Home
>
News
>
Publication
>
USDCAD Bertahan Dekat Puncak, Kenaikan Masih Terbatas
USDCAD Bertahan Dekat Puncak, Kenaikan Masih Terbatas
Monday, 06 April 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1523

-0.13%

GBPUSD

1.3192

0.02%

AUDUSD

0.6888

0.13%

NZDUSD

0.5691

0.02%

USDJPY

159.64

0.01%

USDCHF

0.8000

0.20%

USDCAD

1.3936

0.08%

GOLDUD

4638.25

-0.21%

USD/IDR

17,010

0.00%

Fokus:

  1. Dolar AS didorong sentimen safe haven dan data tenaga kerja yang solid
  2. Kenaikan harga minyak menopang dolar Kanada dan membatasi kenaikan USDCAD. 


USDCAD
Senin, 06 April 2026
- Pasangan mata uang ini melanjutkan tren kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran 1,3947 pada awal sesi Asia hari Senin, mendekati level tertinggi hampir empat bulan yang dicapai pekan lalu. Penguatan ini ditopang oleh solidnya kinerja dolar AS, meskipun momentum kenaikan masih terlihat terbatas. Tingginya harga minyak mentah menjadi faktor penahan, karena cenderung memberikan dukungan terhadap dolar Kanada (Loonie).

Dari sisi geopolitik, meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Ancaman terhadap infrastruktur strategis serta ketidakpastian terkait pembukaan Selat Hormuz memperbesar risiko eskalasi konflik, sehingga memperkuat posisi dolar AS di pasar global.

Sementara itu, data ekonomi AS juga menunjukkan performa yang solid. Nonfarm Payrolls tercatat naik 178 ribu pada Maret, berbalik dari penurunan sebelumnya, dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,3%. Kondisi ini, ditambah dengan lonjakan harga minyak yang berpotensi mendorong inflasi, meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama, yang pada akhirnya mendukung penguatan dolar AS.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak akibat kekhawatiran gangguan pasokan menjadi faktor yang menopang dolar Kanada dan membatasi ruang kenaikan USDCAD. Oleh karena itu, pelaku pasar cenderung berhati-hati, menunggu konfirmasi penguatan lanjutan di atas area kunci sebelum mengambil posisi lebih agresif. USDCAD memiliki support di area 1.3900, dan resistance berada di 1.3980. 

EURUSD - EURUSD melemah tipis ke kisaran 1.1508 pada awal perdagangan hari Senin, seiring dolar AS yang tetap solid di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sentimen risk-off mendominasi pasar setelah Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas global dan mendorong investor beralih ke dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga euro cenderung tertekan.

Di sisi lain, perubahan ekspektasi kebijakan moneter juga menjadi faktor penekan bagi EURUSD. Pasar kini memperkirakan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve akan tertunda hingga paruh kedua 2027, jauh dari proyeksi awal tahun. Meskipun data ketenagakerjaan AS masih relatif solid, kekhawatiran terhadap dampak konflik berkepanjangan terhadap pertumbuhan ekonomi tetap membayangi. Hal ini membuat pergerakan EURUSD berpotensi tetap terbatas dengan bias cenderung melemah dalam jangka pendek. EURUSD memiliki support di area 1.1480 dan resistance berada di 1.1530.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di kisaran 1.3195 pada sesi terbaru. Meski sempat mencatat penguatan terbatas, pergerakan masih tertahan di zona negatif akibat meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven di tengah eskalasi ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan memanas setelah Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, disertai ancaman terhadap infrastruktur vital. Iran merespons dengan sikap tegas, menegaskan akan membalas setiap serangan serta menunda pembukaan jalur tersebut hingga kompensasi atas kerugian konflik dipenuhi.

