| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1590 | -0.05% |
GBPUSD | 1.3149 | -0.07% |
AUDUSD | 0.6492 | -0.14% |
NZDUSD | 0.5656 | -0.12% |
USDJPY | 155.14 | 0.15% |
USDCHF | 0.7958 | 0.10% |
USDCAD | 1.4049 | 0.05% |
GOLDUD | 4050.79 | -0.77% |
USD/IDR | 16,729 | 0.00% |
Fokus USDCAD:
Selasa, 18 November 2025 – Dolar Kanada dibuka di 1.4049, naik 0.05%. USD/CAD bergerak melemah meskipun sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi satu setengah pekan, dengan pasar kini menilai ulang keseimbangan fundamental antara Kanada dan Amerika Serikat. Data inflasi Kanada untuk Oktober menunjukkan perlambatan dari dua koma empat persen menjadi dua koma dua persen secara tahunan, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi tetapi tetap mencerminkan tekanan harga yang melemah. Kondisi ini memunculkan pandangan bahwa Bank of Canada kemungkinan besar mempertahankan sikap kebijakan stabil setelah penurunan suku bunga terakhir, mengingat inflasi inti masih bertahan di dua koma sembilan persen namun belum menunjukkan kecenderungan percepatan yang mengkhawatirkan. Di sisi lain, pergerakan harga minyak yang melemah akibat normalisasi operasi di pelabuhan energi Novorossiysk kembali menekan Dolar Kanada sebagai mata uang berbasis komoditas, sehingga membatasi ruang penguatan Loonie.
Sementara itu, Dolar AS sempat bertahan di level kuat setelah komentar pejabat Federal Reserve yang menegaskan perlunya kehati-hatian dalam pelonggaran kebijakan memberikan dukungan pada Greenback. Namun, tekanan balik mulai muncul setelah pasar mencerna risiko perlambatan ekonomi akibat penutupan pemerintahan Amerika yang berlangsung sangat lama, serta meningkatnya kekhawatiran bahwa momentum pertumbuhan mulai melemah. Investor kini menunggu rilisan data ekonomi Amerika yang tertunda, termasuk Nonfarm Payrolls, indeks manufaktur, dan data konstruksi, sebagai acuan untuk memahami apakah Fed masih memiliki ruang mempertahankan pandangan hawkish. Kinerja Dolar AS yang cenderung tertahan ini ikut memberikan tekanan pada USD/CAD sehingga pair kehilangan momentum bullish yang sebelumnya menguat.
Dalam konteks pasar yang lebih luas, kombinasi inflasi Kanada yang melandai, stabilnya proyeksi kebijakan Bank of Canada, serta sikap pasar yang lebih berhati hati terhadap Dolar AS menjadi faktor utama di balik pelemahan USD/CAD. Pelaku pasar juga menyoroti bahwa meskipun harga minyak bergerak pulih ke sekitar enam puluh dolar per barel, pemulihan tersebut masih rapuh karena pasar energi dibayangi prospek kelebihan pasokan global hingga tahun dua ribu dua puluh enam menurut proyeksi lembaga energi internasional. Dengan latar belakang seperti ini, USD/CAD cenderung bergerak defensif di sekitar area empat belas koma nol nol dan kesulitan melanjutkan kenaikan. Arah pergerakan berikutnya kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh hasil CPI Kanada lanjutan serta rilis data tenaga kerja dan produksi Amerika yang akan menentukan apakah pelemahan USD/CAD dapat berlanjut atau hanya bersifat sementara.
