Home
>
News
>
Publication
>
USDCAD Menguat Pasca Pemangkasan Suku Bunga The Fed dan BoC
USDCAD Menguat Pasca Pemangkasan Suku Bunga The Fed dan BoC
Thursday, 18 September 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1828

-0.18%

GBPUSD

1.3633

-0.17%

AUDUSD

0.6658

-0.38%

NZDUSD

0.5965

-0.91%

USDJPY

146.76

0.26%

USDCHF

0.7874

0.29%

USDCAD

1.3764

0.15%

GOLDUD

3659.62

-0.22%

USD/IDR

16426

0.00%

Fokus USDCAD:

  1. The Fed memotong suku bunga
  2. BoC memotong suku bunga

Kamis, 18 September 2025 – Dolar Kanada dibuka di 1.3764 dengan penguatan tipis 0.15%. USD CAD menguat setelah keputusan Bank of Canada memangkas suku bunga acuannya sebesar dua puluh lima basis poin menjadi dua koma lima puluh persen. Keputusan ini sejalan dengan perkiraan pasar namun memperlihatkan pelemahan yang semakin nyata pada ekonomi Kanada. Data PDB kuartal kedua menunjukkan kontraksi sebesar satu koma enam persen, ekspor ke Amerika Serikat turun tajam, dan pasar tenaga kerja mulai melemah. Tekanan inflasi yang kian mereda membuat ruang pelonggaran kebijakan terbuka, meski pernyataan resmi BoC menghapus panduan eksplisit terkait pemangkasan tambahan. Gubernur Tiff Macklem menekankan keputusan diambil secara bulat dengan pertimbangan fundamental domestik, namun nada dovish tetap terbaca sehingga pasar memperkirakan peluang pemangkasan lebih lanjut menjelang akhir tahun. Kondisi ini menempatkan Dolar Kanada pada posisi rapuh, karena arah kebijakan moneter Kanada cenderung lebih longgar dibandingkan mitra utamanya.

Dari sisi Amerika Serikat, Federal Reserve juga menurunkan suku bunga sebesar dua puluh lima basis poin menjadi empat koma dua lima persen. Namun, keputusan ini disampaikan dengan nada berbeda. Ketua Jerome Powell menekankan pemangkasan dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi pelemahan pasar tenaga kerja, sementara aktivitas ekonomi dan daya beli konsumen masih dinilai tangguh. Ia juga menegaskan sikap hawkish dengan menekankan bahwa arah kebijakan berikutnya tetap bergantung pada data ekonomi, bukan pada jalur pemangkasan yang telah ditetapkan. Nada ini ditangkap pasar sebagai sinyal bahwa The Fed masih berkomitmen menjaga stabilitas harga, sehingga langkahnya dipandang sebagai pemangkasan yang bersifat hawkish. Kontras antara sikap dovish Bank of Canada dan sikap hati hati Federal Reserve memperlebar diferensial suku bunga kedua negara, memperkuat arus modal ke Amerika Serikat, dan mendorong USD CAD lebih tinggi.

Selain faktor kebijakan moneter, dinamika harga minyak juga menekan Dolar Kanada. Sebagai salah satu komoditas ekspor utama Kanada, harga minyak yang cenderung melemah mengurangi penerimaan ekspor dan memperburuk outlook perdagangan luar negeri. Hal ini memperlemah posisi CAD di tengah prospek suku bunga domestik yang longgar. Sebaliknya, stabilitas ekonomi Amerika Serikat dan nada hawkish The Fed memperkuat daya tarik Dolar Amerika Serikat. Dengan kombinasi fundamental berupa pemangkasan suku bunga BoC yang dovish, pemangkasan Fed yang disertai sikap hawkish, serta tren pelemahan harga minyak, pasangan USD CAD diperkirakan tetap memiliki bias bullish dalam jangka pendek hingga menengah. Investor kini akan menantikan rilis data inflasi dan ketenagakerjaan Amerika Serikat serta perkembangan ekonomi Kanada sebagai katalis selanjutnya bagi arah USD CAD.

