Home
>
News
>
Publication
>
Turunnya Angka Pengangguran AS dan Pelonggaran Suku Bunga BoE, Jadi Faktor Utama Tertrkannya Mata Uang GBPUSD
Turunnya Angka Pengangguran AS dan Pelonggaran Suku Bunga BoE, Jadi Faktor Utama Tertrkannya Mata Uang GBPUSD
Friday, 09 May 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1224

-0.10%

GBPUSD

1.3242

-0.11%

AUDUSD

0.6399

-0.20%

NZDUSD

0.5904

-0.30%

USDJPY

145.61

0.39%

USDCHF

0.8316

0.10%

USDCAD

1.3919

0.09%

GOLDUD

3310.1

-0.57%

USD/IDR

16528

-0.24%

Fokus GBPUSD:

  1. Data ketenagakerjaan AS terbaru optimis.
  2. Suku BoE menjadi 4,25%

Jumat, 09 Mei 2025 – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.3225. Turunnya kinerja mata uang Poundsterling tertekan oleh penguatan yang terjadi pada mata uang USD. Dolar AS menunjukkan ketahanan yang solid di tengah sentimen pasar yang fluktuatif. Data ketenagakerjaan terbaru dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa klaim awal tunjangan pengangguran turun menjadi 228.000, lebih baik dari perkiraan dan level sebelumnya. Hal ini memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat untuk mendukung kebijakan suku bunga tinggi. Meskipun The Fed mempertahankan suku bunga di level 4,25%-4,50% seperti yang diantisipasi, pernyataan Ketua Jerome Powell menyoroti potensi risiko stagflasi akibat tekanan inflasi dan ketidakpastian tarif. Dengan ekspektasi pelonggaran yang kini ditunda, indeks Dolar AS (DXY) bertahan di sekitar 99.70 dan berpeluang menguat lebih lanjut jika inflasi tetap membandel atau data ekonomi terus menunjukkan ketahanan.

Di sisi Inggris, Bank of England memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%, keputusan yang sudah diperkirakan pasar. Namun, yang mengejutkan adalah perpecahan dalam hasil voting: lima anggota mendukung pemangkasan 25 bps, dua menginginkan pemangkasan agresif sebesar 50 bps, dan dua lainnya memilih mempertahankan suku bunga. Keputusan ini menandakan pendekatan BoE yang semakin berhati-hati dalam menghadapi tekanan inflasi yang mulai menurun, namun tetap waspada terhadap dampak perlambatan global. Pernyataan Gubernur Andrew Bailey juga menekankan bahwa kebijakan ke depan akan bersifat bertahap dan hati-hati, terlebih dengan ketidakpastian eksternal seperti potensi dampak tarif dari AS. Respons pasar pun sempat positif, mendorong penguatan GBP terhadap USD, meskipun penguatan tersebut cepat memudar.

Disisi lain, kabar positif dari rencana kesepakatan dagang antara Inggris dan AS membawa angin segar terhadap kinerja mata uang Poundsterling. Kesepakatan ini, yang diklaim oleh Presiden Trump sebagai pembuka “pasar besar” dan dipuji oleh PM Keir Starmer, menjadi katalis jangka pendek bagi GBP. Namun, euforia tersebut mulai mereda ketika pelaku pasar mencermati rincian kesepakatan dan potensi risiko lanjutan dari tarif AS yang tetap direncanakan berlaku pada Juli mendatang. Dengan fundamental yang mulai berimbang dan ketidakpastian yang tinggi dari sisi kebijakan moneter maupun perdagangan, GBPUSD berbalik arah dan kembali menghadapi tekanan turun. Outlook dalam waktu dekat menunjukkan dominasi Dolar AS masih akan menekan pergerakan Cable, apalagi jika data AS terus memperkuat narasi “higher for longer” dari The Fed.

