Home
>
News
>
Publication
>
USDCAD Berkinerja Positif di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Kanada
USDCAD Berkinerja Positif di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Kanada
Monday, 24 March 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0839

-0.26%

GBPUSD

1.2934

-0.38%

AUDUSD

0.6294

-0.51%

NZDUSD

0.5748

-8.35%

USDJPY

149.32

0.42%

USDCHF

0.8822

0.18%

USDCAD

1.4325

0.17%

GOLDUD

3026.4

-0.31%

USD/IDR

16494

0.01%

Fokus USDCAD:

  1. DXY menguat ke zona 104.12
  2. Data pengangguran AS naik

Senin, 24 Maret 2025 – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4342. Pasangan mata uang Loonie naik didorong oleh penguatan Dolar AS yang mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter The Fed yang tetap ketat. Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa inflasi akibat tarif bersifat sementara, namun ketidakpastian ekonomi meningkat. Selain itu, meningkatnya ketegangan perdagangan global akibat kebijakan tarif Presiden Donald Trump mendorong permintaan aset safe-haven seperti USD. Data manufaktur AS yang lebih lemah dari perkiraan juga meningkatkan spekulasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Dari sisi data ekonomi, klaim pengangguran AS naik menjadi 223K untuk pekan yang berakhir pada 15 Maret, sedikit di atas revisi minggu sebelumnya. Sementara itu, survei manufaktur Philadelphia Fed turun menjadi 12,5 dari sebelumnya 18,1, menunjukkan perlambatan di sektor manufaktur meskipun angka masih lebih baik dari perkiraan. Indeks Dolar AS (DXY) juga naik mendekati 104, mencerminkan sentimen bullish terhadap Greenback. Dengan prospek suku bunga AS yang tetap tinggi dan ketidakpastian ekonomi global, USDCAD tetap berada dalam tren bullish.

Di sisi Kanada, Dolar Kanada (CAD) melemah akibat ketidakpastian politik domestik dan tekanan dari kebijakan tarif AS terhadap impor Kanada. Statistik Kanada melaporkan penurunan penjualan ritel sebesar -0,4% pada Januari setelah lonjakan 2,5% pada Desember, menunjukkan pelemahan aktivitas konsumsi. Selain itu, Bank of Canada (BoC) diperkirakan akan memangkas suku bunga lebih lanjut ke 2,50% pada April, memperlebar perbedaan kebijakan suku bunga dengan The Fed dan memperburuk pelemahan CAD. Sentimen investor terhadap CAD tetap lemah, dengan pasar mengantisipasi volatilitas lebih lanjut menjelang pemilu potensial pada 28 April.