Kondisi ini turut menopang penguatan dolar AS, terutama di tengah lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menunda pemangkasan suku bunga. Dari sisi data, kinerja pasar tenaga kerja AS juga tetap solid dengan kenaikan Nonfarm Payrolls sebesar 178 ribu serta penurunan tingkat pengangguran ke 4,3%. Di sisi lain, Poundsterling masih berada di bawah tekanan akibat resiko guncangan energi bagi ekonomi Inggris, yang diperparah oleh tingginya ketergantungan impor energi dan kondisi fiskal yang masih rapuh. GBPUSD saat ini memiliki support di area 1.3160 dan resistance berada di area 1.3220.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di kisaran 0.6897 dan mencatat penguatan terbatas pada awal sesi Asia hari Senin. Namun, pergerakan ini masih dibayangi tekanan dari penguatan dolar AS yang didukung oleh data ketenagakerjaan AS yang solid serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Data Nonfarm Payrolls (NFP) tercatat naik 178 ribu pada Maret, jauh melampaui ekspektasi, sementara tingkat pengangguran turun ke 4.3%, memperkuat prospek ekonomi AS. Di sisi lain, eskalasi konflik AS–Iran dan kekhawatiran penutupan Selat Hormuz turut meningkatkan permintaan dolar AS sebagai aset safe haven.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter juga menjadi faktor pendorong, dimana peluang kenaikan suku bunga The Fed meningkat seiring lonjakan harga energi dan pasar tenaga kerja yang ketat. Sementara itu, analis Westpac memperkirakan Reserve Bank of Australia (RBA) masih berpotensi menaikkan suku bunga hingga tiga kali sepanjang 2026, yang dapat membawa suku bunga acuan ke level 4.85%. Pelaku pasar kini menantikan rilis data ISM Services PMI AS sebagai katalis pergerakan berikutnya. EURUSD saat ini memiliki support di area 0.6860 dan resistance berada di area 0.6920.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak stabil dengan kecenderungan menguat tipis di kisaran 0.5692 pada awal sesi hari Senin. Namun, penguatan ini masih terbatas seiring dominasi dolar AS yang didukung oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Pelaku pasar terus mencermati perkembangan konflik, terutama setelah meningkatnya tensi antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz, yang mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven dan menekan pergerakan Kiwi dalam jangka pendek. Fokus pasar kini beralih pada keputusan kebijakan moneter Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) yang akan diumumkan pada hari Rabu.

Dari sisi fundamental, RBNZ diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 2.25%. Meski demikian, bank sentral masih membuka peluang pengetatan lanjutan apabila tekanan inflasi, khususnya yang dipicu oleh harga energi, menjadi lebih persisten. Analis melihat adanya potensi sinyal hawkish ke depan, dengan pasar telah memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga sekitar 40% pada September 2026 dan kenaikan penuh 25 basis poin sebelum akhir tahun. NZDUSD memiliki support di area 0.5660 dan resistance berada di 0.5720.

USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak stabil di kisaran 159.65 pada awal sesi hari Senin, dengan pergerakan yang cenderung datar seiring pelaku pasar masih mencermati dinamika konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen geopolitik tetap menjadi pendorong utama, terutama setelah meningkatnya ketegangan terkait ancaman terhadap infrastruktur Iran dan isu penutupan Selat Hormuz, yang menopang permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Selain itu, pelaku pasar juga menantikan rilis data ISM Services PMI AS sebagai katalis pergerakan selanjutnya.

Di sisi lain, penguatan USDJPY berpotensi tertahan oleh kemungkinan intervensi dari otoritas Jepang guna menstabilkan yen. Pernyataan dari pejabat Jepang yang membuka peluang langkah “tegas” untuk merespons pergerakan spekulatif turut menjadi faktor penyeimbang bagi pasangan ini. Dengan demikian, meskipun dolar AS masih didukung oleh sentimen global, ruang kenaikan USDJPY cenderung terbatas dalam jangka pendek. USDJPY memiliki support di area 158.80 dan resistance berada di 160.00.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak menguat tipis di kisaran 0.8016 pada awal sesi perdagangan terbaru, dengan pergerakan yang relatif terbatas seiring kondisi pasar yang masih berhati-hati. Dolar AS tetap menunjukkan kekuatan terhadap mayoritas mata uang utama, didukung oleh meningkatnya permintaan sebagai aset safe haven di tengah eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Ketidakpastian terkait kebijakan AS terhadap Iran, termasuk ancaman lanjutan terhadap infrastruktur strategis dan belum adanya kejelasan pembukaan Selat Hormuz, terus menjadi faktor utama yang menopang dolar AS.

Di sisi kebijakan moneter, pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve mengindikasikan sikap hati-hati terhadap arah suku bunga ke depan, terutama di tengah risiko inflasi yang masih dipengaruhi oleh dinamika global. Sementara itu, dari sisi Swiss, inflasi menunjukkan kenaikan moderat meskipun masih berada dalam kisaran target bank sentral, sehingga tekanan untuk perubahan kebijakan tetap terbatas. Kombinasi faktor ini membuat pergerakan USDCHF cenderung stabil dengan kecenderungan menguat terbatas dalam jangka pendek. USDCHF Support terdekat berada di area 0.7980 dan resistance berada di 0.8040.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

2:00pm

EUR

Spanish Unemployment Change

 

10.3K

3.6K

All Day

GBP

Bank Holiday

 

 

 

9:00pm

USD

ISM Services PMI

 

54.8

56.1

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788