertumbuhan PDB kuartal IV melebihi ekspektasi di 2,4%, sementara pesanan barang tahan lama melonjak 3,1% pada Januari. Dengan laporan inflasi PCE yang akan dirilis Jumat, investor bersiap menghadapi kemungkinan tekanan inflasi yang berkelanjutan, yang dapat semakin memperkuat USD dan menekan GBPUSD lebih lanjut. Support terdekatnya di area 1.2562 dan resistance terdekatnya di zona 1.2626.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6225. Mata uang Aussie terus melemah untuk hari keenam berturut-turut pada Jumat, tertekan oleh kombinasi faktor domestik dan eksternal. Dari sisi Australia, data Pengeluaran Modal Swasta (Private Capital Expenditure) yang secara tak terduga menyusut 0,2% pada Q4 2024, jauh di bawah ekspektasi pertumbuhan 0,8%, menambah tekanan pada Aussie. Selain itu, pernyataan Deputi Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Andrew Hauser yang menekankan perlunya bukti lebih lanjut terkait inflasi sebelum mengambil kebijakan baru, membuat prospek suku bunga tetap tidak pasti. Sementara itu, meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan tarif tambahan 10% terhadap barang China, serta penerapan tarif 25% pada Kanada dan Meksiko mulai 4 Maret, semakin membebani AUD mengingat ketergantungan Australia pada ekspor ke China. Di sisi lain, Dolar AS tetap kokoh didukung oleh data ekonomi yang kuat, termasuk pertumbuhan PDB AS yang mencapai 2,3% pada Q4 dan lonjakan pesanan barang tahan lama sebesar 3,1% di Januari. Dengan ekspektasi Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dan laporan inflasi PCE AS yang akan dirilis, USD terus mendapatkan momentum, menekan AUDUSD lebih dalam. Support terdekatnya di zona 0.6195 dan resistance terdekatnya di zona 0.6263.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5604. Tekanan pada mata uang Kiwi diakibatkan oleh oleh kekhawatiran terkait tarif impor yang diumumkan Presiden AS Donald Trump. Trump menegaskan bahwa tarif 25% terhadap barang dari Meksiko dan Kanada akan mulai berlaku pada 4 Maret, sementara tambahan 10% tarif terhadap impor China akan meningkatkan total beban menjadi 20%. Ancaman perang dagang ini membebani Dolar Selandia Baru (NZD), mengingat ketergantungan ekonomi Selandia Baru pada perdagangan dengan China. Di sisi lain, Dolar AS tetap kuat setelah data PDB AS kuartal IV menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 2,3%, sesuai ekspektasi pasar. Dengan data inflasi PCE AS yang akan dirilis Jumat ini, ekspektasi kebijakan suku bunga ketat oleh Federal Reserve semakin memperkuat Greenback, berpotensi menekan NZDUSD lebih dalam. Support terdekatnya di area 0.5579 dan resistance terdekatnya di zona 0.5641.

USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4445. USD/CAD melonjak pada perdagangan pagi ini  dengan Dolar Kanada (CAD) melemah ke level terendah tiga minggu setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa tarif 25% terhadap barang Kanada akan berlaku mulai 4 Maret. Pernyataan ini menghilangkan harapan penundaan tarif dan semakin menekan CAD, terutama karena Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau telah berjanji untuk membalas langkah AS jika tarif benar-benar diberlakukan. Selain itu, harga minyak mentah turun ke level terendah dua bulan akibat meningkatnya harapan kesepakatan damai Rusia-Ukraina, yang semakin membebani CAD karena Kanada adalah eksportir utama minyak ke AS. Di sisi lain, USD tetap kuat setelah data PDB AS kuartal IV menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 2,3%, sesuai ekspektasi pasar. Investor kini menantikan rilis data inflasi PCE AS yang berpotensi memperkuat Greenback lebih lanjut jika inflasi tetap tinggi, yang akan semakin menekan pasangan USDCAD ke atas. Support terdekatnya di zona 1.4336 dan resistance terdekatnya di zona 1.4525.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.8991.  USD/CHF menguat tengah pelemahan Franc Swiss (CHF) untuk hari kedua berturut-turut. Data PDB Swiss menunjukkan perlambatan pertumbuhan menjadi 0,2% pada Q4 2024, turun dari 0,4% di kuartal sebelumnya dan menjadi ekspansi terlemah sejak Q2 2023. Dengan inflasi yang terus menurun selama empat bulan berturut-turut, pasar hampir sepenuhnya memperkirakan pemangkasan suku bunga Swiss National Bank (SNB) sebesar 25 bps pada pertemuan 20 Maret mendatang. Sementara itu, Dolar AS tetap kuat di tengah data PDB AS yang solid, dengan pertumbuhan tahunan 2,3% di Q4 dan inflasi yang relatif terkendali. Dengan ekspektasi bahwa Federal Reserve hanya akan memangkas suku bunga sekali atau dua kali tahun ini, USDCHF berpotensi terus naik jika SNB tetap pada jalur pelonggaran kebijakan moneter. Support terdekatnya di area 0.8960 dan resistance terdekatnya di zona 0.9021.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:15am

USD

FOMC Member Hammack Speaks

-

-

-

3:15am

USD

FOMC Member Harker Speaks

-

-

-

3:30am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

6:30am

JPY

Tokyo Core CPI y/y

2.2%

2.3%

2.5%

6:50am

JPY

Prelim Industrial Production m/m

-1.1%

-1.0%

-0.2%

6:50am

JPY

Retail Sales y/y

3.9%

3.9%

3.5%

7:30am

AUD

Private Sector Credit m/m

0.5%

0.5%

0.6%

12:00pm

JPY

Housing Starts y/y

-

-2.6%

-2.5%

2:00pm

EUR

German Import Prices m/m

-

0.7%

0.4%

2:00pm

EUR

German Retail Sales m/m

-

0.4%

-1.6%

2:00pm

GBP

MPC Member Ramsden Speaks

-

-

-

2:00pm

GBP

Nationwide HPI m/m

-

0.2%

0.1%

All Day

EUR

German Prelim CPI m/m

-

0.4%

-0.2%

2:30pm

CHF

Retail Sales y/y

-

1.6%

2.6%

2:45pm

EUR

French Consumer Spending m/m

-

-0.6%

0.7%

2:45pm

EUR

French Final Private Payrolls q/q

-

-0.2%

-0.2%

2:45pm

EUR

French Prelim CPI m/m

-

0.5%

0.2%

2:45pm

EUR

French Prelim GDP q/q

-

-0.1%

-0.1%

3:00pm

CHF

KOF Economic Barometer

-

101.9

101.6

3:55pm

EUR

German Unemployment Change

-

14K

11K

5:00pm

EUR

Italian Prelim CPI m/m

-

0.2%

0.6%

8:30pm

CAD

GDP m/m

-

0.3%

-0.2%

8:30pm

USD

Core PCE Price Index m/m

-

0.3%

0.2%

8:30pm

USD

Goods Trade Balance

-

-116.9B

-122.0B

8:30pm

USD

Personal Income m/m

-

0.4%

0.4%

8:30pm

USD

Personal Spending m/m

-

0.2%

0.7%

8:30pm

USD

Prelim Wholesale Inventories m/m

-

0.1%

-0.5%

9:45pm

USD

Chicago PMI

-

40.5

39.5

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788