Harga pada pasangan mata uang GBPUSD naik. Support terdekatnya di area 1.3177 dan resistance terdekatnya di zona 1.3310. Support lanjutan di zona 1.3125 dan dilanjutkan ke zona 1.3070. Resistance lanjutan di zona 1.3350 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3390.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.1208.  Pasangan mata uang Euro mengalami tekanan setelah penguatan Dolar AS menyusul pengumuman kesepakatan dagang awal antara AS dan Inggris. Kesepakatan ini mengurangi tarif AS atas mobil, baja, dan aluminium dari Inggris, sementara Inggris menurunkan tarif atas daging sapi dan etanol AS. Meskipun demikian, tarif global sebesar 10% tetap berlaku, dan ketegangan dagang antara AS dan Uni Eropa masih tinggi, dengan ancaman tarif tambahan dari Presiden Trump. Sementara itu, Federal Reserve mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%-4,50% dan menekankan pendekatan hati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan tarif. Ketua Fed Jerome Powell menegaskan bahwa bank sentral akan menunggu kejelasan lebih lanjut sebelum mengambil langkah kebijakan moneter berikutnya. Di sisi lain, European Central Bank (ECB) telah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali tahun ini, mencerminkan pelemahan inflasi di kawasan euro. ECB diperkirakan akan melanjutkan pelonggaran moneter, yang dapat menekan nilai euro lebih lanjut terhadap dolar AS. Investor juga mencermati potensi tindakan balasan dari Uni Eropa terhadap tarif AS, dengan Komisi Eropa mempertimbangkan langkah-langkah terhadap impor AS senilai hingga €95 miliar jika negosiasi dagang gagal. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar berhati-hati dalam mengambil posisi pada pasangan EURUSD, yang saat ini diperdagangkan dalam kisaran sempit sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dalam kebijakan perdagangan dan moneter. Support terdekatnya di zona 1.1159 dan resistance terdekatnya di zona 1.1327.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6391. Pasangan mata uang Aussie terus melanjutkan pelemahannya dan mencatat penurunan selama tiga sesi berturut-turut. Tekanan utama datang dari ketidakpastian dalam negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok, mengingat eratnya hubungan perdagangan antara Australia dan Tiongkok. Pernyataan dari Global Times yang mengutip Kedutaan Besar Tiongkok di AS menegaskan bahwa Beijing tidak berencana menurunkan tarif menjelang pertemuan bilateral akhir pekan ini di Swiss. Situasi ini memperkuat sentimen risk-off di pasar dan mendorong investor menjauhi mata uang berbasis komoditas seperti Aussie. Selain itu, rencana Tiongkok untuk melarang sistem pre-sale di sektor properti turut menambah kekhawatiran terhadap prospek permintaan global yang berdampak langsung pada ekspor Australia. Di sisi lain, Dolar AS (USD) tetap menguat seiring dengan naiknya ekspektasi bahwa suku bunga tinggi akan dipertahankan lebih lama. Indeks Dolar (DXY) bertahan di kisaran 100.60 setelah sebelumnya menyentuh 99.90, ditopang oleh data tenaga kerja AS yang solid dan pernyataan dari Ketua The Fed Jerome Powell bahwa risiko inflasi dan pengangguran kini meningkat akibat tarif impor yang lebih besar dari perkiraan. Meskipun Presiden Trump mengambil sikap keras terhadap Tiongkok, termasuk penunjukan utusan baru ke Beijing, pasar melihat kecil kemungkinan terobosan dalam pertemuan akhir pekan ini. Dengan latar belakang ini, AUDUSD tetap rentan terhadap tekanan jual lebih lanjut, terutama jika hasil pembicaraan AS-Tiongkok gagal membawa sinyal konkret pelonggaran kebijakan tarif. Support terdekatnya di zona 0.6355 dan resistance terdekatnya di zona 0.6445.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5884. Turunnya kinerja pasangan mata uang NZDUSD yang saat ini mencerminkan tekanan lanjutan terhadap Dolar Selandia Baru, meskipun sempat mencoba rebound setelah koreksi tajam lebih dari 1% di sesi sebelumnya. Pemulihan ini dibayangi oleh sentimen pasar yang rapuh, di tengah optimisme hati-hati terhadap potensi meredanya ketegangan dagang AS-Tiongkok menjelang pertemuan penting antara Menteri Keuangan AS dan pejabat ekonomi utama Tiongkok di Swiss. Dukungan tambahan sempat muncul dari Tiongkok mitra dagang utama Selandia Baru yang meluncurkan stimulus untuk mendorong pertumbuhan, namun belum cukup kuat membalikkan tren pelemahan. Sementara itu, Gubernur RBNZ Christian Hawkesby memperingatkan bahwa Selandia Baru masih rentan terhadap gangguan perdagangan global dan lemahnya data pasar tenaga kerja domestik. Di sisi lain, Dolar AS tetap tangguh dengan Indeks DXY bertahan di kisaran 99.70, didorong oleh pendekatan The Fed yang cenderung berhati-hati dalam menghadapi risiko inflasi dan pengangguran. Support terdekatnya di area 0.5847 dan resistance terdekatnya di zona 0.5941.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 145.80. Pasangan mata uang Yen terus menguat mencatat kenaikan sekitar 0,59% seiring penguatan Dolar AS pasca keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Sikap The Fed yang tetap hawkish, ditambah data ekonomi AS yang solid seperti penurunan klaim pengangguran mingguan menjadi 228.000, memperkuat daya tarik Dolar di tengah meningkatnya sentimen risiko global. Sinyal positif dari Presiden AS Donald Trump terkait terobosan perdagangan dengan Inggris juga turut mendongkrak sentimen pasar, meskipun masih ada kekhawatiran terkait kelanjutan tarif 10% atas barang-barang asal Inggris. Di sisi lain, Yen Jepang melemah setelah rilis risalah rapat Bank of Japan (BoJ) bulan Maret yang menunjukkan kekhawatiran anggota dewan terhadap risiko perlambatan ekonomi akibat kebijakan tarif AS. BoJ kembali mempertahankan suku bunga di pertemuan pekan lalu, dan Gubernur Ueda menyatakan ketidakpastian kebijakan dagang AS sangat tinggi dan berpotensi membebani ekonomi Jepang. Meskipun BoJ membuka kemungkinan kenaikan suku bunga di masa depan, mereka masih menanti kejelasan lebih lanjut mengenai dampak tarif serta data upah domestik, yang diperkirakan melambat menjadi 2,4% dari sebelumnya 2,7%. Perbedaan arah kebijakan moneter antara BoJ dan The Fed menjadi faktor utama penguatan USDJPY saat ini. Support terdekatnya di area 145.15 dan resistance terdekatnya di zona 146.50.

USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.3920. Pasangan mata uang USDCAD menunjukkan kenaikan yang didorong oleh momentum Dolar AS yang terus mendapatkan traksi sejak keputusan Federal Reserve mempertahankan suku bunga sambil tetap menyampaikan pandangan hawkish. Meskipun ada harapan terhadap perbaikan hubungan dagang AS-Kanada, yang dapat membatasi pelemahan lebih lanjut pada Loonie, perhatian pasar kini tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Kanada dan perkembangan harga minyak dalam jangka pendek. Di samping itu, pernyataan dari para pejabat FOMC dijadwalkan dalam waktu dekat, yang dapat menciptakan peluang volatilitas tambahan terhadap pasangan ini di tengah tren penguatan Dolar AS. Support terdekatnya di zona 1.3884 dan resistance terdekatnya di zona 1.3960.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.8329.  Mata uang Swiss terdorong menguat seiring penguatan yang terjadi pada Dolar AS yang didukung oleh data tenaga kerja yang kuat dan optimisme perdagangan, termasuk kesepakatan dagang baru antara AS dan Inggris. Di sisi lain, Franc Swiss melemah akibat sentimen pasar yang cenderung risk-on dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Swiss National Bank (SNB), yang bahkan membuka peluang suku bunga negatif jika diperlukan. Perbedaan arah kebijakan antara Federal Reserve yang tetap hawkish dan SNB yang cenderung dovish semakin memperkuat daya tarik USD terhadap CHF. Support terdekatnya di area 0.8283 dan resistance terdekatnya di zona 0.8380.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:01am

USD

30-y Bond Auction

4.82|2.3

-

4.81|2.4

6:30am

JPY

Average Cash Earnings y/y

2.1%

2.4%

2.7%

6:30am

JPY

Household Spending y/y

2.1%

0.2%

-0.5%

Tentative

CNY

Trade Balance

-

701B

737B

Tentative

CNY

USD-Denominated Trade Balance

-

97.0B

102.6B

12:00pm

JPY

Leading Indicators

-

107.4%

107.9%

2:00pm

CHF

SECO Consumer Climate

-

-34

-35

3:00pm

EUR

Italian Industrial Production m/m

-

0.4%

-0.9%

3:40pm

GBP

BOE Gov Bailey Speaks

-

-

-

4:55pm

USD

FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

5:45pm

USD

FOMC Member Kugler Speaks

-

-

-

6:15pm

GBP

MPC Member Pill Speaks

-

-

-

7:30pm

CAD

Employment Change

-

4.1K

-32.6K

7:30pm

CAD

Unemployment Rate

-

6.8%

6.7%

7:30pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

7:30pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

9:00pm

USD

FOMC Member Goolsbee Speaks

-

-

-

10:30pm

USD

FOMC Member Waller Speaks

-

-

-

10:30pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788