| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1427 | -0.08% |
GBPUSD | 1.3237 | -0.13% |
AUDUSD | 0.6990 | -0.07% |
NZDUSD | 0.5789 | -0.24% |
USDJPY | 159.52 | -0.17% |
USDCHF | 0.7908 | -0.25% |
USDCAD | 1.3714 | -0.06% |
GOLDUD | 5014.95 | -0.94% |
USD/IDR | 16,929 | 0.00% |
Fokus:
USDCAD
Senin, 16 Maret 2026 – Pasangan mata uang ini dibuka di sekitar 1,3714 pada awal perdagangan sesi Asia hari Senin. Pergerakan USDCAD masih dipengaruhi oleh perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait keamanan jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi distribusi energi global.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington tengah berdiskusi dengan sejumlah negara untuk memastikan keamanan jalur pelayaran tersebut. Di sisi lain, Israel juga dilaporkan bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menjaga stabilitas jalur perdagangan energi yang dinilai vital bagi pasokan global.
Ketegangan yang berlanjut di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven seperti Dolar AS. Selain itu, dolar Kanada turut tertekan setelah data ketenagakerjaan Kanada menunjukkan hasil yang mengecewakan. Statistik Kanada melaporkan bahwa ekonomi negara tersebut secara tak terduga kehilangan sekitar 83.900 pekerjaan pada Februari, sementara tingkat pengangguran meningkat menjadi 6,7%, yang mencerminkan melemahnya kondisi pasar tenaga kerja.
Di sisi lain, lonjakan harga minyak mentah akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah dapat memberikan dukungan bagi dolar Kanada. Sebagai salah satu eksportir minyak terbesar di dunia, kenaikan harga minyak umumnya blar AS (DXY) yang mendekati level tertinggi tiga bulan. Saat ini support berada di level 0.7860 dan resistance berada di level 0.7940.
EURUSD – Pasangan mata uang ini dibuka di sekitar level 1,1427 pada awal sesi perdagangan Asia hari Senin. Potensi penguatan euro terhadap dolar AS diperkirakan terbatas karena meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong permintaan terhadap aset safe-haven seperti dolar AS. Menteri Energi AS, Chris Wright, memperkirakan konflik antara AS–Israel dan Iran dapat berakhir dalam beberapa minggu ke depan sehingga pasokan minyak berpotensi kembali normal dan harga energi menurun. Namun, militer Israel menyatakan operasi militernya masih akan berlangsung setidaknya tiga minggu ke depan.
Serangan militer AS terhadap sejumlah instalasi di Pulau Kharg—pusat ekspor minyak utama Iran—menambah ketegangan di kawasan tersebut. Meski Presiden AS Donald Trump mengatakan infrastruktur minyak tidak terdampak, Iran mengancam akan melakukan serangan balasan terhadap fasilitas minyak yang terkait dengan AS. Di sisi lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak agar kebebasan navigasi di Selat Hormuz segera dipulihkan serta meminta Iran menghentikan serangan terhadap negara-negara di kawasan. Ketegangan geopolitik ini berpotensi menopang dolar AS. Sementara itu, pelaku pasar menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve pada Rabu dan European Central Bank (ECB) pada Kamis, yang diperkirakan sama-sama mempertahankan suku bunga pada level saat ini. Saat ini support berada di level 1.1380 dan resistance berada di level 1.1460.
GBPUSD – Pasangan GBPUSD dibuka di level 1,3237 pada awal perdagangan Asia. Mata uang yang sensitif terhadap risiko, termasuk pound sterling, mendapat sedikit dukungan setelah laporan bahwa konflik AS–Israel dengan Iran diperkirakan dapat mereda dalam beberapa minggu ke depan, yang berpotensi menurunkan harga energi.
Meski demikian, pound masih menghadapi tekanan karena meningkatnya biaya energi dan kondisi ekonomi Inggris yang melemah. Data dari Office for National Statistics menunjukkan ekonomi Inggris stagnan pada Januari, di bawah ekspektasi pertumbuhan 0,2%, dengan sektor jasa tidak berkembang dan produksi industri turun 0,1%. Walaupun prospek pertumbuhan masih lemah, kenaikan harga energi membuat investor memperkirakan Bank of England dapat menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun. Di sisi lain, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah berpotensi memperkuat dolar AS sebagai aset safe-haven sehingga membatasi penguatan GBPUSD. Saat ini support berada di level 1.3180 dan resistance berada di level 1.3280.
AUDUSD – Pasangan AUDUSD dibuka di level 0,6990 pada awal sesi Asia. Pergerakan pasangan ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington belum siap untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran guna mengakhiri perang, sementara militer Israel menegaskan operasi mereka kemungkinan akan berlanjut setidaknya tiga minggu lagi.
