Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1624 | 0.06% |
GBPUSD | 1.3438 | 0.01% |
AUDUSD | 0.7149 | -0.24% |
NZDUSD | 0.5867 | 0.03% |
USDJPY | 158.91 | -0.03% |
USDCHF | 0.7869 | -0.05% |
USDCAD | 1.3743 | 0.07% |
GOLDUD | 4544.62 | 0.49% |
USD/IDR | 17,680 | 0.00% |
Fokus:
USDCAD
Kamis, 21 Mei 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak menguat terbatas ke area 1,3753 dan melanjutkan kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Penguatan ini dipengaruhi melemahnya dolar Kanada seiring harga minyak mentah WTI yang masih tertahan setelah sebelumnya melemah. Sebagai mata uang yang memiliki korelasi kuat terhadap komoditas, pelemahan harga minyak memberikan tekanan terhadap pergerakan dolar Kanada terhadap dolar AS.
Penurunan harga minyak terjadi setelah muncul optimisme terkait perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa proses pembicaraan dengan Iran telah mendekati tahap akhir, sehingga meningkatkan harapan pasar terhadap potensi meredanya ketegangan geopolitik dan kembali normalnya pasokan energi global. Meski demikian, Trump tetap menegaskan kemungkinan aksi militer lanjutan apabila Iran tidak menerima syarat yang diajukan Washington.
Di pihak lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menolak tekanan dari pihak luar dan menegaskan bahwa Teheran tidak akan menyerah begitu saja. Iran saat ini masih meninjau proposal terbaru dari Amerika Serikat terkait pembahasan 14 poin negosiasi yang difasilitasi oleh Pakistan. Pelaku pasar juga terus memantau peluang tercapainya kesepakatan diplomatik yang dapat mengurangi gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang mengalami tekanan sejak konflik meningkat pada Maret lalu.
Sementara itu, dolar AS masih memperoleh dukungan dari pandangan hawkish Federal Reserve setelah risalah rapat FOMC April memperlihatkan mayoritas pejabat masih membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi di atas target 2%. Kekhawatiran terhadap tekanan inflasi akibat konflik Timur Tengah turut memperkuat permintaan terhadap greenback. Untuk jangka pendek, perhatian pasar masih tertuju pada perkembangan geopolitik kawasan Timur Tengah serta dinamika harga minyak yang diperkirakan menjadi faktor utama penggerak USDCAD. Support berada di area 1,3720, sementara resistance di area 1,3785.
EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat tipis ke kisaran 1,1631. Penguatan euro masih relatif terbatas karena pelaku pasar cenderung berhati-hati di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan negosiasi dengan Iran memasuki tahap akhir, namun tetap mengancam akan melanjutkan serangan apabila kesepakatan tidak tercapai. Kondisi ini mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS sehingga membatasi ruang penguatan EURUSD.
Di sisi lain, risalah rapat terbaru Federal Reserve menunjukkan mayoritas pejabat masih membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tetap bertahan di atas target 2%. Sentimen hawkish tersebut turut menopang penguatan dolar AS. Namun, euro masih mendapatkan dukungan dari ekspektasi bahwa European Central Bank akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Juni mendatang. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis data PMI kawasan Eurozone, Jerman, dan Amerika Serikat yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan pasangan mata uang ini. Support berada di area 1,1600, sementara resistance di area 1,1655.
GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak relatif stabil di area 1,3440. Pergerakan poundsterling masih terbatas setelah data inflasi Inggris menunjukkan perlambatan yang cukup signifikan dibanding bulan sebelumnya. Inflasi tahunan Inggris pada April tercatat turun menjadi 2,8% dari 3,3% pada Maret dan berada di bawah proyeksi pasar sebesar 3,0%. Di saat yang sama, inflasi inti juga mengalami penurunan menjadi 2,5% dari sebelumnya 3,1%, mencerminkan mulai berkurangnya tekanan harga di sektor domestik.
Melemahnya data inflasi disertai kenaikan tingkat pengangguran Inggris ke level 5,0% membuat pelaku pasar menurunkan ekspektasi terhadap langkah agresif Bank of England dalam menaikkan suku bunga hingga akhir tahun. Kondisi tersebut menahan penguatan poundsterling terhadap dolar AS. Investor kini menantikan rilis data PMI Inggris dan Amerika Serikat yang dinilai dapat memberikan petunjuk baru mengenai kondisi aktivitas ekonomi kedua negara.
Sementara itu, sentimen global masih dipengaruhi perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas. Presiden AS Donald Trump mengatakan proses negosiasi dengan Iran telah mendekati tahap akhir, namun tetap memperingatkan kemungkinan aksi militer lanjutan apabila tidak tercapai kesepakatan. Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada tekanan dan siap memberikan respons terhadap setiap serangan. Situasi tersebut menopang penguatan dolar AS sebagai aset safe haven dan membatasi kenaikan GBPUSD. Support berada di area 1,3410, sementara resistance di area 1,3470.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 0,7132, tertekan oleh rilis data ekonomi Australia yang lebih lemah dari ekspektasi. Data PMI manufaktur Australia turun menjadi 50,3 dari sebelumnya 51,3, sementara PMI jasa dan komposit kembali masuk ke zona kontraksi di level 47,7 dan 47,8. Kondisi ini mencerminkan perlambatan aktivitas bisnis Australia sehingga membebani pergerakan dolar Australia terhadap dolar AS.
