Home
>
News
>
Publication
>
Tertekannya Kinerja NZDUSD, Ditengah Indikator Inflasi Yang Melesat
Tertekannya Kinerja NZDUSD, Ditengah Indikator Inflasi Yang Melesat
Thursday, 23 January 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0414

-0.11%

GBPUSD

1.2321

-0.10%

AUDUSD

0.6281

-0.21%

NZDUSD

0.5671

-0.18%

USDJPY

156.23

0.19%

USDCHF

0.9057

0.08%

USDCAD

1.4379

0.12%

GOLDUD

2755.5

-0.15%

USD/IDR

16320

-0.37%

Fokus NZDUSD:

  1. Data Inflasi Selandia Baru
  2. Katalis seputar Trump

Kamis, 23 Januari 2025 - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5665. Performa pasangan mata uang NZDUSD mengalami pelemahan setelah rilis laporan inflasi Selandia Baru yang menunjukkan angka Inflasi tahunan yang tetap di level 2,2% pada Q4 2024. Data ini sedikit di atas ekspektasi pasar sebesar 2,1% tetapi tetap yang terendah sejak Maret 2021. Dengan inflasi yang terus menurun dan ekonomi yang masih lemah, pasar kini sepenuhnya memperhitungkan pemangkasan suku bunga oleh RBNZ pada pertemuan 19 Februari. Ada probabilitas 66% untuk pemangkasan 50 basis poin dan 33% untuk pemangkasan 25 basis poin. Jika inflasi terus menurun, RBNZ mungkin akan melakukan serangkaian pemangkasan lebih lanjut guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, ancaman tarif AS terhadap China juga menjadi faktor utama dalam pergerakan NZDUSD. Presiden AS Donald Trump berencana menerapkan tarif 10% terhadap barang impor China mulai 1 Februari, yang meningkatkan ketidakpastian perdagangan. Karena China adalah mitra dagang utama Selandia Baru, tarif ini berpotensi memberikan tekanan lebih lanjut pada NZD. Namun, stimulus ekonomi dari pemerintah China dan kebijakan Selandia Baru untuk melonggarkan regulasi investasi asing dapat membantu membatasi pelemahan mata uang Kiwi.

Investor kini menantikan data klaim pengangguran AS serta pidato Trump di World Economic Forum, yang bisa memberikan petunjuk lebih lanjut terkait kebijakan perdagangan dan pergerakan USD. Dengan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga RBNZ dan ketidakpastian global, NZDUSD tetap dalam tren bearish dalam jangka pendek.

