Home
>
News
>
Publication
>
Tekanan Trump Terhadap UE Buat Minyak Kembali Menguat
Tekanan Trump Terhadap UE Buat Minyak Kembali Menguat
Tuesday, 08 April 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.09050

0.54%

GBPUSD

1.27150

0.50%

AUDUSD

0.59830

0.64%

NZDUSD

0.55320

0.70%

USDJPY

147.810

-0.28%

USDCHF

0.85970

-0.41%

USDCAD

1.42470

-0.50%

GOLDUD

2,982.09

0.59%

COFU

61.03

0.46%

USD/IDR

16,554

0.05%

Fokus Crude Oil:

  • Trump mengatakan fokus utamanya membuat Uni Eropa membeli energi AS, agar dapat mengurangi defisit $350 miliar dalam satu minggu.
  • China kecam rencana tambahan tarif lebih lanjut sebagai pemerasan, dan tegaskan akan berjuang sampai akhir.

***********************************************************

Selasa, 08 April 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bullish didukung oleh sentimen rencana fokus utama AS untuk membuat UE meningkatkan pembelian energi AS, dan laporan terbaru produksi OPEC yang menunjukkan penurunan.

Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengatakan bahwa menjual energi ke Uni Eropa akan menjadi fokus utama karena melalui penjualan tersebut akan dapat mengurangi defisit perdagangan dengan blok tersebut hingga sebesar $350 miliar dalam satu minggu. Berita tersebut mengindikasikan potensi peningkatan impor energi oleh Uni Eropa yang dipicu oleh tekanan dari Trump.

Dukungan lainnya datang dari produksi minyak OPEC bulan Maret yang turun sebesar 110.000 bph menjadi 26,63 juta bph, dengan penurunan terbesar berasal dari Nigeria, Iran, dan Venezuela, ungkap survei terbaru Reuters yang dirilis hari Senin. Output dari Nigeria, Iran, dan Venezuela masing-masing mengalami penurunan sebesar 50.000 bph, ungkap survei tersebut.

Sementara itu, perang dagang antara AS dengan China kembali meningkat lebih lanjut setelah Trump pada hari Senin mengancam akan menambahkan tarif 50% lagi pada impor China kecuali negara itu menarik ancamannya untuk menambahkan tarif 34% pada produk AS. Kementerian perdagangan China dalam sebuah pernyataan resmi mengatakan bahwa tambahan tarif lebih lanjut sebesar 50% adalah sebuah pemerasan karena akan membuat total pungutan baru naik hingga 104% tahun ini. Jika AS bersikeras untuk melakukan apa yang diinginkannya, China akan berjuang sampai akhir, tambahnya.

Turut membebani harga, Trump pada hari Senin mengumumkan bahwa AS dan Iran siap untuk memulai perundingan langsung mengenai program nuklir Teheran, tetapi menteri luar negeri Iran mengatakan bahwa perundingan di Oman akan bersifat tidak langsung. Berita tersebut mengindikasikan terobosan baru dalam memulai perundingan nuklir, yang juga berpotensi memicu pelonggaran sanksi AS terutama di sektor perminyakan Iran.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $64 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $59 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

17:00

USA - NFIB Business Optimism Index

 

101.3

100.7

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788