Selain faktor domestik Australia, penguatan dolar AS juga didorong meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah dan ketidakpastian negosiasi Amerika Serikat-Iran. Presiden AS Donald Trump menyebut pembicaraan dengan Iran memasuki tahap akhir, namun tetap membuka peluang serangan lanjutan apabila kesepakatan gagal tercapai. Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah pada tekanan eksternal. Sentimen tersebut menopang penguatan greenback dan menjadi tekanan tambahan bagi AUDUSD. Support berada di area 0,7115, sementara resistance di area 0,7155.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 0,5869 seiring melemahnya dolar AS akibat membaiknya sentimen pasar global. Optimisme pelaku pasar meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran telah memasuki tahap akhir. Perkembangan tersebut mengurangi permintaan terhadap aset safe haven dan mendorong minat investor pada mata uang berisiko, termasuk dolar Selandia Baru.
Di sisi lain, risalah rapat terbaru Federal Reserve menunjukkan para pejabat masih berhati-hati terhadap tekanan inflasi yang persisten dan belum terburu-buru untuk memangkas suku bunga. Meski sikap hawkish The Fed sempat menopang imbal hasil obligasi AS, sentimen pasar yang lebih positif akhirnya membatasi penguatan dolar AS. Selain itu, NZD turut mendapat dukungan dari ekspektasi pasar terhadap rilis data Retail Sales kuartal pertama dan PMI Selandia Baru yang diperkirakan memberikan gambaran mengenai momentum ekonomi domestik. Support berada di area 0,5845, sementara resistance di area 0,5890.
USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 158,87 setelah muncul pernyataan hawkish dari pejabat Bank of Japan. Anggota dewan kebijakan BoJ, Junko Koeda, menyampaikan bahwa inflasi inti Jepang telah mendekati target 2%, sehingga bank sentral dinilai masih memiliki ruang untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga secara bertahap. Pernyataan tersebut memberikan dukungan terhadap yen Jepang dan menekan pergerakan USDJPY.
Koeda juga menekankan bahwa kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi menjaga tekanan inflasi tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Selain itu, pertumbuhan upah yang solid mulai mendorong kenaikan harga jasa secara lebih stabil dibanding tahun-tahun sebelumnya. BoJ menilai suku bunga riil Jepang masih berada di wilayah negatif sehingga diperlukan penyesuaian kebijakan secara hati-hati guna menjaga keseimbangan ekonomi dan stabilitas pasar keuangan.
Dari sisi Amerika Serikat, dolar AS masih memperoleh dukungan dari sikap hawkish Federal Reserve setelah risalah rapat FOMC terbaru menunjukkan mayoritas pejabat masih membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tetap bertahan di atas target 2%. Kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang dipicu kenaikan harga energi dan konflik geopolitik turut menopang permintaan terhadap dolar AS. Namun, penguatan greenback cenderung tertahan oleh ekspektasi pasar terhadap potensi pengetatan lanjutan BoJ, sehingga USDJPY bergerak melemah terbatas. Support berada di area 158,40, sementara resistance di area 159,20.
USDCHF -Pasangan mata uang ini bergerak turun ke area 0,7865 pada sesi perdagangan Asia akibat pergerakan dolar AS yang cenderung tertahan di tengah sikap hati-hati investor terhadap situasi geopolitik global. Walaupun risalah pertemuan terbaru Federal Reserve menunjukkan sebagian besar pejabat masih mempertimbangkan peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap berada di atas target 2%, pelaku pasar masih memilih menunggu rilis data ekonomi berikutnya sebelum memperbesar eksposur terhadap dolar AS.
Sementara itu, ketidakpastian mengenai proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven seperti franc Swiss. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembahasan dengan Iran telah mendekati tahap akhir, namun tetap mengisyaratkan kemungkinan tindakan militer lanjutan apabila kesepakatan tidak tercapai. Situasi tersebut mendorong investor untuk beralih ke aset yang dinilai lebih aman dan memberikan tekanan terhadap pergerakan USDCHF dalam jangka pendek. Support berada di area 0,7840, sementara resistance di area 0,7890.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
1:00am | USD | FOMC Meeting Minutes |
|
|
|
8:00am | AUD | MI Inflation Expectations | 5.60% |
| 5.90% |
8:30am | AUD | Employment Change | -18.6K | 16.7K | 17.9K |
8:30am | AUD | Unemployment Rate | 0.045 | 4.30% | 4.30% |
7:00pm | GBP | MPC Member Taylor Speaks |
|
|
|
7:30pm | USD | Unemployment Claims |
| 210K | 211K |
10:00pm | GBP | BOE Gov Bailey Speaks |
|
|
|
11:20pm | USD | FOMC Member Barkin Speaks |
|
|
|
7:30pm | CAD | Core CPI m/m |
|
| 0.20% |