INDIKATOR HARGA
| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1381 | 0.11% |
GBPUSD | 1.3557 | 0.10% |
AUDUSD | 0.6491 | -0.09% |
NZDUSD | 0.5997 | -0.05% |
USDJPY | 142.81 | -0.31% |
USDCHF | 0.8208 | -0.13% |
USDCAD | 1.3734 | -0.09% |
GOLDUD | 3346.4 | -0.39% |
USD/IDR | 16284 | -0.77% |
Fokus USDJPY:
Selasa, 27 Mei 2025 - Pasangan mata uang Yen turun ke zona 142.20. Performa pasangan mata uang USDJPY terus bergerak melemah pada awal pekan ini, dengan pasangan mata uang tersebut gagal menarik pembeli di atas level resistance kunci di 143.00. Hal ini terjadi meskipun ada berita positif dari Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan penundaan penerapan tarif 50% untuk semua impor dari Uni Eropa, yang sebelumnya diumumkan pada Jumat lalu. Pernyataan Trump ini sedikit menenangkan pasar dan meningkatkan permintaan aset berisiko, namun tidak cukup untuk mendongkrak Dolar AS yang masih tertekan.
Pelemahan Dolar AS semakin dalam setelah penurunan peringkat utang AS oleh Moody’s minggu lalu, yang memicu kekhawatiran bahwa RUU pemotongan pajak besar-besaran Trump akan memperburuk defisit fiskal di tengah prospek pertumbuhan ekonomi yang melambat. RUU pajak tersebut, yang telah disetujui DPR AS dan akan dibahas di Senat dalam beberapa minggu mendatang, diperkirakan menambah beban utang AS sekitar $3,8 triliun dalam 10 tahun ke depan. Hal ini merusak kepercayaan investor terhadap obligasi pemerintah AS dan nilai tukar Dolar AS.
Sementara itu, volume perdagangan pada hari Senin ini cenderung tipis karena pasar AS libur dalam rangka Memorial Day. Fokus pasar Jepang akan tertuju pada pidato Gubernur BoJ Kazuo Ueda pada Selasa, serta data inflasi Tokyo CPI pada Kamis. Dari sisi AS, risalah rapat FOMC pada Rabu dan data inflasi PCE AS pada Jumat menjadi sorotan utama pekan ini. Kombinasi ketidakpastian fiskal AS, sentimen risiko yang membaik, dan prospek suku bunga yang lebih rendah turut membuka peluang penguatan Yen Jepang lebih lanjut terhadap Dolar AS.
Harga pada pasangan mata uang USDJPY naik. Support terdekatnya di area 141.80 dan resistance terdekatnya di zona 143.00. Support lanjutan di zona 141.40 dan dilanjutkan ke zona 140.95. Resistance lanjutan di zona 143.45 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 144.05
EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1395. Pasangan mata uang Euro memulai pekan ini dengan penguatan, meski kemudian memangkas sebagian kenaikan setelah sempat mencapai level tertinggi dalam empat pekan, didorong oleh keputusan Presiden AS Donald Trump yang menunda penerapan tarif 50% terhadap Uni Eropa (UE) yang sedianya berlaku pada 1 Juni. Penundaan tarif ini terjadi setelah pembicaraan telepon antara Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Trump pada Minggu, yang menghasilkan kesepakatan untuk menunda penerapan tarif hingga 9 Juli, memberi waktu tambahan bagi kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan perdagangan yang memuaskan. Sementara itu, pelemahan Dolar AS masih membebani Greenback, tercermin dari Indeks Dolar (DXY) yang turun 0.10% ke 99.00, meskipun perdagangan terpantau tipis seiring libur Memorial Day di AS. Pernyataan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari yang menyebutkan ketidakpastian sebagai faktor utama dalam pengambilan kebijakan The Fed, serta pengakuan bahwa potensi tarif tambahan bersifat stagflasioner, menambah tekanan bagi USD. Di sisi Eropa, Presiden ECB Christine Lagarde menekankan perlunya memperkuat posisi Euro di tingkat global, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Ke depan, data ekonomi Eropa dan AS, termasuk rilis GDP Jerman, data inflasi di beberapa negara Uni Eropa, serta PCE Price Index AS yang menjadi preferensi inflasi The Fed, akan menjadi fokus pasar dan penggerak utama arah EURUSD. Support terdekatnya di zona 1.1365 dan resistance terdekatnya di zona 1.1420.
