| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1382 | -0.11% |
GBPUSD | 1.3531 | -0.17% |
AUDUSD | 0.6461 | -0.12% |
NZDUSD | 0.6006 | -0.28% |
USDJPY | 143.95 | 0.24% |
USDCHF | 0.8238 | 0.05% |
USDCAD | 1.3704 | 0.13% |
GOLDUD | 3346.5 | 0.78% |
USD/IDR | 16290 | 0.06% |
Fokus GBPUSD:
Rabu, 04 Juni 2025 - Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.3520. Pasangan mata uang bergerak melemah setelah sebelumnya menyentuh puncak 1.3560 pada awal pekan. Dolar AS (USD) mengalami penguatan moderat menyusul rilis data JOLTS yang lebih baik dari ekspektasi, dengan pembukaan lowongan kerja di AS naik menjadi 7,39 juta pada April. Data ini menandakan ketahanan pasar tenaga kerja AS, meskipun sentimen global masih dibayangi kekhawatiran terhadap dampak lanjutan dari rencana Presiden Trump untuk menggandakan tarif impor baja dan aluminium.
Di sisi lain, Pound Sterling (GBP) tertekan menyusul komentar dovish dari Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey dalam sidang laporan kebijakan moneter yang menyiratkan bahwa tren suku bunga masih mengarah turun. Bailey menekankan bahwa tekanan inflasi akibat tarif dinilai belum signifikan, dan BoE akan tetap berhati-hati dalam mengambil langkah selanjutnya. Ia juga menyebutkan ketidakpastian global menjadi penghambat utama bagi keputusan investasi bisnis di Inggris. Pernyataan ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa BoE kemungkinan akan menunda langkah pelonggaran lebih lanjut hingga prospek ekonomi menjadi lebih jelas. Selain itu, komentar dari anggota MPC lain seperti Sarah Breeden dan Swati Dhingra menunjukkan kecenderungan internal BoE yang terbagi, dengan beberapa mendukung pelonggaran yang lebih agresif sementara yang lain masih khawatir terhadap tekanan inflasi yang persisten.
Secara keseluruhan, tekanan terhadap GBPUSD dipicu oleh kombinasi penguatan teknikal USD dan ekspektasi pelonggaran suku bunga dari BoE. Meskipun demikian, pelemahan Sterling cenderung terbatas karena pasar masih menunggu kepastian dari data ekonomi selanjutnya, termasuk laporan Nonfarm Payrolls AS yang akan dirilis pada akhir pekan. Di sisi kebijakan, fokus pelaku pasar tetap tertuju pada arah kebijakan BoE yang sejauh ini cenderung hati-hati dan responsif terhadap data, serta dampak lanjutan dari kebijakan tarif AS yang berpotensi memicu perlambatan global lebih luas.
Harga pada pasangan mata uang GBPUSD naik. Support terdekatnya di area 1.3475 dan resistance terdekatnya di zona 1.3580. Support lanjutan di zona 1.3430 dan dilanjutkan ke zona 1.3390. Resistance lanjutan di zona 1.3610 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3650.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.1370. Pasangan mata uang Euro melemah seiring penguatan Dolar AS yang kembali mendapatkan dukungan dari data ketenagakerjaan AS (JOLTS) yang solid, serta ekspektasi pasar terhadap ketahanan pasar tenaga kerja. Dolar AS, yang sebelumnya tertekan oleh kebijakan tarif Presiden Trump dan kekhawatiran perlambatan ekonomi, kembali menguat setelah laporan JOLTS menunjukkan pembukaan lowongan kerja naik menjadi 7,39 juta pada April, mengalahkan ekspektasi pasar. Namun, penurunan pesanan pabrik sebesar 3,7% serta tekanan dari rencana Trump menggandakan tarif baja dan aluminium tetap menjadi beban tersendiri bagi sentimen Greenback dalam jangka menengah. Dari sisi Euro, penurunan pasangan ini juga dipicu oleh rilis data inflasi Zona Euro (HICP) bulan Mei yang turun di bawah target ECB, dengan headline inflasi hanya 1,9% dan core HICP turun menjadi 2,3% dari 2,7% sebelumnya. Data ini memperkuat ekspektasi bahwa European Central Bank akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan Kamis ini, yang secara teknikal dapat memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang Euro. Ke depan, pelaku pasar akan mencermati keputusan ECB, konferensi pers Christine Lagarde, serta data tenaga kerja AS seperti ADP dan Nonfarm Payrolls untuk menentukan arah pergerakan EURUSD lebih lanjut. Support terdekatnya di zona 1.1330 dan resistance terdekatnya di zona 1.1450.
AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6464. Dolar Australia (AUD) sempat menguat terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan Rabu pagi setelah mencatat kerugian lebih dari 0,5% di sesi sebelumnya. Namun, penguatan ini cenderung terbatas karena data ekonomi domestik Australia kurang menggembirakan. Data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I 2025 dari Biro Statistik Australia (ABS) menunjukkan pertumbuhan hanya 0,2% kuartalan, lebih rendah dari ekspektasi 0,4% dan turun dari 0,6% pada kuartal sebelumnya. Sementara itu, PMI Komposit dan Jasa Australia dari S&P Global juga melambat di bulan Mei, mencerminkan aktivitas bisnis yang tetap berkembang tetapi dengan laju paling lambat sepanjang tahun ini. Di sisi lain, pejabat RBA, Sarah Hunter, memperingatkan bahwa tarif baru AS dapat memperlambat ekonomi global, meskipun Australia masih dianggap cukup tangguh, terutama berkat ekspektasi stimulus fiskal dari Tiongkok. Sementara itu, tekanan terhadap Dolar AS muncul akibat meningkatnya ketidakpastian perdagangan dan ekspektasi perlambatan ekonomi. Data JOLTS menunjukkan pembukaan lowongan kerja AS naik menjadi 7,39 juta, melampaui ekspektasi 7,1 juta dan mendukung pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap kuat. Namun, penurunan data ISM Manufacturing PMI menjadi 48,5 pada Mei mempertegas pelemahan sektor manufaktur akibat ketegangan tarif yang terus memburuk. Ditambah lagi, rencana Presiden Trump untuk menggandakan tarif impor baja dan aluminium menjadi 50% efektif Rabu ini, menambah ketegangan geopolitik dan menekan prospek pertumbuhan global. Dengan latar belakang ini, meskipun AUDUSD sempat menguat karena pelemahan DXY, tekanan fundamental dari dalam negeri dan ketidakpastian global membuat arah pergerakannya tetap rentan terhadap koreksi jangka pendek. Support terdekatnya di zona 0.6415 dan resistance terdekatnya di zona 0.6500.
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.6001. Pasangan Dolar Kiwi melemah seiring menguatnya kembali permintaan terhadap Dolar AS (USD). Meskipun DXY secara umum masih dalam tren pelemahan akibat kekhawatiran pasar terhadap dampak kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump terhadap pertumbuhan ekonomi, data ketenagakerjaan yang kuat dari AS seperti laporan JOLTS yang menunjukkan pembukaan lapangan kerja meningkat menjadi 7,39 juta di April mendorong spekulasi bahwa kondisi pasar tenaga kerja masih solid. Hal ini memberikan sedikit dukungan terhadap USD dan menekan NZDUSD. Sementara itu, tekanan tambahan pada Dolar Selandia Baru (NZD) muncul dari sentimen global yang masih diliputi ketidakpastian, terutama terkait tensi dagang AS-Tiongkok. Meski Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan harapan akan segera adanya pertemuan antara Trump dan Xi Jinping, respons keras dari Kementerian Perdagangan China atas tuduhan pelanggaran perjanjian memperkeruh prospek pemulihan hubungan dagang. Dengan latar belakang tersebut, investor kini menanti data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang akan dirilis Jumat ini sebagai katalis utama pergerakan selanjutnya, di mana hasil di atas ekspektasi berpotensi memperkuat USD dan menekan NZDUSD lebih dalam. Support terdekatnya di area 0.5960 dan resistance terdekatnya di zona 0.6055.
USDJPY - Pasangan mata uang Yen naik ke zona 143.90. Pasangan USDJPY mencatatkan pemulihan sekitar 0,50% dari pelemahan hari sebelumnya. Meskipun Indeks Dolar AS (DXY) masih melemah karena kekhawatiran atas dampak tarif baru Presiden Trump terhadap pertumbuhan ekonomi AS, Yen Jepang (JPY) justru mengalami pelemahan seiring fokus pasar tertuju pada rilis data tenaga kerja AS, khususnya JOLTS Job Openings yang akan dirilis malam ini. Divergensi kebijakan moneter antara The Fed dan BoJ menjadi katalis utama bagi pergerakan USDJPY. The Fed tetap berada pada jalur suku bunga tinggi untuk menekan inflasi, namun tekanan untuk memulai pemangkasan suku bunga semakin besar karena perlambatan pasar tenaga kerja AS. Sebaliknya, Bank of Japan mulai mempertimbangkan untuk keluar dari kebijakan ultra-longgar mereka, dengan suku bunga acuan masih di level 0,5%. Jika data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan lebih lanjut, ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed bisa meningkat, memberikan dukungan tambahan bagi JPY. Namun dalam jangka pendek, sentimen risiko global dan perbedaan kebijakan yang lebar memberi dukungan bagi penguatan USDJPY, selama Dolar tidak mengalami koreksi tajam secara luas. Support terdekatnya di area 143.30 dan resistance terdekatnya di zona 144.85.
