Home
>
News
>
Publication
>
USDCHF Melemah Empat Hari Beruntun di Tengah Optimisme Perdamaian AS-Iran
USDCHF Melemah Empat Hari Beruntun di Tengah Optimisme Perdamaian AS-Iran
Monday, 25 May 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1639

0.01%

GBPUSD

1.3459

0.18%

AUDUSD

0.7157

0.15%

NZDUSD

0.5881

-0.09%

USDJPY

158.81

0.03%

USDCHF

0.7842

-0.27%

USDCAD

1.3805

-0.05%

GOLDUD

4550.54

0.33%

USD/IDR

17,712

0.00%

Fokus:

  1. Swiss National Bank tetap siaga terhadap volatilitas nilai tukar dan membuka peluang intervensi di pasar valuta asing.
  2. Pelaku pasar mencermati arah kebijakan moneter The Fed dan SNB di tengah meningkatnya tekanan inflasi global.


USDCHF
Senin, 25 Mei 2026
- pasangan mata uang ini kembali mengalami tekanan dan mencatat pelemahan selama empat hari beruntun dengan pergerakan di sekitar level 0,7821. Penurunan pasangan mata uang ini dipicu melemahnya dolar AS akibat berkurangnya permintaan aset safe haven setelah muncul optimisme terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi global dan prospek kenaikan suku bunga agresif oleh Federal Reserve.

Menurut laporan Axios yang mengutip sumber pejabat AS, Washington dan Teheran dikabarkan semakin dekat menuju kesepakatan yang mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Dalam skema tersebut, Selat Hormuz direncanakan kembali dibuka, sementara Iran akan membersihkan ranjau di jalur pelayaran dan memastikan kapal-kapal dapat melintas dengan aman. Sebagai bagian dari kesepakatan, Amerika Serikat juga disebut akan menghentikan blokade terhadap pelabuhan Iran. Sentimen positif dari perkembangan geopolitik ini turut menekan pergerakan dolar AS di pasar global.

Namun demikian, pelemahan greenback diperkirakan masih tertahan oleh ekspektasi bahwa tekanan inflasi tetap tinggi sehingga membuka peluang Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga. Data CME FedWatch menunjukkan pasar masih memperkirakan peluang sekitar 45% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun. Di sisi lain, pelaku pasar juga terus mengevaluasi arah kebijakan The Fed setelah Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menyampaikan bahwa bank sentral tidak lagi perlu mempertahankan bias kebijakan longgar.

Sementara itu, Swiss National Bank tetap menunjukkan kewaspadaan terhadap perkembangan pasar mata uang dan inflasi. Wakil Presiden SNB Martin Schlegel menyatakan bahwa bank sentral siap melakukan intervensi di pasar valuta asing apabila diperlukan guna menjaga stabilitas nilai tukar. Ia juga menegaskan bahwa tingkat inflasi Swiss masih berada dalam rentang target stabilitas harga. Pasar kini menantikan sinyal lebih lanjut terkait kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter SNB di tengah meningkatnya tekanan inflasi global akibat kenaikan harga energi. Secara teknikal, support USDCHF berada di area 0,7790, sementara resistance berada di area 0,7850.

EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat di level 1.1640, seiring melemahnya dolar AS akibat meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz mendorong perbaikan sentimen global dan mengurangi permintaan investor terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Selain itu, penurunan harga minyak dunia turut membantu meredakan kekhawatiran inflasi sehingga mendukung penguatan mata uang euro terhadap dolar AS.

Namun, kenaikan EURUSD masih cenderung terbatas karena proses negosiasi antara AS dan Iran belum mencapai tahap final. Presiden Donald Trump menegaskan bahwa pemerintah AS tidak akan terburu-buru menyepakati perjanjian dan blokade di Selat Hormuz akan tetap diberlakukan hingga kesepakatan resmi disahkan. Di sisi lain, ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpotensi menaikkan suku bunga hingga akhir tahun tetap menjadi faktor penopang dolar AS sehingga membatasi ruang penguatan euro lebih lanjut.

Sementara itu, perhatian pasar juga tertuju pada arah kebijakan European Central Bank (ECB). Pelaku pasar menilai ECB masih memiliki peluang untuk mempertahankan kebijakan moneter yang cenderung ketat guna menjaga stabilitas inflasi di kawasan Eropa, meskipun bank sentral diperkirakan akan tetap berhati-hati dalam memberikan sinyal pengetatan lanjutan. Secara teknikal, support EURUSD berada di area 1,1600, sedangkan resistance berada pada level 1,1660.


GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat menuju area 1,3483 pada perdagangan sesi Asia hari Senin, didorong pelemahan dolar AS di tengah meningkatnya optimisme terhadap perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Beberapa pejabat senior AS mengindikasikan bahwa kedua negara semakin dekat mencapai kesepakatan yang dapat membuka kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz. Kondisi ini mendorong sentimen positif pasar dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk poundsterling. Aktivitas perdagangan juga diperkirakan relatif terbatas karena pasar Amerika Serikat tutup memperingati Memorial Day.