Secara teknikal kinerja mata uang USD/CAD melemah. Support terdekat berada di 1.4025, dan resistance terdekat di 1.4065. Support selanjutnya berada pada level 1.4000 dan dilanjutkan ke level 1.3970. Sedangkan resistance lanjutan di area 1.4095 hingga 1.4120.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1590 dan melemah -0.05%. EUR/USD melemah kembali ke area 11600 setelah gagal mempertahankan reli pekan lalu. Sentimen pasar global yang cenderung risk off berpadu dengan ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan ketat pada pertemuan Desember. Sejumlah pejabat Fed memberikan komentar bernada hawkish yang mendorong penyesuaian ulang ekspektasi pemangkasan suku bunga. Peluang penurunan suku bunga kini berada di sekitar empat puluh tiga persen, jauh lebih rendah dibandingkan sebulan sebelumnya. Kondisi ini mendukung penguatan Dolar AS di tengah backlog data ekonomi Amerika yang kembali dirilis setelah penundaan akibat penutupan pemerintah. Sementara itu, komentar dari ECB yang menyoroti perlambatan inflasi belum mampu memberikan dorongan positif bagi Euro dalam lingkungan sentimen pasar yang rapuh. Di sisi lain, pasar menantikan rilis proyeksi ekonomi Uni Eropa yang diperkirakan menunjukkan pemulihan yang tidak merata. Data CPI Italia yang melemah semakin menegaskan minimnya momentum harga di kawasan Euro. Ketidakpastian ini membuat Euro lebih rentan terhadap arus permintaan Dolar AS sebagai aset perlindungan nilai. Dengan kurangnya katalis positif, EUR/USD tetap berada dalam tekanan turun menjelang serangkaian data penting dari Amerika Serikat yang termasuk rilis tenaga kerja dan indikator aktivitas ekonomi yang berpotensi menentukan arah kebijakan Fed dalam beberapa minggu ke depan. Support terdekat berada di 1.1565, sementara resistance terdekat di 1.1615.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3149, turun -0.07%. GBP/USD turut terkoreksi dan bergerak mendatar di sekitar 13160 karena rebound Dolar AS di tengah minimnya katalis domestik Inggris. Pelaku pasar kembali mengalihkan perhatian pada Greenback setelah pejabat Fed memberikan pernyataan bernada hawkish yang menurunkan harapan pemangkasan suku bunga pada pertemuan Desember. Kekhawatiran pasar terkait perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, dan tekanan pada pasar saham Amerika turut memperkuat permintaan terhadap Dolar AS. Hal ini menahan Sterling meskipun sebelumnya sempat memperoleh dukungan dari sikap Bank of England yang berhati hati terhadap risiko inflasi. Fundamental ekonomi Inggris belum menciptakan ruang pemulihan yang memadai bagi Sterling. Data GDP yang cenderung stagnan dan pelemahan pada sektor manufaktur memperkuat pandangan bahwa aktivitas ekonomi Inggris masih berada dalam tren moderat. Pasar kini menunggu data inflasi Inggris yang akan dirilis dalam waktu dekat, yang dapat menjadi penentu arah kebijakan suku bunga Bank of England. Kombinasi sentimen global yang berat, penguatan Dolar AS, serta ekspektasi kemungkinan pemangkasan suku bunga di Inggris membuat GBP/USD tetap bergerak dalam tren melemah dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 1.3120, dan resistance terdekat di 1.3175.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6492 dan melemah -0.14%. AUD/USD kembali tertekan dan bergerak mendekati area 6510 hingga 6480 setelah kehilangan dorongan dari data tenaga kerja yang solid pada pekan lalu. Penguatan Dolar AS menjadi faktor utama yang menekan AUD, seiring semakin menurunnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pelonggaran kebijakan Fed. Risalah rapat RBA menunjukkan sikap yang cenderung lebih seimbang, namun pasar menilai bahwa RBA kemungkinan tidak akan melakukan pengetatan tambahan di tengah risiko perlambatan global. Kondisi ini membuat Aussie lebih rentan terhadap arus permintaan Dolar yang meningkat sebagai aset defensif. Selain itu, data ekonomi Cina yang menunjukkan perlambatan pada investasi dan aktivitas manufaktur turut memberi tekanan pada AUD karena tingginya keterkaitan ekonomi Australia dengan perekonomian Cina. Pesimisme terkait outlook permintaan komoditas dan melemahnya sentimen risiko global menahan kemampuan AUD untuk melakukan pemulihan yang berkelanjutan. Dengan absennya katalis positif dari domestik Australia dan dominasi arus penguatan Dolar AS, arah AUD/USD masih cenderung melemah dalam waktu dekat. Support terdekat berada di 0.6470, sementara resistance terdekat di 0.6515.