Home
>
News
>
Publication
>
USDCAD Melemah Tipis, Dolar Kanada Didukung Pergerakan Minyak
USDCAD Melemah Tipis, Dolar Kanada Didukung Pergerakan Minyak
Monday, 27 April 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1699

0.21%

GBPUSD

1.3507

0.18%

AUDUSD

0.7131

0.53%

NZDUSD

0.5865

0.44%

USDJPY

159.56

-0.19%

USDCHF

0.7867

-0.23%

USDCAD

1.3674

-0.09%

GOLDUD

4696.85

0.15%

USD/IDR

17,190

0.06%

Fokus:

  1. Pergerakan harga minyak menopang dolar Kanada dan menekan pergerakan USDCAD.
  2. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjaga volatilitas, namun membatasi pelemahan lebih dalam.


USDCAD
Senin, 27 April 2026 - bergerak cenderung melemah dan diperdagangkan di kisaran 1,3662 pada sesi Asia awal pekan, melanjutkan penurunan untuk hari kedua berturut-turut. Tekanan terhadap pasangan ini muncul seiring penguatan dolar Kanada yang mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak, mengingat Kanada merupakan salah satu eksportir minyak terbesar ke Amerika Serikat.

Harga minyak mentah jenis WTI bergerak menguat tipis di sekitar USD 93 per barel setelah sebelumnya sempat terkoreksi. Kenaikan ini didorong oleh kekhawatiran terhadap pasokan global, terutama akibat mandeknya negosiasi antara AS dan Iran. Pembatalan rencana pembicaraan lanjutan serta sikap tegas kedua pihak memperpanjang ketidakpastian, yang pada akhirnya menopang harga minyak dan memperkuat dolar Kanada.

Selain itu, gangguan pada jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz akibat kontrol ketat Iran dan blokade angkatan laut AS turut meningkatkan risiko gangguan distribusi energi global. Kondisi ini memperkuat sentimen bullish pada harga minyak, yang secara tidak langsung menahan kenaikan USDCAD.

Di sisi lain, dolar AS juga mengalami tekanan terbatas meskipun permintaan safe haven meningkat di tengah eskalasi konflik antara Israel dan Hezbollah. Hal ini membuat pergerakan USDCAD cenderung tertahan dalam kisaran sempit. Ke depan, dinamika harga minyak dan perkembangan geopolitik akan tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pasangan ini. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 1.3630, sementara resistance di area 1.3700.

EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak sedikit menguat namun masih berada di area negatif dan diperdagangkan di kisaran 1,1723 pada sesi Asia Senin. Pergerakan ini terjadi setelah euro sempat tertekan akibat ketidakpastian dalam proses perdamaian di Timur Tengah. Pelaku pasar juga cenderung berhati-hati sambil menunggu rilis data kepercayaan konsumen Jerman (GfK), yang dapat memberikan gambaran kondisi ekonomi kawasan Eropa.

Dari sisi geopolitik, negosiasi antara AS dan Iran mengalami hambatan setelah Presiden AS membatalkan rencana delegasi ke Pakistan untuk pembahasan lanjutan. Pernyataan dari kedua pihak menunjukkan sikap yang masih keras, dengan Iran menolak negosiasi yang dinilai berada di bawah tekanan. Selain itu, insiden keamanan di Washington turut menambah ketidakpastian, sementara meningkatnya serangan antara Israel dan Hezbollah memperbesar risiko konflik berkepanjangan.

Kondisi tersebut mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga membatasi penguatan EURUSD. Tekanan geopolitik yang terus meningkat serta ketidakpastian global membuat dolar tetap didukung, meskipun euro mencoba rebound terbatas. Ke depan, arah pergerakan pasangan ini akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan rilis data ekonomi utama dari Eropa maupun Amerika Serikat. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 1.1690, sementara resistance di area 1.1750.

GBPUSD - Pasanga mata uang ini bergerak menguat di kisaran 1,3531 pada hari senin. Pergerakan cenderung tenang menyusul rilis data penjualan ritel Inggris yang menunjukkan pemulihan, dengan kenaikan 0,7% secara bulanan pada Maret setelah sebelumnya turun 0,6% di Februari. Angka ini melampaui ekspektasi pasar sebesar 0,2%, memberikan sedikit dukungan terhadap pound meskipun belum cukup kuat untuk mendorong penguatan signifikan.

Secara tahunan, penjualan ritel Inggris tumbuh 1,7%, sedikit di bawah revisi sebelumnya namun masih lebih baik dari perkiraan. Sementara itu, penjualan ritel inti yang tidak termasuk bahan bakar juga mencatat kenaikan 0,2% secara bulanan, berbalik dari penurunan sebelumnya. Namun, pertumbuhan tahunan pada komponen inti melambat dibanding bulan sebelumnya, mencerminkan bahwa pemulihan konsumsi masih terbatas dan belum sepenuhnya solid.