Meski demikian, potensi penguatan GBPUSD masih dibayangi ketidakpastian geopolitik karena ancaman konflik antara AS dan Iran dinilai belum sepenuhnya hilang. Presiden Donald Trump menegaskan bahwa blokade di Selat Hormuz akan tetap berlangsung hingga kesepakatan resmi disahkan. Dari sisi domestik Inggris, data ekonomi yang melemah seperti penjualan ritel yang lebih rendah serta kenaikan tingkat pengangguran menjadi 5,0% membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England pada akhir tahun. Selain itu, pernyataan pejabat BoE Alan Taylor yang menilai kebijakan suku bunga saat ini sudah memadai turut membatasi penguatan poundsterling. Support GBPUSD berada di area 1,3440, sementara resistance berada di area 1,3500.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini memulai perdagangan pekan ini dengan kecenderungan menguat dan bergerak stabil di atas area 0,7168. Kenaikan pasangan mata uang ini didukung pelemahan dolar AS setelah pasar merespons positif peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Meningkatnya optimisme tersebut menurunkan minat investor terhadap aset safe haven sehingga dolar AS mengalami tekanan dan AUDUSD berhasil rebound dari posisi terendah sejak pertengahan April yang tercapai pada pekan sebelumnya. Namun, sentimen positif masih tertahan karena negosiasi antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz serta program nuklir Iran belum mencapai kesepakatan penuh.

Sementara itu, peluang Federal Reserve untuk kembali menaikkan suku bunga hingga akhir tahun masih menjadi faktor yang membatasi pelemahan dolar AS lebih dalam. Dari sisi teknikal, AUDUSD mulai menunjukkan indikasi penguatan setelah mampu bertahan di atas area Fibonacci retracement 38,2%, dengan dukungan indikator RSI dan MACD yang bergerak positif. Meski demikian, pasar masih menunggu konfirmasi lanjutan apabila harga berhasil menembus resistance utama di sekitar area moving average 200 periode. Support AUDUSD berada di area 0,7130, sementara resistance berada di area 0,7185.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak di kisaran 0,5876 dan bergerak lebih tinggi dibandingkan penutupan pekan lalu, seiring membaiknya sentimen pasar global setelah muncul harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Sejumlah pejabat senior AS menyampaikan bahwa kedua negara semakin dekat pada kesepakatan yang berpotensi membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, meskipun pembahasan terkait beberapa poin utama masih berlangsung dan keputusan final diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari lagi. Optimisme tersebut mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk dolar Selandia Baru.

Dari sisi kebijakan moneter, pasar memperkirakan Reserve Bank of New Zealand akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,25% pada pertemuan pekan ini. Meski demikian, ekspektasi pasar mulai mengarah pada peluang pengetatan kebijakan dalam beberapa bulan ke depan, dengan probabilitas kenaikan suku bunga yang semakin besar pada Juli dan diperkirakan sepenuhnya terealisasi pada September. Kondisi ini dipicu meningkatnya risiko inflasi akibat potensi gangguan pasokan energi global, sehingga bank sentral diperkirakan akan merevisi proyeksi inflasi dan arah suku bunga dalam pertemuan mendatang. Secara teknikal, support NZDUSD berada di area 0,5840, sementara resistance berada di area 0,5900.

USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak di kisaran 158,85 pada perdagangan hari Senin dan tercatat melemah dibandingkan penutupan pekan lalu. Tekanan terhadap pasangan mata uang ini muncul setelah dolar AS melemah di tengah meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa proses negosiasi kedua negara telah menunjukkan kemajuan besar menuju memorandum perdamaian, meskipun kesepakatan final masih dalam tahap pembahasan.

Membaiknya sentimen geopolitik mendorong minat investor terhadap aset berisiko, namun pasar tetap berhati-hati karena belum ada kepastian mengenai waktu resmi pembukaan Selat Hormuz. Trump juga menegaskan bahwa blokade AS terhadap jalur tersebut akan tetap berlaku hingga seluruh kesepakatan selesai disahkan dan ditandatangani. Hal ini membuat optimisme pasar masih cenderung terbatas meskipun prospek diplomasi tetap menjadi sentimen positif bagi pergerakan pasar global.

Dari sisi domestik Jepang, data inflasi menunjukkan laju Consumer Price Index (CPI) nasional naik 1,4% secara tahunan pada April, sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Inflasi inti Jepang juga turun ke level terendah dalam empat tahun terakhir di angka 1,4%. Meski demikian, pasar masih memperkirakan Bank of Japan berpotensi menaikkan suku bunga jangka pendek menjadi 1,0% pada pertemuan Juni mendatang. Tekanan inflasi diperkirakan dapat kembali meningkat dalam beberapa bulan ke depan akibat kenaikan harga minyak dunia dan gangguan pasokan energi global yang dipicu konflik Timur Tengah. Support USDJPY berada di area 158,30, sementara resistance berada pada level 159,20.

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah di level 1,3798 pada awal pekan. Meski mengalami tekanan, penurunan pasangan mata uang ini masih relatif terbatas dan bergerak stabil di sekitar level psikologis 1,3800. Pelemahan dolar AS dipengaruhi membaiknya sentimen pasar setelah muncul harapan terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, yang mengurangi permintaan terhadap aset safe haven. Sementara itu, turunnya harga minyak mentah akibat optimisme diplomasi Iran turut menekan dolar Kanada sebagai mata uang yang sensitif terhadap pergerakan harga komoditas.

Di sisi lain, ketidakpastian terkait negosiasi AS dan Iran masih membayangi pasar karena kedua negara belum mencapai kesepakatan atas isu utama seperti Selat Hormuz dan program nuklir Iran. Presiden Donald Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan tergesa-gesa dalam menyetujui perjanjian dengan Teheran. Selain faktor geopolitik, ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpotensi menaikkan suku bunga hingga akhir tahun turut menopang pergerakan dolar AS setelah data inflasi AS tetap tinggi dan sejumlah pejabat The Fed memberikan pernyataan bernada hawkish. Support USDCAD berada di level 1,3780 dan 1,3740, sementara resistance berada di area 1,3825.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

7:30pm

CAD

Corporate Profits q/q

 

 

-1.6%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788