Harga pada pasangan mata uang USDCAD naik. Support terdekat berada di 1.3730 sedangkan resistance berada di 1.3790. Support lanjutan di zona 1.3700 dan dilanjutkan ke zona 1.3680. Resistance lanjutan di zona 1.3820 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3860.

EURUSD - Euro dibuka di 1.1828 dengan pelemahan -0.18%. Euro melemah terhadap Dolar AS setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 2021, dipicu euforia pasar atas pemangkasan suku bunga pertama oleh The Fed di tahun 2025. Namun, koreksi segera terjadi ketika pidato Jerome Powell menekankan bahwa meskipun jalur pelonggaran moneter terbuka, langkah ke depan akan sangat bergantung pada data ekonomi, terutama inflasi dan tenaga kerja. Pasar yang sebelumnya menaruh ekspektasi agresif terhadap siklus pemangkasan menjadi lebih berhati-hati, sehingga permintaan terhadap Dolar kembali muncul. Di sisi Euro, data inflasi yang turun ke 2,0% YoY memperkuat pandangan bahwa ECB tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga, menjaga nada wait-and-see. Dari sudut pandang diferensial kebijakan, investor kini melihat divergensi Fed–ECB sebagai faktor kunci. Fed mungkin lebih cepat memangkas apabila pasar tenaga kerja AS terus melemah, namun saat ini sinyal Powell masih berhati-hati. Sebaliknya, ECB kemungkinan akan tetap menahan suku bunga tinggi hingga setidaknya pertengahan 2026, sejalan dengan inflasi yang sudah mendekati target. Kombinasi ini menciptakan ketidakpastian: Euro memiliki dukungan dari prospek stabilnya suku bunga Eropa, tetapi penguatan berlebih dibatasi oleh rebound Dolar yang ditopang data ekonomi AS yang masih tangguh. Akibatnya, EURUSD berisiko melanjutkan pelemahan korektif dalam jangka pendek sebelum tren menengah kembali jelas. Support terdekat berada di 1.1800, sementara resistance berada di 1.1860.

GBPUSD - Poundsterling dibuka di 1.3633 dan melemah -0.17%. Poundsterling juga tertekan setelah reli singkat menyusul keputusan The Fed. Meski sempat naik ke level tertinggi 11 pekan, Sterling kehilangan momentumnya karena investor menyadari bahwa Fed tidak akan memberikan pemangkasan agresif dalam waktu dekat. Powell menegaskan bahwa jalur suku bunga tetap bergantung pada data, yang berarti setiap indikasi perbaikan inflasi AS dapat memperlambat siklus easing. Dari sisi domestik, data inflasi Inggris sebesar 3,8% YoY sesuai proyeksi, tetapi perlambatan pada inflasi inti ke 3,6% mengisyaratkan tekanan harga semakin mereda. Hal ini mengurangi urgensi Bank of England untuk mempertahankan kebijakan ketat. BoE sendiri diperkirakan akan menahan suku bunga pada pertemuan terbarunya, dengan mayoritas anggota MPC lebih condong ke arah netral ketimbang hawkish. Prospek pertumbuhan Inggris yang rapuh, ditambah tanda-tanda konsumen mulai menekan belanja, membuat pasar memproyeksikan kemungkinan pemangkasan kebijakan pada tahun 2025. Kombinasi lemahnya outlook domestik dengan narasi Fed yang tetap berhati-hati memberi tekanan ganda bagi Pound. Akibatnya, GBPUSD sulit mempertahankan kenaikan sebelumnya, dan jika BoE tidak menunjukkan resistensi yang cukup terhadap ekspektasi pemangkasan, Sterling dapat melanjutkan tren melemah terhadap Dolar AS. Support terdekat berada di 1.3605, sedangkan resistance berada di 1.3660.

