Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1548 | -0.30% |
GBPUSD | 1.3494 | -0.16% |
AUDUSD | 0.7045 | -0.17% |
NZDUSD | 0.5901 | -0.15% |
USDJPY | 157.16 | -0.52% |
USDCHF | 0.8065 | 0.29% |
USDCAD | 1.4010 | 0.15% |
GOLDUD | 4075.05 | -0.37% |
USD/IDR | 18,053 | 0.00% |
Focus:
USDJPY
Senin, 03 Agustus 2026 - Pasangan mata uang ini dibuka melemah dan diperdagangkan di kisaran 156,34. Pelemahan ini terjadi setelah pemerintah Jepang dan Amerika Serikat mengonfirmasi telah melakukan intervensi bersama di pasar valuta asing untuk mendukung penguatan yen. Langkah tersebut menjadi intervensi bilateral pertama sejak 2011 dan dilakukan sebagai respons terhadap pelemahan yen yang sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam beberapa dekade.
Kementerian Keuangan Jepang menyatakan bahwa intervensi tersebut bertujuan meredam volatilitas yang dinilai berlebihan di pasar mata uang. Wakil Menteri Keuangan Jepang untuk Urusan Internasional, Atsushi Mimura, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu melakukan intervensi lanjutan apabila gejolak nilai tukar kembali meningkat. Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan bahwa Washington siap kembali bekerja sama dengan Jepang apabila kondisi pasar memerlukannya.
Selain faktor intervensi, perhatian pelaku pasar kini beralih kepada arah kebijakan Bank of Japan (BoJ). Meskipun pada pertemuan terakhir BoJ mempertahankan suku bunga, bank sentral tersebut memberikan sinyal bahwa peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September masih terbuka. Ekspektasi tersebut turut menopang penguatan yen karena investor mulai memperkirakan adanya normalisasi kebijakan moneter Jepang.
Kombinasi intervensi bilateral Jepang-AS dan meningkatnya ekspektasi pengetatan kebijakan BoJ memperbesar tekanan terhadap USDJPY dalam jangka pendek. Selama pasar masih meyakini kedua negara siap mengambil langkah tambahan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, yen berpotensi tetap memperoleh dukungan sehingga ruang penguatan dolar AS terhadap mata uang Jepang menjadi lebih terbatas. Support USDJPY berada di area 155,80, sementara resistance di area 157,20.
EURUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 1,1513 pada pagi hari ini, melanjutkan tren positif setelah berhasil menembus area resistance penting pada pekan lalu. Penguatan euro didorong oleh pelemahan dolar AS yang kehilangan momentum seiring meredanya kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut tidak akan melakukan serangan lanjutan terhadap Iran, ditambah keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi minyak pada September, menekan harga minyak dan mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.
Di sisi lain, euro tetap memperoleh dukungan dari fundamental ekonomi Zona Euro yang solid. Inflasi yang masih bertahan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) berpeluang kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Sementara itu, pelaku pasar juga menantikan rilis PMI Manufaktur ISM Amerika Serikat sebagai petunjuk terbaru mengenai kondisi ekonomi AS dan arah kebijakan moneter Federal Reserve, yang berpotensi menjadi penentu pergerakan EURUSD selanjutnya. Support EURUSD berada di area 1,1485, sementara resistance di area 1,1545.
GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1,3473 pada pagi hari ini setelah sebelumnya mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Pergerakan pasangan mata uang ini dipengaruhi oleh dinamika sentimen geopolitik di Timur Tengah. Harapan akan tercapainya solusi diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran sempat mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Namun, optimisme tersebut mereda setelah Iran membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai adanya permintaan penundaan konflik, sehingga ketidakpastian pasar kembali meningkat.
Di sisi lain, perhatian investor juga tertuju pada arah kebijakan Bank of England (BoE). Meskipun bank sentral mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhir, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun. Namun, pernyataan Gubernur BoE Andrew Bailey yang menunjukkan pendekatan lebih hati-hati terhadap pengetatan kebijakan membuat ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi lebih moderat, sehingga membatasi ruang penguatan poundsterling terhadap dolar AS. Support GBPUSD berada di area 1,3445, sementara resistance di area 1,3505.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 0,7033 setelah dibuka dengan gap bullish. Dolar Australia tetap bertahan di zona positif karena memperoleh dukungan dari data aktivitas manufaktur Tiongkok yang masih menunjukkan ekspansi. Meskipun PMI Manufaktur RatingDog turun menjadi 50,9 pada Juli dari 51,7 pada bulan sebelumnya dan berada di bawah ekspektasi pasar, angka tersebut masih berada di atas level 50 yang mencerminkan aktivitas manufaktur tetap bertumbuh. Sebagai mitra dagang utama Australia, kondisi tersebut turut menopang prospek dolar Australia.
