Home
>
News
>
Publication
>
USDJPY Bergerak Terbatas, Pasar Pantau Kebijakan AS dan Jepang
USDJPY Bergerak Terbatas, Pasar Pantau Kebijakan AS dan Jepang
Thursday, 13 August 2026

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1527

0.03%

GBPUSD

1.3494

0.03%

AUDUSD

0.7060

0.01%

NZDUSD

0.5860

-0.02%

USDJPY

159.42

-0.08%

USDCHF

0.8124

0.06%

USDCAD

1.3941

0.01%

GOLDUD

4405.78

0.51%

USD/IDR

17,871

0.00%

Fokus:

  1. Risiko intervensi AS-Jepang membatasi penguatan USDJPY.
  2. Ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ mendukung yen.


USDJPY
Kamis, 13 Agustus 2026
- Pasangan mata uang ini dibuka di sekitar 159,42 dan kemudian bergerak melemah ke area 159,30 pada perdagangan pagi ini. Pergerakan pasangan mata uang ini masih cenderung terbatas karena pasar mempertimbangkan potensi intervensi di pasar valuta asing oleh otoritas Amerika Serikat dan Jepang. Perhatian investor selanjutnya tertuju pada rilis data PPI AS Juli yang dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama sebelumnya menyampaikan bahwa Amerika Serikat telah melakukan intervensi bersama di pasar valuta asing untuk meredam fluktuasi tajam dan pergerakan yang dinilai tidak teratur pada yen. Presiden AS Donald Trump juga mengonfirmasi keterlibatan Amerika Serikat dalam langkah tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk hubungan yang bersahabat. Perkembangan ini membuat pelaku pasar lebih berhati-hati terhadap potensi penguatan USDJPY, terutama ketika mendekati level psikologis 160,00.

Di sisi Jepang, ringkasan opini pertemuan Bank of Japan (BoJ) Juli menunjukkan adanya pembahasan mengenai kemungkinan mempercepat kenaikan suku bunga di tengah meningkatnya risiko inflasi yang berada di atas target 2%. BoJ juga berpotensi mempertimbangkan kenaikan suku bunga tambahan pada pertemuan September setelah kenaikan pada Juni. Ekspektasi tersebut dapat memberikan dukungan bagi yen dan membatasi ruang kenaikan USDJPY.

Namun, perbedaan tingkat imbal hasil antara Jepang dan negara lain masih menjadi faktor yang dapat menopang aktivitas carry trade dan membatasi penguatan yen. Dengan kondisi tersebut, pasar akan mencermati perkembangan kebijakan AS-Jepang serta risiko intervensi lebih lanjut. Secara teknikal, resistance berada di 159,50, sementara support berada di 158,50, yang menjadi level penting dalam menentukan arah pergerakan berikutnya. Support USDJPY berada di area 158,50, sementara resistance di area 159,50.

EURUSD - Pasangan mata uang ini menguat tipis ke sekitar 1,1530 pada perdagangan sesi Asia, sekaligus menghentikan tren pelemahan selama tiga hari berturut-turut. Penguatan ini didorong oleh dolar AS yang menghadapi tekanan setelah rilis data inflasi AS Juli menunjukkan moderasi pada berbagai komponen harga. Inflasi CPI AS tercatat 3,4% secara tahunan, turun dari 3,5% sebelumnya, sementara CPI inti melambat menjadi 2,5% dari 2,6% pada Juni. Kedua angka tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar, sehingga turut meredakan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve secara agresif pada September.

Dari sisi Eropa, prospek kebijakan ECB yang relatif hawkish masih menjadi faktor pendukung bagi euro. Ekspektasi inflasi kawasan Euro untuk satu tahun ke depan berada di sekitar 2,4%, masih di atas target ECB sebesar 2%, sementara inflasi aktual meningkat menjadi 2,9% pada Juli. Ekonomi Eurozone juga tumbuh 0,4% pada kuartal II, mencatat laju pertumbuhan terkuat sejak awal 2025, sehingga pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 basis poin pada September. Namun, penguatan EURUSD berpotensi terbatas oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Support EURUSD berada di area 1,1500, sementara resistance di area 1,1570.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini menguat tipis ke sekitar 1,3498 pada awal perdagangan sesi Asia, mendekati level 1,3500. Penguatan pound terjadi seiring dolar AS yang melemah setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga yang lebih moderat. Inflasi CPI AS pada Juli tercatat 3,4% secara tahunan, turun dari 3,5% pada bulan sebelumnya, sementara CPI inti melambat menjadi 2,5% dari 2,6%. Perkembangan tersebut turut mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September, dengan probabilitas kenaikan suku bunga turun menjadi sekitar 40%.