Harga pada pasangan mata uang NZDUSD naik. Support terdekatnya di area 0.5615 dan resistance terdekatnya di zona 0.5687. Support lanjutan di zona 0.5580 dan dilanjutkan ke zona 0.5530. Resistance lanjutan di zona 0.5710 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.5760.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0400. Faktor utama yang mempengaruhi pelemahan mata uang ini adalah kebijakan tarif yang akan diterapkan oleh Presiden AS, Donald Trump. Trump berencana mengenakan tarif 25% terhadap Kanada dan Meksiko, serta tarif tambahan terhadap China dan Uni Eropa mulai 1 Februari. Ancaman tarif ini meningkatkan ketidakpastian pasar dan memperkuat Dolar AS, yang memberikan tekanan lebih lanjut pada Euro. Selain itu, perbedaan kebijakan moneter antara Bank Sentral Eropa (ECB) dan Federal Reserve (Fed) semakin terlihat, dengan ECB diperkirakan akan memangkas suku bunga hingga mendekati 2% pada akhir 2025, sementara Fed tetap mempertahankan suku bunga lebih tinggi. Hal ini berpotensi memperlebar kesenjangan kebijakan dan melemahkan Euro terhadap Dolar. Disisi lain, Para pelaku pasar menantikan pernyataan Presiden ECB Christine Lagarde terkait respons kebijakan terhadap potensi tarif AS. Sementara itu, indeks manajer pembelian (PMI) dari Eropa dan AS yang akan dirilis Jumat mendatang diharapkan memberikan indikasi lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi kedua kawasan. Namun, dengan ekspektasi pemotongan suku bunga oleh ECB yang semakin kuat dan ketidakpastian hubungan dagang AS-Uni Eropa, EURUSD tetap berada dalam tekanan. Support terdekatnya di zona 1.0342 dan resistance terdekatnya di zona 1.0460.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2307. Dolar AS tetap menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa kenaikan tarif universal masih dalam pertimbangan, meskipun belum siap diterapkan. Selain itu, data pasar tenaga kerja Inggris menunjukkan peningkatan tingkat pengangguran menjadi 4,4%, lebih tinggi dari perkiraan 4,3%, sementara jumlah gaji mengalami penurunan tajam sejak November 2020. Data ini memicu ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan segera memangkas suku bunga, dengan kemungkinan pemangkasan pertama sebesar 25 basis poin pada pertemuan 6 Februari. Pelemahan Poundsterling juga didorong oleh data ekonomi yang menunjukkan perlambatan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah dari ekspektasi. Pasar saat ini memperkirakan satu atau dua pemangkasan suku bunga tambahan setelah Februari. Sementara itu, investor akan mencermati laporan pinjaman sektor publik Inggris dan buletin triwulanan BoE untuk mendapatkan indikasi lebih lanjut terkait kebijakan moneter. Support terdekatnya di area 1.2232 dan resistance terdekatnya di zona 1.2369.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6270. Kinerja mata uang Aussie melemah seiring dengan meningkatnya ketidakpastian pasar terkait kebijakan tarif yang akan diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump. Meskipun tarif impor China yang diumumkan lebih rendah dari yang diperkirakan, ketegangan perdagangan tetap menjadi perhatian utama karena hubungan dagang yang erat antara Australia dan China. Selain itu, Dolar AS masih mempertahankan penguatannya di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga dalam kisaran 4,25%-4,50% pada pertemuan Januari. Data inflasi AS yang lebih tinggi dari ekspektasi juga mendorong spekulasi bahwa Fed mungkin hanya akan melakukan satu kali pemangkasan suku bunga tahun ini, yang semakin memperkuat Greenback terhadap mata uang lainnya. Dari sisi domestik, Dolar Australia semakin terbebani oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA). Dengan inflasi inti yang turun mendekati target 2%-3%, pasar mulai memperhitungkan kemungkinan pemangkasan suku bunga RBA pada pertemuan bulan depan. Support terdekatnya di zona 0.6235 dan resistance terdekatnya di zona 0.6300.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 156.50. penguatan kinerja mata uang ini diakibatkan oleh ekspektasi pasar terhadap perbedaan kebijakan antara Bank of Japan (BoJ) dan Federal Reserve (Fed). Data perdagangan Jepang menunjukkan surplus sebesar ¥130,9 miliar pada Desember, didorong oleh ekspor yang lebih kuat dari perkiraan, meskipun impor yang lebih lemah mencerminkan permintaan domestik yang masih lesu. Sementara itu, investor menunggu keputusan kebijakan BoJ pada Jumat ini, dengan probabilitas lebih dari 90% bahwa suku bunga akan dinaikkan dari 0,25% menjadi 0,50%, level tertinggi sejak krisis keuangan 2008. Langkah ini kontras dengan Fed, yang diperkirakan akan memangkas suku bunga setidaknya dua kali tahun ini, sehingga memperkuat posisi USD terhadap JPY. Support terdekatnya di area 156.17 dan resistance terdekatnya di zona 156.90

USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4395. Kinerja mata uang ini naik imbas penguatan Dolar AS didukung oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Bank of Canada (BoC) setelah data inflasi Kanada menunjukkan pelemahan. Inflasi tahunan Kanada turun menjadi 1,8% pada Desember dari 1,9% di bulan sebelumnya, sedikit di bawah ekspektasi pasar. Angka ini semakin membuka peluang bagi BoC untuk menurunkan suku bunga guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, pasar juga menantikan rilis data klaim pengangguran AS serta data S&P PMI AS untuk Januari pada Jumat, yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut terkait arah kebijakan moneter Federal Reserve (Fed). Support terdekatnya di zona 1.4356 dan resistance terdekatnya di zona 1.4435.

USDCHF- Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.9060. Penguatan Dolar AS didukung oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai rencana penerapan tarif terhadap Kanada, Meksiko, China, dan Uni Eropa mulai 1 Februari. Di sisi lain, Swiss Franc (CHF) mengalami tekanan setelah Ketua Swiss National Bank (SNB), Martin Schlegel, membuka kemungkinan penerapan suku bunga negatif jika diperlukan. Pernyataan ini mengkonfirmasi sikap dovish SNB di tengah inflasi yang masih dibawah target. Namun, CHF tetap mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe-haven akibat ketegangan geopolitik, termasuk konflik Rusia-Ukraina dan perkembangan terbaru dalam negosiasi gencatan senjata Israel-Hamas. Dengan perbedaan kebijakan moneter antara SNB dan Fed serta faktor risiko global, USD/CHF kemungkinan akan mempertahankan tren bullish dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 0.9030 dan resistance terdekatnya di zona 0.9105.

 



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:45am

NZD

Visitor Arrivals m/m

1.0%

-

0.0%

6:50am

JPY

Trade Balance

-0.03T

-0.51T

-0.39T

Day 4

All

WEF Annual Meetings

-

-

-

6:00pm

GBP

CBI Industrial Order Expectations

-

-35

-40

8:30pm

CAD

Core Retail Sales m/m

-

0.1%

0.1%

8:30pm

CAD

Retail Sales m/m

-

0.2%

0.6%

8:30pm

USD

Unemployment Claims

-

221K

217K

10:00pm

EUR

Consumer Confidence

-

-14

-15

10:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

-270B

-258B

11:00pm

USD

President Trump Speaks

-

-

-

11:00pm

USD

Crude Oil Inventories

-

-0.1M

-2.0M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788