Di sisi lain, potensi pelemahan GBPUSD masih terbuka seiring dukungan terhadap dolar AS dari permintaan safe haven di tengah ketidakpastian konflik AS–Iran. Ketegangan geopolitik, termasuk risiko gagalnya perpanjangan gencatan senjata serta gangguan di jalur pelayaran energi, terus menopang dolar AS. Kondisi ini berpotensi menahan penguatan pound dan menjaga tekanan pada pasangan ini dalam jangka pendek. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 1.3500, sementara resistance di area 1.3560.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak bergerak menguat ke kisaran 0.7169 pada awal pekan, melanjutkan rebound setelah sempat tertekan di awal pekan. Meski demikian, pergerakan harga masih tertahan dalam fase konsolidasi dua pekan terakhir sehingga pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengantisipasi arah tren selanjutnya. Dari sisi global, dolar AS melemah akibat minimnya minat beli di tengah sikap wait and see menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve. Sentimen risk-on yang relatif positif turut mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, meskipun ketegangan geopolitik belum sepenuhnya mereda.

Di sisi lain, proses negosiasi antara AS dan Iran masih mengalami hambatan, sementara konflik di Timur Tengah termasuk peningkatan tensi antara Israel dan Hezbollah—tetap menjaga risiko global. Kondisi ini biasanya mendukung dolar AS, namun saat ini penguatan AUD menunjukkan dorongan risk-on yang terbatas. Dari domestik Australia, pasar menantikan rilis data inflasi CPI yang diperkirakan meningkat, yang dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga dan menopang AUD. Ke depan, kombinasi data ekonomi dan perkembangan global akan menjadi penentu arah AUDUSD. Support berada di area 0.7140, sementara resistance di area 0.7200.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini menguat pada awal pekan dan diperdagangkan kembali mendekati area 0,5891. Penguatan ini didukung oleh pelemahan terbatas dolar AS di tengah membaiknya sentimen pasar global. Minat terhadap aset berisiko meningkat, termasuk dolar Selandia Baru, seiring penguatan pasar ekuitas yang mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Kondisi ini memberikan ruang bagi NZDUSD untuk melanjutkan penguatan, meskipun pergerakan masih terbatas.

Namun demikian, ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor penahan kenaikan. Tertundanya negosiasi damai antara AS dan Iran serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, termasuk di Lebanon dan Selat Hormuz, meningkatkan kekhawatiran inflasi global dan memperkuat ekspektasi kebijakan hawkish dari Federal Reserve. Di sisi lain, sikap hati-hati bank sentral Selandia Baru dalam menjaga inflasi turut menopang NZD. Ke depan, hasil pertemuan FOMC akan menjadi katalis utama arah pasar. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 0.5870, sementara resistance di area 0.5920.

USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 159,20 pada sesi Asia, seiring tekanan terhadap dolar AS di tengah sikap hati-hati pelaku pasar menjelang keputusan suku bunga dari Bank of Japan dan Federal Reserve. Pelemahan ini juga tercermin dari pergerakan Indeks Dolar AS (DXY) yang turun ke sekitar 98,45, menyusul munculnya proposal baru dari Iran kepada AS terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan perpanjangan gencatan senjata. Harapan meredanya ketegangan geopolitik ini mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.

Meski demikian, pasar masih berhati-hati mengingat negosiasi belum sepenuhnya solid dan ketidakpastian tetap tinggi. Dari sisi kebijakan, Federal Reserve diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%, namun potensi nada hawkish akibat tekanan inflasi energi dapat kembali mendukung dolar AS. Sementara itu, potensi intervensi dari otoritas Jepang turut menopang yen dan membatasi kenaikan USDJPY. pasangan mata uang ini memiliki support di area 158,90, sementara resistance di area 159,60.

USDCHF - Pasangan mata uang ini terkoreksi ke area 0,7849 pada sesi Asia, seiring pelemahan dolar AS yang tercermin dari penurunan Indeks Dolar AS (DXY) ke kisaran 98,45. Tekanan terhadap dolar muncul setelah laporan bahwa Iran mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik, termasuk dengan menunda pembahasan nuklir guna mempercepat tercapainya kesepakatan damai. Harapan meredanya ketegangan ini mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven dan mendorong pelemahan USDCHF.

Meski demikian, arah pergerakan masih diliputi ketidakpastian karena negosiasi belum mencapai hasil final. Fokus pasar kini tertuju pada kebijakan Federal Reserve yang diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%. Jika bank sentral AS kembali memberikan sinyal hawkish, terutama akibat tekanan inflasi dari kenaikan harga energi, maka dolar AS berpotensi menguat kembali dan membatasi penurunan lebih lanjut pada USDCHF. pasangan mata uang ini memiliki support di area 0,7820, sementara resistance di area 0,7880.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:00am

USD

President Trump Speaks

 

 

 

1:00pm

EUR

German GfK Consumer Climate

 

-30.20

-28.00

5:00pm

GBP

CBI Realized Sales

 

-42.00

-52.00

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788