| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08470 | -0.05% |
GBPUSD | 1.29690 | -0.11% |
AUDUSD | 0.63050 | -0.17% |
NZDUSD | 0.57650 | -0.28% |
USDJPY | 148.580 | 0.41% |
USDCHF | 0.88040 | 0.24% |
USDCAD | 1.43140 | 0.10% |
GOLDUD | 3,045.050 | -0.29% |
COFU | 68.35 | 0.13% |
USD/IDR | 16,476 | -0.04% |
Jumat, 21 Maret 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini laju pergerakan harga minyak menguat mendekati level $70 per barel didukung oleh pengumuman rencana pemangkasan baru OPEC+, dan kembali memudarnya harapan gencatan senjata antara Rusia dengan Ukraina. Meski demikian, sinyal eskalasi tensi antara AS dengan China membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Aliansi OPEC+ pada hari Kamis mengumumkan jadwal baru bagi tujuh negara anggota untuk melakukan pemangkasan produksi minyak lebih lanjut sebagai kompensasi atas produksi di atas level yang disepakati. Pemangkasan yang rencananya akan mulai dijalankan bulan depan itu mewakili pemangkasan bulanan antara 189.000 barel per hari dan 435.000 barel per hari, dan dijadwalkan berlangsung hingga Juni 2026.
Dukungan positif lainnya datang dari serangan pesawat drone Ukraina yang telah menyebabkan kebakaran di depot minyak dekat desa Kavkazskaya di wilayah Krasnodar, Rusia selatan, pada hari Kamis. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan bahwa serangan itu merupakan tindakan provokasi dan pelanggaran terhadap gencatan senjata sementara yang diusulkan AS dan telah disetujui baik oleh Rusia maupun Ukraina. Depot tersebut digunakan untuk memasok minyak Rusia ke jaringan pipa yang menghubungkan Kazakhstan ke Laut Hitam.
Harapan gencatan senjata sementara antara Rusia dan Ukraina juga semakin meredup setelah pihak militer Ukraina mengutip laporan media yang melaporkan keberhasilan serangan pada Jumat pagi terhadap stasiun pompa dan pengukuran gas Sudzha di wilayah Kursk, Rusia barat. Stasiun itu menjadi satu-satunya lokasi yang harus dilalui gas Rusia dalam perjalanannya melalui Ukraina dan menuju Eropa, namun telah ditutup sejak Januari lalu pasca Ukraina menolak untuk memperpanjang perjanjian transit.
Sementara itu, Departemen Keuangan AS pada hari Kamis mengeluarkan sanksi baru terkait Iran, yang menargetkan entitas termasuk untuk pertama kalinya perusahaan kilang minyak independen China, dan kapal-kapal yang memasok minyak mentah ke pabrik-pabrik pengolahan tersebut. Di hari yang sama, juru bicara kedutaan besar China di Washington menegaskan bahwa China tidak mengakui sanksi sepihak dari AS yang dianggap ilegal dan tidak dapat dibenarkan. China merupakan importir terbesar minyak Iran, di mana kedua negara telah membangun sistem perdagangan yang sebagian besar menggunakan yuan China dan jaringan perantara, untuk menghindari dolar dan paparan regulator AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $66 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:05 | USA - Fed Williams Speech |
|
|
|