Home
>
News
>
Publication
>
USDCAD Melemah Tipis, Dolar Kanada Didukung Reli Harga Minyak
USDCAD Melemah Tipis, Dolar Kanada Didukung Reli Harga Minyak
Wednesday, 22 July 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1398

0.04%

GBPUSD

1.3374

0.06%

AUDUSD

0.7001

0.07%

NZDUSD

0.5827

0.05%

USDJPY

163.18

-0.01%

USDCHF

0.8125

0.06%

USDCAD

1.4110

-0.04%

GOLDUD

4078.67

1.04%

USD/IDR

17,904

0.00%

Fokus:

  1. Kenaikan harga minyak akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah memperkuat Dolar Kanada dan menekan USDCAD.
  2. Ekspektasi kebijakan The Fed yang tetap ketat dan sikap dovish Bank of Canada membatasi pelemahan USDCAD.


USDCAD
Rabu, 22 Juli 2026
- Pasangan mata uang ini melemah tipis ke kisaran 1,4104 pada perdagangan Rabu seiring menguatnya Dolar Kanada yang mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak mentah. Sebagai salah satu mata uang yang sensitif terhadap pergerakan komoditas, penguatan harga minyak memberikan sentimen positif bagi Dolar Kanada. Di sisi lain, penguatan Dolar AS mulai terbatas setelah reli dalam beberapa hari terakhir, sehingga memberikan ruang bagi USDCAD untuk bergerak lebih rendah.

Kenaikan harga minyak masih dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta gangguan terhadap jalur pelayaran di kawasan tersebut. Kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan energi global terus menopang harga minyak, yang pada akhirnya turut meningkatkan daya tarik Dolar Kanada sebagai mata uang negara pengekspor minyak.

Meski demikian, pelemahan USDCAD diperkirakan masih terbatas karena Dolar AS tetap memperoleh dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian global. Selain itu, rencana kebijakan tarif baru Amerika Serikat terhadap sejumlah produk impor, termasuk barang dari Kanada, turut meningkatkan kekhawatiran terhadap prospek perdagangan internasional dan membantu menjaga permintaan terhadap Greenback.

Di sisi kebijakan moneter, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level yang lebih tinggi untuk mengendalikan tekanan inflasi masih menjadi faktor pendukung Dolar AS. Sebaliknya, inflasi Kanada yang relatif lemah memperkuat pandangan bahwa Bank of Canada (BoC) kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah hingga akhir 2026. Perbedaan prospek kebijakan moneter kedua bank sentral tersebut diperkirakan dapat membatasi pelemahan USDCAD meskipun Dolar Kanada masih memperoleh dukungan dari penguatan harga minyak. Support USDCAD berada di area 1,4070, sementara resistance di area 1,4145.

EURUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan menguat di kisaran 1,1402 pada perdagangan Rabu, didukung oleh meningkatnya optimisme investor menjelang keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan pada Kamis. Pelaku pasar secara luas memperkirakan ECB akan mempertahankan suku bunga, namun perhatian utama tertuju pada pernyataan Presiden ECB Christine Lagarde untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter pada pertemuan berikutnya. Di sisi lain, data inflasi Inggris yang lebih rendah dari perkiraan turut memperkuat sentimen terhadap euro di kawasan Eropa.

Meski demikian, ruang penguatan EURUSD masih dibatasi oleh kokohnya Dolar AS yang terus memperoleh dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik global serta ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level yang relatif tinggi. Oleh karena itu, pelaku pasar cenderung berhati-hati sambil menunggu hasil rapat ECB yang diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan euro dalam jangka pendek. Support EURUSD berada di area 1,1365, sementara resistance di area 1,1445.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan melemah di kisaran 1,3382 pada awal perdagangan hari Rabu setelah tekanan jual terhadap Poundsterling masih bertahan. Mata uang Inggris cenderung terkonsolidasi di dekat level terendah mingguan menyusul perlambatan inflasi Inggris pada Juni. Data menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) tahunan turun menjadi 2,6% dari 2,8% pada Mei, lebih rendah dari perkiraan 2,7%, sementara inflasi inti (Core CPI) tetap berada di 2,6%. Selain itu, harga produsen juga menunjukkan pelemahan, dengan Input PPI mencatat penurunan bulanan terbesar dalam lebih dari enam tahun. Kondisi tersebut memberi ruang bagi Bank of England (BoE) untuk mempertahankan pendekatan wait-and-see dalam menentukan arah kebijakan moneternya.

Di sisi lain, Dolar AS tetap memperoleh dukungan meskipun minim rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Permintaan terhadap aset safe haven meningkat seiring berlanjutnya konflik di Timur Tengah, di mana operasi militer AS terhadap Iran masih berlangsung dan memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi yang lebih luas. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memperkuat daya tarik Dolar AS. Sementara itu, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan fiskal pemerintahan baru Inggris setelah muncul kekhawatiran bahwa berbagai rencana stimulus untuk menekan biaya hidup dapat meningkatkan tekanan terhadap kondisi fiskal negara tersebut. Support GBPUSD berada di area 1,3345, sementara resistance di area 1,3435.