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5656, melemah -0.12%. NZD/USD bergerak turun mendekati area 5650 seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand akan kembali menurunkan suku bunga menjadi dua koma dua lima persen pada pertemuan akhir November. Ekonomi Selandia Baru masih menghadapi tekanan kontraksi, terlihat dari indeks jasa yang berada di bawah lima puluh selama dua puluh bulan berturut turut serta penurunan harga pangan yang terus berlanjut. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa bank sentral perlu memberikan stimulus tambahan untuk mendukung aktivitas ekonomi yang sedang melemah. Pada saat yang sama, penguatan Dolar AS semakin menekan nilai Tukar NZD karena investor kembali melihat Greenback sebagai aset perlindungan nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Minimnya katalis positif dari perekonomian Selandia Baru dan meningkatnya peluang pelonggaran moneter membuat NZD/USD tetap berada dalam tren bearish. Menjelang rilis data tenaga kerja Amerika dan sejumlah indikator ekonomi lainnya, tekanan terhadap Kiwi kemungkinan masih berlanjut dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 0.5635, dan resistance terdekat di 0.5675.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 155.14, menguat terhadap dolar AS sebesar 0.15%. USDJPY kembali menguat karena Yen terus tertekan oleh kombinasi faktor domestik yang melemahkan prospek kebijakan moneter Jepang. Rencana pemotongan pajak oleh pemerintahan Sanae Takaichi memperdalam kekhawatiran mengenai kesehatan fiskal jangka panjang Jepang, sementara kontraksi PDB kuartal tiga menegaskan bahwa momentum ekonomi domestik masih rapuh. Situasi ini memperkuat pandangan bahwa Bank of Japan kemungkinan menunda kenaikan suku bunga lebih lama, sehingga melemahkan Yen secara struktural. Meski pemerintah Jepang mengeluarkan intervensi verbal melalui Menteri Keuangan Katayama, pasar tetap menilai bahwa tekanan fundamental lebih dominan, terutama ketika dolar AS menguat akibat berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Fokus pasar kini tertuju pada rilis FOMC Minutes dan laporan NFP yang tertunda, yang berpotensi memperkuat dolar AS lebih jauh dan menjaga USD JPY pada tren penguatan Support terdekat berada di 154.85, dan resistance terdekat di 155.45.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7958 dan menguat 0.10%. USDCHF juga mencatat penguatan lanjutan seiring sentimen dolar AS yang kembali positif menyusul pelemahan ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed pada bulan Desember. Pelaku pasar kini menunggu rilis data AS yang tertunda akibat penutupan pemerintahan, termasuk laporan NFP, untuk mendapatkan kejelasan arah kebijakan moneter. Dolar menguat secara bertahap karena pejabat The Fed menegaskan bahwa risiko inflasi masih menjadi prioritas, sehingga memperkecil peluang pelonggaran dalam waktu dekat. Namun kenaikan USD CHF tidak sepenuhnya bebas hambatan karena franc Swiss tetap memperoleh dukungan dari posisi safe haven dan ekspektasi bahwa Swiss National Bank mempertahankan suku bunga pada nol persen di tengah proyeksi inflasi yang sedikit meningkat. Kesepakatan tarif baru antara AS dan Swiss turut menambah dinamika fundamental, namun secara keseluruhan tren saat ini tetap menunjukkan kecenderungan menguat bagi USDCHF. Support terdekat berada di 0.7935, dan resistance terdekat di 0.7985.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
4:30am | NZD | BusinessNZ Services Index | 48.7 | - | 48.3 |
4:45am | NZD | FPI m/m | -0.3% | - | -0.4% |
6:50am | JPY | Prelim GDP Price Index y/y | 2.8% | 3.1% | 3.0% |
6:50am | JPY | Prelim GDP q/q | -0.4% | -0.6% | 0.5% |
7:01am | GBP | Rightmove HPI m/m | -1.8% | - | 0.3% |
11:30am | JPY | Revised Industrial Production m/m | - | 2.2% | 2.2% |
17th-24th | CNY | Foreign Direct Investment ytd/y | - | - | -10.4% |
5:00pm | EUR | EU Economic Forecasts | - | - | - |
8:15pm | CAD | Housing Starts | - | 275K | 279K |
8:20pm | GBP | MPC Member Mann Speaks | - | - | - |
8:30pm | CAD | CPI m/m | - | 0.2% | 0.1% |
8:30pm | CAD | Median CPI y/y | - | 3.1% | 3.2% |
8:30pm | CAD | Trimmed CPI y/y | - | 3.0% | 3.1% |
8:30pm | CAD | Common CPI y/y | - | 2.8% | 2.7% |
8:30pm | CAD | Core CPI m/m | - | - | 0.2% |
8:30pm | CAD | Foreign Securities Purchases | - | - | 25.92B |
8:30pm | USD | Empire State Manufacturing Index | - | 6.1 | 10.7 |
9:00pm | USD | FOMC Member Williams Speaks | - | - | - |
9:30pm | USD | FOMC Member Jefferson Speaks | - | - | - |
10:00pm | USD | Construction Spending m/m | - | -0.2% | -0.1% |