Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1511 | 0.10% |
GBPUSD | 1.3330 | 0.02% |
AUDUSD | 0.7027 | 0.27% |
NZDUSD | 0.5782 | 0.21% |
USDJPY | 160.25 | 0.06% |
USDCHF | 0.7959 | 0.24% |
USDCAD | 1.3939 | 0.08% |
GOLDUD | 4321.32 | -0.06% |
USD/IDR | 18,035 | 0.00% |
Fokus:
USDCAD
Senin, 08 Mei 2026 - Pasangan mata uang ini masih bertahan di area 1.3950. Tren kenaikan yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir masih mendapat dukungan dari sentimen positif terhadap dolar AS, meskipun laju penguatannya mulai melambat. Pelaku pasar kini mulai mengevaluasi kembali prospek kebijakan moneter Federal Reserve setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan kondisi pasar kerja yang tetap kuat dan mampu mempertahankan optimisme terhadap ekonomi AS.
Dari sisi Amerika Serikat, laporan Nonfarm Payrolls (NFP) terbaru menunjukkan penciptaan lapangan kerja yang jauh melampaui ekspektasi pasar, sementara tingkat pengangguran tetap stabil. Kondisi tersebut memperkuat keyakinan bahwa tekanan terhadap Federal Reserve untuk segera melonggarkan kebijakan moneternya masih relatif terbatas. Selain itu, meningkatnya ketidakpastian geopolitik global juga terus menjaga daya tarik dolar AS sebagai aset lindung nilai, sehingga memberikan dukungan tambahan terhadap pergerakan USD.
Di sisi lain, dolar Kanada masih memperoleh dukungan dari faktor domestik. Data ketenagakerjaan Kanada menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang solid disertai penurunan tingkat pengangguran, mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih baik dari perkiraan. Selain itu, kenaikan harga minyak dunia akibat meningkatnya risiko gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah turut menjadi sentimen positif bagi dolar Kanada mengingat Kanada merupakan salah satu negara eksportir energi utama.
Dengan minimnya agenda data ekonomi penting pada awal pekan, perhatian pasar diperkirakan akan lebih tertuju pada perkembangan konflik geopolitik dan pergerakan harga minyak mentah. Apabila harga minyak melanjutkan kenaikannya, penguatan dolar Kanada berpotensi membatasi ruang kenaikan USDCAD. Namun selama ekspektasi suku bunga tinggi Federal Reserve masih bertahan, tren penguatan pasangan mata uang ini diperkirakan belum sepenuhnya berakhir. Support USDCAD berada di area 1,3930, sementara resistance di area 1,3970.
EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 1,1523 pada perdagangan Senin pagi, didukung oleh ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) masih akan mempertahankan sikap moneter yang relatif ketat dalam beberapa bulan mendatang. Harapan pasar terhadap peluang kenaikan suku bunga lanjutan oleh ECB menjadi faktor yang menopang euro, terutama di tengah upaya bank sentral untuk memastikan inflasi tetap bergerak menuju target yang diinginkan. Selain itu, pelaku pasar juga menantikan rilis data Pesanan Pabrik Jerman dan Sentix Investor Confidence yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi kawasan euro.
Meski demikian, potensi penguatan euro masih dibayangi oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Ancaman eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan kelompok Hezbollah berpotensi meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Jika ketegangan geopolitik kembali meningkat, arus dana berpotensi mengalir ke aset-aset yang dianggap lebih aman sehingga dapat membatasi kenaikan EURUSD. Dengan demikian, pergerakan pasangan mata uang ini dalam jangka pendek diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global serta ekspektasi kebijakan moneter ECB dan Federal Reserve. Support EURUSD berada di area 1,1480, sementara resistance berada di area 1,1560.
GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak di area 1,3333 setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir. Pergerakan pasangan mata uang ini masih didominasi oleh penguatan dolar AS yang memperoleh dukungan dari membaiknya indikator ekonomi Amerika Serikat. Data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan penciptaan lapangan kerja yang jauh melampaui perkiraan pasar, sementara tingkat pengangguran tetap stabil. Kondisi tersebut memperkuat keyakinan investor bahwa aktivitas ekonomi AS masih cukup kuat untuk menopang kebijakan suku bunga yang tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Di sisi lain, pound sterling belum memperoleh katalis yang cukup kuat untuk melanjutkan penguatan. Kekhawatiran terhadap kondisi politik domestik Inggris dan prospek pertumbuhan ekonomi yang masih moderat membuat minat terhadap pound cenderung terbatas. Selain itu, meningkatnya ketidakpastian geopolitik global mendorong investor untuk meningkatkan eksposur pada aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS. Dengan kombinasi faktor tersebut, pergerakan GBPUSD berpotensi tetap berada dalam tekanan meskipun peluang koreksi naik jangka pendek masih terbuka. Support GBPUSD berada di area 1,3300, sementara resistance di area 1,3370.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak di kisaran 0,7046 setelah mengalami tekanan signifikan dalam sepekan terakhir dan sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan. Pelemahan dolar Australia terutama dipicu oleh menguatnya dolar AS setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan kondisi pasar kerja yang tetap solid. Kinerja ekonomi AS yang masih kuat membuat pelaku pasar kembali meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar AS. Selain itu, meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah juga mendorong aliran dana menuju aset safe haven dan mengurangi minat terhadap mata uang yang sensitif terhadap sentimen risiko seperti dolar Australia.