USDCAD - Mata uang Loonie naik ke zona 1.3722. Pasangan Loonie mengalami penguatan imbas menguatnya Dolar Kanada (CAD) yang didukung oleh kenaikan harga minyak mentah global. Harga minyak naik setelah OPEC+ mengumumkan tidak akan menambah produksi secara agresif untuk bulan Juli, mempertahankan kenaikan produksi di 411.000 barel per hari. Sebagai eksportir minyak terbesar ke AS, penguatan harga minyak memberikan sentimen positif bagi CAD. Di sisi lain, Dolar AS (USD) melemah menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak tarif baru dari pemerintahan Trump serta ekspektasi bahwa The Fed mungkin akan menurunkan suku bunga pada kuartal ketiga tahun ini. Sementara itu, investor tengah menantikan data tenaga kerja AS seperti laporan JOLTS Job Openings dan data Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis akhir pekan ini. Laporan JOLTS menunjukkan pembukaan lapangan kerja naik menjadi 7,39 juta pada April, lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Namun, ketidakpastian kebijakan perdagangan AS serta potensi perlambatan ekonomi tetap membayangi prospek jangka menengah Dolar AS. Fokus pasar juga tertuju pada keputusan suku bunga Bank of Canada (BoC) yang dijadwalkan hari ini, dengan ekspektasi bahwa BoC akan menahan suku bunga, mengingat stabilitas inflasi domestik dan ketidakpastian global. Support terdekatnya di zona 1.3695 dan resistance terdekatnya di zona 1.3745.
USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.8230. Penguatan mata uang Swiss terdorong oleh kinerja Dolar AS yang mendapat dorongan dari meredanya kekhawatiran pasar terhadap perang dagang, yang turut menekan permintaan terhadap aset safe haven seperti Franc Swiss. Di sisi lain, data inflasi Swiss menunjukkan penurunan ke tingkat deflasi tahunan sebesar -0,1% pada Mei, memicu ekspektasi bahwa Swiss National Bank (SNB) akan menurunkan suku bunga acuannya ke nol pada pertemuan bulan Juni. Sementara itu, data PMI Manufaktur AS yang melemah ke 48,3 serta ekspektasi penurunan pesanan pabrik dan laporan ketenagakerjaan JOLTS yang stabil menambah tekanan jangka pendek terhadap Dolar AS. Namun, selama ekspektasi penurunan suku bunga SNB tetap tinggi dan kekhawatiran global mereda, USDCHF masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatannya. Support terdekatnya di area 0.8210 dan resistance terdekatnya di zona 0.8260.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:00am | USD | FOMC Member Cook Speaks | - | - | - |
2:30am | USD | FOMC Member Logan Speaks | - | - | - |
3:30am | USD | API Weekly Statistical Bulletin | - | - | - |
8:30am | AUD | GDP q/q | 0.2% | 0.4% | 0.6% |
2:15pm | EUR | Spanish Services PMI | - | 52.8 | 53.4 |
2:45pm | EUR | Italian Services PMI | - | 52.1 | 52.9 |
2:50pm | EUR | French Final Services PMI | - | 47.4 | 47.4 |
2:55pm | EUR | German Final Services PMI | - | 47.2 | 47.2 |
3:00pm | EUR | Final Services PMI | - | 48.9 | 48.9 |
3:30pm | GBP | Final Services PMI | - | 50.2 | 50.2 |
7:15pm | USD | ADP Non-Farm Employment Change | - | 111K | 62K |
7:30pm | CAD | Labor Productivity q/q | - | 0.2% | 0.6% |
7:30pm | USD | FOMC Member Bostic Speaks | - | - | - |
7:30pm | USD | FOMC Member Cook Speaks | - | - | - |
8:45pm | CAD | BOC Rate Statement | - | - | - |
8:45pm | CAD | Overnight Rate | - | 2.8% | 2.8% |
8:45pm | USD | Final Services PMI | - | 52.3 | 52.3 |
9:00pm | USD | ISM Services PMI | - | 52 | 51.6 |
9:30pm | CAD | BOC Press Conference | - | - | - |
9:30pm | USD | Crude Oil Inventories | - | -2.9M | -2.8M |