Harga pada pasangan mata uang USDCAD naik. Support terdekatnya di zona 1.4312 dan resistance terdekatnya di zona 1.4380. Support lanjutan di zona 1.4280 dan dilanjutkan ke zona 1.4240. Resistance lanjutan di zona 1.4420 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.4465.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0816. Penurunan kinerja mata uang Euro terdorong oleh penguatan yang terjadi pada kinerja USD. Dolar AS menguat setelah Federal Reserve menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga tidak akan segera dilakukan. Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa bank sentral akan tetap berhati-hati dalam kebijakan moneter karena ketidakpastian ekonomi yang masih tinggi. Sementara itu, rencana Presiden Donald Trump untuk menerapkan tarif balasan terhadap negara-negara yang mengenakan bea masuk pada produk AS meningkatkan sentimen risk-off di pasar. Investor khawatir kebijakan ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan menekan inflasi di Zona Euro. Disisi lain, pelemahan EURUSD juga dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Eropa. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, memperingatkan bahwa perang dagang yang dipicu oleh kebijakan Trump dapat menghambat pertumbuhan ekonomi Eurozone, terutama di Jerman yang menjadi mitra dagang utama AS. Selain itu, ECB masih mempertimbangkan langkah kebijakan selanjutnya di tengah ketidakpastian inflasi dan prospek suku bunga. Investor kini menantikan rilis data PMI Zona Euro dan AS yang akan dirilis Senin, yang dapat memberikan gambaran lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi ke depan. Support terdekatnya di zona 1.0367 dan resistance terdekatnya di zona 1.0459.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2921. Performa mata uang Poundsterling melemah setelah keputusan suku bunga Bank of England (BoE) dan Federal Reserve (Fed). BoE mempertahankan suku bunga di 4.5% dan menegaskan pendekatan hati-hati terhadap kebijakan moneter, sementara Fed juga tidak mengubah suku bunga namun menaikkan proyeksi inflasi. Sentimen pasar tetap berhati-hati karena ketidakpastian terkait tarif perdagangan yang direncanakan oleh Presiden AS Donald Trump, yang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi global. Dolar AS mendapat dukungan sebagai aset safe haven di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak perang dagang dan inflasi. Pound Inggris menghadapi tekanan tambahan dari revisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris oleh OECD untuk 2025, sementara data ekonomi domestik yang akan dirilis minggu depan, seperti indeks harga konsumen (CPI) dan penjualan ritel, dapat memengaruhi pergerakan GBPUSD. Jika inflasi Inggris tetap tinggi, ekspektasi penurunan suku bunga BoE pada Mei bisa melemah, memberikan sedikit dukungan bagi Sterling. Di sisi lain, data PCE AS yang dijadwalkan Jumat depan dapat mempengaruhi Dolar AS, terutama jika menunjukkan kenaikan inflasi yang dapat menunda pemangkasan suku bunga Fed lebih lanjut. Support terdekatnya di area 1.2875 dan resistance terdekatnya di zona 1.2958.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6272. Turunnya kinerja mata uang Aussie terjadi setelah data ketenagakerjaan Australia yang mengecewakan dan penguatan Dolar AS. Laporan tenaga kerja menunjukkan penurunan 52,8K pekerjaan pada Februari, jauh di bawah ekspektasi kenaikan 30K, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap pelemahan pasar tenaga kerja Australia. Di sisi lain, Dolar AS tetap kuat setelah The Fed mempertahankan suku bunga dan menaikkan proyeksi inflasi, mengindikasikan bahwa kebijakan moneter ketat akan bertahan lebih lama. Ketidakpastian terkait kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump juga meningkatkan permintaan safe-haven terhadap Dolar AS, menekan mata uang berbasis risiko seperti Dolar Australia. Ke depan, investor akan memperhatikan kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA), yang kemungkinan mempertahankan suku bunga untuk melihat lebih banyak bukti penurunan inflasi. Data PMI Judo Bank menunjukkan peningkatan aktivitas sektor jasa Australia, yang dapat mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Namun, dampak stimulus ekonomi China terhadap AUD masih terbatas. Sementara itu, fokus pasar beralih ke data PMI AS yang akan datang, yang dapat mempengaruhi perbedaan suku bunga antara The Fed dan RBA, menentukan arah AUDUSD. Support terdekatnya di zona 0.6250 dan resistance terdekatnya di zona 0.6311.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5731. Mata uang Kiwi melemah imbas dari mempertahankan suku bunganya pada pekan lalu. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina juga mendorong permintaan terhadap aset safe-haven, menambah tekanan pada Dolar Selandia Baru. Meskipun data neraca perdagangan Selandia Baru menunjukkan surplus $510 juta pada Februari, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) hingga 60 basis poin tetap membebani NZD. Prospek NZDUSD ke depan masih bergantung pada perkembangan kebijakan moneter AS dan stimulus ekonomi China. Langkah China untuk meningkatkan konsumsi domestik dapat mendukung mata uang antipodean seperti NZD, mengingat eratnya hubungan dagang antara kedua negara. Namun, rencana Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif balasan pada 2 April menimbulkan ketidakpastian tambahan, yang dapat membatasi penguatan NZD/USD. Dengan tidak adanya rilis data ekonomi utama dari AS dalam waktu dekat, investor akan menunggu indikator ekonomi seperti PMI Manufaktur AS untuk menentukan arah pergerakan pasangan mata uang ini. Support terdekatnya di area 0.5714 dan resistance terdekatnya di zona 0.5757.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 149.74. USDJPY terus menguat, diperdagangkan mendekati level 150 seiring dengan ekspektasi kebijakan moneter yang berbeda antara Bank of Japan (BoJ) dan Federal Reserve (Fed). BoJ mempertahankan suku bunga di 0,50% dan mengakui adanya tekanan inflasi dari kenaikan upah, namun tetap berhati-hati terhadap ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan perdagangan AS. Sementara itu, Fed mempertahankan proyeksi hanya dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, yang mendukung penguatan Dolar AS. Data PMI Jasa AS yang lebih baik dari perkiraan juga meningkatkan ekspektasi bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga lebih lama, memperkuat posisi USD terhadap JPY. Pelemahan Yen juga diperburuk oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi tarif perdagangan AS yang dapat mempengaruhi sektor ekspor Jepang. Menteri Keuangan Jepang, Katsunobu Kato, menyatakan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan jika terjadi pergerakan mata uang yang berlebihan, namun pasar tampaknya masih mempertahankan bias bullish terhadap USDJPY. Fokus investor kini tertuju pada rilis opini BoJ pada 28 Maret dan data ekonomi AS yang dapat memperjelas arah kebijakan moneter kedua negara. Support terdekatnya di area 149.28 dan resistance terdekatnya di zona 150.15

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.8833. USDCHF terus menguat, diperdagangkan di sekitar 0.8840 pada sesi Asia Jumat setelah keputusan Swiss National Bank (SNB) memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 0,25%. Meskipun pemangkasan ini sudah diperkirakan, SNB tidak memberikan arah kebijakan yang jelas, dengan alasan inflasi yang masih terkendali dan pertumbuhan ekonomi global yang melambat. Sementara itu, Dolar AS tetap kuat setelah Federal Reserve (Fed) mempertahankan suku bunga dan meningkatkan proyeksi inflasi, mengurangi harapan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Ekspektasi bahwa kebijakan tarif Presiden Donald Trump dapat memperburuk ketidakpastian ekonomi juga mendorong permintaan safe-haven terhadap USD. Support terdekatnya di area 0.8806 dan resistance terdekatnya di zona 0.8863.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

5:00am

AUD

Flash Manufacturing PMI

52.6

-

50.4

5:00am

AUD

Flash Services PMI

51.2

-

50.8

7:30am

JPY

Flash Manufacturing PMI

48.3

49.2

49

3:15pm

EUR

French Flash Manufacturing PMI

-

46.2

45.8

3:15pm

EUR

French Flash Services PMI

-

46.3

45.3

3:30pm

EUR

German Flash Manufacturing PMI

-

47.1

46.5

3:30pm

EUR

German Flash Services PMI

-

52.3

51.1

4:00pm

EUR

Flash Manufacturing PMI

-

48.3

47.6

4:00pm

EUR

Flash Services PMI

-

51.2

50.6

4:30pm

GBP

Flash Manufacturing PMI

-

47.3

46.9

4:30pm

GBP

Flash Services PMI

-

51.2

51

8:45pm

USD

Flash Manufacturing PMI

-

51.9

52.7

8:45pm

USD

Flash Services PMI

-

51.2

51

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788