Meski demikian, tekanan terhadap AUD berpotensi tertahan oleh sikap Reserve Bank of Australia (RBA) yang masih berfokus pada pengendalian inflasi. Gubernur RBA Michele Bullock kembali menegaskan bahwa inflasi masih berada di atas target dan bank sentral siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga. Pernyataan tersebut memperkuat pandangan bahwa suku bunga Australia berpotensi tetap berada pada level yang relatif tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Dengan demikian, pergerakan AUDUSD akan dipengaruhi oleh tarik menarik antara kuatnya dolar AS dan ekspektasi kebijakan moneter ketat dari RBA. Support AUDUSD berada di area 0,7010, sementara resistance di area 0,7080.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak di kisaran 0,5794 setelah berupaya pulih dari tekanan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya. Penguatan dolar Selandia Baru didorong oleh meredanya permintaan terhadap aset safe haven setelah pasar melihat adanya peluang kembali terbukanya jalur diplomasi dalam konflik Timur Tengah. Berkurangnya kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik membuat minat terhadap mata uang berisiko, termasuk dolar Selandia Baru, mulai meningkat meskipun sentimen pasar masih cenderung berhati-hati.
Di sisi lain, prospek penguatan NZD juga mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang relatif ketat. Pelaku pasar masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan dalam beberapa bulan mendatang, seiring upaya bank sentral menjaga inflasi tetap terkendali. Selain itu, investor juga menantikan sejumlah data ekonomi penting dari Tiongkok dan Selandia Baru yang dapat memberikan gambaran mengenai prospek permintaan regional dan aktivitas ekonomi domestik.
Namun, ruang penguatan NZDUSD diperkirakan masih terbatas karena fundamental dolar AS tetap cukup kuat. Data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan pasar tenaga kerja masih solid dengan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih baik dari perkiraan dan tingkat pengangguran yang stabil. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve belum memiliki tekanan untuk segera melonggarkan kebijakan moneternya. Selama ekspektasi suku bunga tinggi AS masih bertahan, dolar AS berpotensi tetap memperoleh dukungan dan membatasi kenaikan NZDUSD. Support NZDUSD berada di area 0,5760, sementara resistance di area 0,5830.
USDJPY - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 160,35, dengan yen Jepang kembali berada di bawah tekanan setelah menembus level psikologis 160 per dolar AS. Penguatan dolar AS didorong oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan, yang memperkuat keyakinan pasar bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam jangka waktu lebih lama. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga memberikan tambahan dukungan bagi pergerakan pasangan mata uang ini.
Di sisi Jepang, perhatian pasar tertuju pada kemungkinan langkah intervensi pemerintah apabila pelemahan yen berlanjut. Data terbaru juga menunjukkan cadangan devisa Jepang mengalami penurunan signifikan, mencerminkan besarnya upaya yang telah dilakukan otoritas untuk menstabilkan nilai tukar dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) masih berpotensi menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang dapat membantu membatasi pelemahan yen lebih lanjut. Dengan kondisi tersebut, pergerakan USDJPY diperkirakan akan dipengaruhi oleh kombinasi ekspektasi kebijakan moneter AS, peluang intervensi pemerintah Jepang, serta perkembangan situasi geopolitik global. Support berada di area 159,70, sementara resistance di area 160,80.
USDCHF - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 0,7978 seiring meningkatnya permintaan terhadap dolar AS yang kembali memperoleh dukungan dari kombinasi faktor fundamental dan sentimen pasar global. Penguatan dolar terjadi setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan, dengan pertumbuhan lapangan kerja yang tetap solid dan tingkat pengangguran yang stabil. Kondisi tersebut memperkuat keyakinan pasar bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat, bahkan peluang kenaikan suku bunga kembali meningkat dalam beberapa bulan mendatang. Ekspektasi tersebut mendorong investor meningkatkan eksposur terhadap aset berbasis dolar AS.
Di sisi lain, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut menjadi faktor yang mendukung pergerakan USDCHF. Eskalasi konflik antara Iran dan Israel mendorong permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS. Meskipun franc Swiss juga dikenal sebagai mata uang safe haven, saat ini dukungan terhadap dolar AS relatif lebih dominan karena ditopang oleh prospek suku bunga yang lebih tinggi. Dengan minimnya data ekonomi penting dari Swiss pada awal pekan, arah pergerakan USDCHF dalam jangka pendek diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global dan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve. Support USDCHF berada di area 0,7940, sementara resistance di area 0,8000.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |
| JPY | Final GDP Price Index y/y | 3.2% | 3.4% | 3.4% | |
| JPY | Final GDP q/q | 0.5% | 0.3% | 0.5% | |
10:00:00 PM | US | Consumer Inflation Expectations May |
| 3.8% | 3.6 |