Ketegangan meningkat setelah serangan AS terhadap instalasi militer Iran di Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama negara tersebut. Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan ke beberapa target di kawasan, termasuk Uni Emirat Arab dan Irak, sementara kelompok Hezbollah mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap kedutaan AS di Baghdad. Ketidakpastian geopolitik ini cenderung meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe-haven dan membatasi penguatan mata uang berbasis komoditas seperti dolar Australia. Saat ini support berada di level 0.6950 dan resistance berada di level 0.7020.
NZDUSD – Pasangan NZDUSD dibuka di level 0,5789. Kenaikan harga minyak dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi yang lebih persisten. Kondisi tersebut membuat investor memperkirakan bahwa Federal Reserve mungkin akan menunda dimulainya siklus pelonggaran kebijakan moneternya. Ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga yang semakin berkurang memberikan dukungan bagi dolar AS dan pada saat yang sama menekan mata uang berisiko seperti dolar Selandia Baru. Saat ini support berada di level 0.5750 dan resistance berada di level 0.5820.
USDJPY – Pasangan mata uang ini diperdagangkan di level 159,52 pada awal sesi Asia setelah pasar valuta asing dibuka dengan gap pada awal pekan. Dalam kasus USDJPY, harga sempat membuka sedikit lebih rendah, dipicu oleh komentar Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, yang menyatakan kekhawatiran terhadap pelemahan tajam yen dalam beberapa waktu terakhir. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah Jepang akan terus memantau pergerakan pasar dengan cermat dan siap mengambil langkah tegas apabila volatilitas dinilai berlebihan.
Pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan terhadap instalasi militer Iran di Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama negara tersebut. Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan ke beberapa negara di kawasan, termasuk Uni Emirat Arab dan target di Irak, sementara kelompok Hezbollah mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Baghdad.
Ketegangan terus meningkat sepanjang akhir pekan dengan aksi serangan balasan di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran energi yang sangat penting bagi perdagangan global. Presiden AS Donald Trump juga menyerukan kepada negara-negara sekutu untuk membantu mengamankan jalur tersebut. Laporan dari Wall Street Journal menyebutkan bahwa koalisi internasional tengah dibentuk untuk melindungi koridor pelayaran tersebut, meskipun masih terdapat diskusi mengenai apakah operasi keamanan akan dimulai sebelum atau setelah konflik mereda. Kondisi ini meningkatkan ketidakpastian pasar dan berpotensi menopang permintaan terhadap aset safe-haven. Saat ini support berada di level 158.80 dan resistance berada di level 160.00.
USDCHF – Pasangan mata uang ini diperdagangkan di level 0,7908 dan masih berada di jalur penguatan selama dua pekan berturut-turut. Pelaku pasar kini menantikan rilis data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS yang dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan Federal Reserve. Lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi, sehingga pasar memperkirakan The Fed akan menunda pemangkasan suku bunga. Saat ini ekspektasi pasar hanya menunjukkan kemungkinan satu kali pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada tahun 2026, kemungkinan pada Desember. Kondisi tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS serta memperkuat dolar AS, yang tercermin dari Indeks Dolar AS (DXY) yang mendekati level tertinggi tiga bulan. Saat ini support berada di level 0.7860 dan resistance berada di level 0.7940.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
4:30am | NZD | Performance of Services Index (Feb) | 48 | 50.7 | |
4:45am | NZD | Electronic Card Retail Sales (MoM) (Feb) | 0.014 | -0.011 | |
4:45am | NZD | Electronic Card Retail Sales (YoY) (Feb) | 0.015 | 0.004 | |
7:01am | UK | Rightmove House Price Index (YoY) (Mar) | -0.002 | 0 | |
7:01am | UK | Rightmove House Price Index (MoM) | 0.008 | 0 | |
7:30pm | CAD | Core CPI (MoM) (Feb) | 0.002 | ||
7:30pm | CAD | CPI (MoM) (Feb) | 0.007 | 0 | |
7:30pm | CAD | Core CPI (YoY) (Feb) | 0.026 | ||
7:30pm | US | NY Empire State Manufacturing Index (Mar) | 4 | 7.1 | |
7:30pm | CAD | CPI (YoY) (Feb) | 0.023 | ||
7:30pm | CAD | Common CPI (YoY) (Feb) | 0.026 | 0.027 | |
7:30pm | CAD | Median CPI (YoY) (Feb) | 0.024 | 0.025 | |
7:30pm | CAD | Trimmed CPI (YoY) (Feb) | 0.024 | 0.024 | |
8:15pm | US | Industrial Production (YoY) (Feb) | 0.0228 | ||
8:15pm | US | Industrial Production (MoM) (Feb) | 0.001 | 0.007 | |
10:00pm | US | Dallas Fed PCE (Jan) | 0.022 |