| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1546 | -0.02% |
GBPUSD | 1.3341 | 0.00% |
AUDUSD | 0.6508 | -0.09% |
NZDUSD | 0.5954 | -0.08% |
USDJPY | 148.45 | 0.05% |
USDCHF | 0.8057 | 0.01% |
USDCAD | 1.3769 | 0.04% |
GOLDUD | 3327.7 | 0.18% |
USD/IDR | 16394 | 0.00% |
Fokus USDCAD:
Rabu, 30 Juli 2025 – Mata uang Loonie naik ke zona 0.6574 menjelang pengumuman kebijakan suku bunga dari Bank of Canada (BoC) dan Federal Reserve (The Fed) AS. Pelaku pasar cenderung berhati-hati karena kedua bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan hari Rabu. BoC kemungkinan akan menahan suku bunga di 2,75% untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, mengingat ketidakpastian global, terutama terkait tensi perdagangan. Sementara itu, The Fed diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 4,25%–4,50%, dengan probabilitas hampir 97% menurut CME FedWatch Tool.
Di sisi lain, perkembangan terbaru dari isu perdagangan antara AS dan Tiongkok turut mempengaruhi sentimen pasar. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyampaikan bahwa kedua negara akan melanjutkan diskusi mengenai perpanjangan gencatan senjata tarif, dengan keputusan akhir berada di tangan Presiden Donald Trump dalam dua minggu ke depan. Ketidakpastian hasil negosiasi ini berpotensi menekan nilai Dolar AS terhadap Dolar Kanada, meskipun secara umum Greenback masih menunjukkan kekuatan terhadap sejumlah mata uang utama.
Penguatan Dolar AS juga ditopang oleh tercapainya kesepakatan tarif antara AS dan Uni Eropa. Kesepakatan tersebut dianggap investor sebagai sinyal positif bahwa kebijakan perdagangan AS melalui tarif bisa menghasilkan keuntungan strategis, terutama dalam mendukung manufaktur domestik. Hal ini turut mendorong Indeks Dolar AS (DXY) mendekati level 99,00, tertinggi dalam sebulan terakhir selama sesi Eropa.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada pernyataan kebijakan FOMC dan konferensi pers Ketua The Fed, Jerome Powell. Komentar yang disampaikan berpotensi memberikan arah baru bagi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter beberapa bulan ke depan. Dalam situasi ketidakpastian tarif dan prospek ekonomi global yang masih rentan, sikap hati-hati dari pejabat The Fed bisa membatasi pelemahan Dolar dalam jangka pendek.
Harga pada pasangan mata uang USDCAD naik. Support terdekatnya di area 1.3735 dan resistance terdekatnya di zona 1.3795. Support lanjutan di zona 1.3702 dan dilanjutkan ke zona 1.3642. Resistance lanjutan di zona 1.3822 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3882.
EURUSD – Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.1546. Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan Dolar AS yang didorong oleh kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE), serta respons pasar terhadap data ekonomi AS yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) mengungkapkan bahwa lowongan kerja AS turun dari 7,769 juta di bulan Mei menjadi 7,437 juta di bulan Juni, meleset dari ekspektasi 7,5 juta. Sementara itu, Indeks Kepercayaan Konsumen melonjak ke 97,2 pada Juli, lebih tinggi dari perkiraan 95,0 dan naik dari 93,0 di bulan sebelumnya, mengindikasikan konsumen tetap optimis meskipun pasar tenaga kerja melambat. Pelaku pasar kini menantikan rilis data Penjualan Ritel Jerman serta pertumbuhan ekonomi dari negara-negara utama kawasan seperti Spanyol, Italia, dan Jerman, juga data inflasi kawasan Euro. Fokus utama pekan ini adalah keputusan suku bunga Federal Reserve yang dijadwalkan diumumkan Rabu waktu setempat, dengan ekspektasi tetap di kisaran 4,25%–4,50%. Beberapa pejabat seperti Waller dan Bowman bahkan menyatakan dukungan terhadap pemangkasan suku bunga 25 bps. Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,24% ke level 98,89, menunjukkan penguatan Greenback secara luas terhadap mata uang utama lainnya. Support terdekatnya di area 1.1510 dan resistance terdekatnya di zona 1.1591.