AUDUSD - Dolar Australia dibuka di 0.6658 dengan koreksi -0.38%. Aussie Dollar mengalami tekanan cukup kuat setelah data ketenagakerjaan Agustus menunjukkan penurunan jumlah tenaga kerja (-5,4K) dibandingkan ekspektasi pertumbuhan +22K. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa momentum ekonomi domestik Australia sedang melemah. Walaupun tingkat pengangguran stabil di 4,2%, perlambatan penciptaan lapangan kerja memperkuat pandangan bahwa konsumsi rumah tangga masih rentan. Dari sisi kebijakan, RBA sebelumnya memberi sinyal jeda dengan alasan inflasi mendekati target, namun data tenaga kerja yang lemah bisa memaksa bank sentral mempertimbangkan pelonggaran lebih cepat bila tekanan berlanjut. Secara eksternal, AUDUSD juga terbebani oleh penguatan kembali Dolar AS yang mendapat dukungan dari data AS seperti Retail Sales yang kuat (+0,6% MoM) dan ekspektasi inflasi yang masih tinggi. Ditambah lagi, sentimen global rapuh karena ketidakpastian geopolitik dan hubungan dagang AS–China, yang secara historis berpengaruh besar terhadap outlook ekspor Australia, khususnya komoditas. Kombinasi faktor internal (melemahnya pasar tenaga kerja) dan eksternal (resilienya ekonomi AS) membuat AUDUSD berisiko kehilangan dukungan dalam jangka pendek. Walaupun ada faktor penahan berupa surplus perdagangan Australia dan inflasi domestik yang tetap tinggi, pasar tampaknya lebih fokus pada risiko perlambatan pertumbuhan, sehingga arah dominan masih condong bearish. Support terdekat berada di 0.6630, sementara resistance berada di 0.6690.

NZDUSD - Kiwi dibuka di 0.5965 dan turun tajam -0.91%. Dolar New Zealand menjadi salah satu mata uang yang paling lemah setelah GDP kuartal II anjlok -0,9% QoQ, jauh di bawah ekspektasi -0,3%. Secara tahunan, ekonomi juga terkontraksi -0,6%, memperlihatkan kondisi resesi teknikal yang semakin dalam. Kinerja ini memperkuat ekspektasi bahwa RBNZ akan dipaksa memangkas suku bunga lebih lanjut tahun ini, bahkan hingga dua kali penurunan sebesar 25 bps. Pelemahan ekonomi domestik yang begitu tajam membuat Kiwi kehilangan daya tarik, terutama karena investor semakin mengantisipasi bahwa perbedaan kebijakan moneter dengan The Fed akan semakin lebar. Sementara itu, Dolar AS mendapatkan dorongan dari keputusan The Fed yang tidak se-dovish ekspektasi awal. Walaupun memangkas suku bunga 25 bps, Powell menolak memberikan panduan pasti untuk pemangkasan berikutnya, menegaskan ketergantungan pada data ekonomi. Hal ini menambah keyakinan pasar bahwa jika ekonomi AS tetap resilien, Dolar masih berpeluang menguat. Untuk NZDUSD, kombinasi pelemahan ekonomi domestik yang signifikan dan soliditas relatif ekonomi AS memperburuk outlook Kiwi. Dengan kondisi ini, tren bearish NZDUSD tampak masih berlanjut, dengan risiko pengujian level support baru jika RBNZ memberikan sinyal pelonggaran lebih cepat. Support terdekat berada di 0.5930, sedangkan resistance berada di 0.6000.

USDJPY - Yen Jepang dibuka di 146.76 dengan penguatan dolar 0.26%. USDJPY menguat kembali di kisaran 146,80 setelah sempat tertekan pasca keputusan The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 bps dalam pertemuan September. Walaupun pemangkasan tersebut merupakan langkah pertama sejak Desember lalu, pidato Jerome Powell justru memberi sinyal kehati-hatian dengan menekankan bahwa arah kebijakan akan tetap berbasis data, khususnya pada inflasi dan pasar tenaga kerja. Powell menekankan bahwa langkah ini lebih bersifat “risk management cut” ketimbang awal siklus easing agresif, sehingga pelaku pasar mulai menilai kembali ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter AS. Kondisi ini memberi ruang bagi Dolar AS untuk rebound, terutama karena ekonomi AS masih menunjukkan daya tahan dengan data Retail Sales dan proyeksi inflasi yang relatif solid. Dari sisi Jepang, Yen justru tertekan akibat faktor politik dan kebijakan domestik. Pengunduran diri Perdana Menteri Shigeru Ishiba menambah ketidakpastian politik yang bisa menunda agenda ekonomi dan reformasi fiskal. Selain itu, Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga pada pertemuan Jumat mendatang, sambil menunggu bukti yang lebih jelas tentang dampak tekanan harga akibat tarif impor. Pasar menunggu konferensi pers Gubernur Kazuo Ueda untuk mencari sinyal waktu dimulainya kembali kenaikan suku bunga, namun ekspektasi saat ini masih rendah. Kombinasi faktor Fed yang tidak terlalu dovish dan kebijakan BoJ yang tetap akomodatif mendukung penguatan USDJPY, meskipun volatilitas tetap tinggi dengan rentang pergerakan 145,50–146,80. Support terdekat berada di 146.40, sementara resistance berada di 147.10.