GBPUSD - Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3440. Pasangan mata uang Poundsterling mendekati level tertinggi dalam 39 bulannya yang dicapai pada Senin, didorong oleh pelemahan Dolar AS (USD) yang berkelanjutan di tengah kekhawatiran tentang kondisi fiskal Amerika Serikat (AS). Melemahnya Greenback terjadi karena meredanya ketegangan perdagangan antara AS dan Uni Eropa (UE), di mana Presiden AS Donald Trump memperpanjang tenggat waktu penerapan tarif 50% terhadap barang-barang impor dari UE dari 1 Juni menjadi 9 Juli mendatang. Selain itu, rencana pengesahan “One Big Beautiful Bill” yang diajukan Trump dan diperkirakan akan meningkatkan defisit fiskal sebesar $3,8 miliar semakin menekan Dolar AS, memperburuk sentimen pasar. Pound Sterling (GBP) juga mendapatkan dukungan dari ekspektasi pasar yang merevisi ulang pandangan kebijakan moneter Bank of England (BoE) setelah data inflasi dan penjualan ritel Inggris untuk April menunjukkan angka yang lebih kuat dari perkiraan. Sementara itu, menurut Reuters, pasar berjangka memperkirakan BoE akan memangkas suku bunga sekitar 38 basis poin (bps) pada 2025, yang berarti satu kali pemangkasan 25 bps dan peluang sekitar 50/50 untuk pemangkasan kedua. Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada pidato pejabat BoE, khususnya Chief Economist Huw Pill, yang akan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan bank sentral. Di sisi lain, data penting dari AS pekan ini, termasuk risalah FOMC, rilis inflasi PCE, dan data pendapatan serta belanja pribadi akan menjadi kunci untuk menilai arah kebijakan suku bunga The Fed dan pergerakan selanjutnya pada GBPUSD. Support terdekatnya di area 1.3390 dan resistance terdekatnya di zona 1.3490.
AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6480. Pasangan mata uang Dolar Aussie tetap melemah untuk hari kedua berturut-turut pada Selasa ini. Sementara itu, Dolar AS (USD) yang terus melemah di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait kondisi fiskal Amerika Serikat (AS) membantu membatasi penurunan lebih lanjut bagi Aussie. Kekhawatiran pasar meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang tenggat waktu penerapan tarif 50% atas barang-barang impor dari Uni Eropa (UE) dari 1 Juni menjadi 9 Juli, menyusul pembicaraan telepon dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Ini meredakan ketegangan perdagangan dan memberikan sentimen positif bagi aset berisiko, termasuk Aussie. Namun, potensi penguatan AUD tetap terbatas karena ekspektasi pasar bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) kemungkinan akan melakukan pemangkasan suku bunga lanjutan dalam beberapa waktu mendatang. Gubernur RBA Michele Bullock sebelumnya telah menyatakan kesiapan untuk mengambil tindakan tambahan jika prospek ekonomi memburuk. Selain itu, hubungan dagang Australia-China dan ketegangan baru terkait rencana Australia untuk membatalkan perjanjian sewa Pelabuhan Darwin dengan perusahaan China juga menjadi sorotan pelaku pasar. Sementara itu, di AS, para pejabat The Fed menunjukkan kehati-hatian dalam menentukan kebijakan suku bunga di tengah ketidakpastian arah fiskal dan prospek ekonomi yang masih gelap. Fokus pekan ini akan tertuju pada data-data utama AS, termasuk pesanan barang tahan lama dan laporan inflasi PCE, yang akan menjadi kunci bagi sentimen Dolar AS dan arah AUDUSD ke depan. Support terdekatnya di zona 0.6450 dan resistance terdekatnya di zona 0.6500.
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5990. Pasangan mata uang Dolar Kiwi bergerak naik hingga mendekati supportnya, didorong oleh pelemahan Dolar AS (USD) di tengah memanasnya kembali tensi dagang global dan kekhawatiran yang meningkat terkait prospek fiskal AS. Kelemahan USD ini terjadi meskipun Presiden AS, Donald Trump, menunda penerapan tarif 50% terhadap Uni Eropa, karena investor tetap fokus pada peningkatan defisit anggaran AS dan potensi tambahan beban utang dari RUU pemotongan pajak Trump yang saat ini sedang dibahas di Senat. Sementara itu, pasar menanti rilis data Consumer Confidence AS serta data Durable Goods Orders dan indeks manufaktur Dallas Fed, yang akan memberikan arah tambahan pada Greenback. Di sisi Selandia Baru, pelaku pasar bersiap untuk keputusan suku bunga Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) pada hari Rabu, yang diperkirakan akan memangkas OCR sebesar 25 bps menjadi 3,25%. Langkah ini menjadi sinyal dovish di tengah proyeksi perlambatan ekonomi global akibat ketegangan dagang AS yang masih membayangi. Support terdekatnya di area 0.5970 dan resistance terdekatnya di zona 0.6020.