Di sisi lain, dolar AS masih berada di bawah tekanan setelah Jepang mengonfirmasi intervensi bersama dengan Amerika Serikat untuk mendukung penguatan yen. Tekanan terhadap greenback juga dipengaruhi oleh meredanya permintaan aset safe haven setelah muncul harapan penyelesaian diplomatik konflik antara AS dan Iran, meskipun klaim tersebut kemudian dibantah oleh pihak Iran. Sementara itu, pelaku pasar juga mencermati komentar pejabat Reserve Bank of Australia (RBA) yang menilai perlambatan inflasi terutama dipengaruhi oleh turunnya harga bahan bakar, sementara inflasi secara keseluruhan masih berada di atas kisaran target bank sentral. Support AUDUSD berada di area 0,7005, sementara resistance di area 0,7065.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1,3473 pada pagi hari ini setelah sebelumnya mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Pergerakan pasangan mata uang ini dipengaruhi oleh dinamika sentimen geopolitik di Timur Tengah. Harapan akan tercapainya solusi diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran sempat mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Namun, optimisme tersebut mereda setelah Iran membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai adanya permintaan penundaan konflik, sehingga ketidakpastian pasar kembali meningkat.
Di sisi lain, perhatian investor juga tertuju pada arah kebijakan Bank of England (BoE). Meskipun bank sentral mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhir, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun. Namun, pernyataan Gubernur BoE Andrew Bailey yang menunjukkan pendekatan lebih hati-hati terhadap pengetatan kebijakan membuat ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi lebih moderat, sehingga membatasi ruang penguatan poundsterling terhadap dolar AS. Support NZDUSD berada di area 1,3445, sementara resistance di area 1,3505.
USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 0,8088 pada perdagangan sesi Asia. Kenaikan ini mencerminkan upaya pemulihan dolar AS setelah pergerakan pada akhir pekan lalu. Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada rilis PMI Manufaktur ISM Amerika Serikat yang dijadwalkan hari ini, serta laporan ketenagakerjaan Nonfarm Payrolls (NFP) pada akhir pekan yang diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Di sisi lain, ruang penguatan USDCHF diperkirakan masih terbatas karena Indeks Dolar AS (DXY) bergerak melemah di tengah membaiknya sentimen risiko global. Optimisme pasar meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan mengindikasikan dimulainya kembali perundingan dengan Teheran, sehingga mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Selain itu, pasar juga mulai menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September, yang berpotensi menekan pergerakan dolar AS dalam jangka pendek. Support USDCHF berada di area 0,8065, sementara resistance di area 0,8115.
USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 1,4031 pada awal pekan. Kenaikan ini didukung oleh melemahnya dolar Kanada setelah harga minyak dunia turun menyusul meredanya kekhawatiran terhadap konflik di Timur Tengah. Sentimen tersebut dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menunda rencana aksi militer terhadap Iran, serta keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi minyak pada September. Sebagai mata uang yang erat kaitannya dengan pergerakan harga minyak, dolar Kanada kehilangan sebagian dukungannya sehingga mendorong USDCAD bergerak lebih tinggi.
Namun, potensi penguatan USDCAD masih cenderung terbatas karena dolar AS sendiri menghadapi tekanan. Penurunan harga minyak mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat, sementara pelemahan Indeks Dolar AS juga dipengaruhi oleh penguatan yen setelah intervensi bersama Jepang dan Amerika Serikat di pasar valuta asing. Sepanjang pekan ini, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis PMI Manufaktur ISM AS serta data ketenagakerjaan Amerika Serikat dan Kanada yang diperkirakan menjadi faktor utama penentu arah pergerakan USDCAD. Support USDCAD berada di area 1,4000, sementara resistance di area 1,4065.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
1:30pm | CHF | CPI m/m |
| -0.10% | 0.00% |
3:30pm | GBP | Final Manufacturing PMI |
| 5280.00% | 5280.00% |
8:45pm | USD | Final Manufacturing PMI |
| 5380.00% | 5380.00% |
9:00pm | USD | ISM Manufacturing PMI |
| 5400.00% | 53.3 |
9:00pm | USD | ISM Manufacturing Prices |
| 7000.0% | 7300.0% |
9:00pm | USD | Construction Spending m/m |
| 0.2% | 0.1% |