Selanjutnya, perhatian pasar akan tertuju pada data GDP Inggris kuartal II dan PPI AS yang akan dirilis hari ini. Ekonomi Inggris diperkirakan tumbuh 0,4% secara kuartalan pada kuartal II, setelah tumbuh 0,6% pada kuartal I. Jika hasilnya lebih kuat dari perkiraan, kondisi tersebut berpotensi memberikan dukungan tambahan bagi pound. Sebaliknya, data PPI AS akan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed. Dari sisi fundamental, data ekonomi Inggris, termasuk GDP, perdagangan, dan produksi industri, diperkirakan menjadi katalis berikutnya bagi pergerakan GBP. Support GBPUSD berada di area 1,3450, sementara resistance di area 1,3520.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat tipis ke sekitar 0,7061 setelah sentimen terhadap dolar Australia mendapat dukungan dari pernyataan Assistant Governor Reserve Bank of Australia (RBA) Chris Kent. Kent menyampaikan bahwa kenaikan suku bunga sejauh ini telah memberikan dampak sesuai dengan yang diharapkan dalam membantu mengendalikan inflasi. Namun, RBA tetap membuka kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut apabila risiko terhadap inflasi kembali meningkat. Selain itu, nilai tukar yang relatif tinggi juga dinilai membantu menekan inflasi melalui penurunan harga barang impor.

Di sisi lain, RBA masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk produktivitas yang lemah dan risiko kenaikan inflasi. Kondisi pasar perumahan juga disebut mengalami pelemahan dalam beberapa bulan terakhir, meskipun investasi besar pada pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan masih mendukung pertumbuhan permintaan secara keseluruhan. Pernyataan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut masih mungkin dilakukan berpotensi memberikan dukungan terhadap AUD, meskipun RBA akan tetap mempertimbangkan berbagai kondisi keuangan dan perkembangan inflasi sebelum menentukan kebijakan berikutnya. Support AUDUSD berada di area 0,7020, sementara resistance di area 0,7100.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 0,5859, berada di dekat level terendah dalam dua pekan, meskipun laporan inflasi konsumen AS menunjukkan tekanan harga yang relatif moderat. Dolar AS tetap menguat, sementara data inflasi tersebut justru mengurangi kemungkinan pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve pada pertemuan September. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed sebelumnya juga telah berkurang setelah data ketenagakerjaan AS yang lemah pada Jumat lalu, sehingga pergerakan NZDUSD masih dipengaruhi oleh dinamika ekspektasi kebijakan moneter AS.

Di sisi lain, sentimen pasar tetap berhati-hati di tengah perkembangan hubungan AS dan Iran yang belum menunjukkan kemajuan berarti, dengan kedua pihak mempertahankan posisi masing-masing. Presiden Donald Trump juga menyatakan bahwa AS memiliki “kendali penuh” atas Selat Hormuz. Dari sisi domestik, dolar Selandia Baru masih memperoleh dukungan dari ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan depan. Namun, tekanan dari penguatan dolar AS dan sentimen geopolitik masih berpotensi membatasi penguatan NZD. Support NZDUSD berada di area 0,5830, sementara resistance di area 0,5890.

USDCHF - Pasangan mata uang ini menguat tipis ke sekitar 0,8129 pada perdagangan sesi Asia. Pergerakan ini terjadi di tengah dolar AS yang masih relatif stabil setelah data inflasi AS Juli sesuai dengan ekspektasi pasar. CPI AS tercatat naik 3,4% secara tahunan, melambat dari 3,5% sebelumnya, sementara CPI inti berada di 2,5%. Data tersebut mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September, sehingga ruang penguatan dolar AS cenderung terbatas.

Selanjutnya, perhatian pasar beralih ke data PPI AS yang akan dirilis hari ini serta komentar pejabat Federal Reserve untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya. Di sisi lain, ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, khususnya terkait Selat Hormuz, masih menjadi perhatian karena berpotensi memicu volatilitas harga minyak dan meningkatkan risiko inflasi. Kondisi tersebut dapat menjaga permintaan terhadap dolar AS dan memberikan dukungan terhadap USDCHF, meskipun pergerakannya berpotensi tetap terbatas. Support USDCHF berada di area 0,8100, sementara resistance di area 0,8150.

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak tipis menguat ke 1,3943, meskipun dolar AS masih menghadapi tekanan setelah inflasi AS Juli sesuai ekspektasi dan menunjukkan moderasi. Data CPI tersebut menurunkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed yang agresif pada September, sehingga membatasi penguatan dolar AS. Namun, tekanan terhadap dolar Kanada akibat penurunan harga minyak membuat USDCAD tetap mampu bertahan di sekitar level 1,3940. Penurunan harga minyak terjadi setelah OPEC dan IEA kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global 2026.

Pergerakan USDCAD selanjutnya akan dipengaruhi oleh perkembangan ekspektasi suku bunga The Fed dan arah harga minyak. Jika ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed semakin berkurang, dolar AS berpotensi kembali tertekan, sementara penurunan harga minyak dapat membatasi penguatan dolar Kanada. Secara teknikal, support USDCAD berada di area 1,3927, sementara resistance berada di 1,3964.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:50am

JPY

PPI y/y

7.20%

7.4%

7.3%

7:15am

AUD

RBA Assist Gov Kent Speaks

 

 

 

10:00am

NZD

Inflation Expectations q/q

 

 

2.5%

1:00pm

GBP

GDP m/m

 

0.0%

0.1%

1:00pm

GBP

Prelim GDP q/q

 

0.40%

0.60%

7:15pm

USD

FOMC Member Hammack Speaks

 

 

 

7:30pm

USD

Core PPI m/m

 

0.30%

0.20%

7:30pm

USD

PPI m/m

 

0.20%

-0.30%

7:30pm

USD

Unemployment Claims

 

202K

199K

7:40pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788