| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08820 | 0.08% |
GBPUSD | 1.29530 | 0.12% |
AUDUSD | 0.63140 | 0.30% |
NZDUSD | 0.57160 | 0.44% |
USDJPY | 148.370 | -0.21% |
USDCHF | 0.88190 | -0.14% |
USDCAD | 1.43750 | -0.12% |
GOLDUD | 2,934.130 | 0.25% |
COFU | 67.69 | -0.21% |
USD/IDR | 16,439 | 0.05% |
Kamis, 13 Maret 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dibebani oleh sentimen dari sinyal memanasnya perang tarif yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global dan permintaan energi. Meski demikian, sinyal peningkatan tekanan terhadap Iran, dan komitmen Kazakhstan berpotensi mendorong harga kembali menguat.
Tensi perang dagang kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengancam akan mengenakan sanksi tambahan jika UE melanjutkan rencananya untuk memberlakukan tarif balasan terhadap beberapa barang AS senilai 26 miliar euro ($28 miliar) mulai bulan depan. Ancaman Trump tersebut dilontarkan tepat beberapa jam pasca tarif bea masuk 25% untuk semua impor baja dan aluminium AS mulai berlaku.
Turut membebani harga, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA menunjukkan stok minyak mentah naik sebesar 1,45 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 7 Maret, lebih rendah dari prediksi awal yang memperkirakan kenaikan sebesar 2 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan minyak yang sedang lesu di pasar energi AS.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada hari Rabu menolak mengadakan perundingan dengan AS mengenai kesepakatan nuklir. Menanggapi sikap Iran, Inggris pada hari Rabu memperingatkan sanksi terhadap Iran dapat diberlakukan kembali, jika diperlukan, untuk mencegahnya mendapatkan senjata nuklir saat Dewan Keamanan bersidang nanti. Berita tersebut memicu potensi tekanan lebih lanjut terhadap Iran, khususnya yang menargetkan sektor perminyakan, yang dapat memperketat pasokan minyak Iran ke pasar global.
Dukungan lainnya datang dari Kementerian Energi Kazakhstan yang pada hari Rabu menegaskan komitmen akan segera menyesuaikan produksi minyaknya agar kembali sejalan dengan kuota OPEC+. Komentar tersebut menyusul rilisnya laporan bulanan OPEC yang menunjukkan Kazakhstan telah memproduksi 1,767 juta bph pada bulan Februari, naik dari 1,570 juta bph pada bulan Januari. Kuota yang disepakati bersama untuk negara Asia Tengah itu adalah 1,468 juta bph.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $70 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $65 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - PPI MoM |
| 0.3% | 0.4% |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 225K | 221K |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1900K | 1897K |