USDCAD - Mata uang Loonie turun ke zona 1.3730. Turunnya kinerja mata uang ini terjadi seiring Dolar AS (USD) melemah terhadap Dolar Kanada (CAD) di tengah sentimen “Sell America” yang kembali mendominasi pasar. Para investor menarik diri dari aset-aset AS setelah Moody’s menurunkan peringkat kredit AS akibat melonjaknya defisit nasional, sementara kebijakan fiskal Presiden Trump yang memicu ketidakpastian ekonomi semakin menekan Greenback. Meski data Retail Sales Kanada untuk Maret menunjukkan penguatan, pasar swap masih mempertahankan ekspektasi akan pemangkasan suku bunga Bank of Canada (BoC) pada Juni mendatang dengan peluang sekitar 32%. Sementara itu, penurunan harga minyak mentah menjadi faktor pembatas bagi penguatan CAD, mengingat Kanada adalah eksportir utama minyak ke AS dan harga minyak yang lebih rendah cenderung melemahkan nilai tukar Loonie. Para trader kini menantikan rilis data Consumer Confidence AS dan Durable Goods Orders, serta data GDP dan inflasi AS minggu ini, yang berpotensi mempengaruhi sentimen terhadap USD dan arah USDCAD. Support terdekatnya di zona 1.3700 dan resistance terdekatnya di zona 1.3760.
USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8190. Pasangan mata uang Swiss tetap tertekan seiring melemahnya Dolar AS (USD) terhadap Franc Swiss (CHF) akibat ketidakpastian kebijakan dagang AS dan kekhawatiran terhadap kesehatan fiskal negara tersebut. Investor menunggu rilis risalah rapat FOMC pada hari Rabu untuk petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (Fed). Laporan inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan pekan lalu dan kekhawatiran tentang defisit fiskal semakin meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga sebanyak dua kali tahun ini, meskipun langkah pertama kemungkinan baru terjadi pada bulan September. Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan perang yang terus berlanjut antara Rusia dan Ukraina turut memicu permintaan aset safe-haven, sehingga memberi dukungan tambahan pada penguatan Franc Swiss. Di sisi data ekonomi, pasar juga akan memantau rilis awal GDP AS kuartal pertama dan indeks harga PCE bulan April, yang jika lebih kuat dari perkiraan bisa sedikit membantu menahan pelemahan Dolar AS dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 0.8175 dan resistance terdekatnya di zona 0.8230.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
6:01am | GBP | BRC Shop Price Index y/y | -0.1% | -0.1% | -0.1% |
6:50am | JPY | SPPI y/y | 3.1% | 3.0% | 3.3% |
7:00am | JPY | BOJ Gov Ueda Speaks | - | - | - |
12:00pm | JPY | BOJ Core CPI y/y | - | 2.3% | 2.2% |
1:00pm | CHF | Trade Balance | - | 5.55B | 6.35B |
1:00pm | EUR | German GfK Consumer Climate | - | -19.9 | -20.6 |
1:45pm | EUR | French Prelim CPI m/m | - | 0.1% | 0.6% |
3:00pm | AUD | RBA Deputy Gov Hauser Speaks | - | - | - |
3:00pm | USD | FOMC Member Kashkari Speaks | - | - | - |
5:00pm | GBP | CBI Realized Sales | - | -18 | -8 |
7:30pm | USD | Core Durable Goods Orders m/m | - | -0.1% | -0.4% |
7:30pm | USD | Durable Goods Orders m/m | - | -7.6% | 7.5% |
8:00pm | USD | HPI m/m | - | 0.1% | 0.1% |
8:00pm | USD | S&P/CS Composite-20 HPI y/y | - | 4.5% | 4.5% |
9:00pm | USD | CB Consumer Confidence | - | 87.1 | 86 |
11:00pm | EUR | German Buba President Nagel Speaks | - | - | - |
11:20pm | CHF | SNB Chairman Schlegel Speaks | - | - | - |