AUDUSD - Pasangan mata uang menguat tipis ke kisaran 0,7006 pada awal perdagangan hari Rabu, namun pergerakannya masih cenderung terbatas di sekitar level psikologis 0,7000. Kenaikan pasangan mata uang ini tertahan oleh penguatan Dolar AS yang didorong meningkatnya permintaan aset safe haven akibat memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, ekspektasi bahwa lonjakan harga energi dapat mendorong inflasi AS tetap tinggi turut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve berpotensi mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama, sehingga mendukung penguatan Greenback.

Di sisi lain, Dolar Australia masih memperoleh dukungan dari spekulasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) berpeluang kembali memperketat kebijakan moneternya apabila tekanan inflasi tetap tinggi. Pelaku pasar juga cenderung bersikap hati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan Australia bulan Juni yang dijadwalkan pada Kamis. Secara teknikal, AUDUSD masih berupaya menembus area resistance penting di sekitar 0,7015. Selama harga mampu bertahan di atas area support, peluang untuk melanjutkan penguatan tetap terbuka meskipun pergerakan diperkirakan masih berlangsung dalam fase konsolidasi. Support AUDUSD berada di area 0,6955, sementara resistance di area 0,7015.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di kisaran 0,5830 pada sesi Asia Rabu setelah sempat dibuka dengan gap naik. Meskipun masih bertahan di zona positif, laju penguatan pasangan mata uang ini mulai terbatas seiring pulihnya Dolar AS akibat meningkatnya permintaan aset safe haven. Sentimen pasar dibayangi oleh memanasnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran setelah kedua negara kembali saling melontarkan ancaman terkait konflik di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong investor meningkatkan kepemilikan aset berdenominasi Dolar AS.

Di sisi lain, Dolar Selandia Baru tetap memperoleh dukungan dari data inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Inflasi tahunan Selandia Baru pada kuartal II naik menjadi 4,1% dari 3,1% pada kuartal sebelumnya, melampaui perkiraan 4,0% dan berada di atas kisaran target Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) sebesar 1–3%. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa RBNZ masih berpeluang kembali menaikkan suku bunga pada September, sehingga membantu membatasi pelemahan NZD meskipun penguatan Dolar AS masih menjadi faktor penekan. Support NZDUSD berada di area 0,5795, sementara resistance di area 0,5860.

USDJPY - Pasangan mata uang ini melemah ke kisaran 163,16 pada perdagangan Rabu setelah sebelumnya sempat bergerak di dekat level tertinggi dalam beberapa dekade. Meski mengalami koreksi, pergerakan pasangan mata uang ini masih didukung oleh kuatnya Dolar AS, sementara Yen Jepang tetap berada di bawah tekanan akibat kenaikan harga minyak mentah. Lonjakan harga energi dipicu oleh meningkatnya risiko gangguan pasokan global setelah penutupan Selat Bab el-Mandeb oleh milisi Houthi yang didukung Iran, sehingga memberikan tekanan tambahan bagi Jepang sebagai negara yang sangat bergantung pada impor energi.

Pelemahan Yen yang berkepanjangan juga kembali memicu spekulasi mengenai kemungkinan intervensi pemerintah Jepang di pasar valuta asing. Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menegaskan bahwa pemerintah siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar apabila kondisi pasar dinilai tidak wajar, meskipun tidak menyebutkan level nilai tukar tertentu sebagai acuan. Sementara itu, pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Jepang bulan Juni pada Jumat, yang diperkirakan akan memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter Bank of Japan. Support USDJPY berada di area 162,70, sementara resistance di area 163,50.

USDCHF - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 0,8130 pada perdagangan Rabu, didukung oleh penguatan Dolar AS di tengah meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi akibat konflik di Timur Tengah mendorong investor meningkatkan kepemilikan aset berdenominasi Dolar AS. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memperkuat daya tarik Greenback sehingga mampu mengangkat USDCHF meskipun Franc Swiss juga dikenal sebagai mata uang safe haven.

Di sisi lain, minimnya rilis data ekonomi penting dari Swiss pada 22 Juli membuat pergerakan USDCHF lebih dipengaruhi oleh sentimen global. Pelaku pasar juga terus mencermati prospek kebijakan moneter Federal Reserve yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama untuk menjaga tekanan inflasi. Kombinasi meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset lindung nilai dan ekspektasi kebijakan moneter yang tetap ketat menjadi faktor utama yang menopang penguatan USDCHF. Support USDCHF berada di area 0,8100, sementara resistance di area 0,8160.


DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:50am

JPY

Trade Balance

-0.88T

-0.56T

-0.22T

1:00pm

GBP

CPI y/y

 

2.70%

2.80%

1:00pm

GBP

Core CPI y/y

 

2.50%

2.60%

1:00pm

GBP

PPI Input m/m

 

-0.70%

0.20%

1:00pm

GBP

PPI Output m/m

 

-0.10%

0.50%

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

 

 

-8.60%

3:30pm

GBP

HPI y/y

 

0.032

0.038

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788