USDCHF - Pasangan USDCHF dibuka di 0.7874 dan naik 0.29%. USDCHF menunjukkan penguatan setelah sempat mencetak level terendah 14 tahun di kisaran 0,7860, mencerminkan tekanan tajam pada Dolar AS menjelang keputusan The Fed. Namun, setelah kepastian pemangkasan 25 bps keluar dengan nada yang lebih hati-hati, pasar mulai merespons dengan aliran beli Dolar, sehingga pair ini menemukan pijakan baru. Ekspektasi tambahan pemangkasan hingga 50 bps lagi sebelum akhir tahun memang ada, tetapi Powell yang menegaskan pendekatan berbasis data membuat investor mengurangi posisi ekstrem terhadap pelemahan Dolar. Data ketenagakerjaan AS yang direvisi turun memang menambah alasan Fed untuk melonggarkan kebijakan, tetapi selama inflasi belum sepenuhnya terkendali, peluang rebound Dolar tetap terbuka, termasuk terhadap Franc. Dari sisi Swiss, inflasi yang terus melemah terlihat dari data Producer and Import Prices yang turun selama empat bulan berturut-turut, menegaskan permintaan domestik yang melemah. Kondisi ini membatasi ruang Swiss National Bank (SNB) untuk menaikkan suku bunga, bahkan menambah spekulasi bahwa suku bunga bisa kembali mendekati level negatif jika deflasi berlanjut. Meski apresiasi Franc relatif ditoleransi oleh SNB, terutama karena daya beli domestik masih tertekan, divergensi kebijakan dengan The Fed tetap menjadi faktor penting. Jika Fed menahan diri dari siklus easing agresif sementara SNB cenderung pasif, USDCHF berpeluang memperpanjang rebound teknikal. Hal ini menunjukkan fundamental kedua wilayah masih memberi alasan bagi pair untuk bergerak naik dari titik terendah multi-tahunnya. Support terdekat berada di 0.7845, sedangkan resistance berada di 0.7895.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00am

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

1:00am

USD

Federal Funds Rate

4.25%

4.25%

4.50%

1:00am

USD

FOMC Economic Projections

-

-

-

1:00am

USD

FOMC Statement

-

-

-

1:30am

USD

FOMC Press Conference

-

-

-

5:45am

NZD

GDP q/q

-0.9%

-0.3%

0.9%

6:50am

JPY

Core Machinery Orders m/m

-4.6%

-1.8%

3.0%

8:30am

AUD

Employment Change

-5.4K

21.2K

26.5K

8:30am

AUD

Unemployment Rate

4.2%

4.2%

4.2%

1:00pm

CHF

Trade Balance

-

5.22B

4.59B

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-13.4%

2:10pm

EUR

ECB President Lagarde Speaks

-

-

-

3:00pm

EUR

Current Account

-

34.6B

35.8B

Tentative

EUR

Spanish 10-y Bond Auction

-

-

3.20|2.1

5:00pm

EUR

German Buba Monthly Report

-

-

-

6:00pm

GBP

Monetary Policy Summary

-

-

-

6:00pm

GBP

MPC Official Bank Rate Votes

-

0-1-8

0-5-4

6:00pm

GBP

Official Bank Rate

-

4.0%

4.0%

7:30pm

USD

Unemployment Claims

-

241K

263K

7:30pm

USD

Philly Fed Manufacturing Index

-

1.7

-0.3

9:00pm

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

 

9:00pm

USD

CB Leading Index m/m

-

-0.2%

-0.1%

9:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

80B

71B


Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788