GBPUSD – Pasangan mata uang Pound stabil pada area 1.3341 setelah rilis data tenaga kerja AS yang menunjukkan pasar tenaga kerja mulai melunak. JOLTS AS untuk bulan Juni mencatat penurunan lowongan kerja menjadi 7,437 juta, di bawah konsensus 7,5 juta dan jauh dari 7,769 juta bulan sebelumnya. Data ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 4,25%–4,50% dalam keputusan kebijakan yang akan diumumkan pada 30 Juli, terutama menjelang rilis data penting Nonfarm Payrolls (NFP) Jumat nanti, yang diperkirakan hanya menambah 102 ribu pekerjaan baru, turun signifikan dari 147 ribu di bulan sebelumnya. Sementara itu, data kepercayaan konsumen AS juga menunjukkan peningkatan dengan indeks naik ke 97,2. Di Inggris, tekanan inflasi tetap tinggi setelah harga toko melonjak di bulan Juli menjadi kenaikan tertinggi dalam lebih dari setahun, bahkan ketika aktivitas ekonomi mulai melambat. Hal ini membuat para pelaku pasar semakin menyoroti pengumuman kebijakan Bank of England (BoE) pekan depan, di mana peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin mencapai 83%. BoE berada dalam dilema antara memerangi inflasi yang membandel dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan latar belakang ini, GBPUSD diperkirakan akan bergerak dalam kisaran ketat menjelang rilis data penting. Support terdekatnya di area 1.3309 dan resistance terdekatnya di zona 1.3370.
AUDUSD – Pasangan mata uang Aussie turun ke area 0.6508 setelah Australia merilis data inflasi kuartal II yang lebih lemah dari perkiraan. Indeks Harga Konsumen (IHK) hanya tumbuh 0,7% secara kuartalan, lebih rendah dari kuartal sebelumnya 0,9% dan ekspektasi 0,8%. Secara tahunan, inflasi melambat ke 2,1% dari 2,4%, di bawah konsensus 2,2%. IHK versi RBA yang dipangkas naik 0,6% secara kuartalan dan 2,7% secara tahunan. Data ini memperkuat pandangan bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) kemungkinan akan menunda pemangkasan suku bunga lebih lanjut dan menunggu kepastian tren penurunan inflasi sebelum bertindak. Dari eksternal, hubungan erat Australia dengan Tiongkok membuat AUD rentan terhadap dinamika perdagangan kedua negara. Ketidakpastian seputar perpanjangan gencatan senjata tarif antara AS dan Tiongkok dengan keputusan akhir berada di tangan Presiden Trump dalam dua minggu ke depan kerap membuat pasar waspada. Dari AS, The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%–4,50% dengan probabilitas hampir 97% menurut alat FedWatch CME. Dalam konferensi pers setelah keputusan kebijakan, komentar dari Ketua Jerome Powell akan menjadi penentu arah jangka pendek. Optimisme atas kesepakatan dagang AS-UE, tarif 15% yang mulai berlaku 1 Agustus, dan komentar hawkish dari beberapa pejabat The Fed menambah tekanan terhadap AUD. Support terdekatnya di area 0.6493 dan resistance terdekatnya di zona 0.6526.
NZDUSD – Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5954 karena meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kelanjutan gencatan senjata perdagangan AS-Tiongkok, yang berdampak negatif terhadap Kiwi sebagai proksi ekonomi Tiongkok. Ketergantungan Selandia Baru terhadap Tiongkok sebagai mitra dagang utama menjadikan NZD sensitif terhadap perkembangan geopolitik tersebut. Sementara itu, para pelaku pasar juga menantikan keputusan kebijakan moneter The Fed pada hari Rabu, di mana suku bunga diperkirakan tetap di kisaran 4,25%–4,50%. Probabilitas tidak adanya perubahan suku bunga mencapai 97% menurut CME FedWatch. Tekanan tambahan datang dari proyeksi NFP AS untuk bulan Juli yang hanya diperkirakan menambah 110 ribu lapangan kerja, dengan tingkat pengangguran naik menjadi 4,2% dari sebelumnya 4,1%. Sentimen hawkish masih terlihat dalam retorika pejabat The Fed terkait risiko inflasi yang masih mengintai, khususnya dari kebijakan tarif AS yang agresif. Sementara itu, pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahwa AS dan Tiongkok masih akan melanjutkan diskusi mengenai gencatan senjata memberikan sedikit kelegaan, namun belum cukup kuat untuk membalikkan sentimen terhadap NZD. Support terdekatnya di area 0.5939 dan resistance terdekatnya di zona 0.5973.
USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 148.45 di tengah ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lama untuk mengendalikan inflasi, sementara Bank of Japan (BoJ) diperkirakan belum akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Data JOLTS AS menunjukkan penurunan lowongan kerja menjadi 7,43 juta, namun kepercayaan konsumen tetap tinggi di 97,2, mendukung pandangan bahwa ekonomi AS masih tangguh. Sementara itu, data inflasi Tokyo yang lebih lemah dari perkiraan dan kekalahan partai koalisi di Jepang dalam pemilu majelis tinggi memperumit prospek normalisasi kebijakan BoJ. Investor juga mengantisipasi pengumuman kebijakan BoJ pada Kamis, termasuk laporan prospek kuartalan dan konferensi pers Gubernur Kazuo Ueda, untuk mencari sinyal lebih lanjut soal waktu kenaikan suku bunga. Adapun dalam jangka pendek, ekspektasi perbedaan arah kebijakan moneter antara BoJ yang dovish dan The Fed yang hawkish mendukung penguatan Dolar terhadap Yen. Sentimen safe-haven terhadap Yen sedikit meningkat karena pelemahan pasar ekuitas global, namun tidak cukup kuat untuk mengubah arah tren. Support terdekatnya di area 148.13 dan resistance terdekatnya di zona 148.78.
USDCHF – Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.8057seiring dengan sentimen positif terhadap Dolar AS yang didorong oleh perkembangan geopolitik dan perdagangan. AS dan UE telah mencapai kesepakatan perdagangan besar dengan menetapkan tarif 15% pada sebagian besar barang Eropa yang akan berlaku mulai 1 Agustus, meningkatkan optimisme pasar terhadap stabilitas perdagangan global. Selain itu, sinyal perpanjangan gencatan senjata tarif antara AS dan Tiongkok sebelum tenggat waktu 12 Agustus memberikan dorongan tambahan bagi Greenback. Di tengah ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap antara 4,25% dan 4,50% dalam pertemuan FOMC minggu ini, fokus investor akan tertuju pada komentar Ketua Jerome Powell terkait prospek pemangkasan suku bunga di bulan-bulan mendatang. Di sisi lain, Swiss Franc sebagai mata uang safe-haven menunjukkan pelemahan akibat perbaikan sentimen pasar, meskipun ekspektasi bahwa SNB akan menahan pelonggaran kebijakan lebih lanjut setelah inflasi Juni tetap terkendali, membatasi penurunan CHF. Data inflasi dan laporan tenaga kerja AS minggu ini akan menjadi katalis utama bagi arah pergerakan USDCHF ke depan. Support terdekatnya di area 0.8023 dan resistance terdekatnya di zona 0.8085.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
3:30am | USD | API Weekly Statistical Bulletin | - | - | - |
8:00am | NZD | ANZ Business Confidence | 47.8 | - | 46.3 |
8:30am | AUD | CPI q/q | 0.7% | 0.8% | 0.9% |
8:30am | AUD | CPI y/y | 1.9% | 2.1% | 2.1% |
8:30am | AUD | Trimmed Mean CPI q/q | 0.6% | 0.7% | 0.7% |
12:30pm | EUR | French Consumer Spending m/m | - | -0.3% | 0.2% |
12:30pm | EUR | French Flash GDP q/q | - | 0.1% | 0.1% |
1:00pm | EUR | German Retail Sales m/m | - | 0.5% | -1.6% |
2:00pm | CHF | KOF Economic Barometer | - | 97.9 | 96.1 |
2:00pm | EUR | Spanish Flash CPI y/y | - | 2.3% | 2.3% |
3:00pm | CHF | UBS Economic Expectations | - | - | -2.1 |
3:00pm | EUR | German Prelim GDP q/q | - | -0.1% | 0.4% |
3:00pm | EUR | Italian Prelim GDP q/q | - | 0.1% | 0.3% |
4:00pm | EUR | Prelim Flash GDP q/q | - | 0.0% | 0.6% |
Tentative | EUR | Italian 10-y Bond Auction | - | - | 3.48|1.5 |
7:15pm | USD | ADP Non-Farm Employment Change | - | 77K | -33K |
7:30pm | USD | Advance GDP q/q | - | 2.5% | -0.5% |
7:30pm | USD | Advance GDP Price Index q/q | - | 2.2% | 3.8% |
8:45pm | CAD | BOC Monetary Policy Report | - | - | - |
8:45pm | CAD | BOC Rate Statement | - | - | - |
8:45pm | CAD | Overnight Rate | - | 2.8% | 2.8% |
9:00pm | USD | Pending Home Sales m/m | - | 0.2% | 1.8% |
9:30pm | CAD | BOC Press Conference | - | - | - |
9:30pm | USD | Crude Oil Inventories | - | -2.3M | -3.2M |