| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09050 | 0.54% |
GBPUSD | 1.27150 | 0.50% |
AUDUSD | 0.59830 | 0.64% |
NZDUSD | 0.55320 | 0.70% |
USDJPY | 147.810 | -0.28% |
USDCHF | 0.85970 | -0.41% |
USDCAD | 1.42470 | -0.50% |
GOLDUD | 2,982.09 | 0.59% |
COFU | 61.03 | 0.46% |
USD/IDR | 16,554 | 0.05% |
Selasa, 08 April 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bullish didukung oleh sentimen rencana fokus utama AS untuk membuat UE meningkatkan pembelian energi AS, dan laporan terbaru produksi OPEC yang menunjukkan penurunan.
Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengatakan bahwa menjual energi ke Uni Eropa akan menjadi fokus utama karena melalui penjualan tersebut akan dapat mengurangi defisit perdagangan dengan blok tersebut hingga sebesar $350 miliar dalam satu minggu. Berita tersebut mengindikasikan potensi peningkatan impor energi oleh Uni Eropa yang dipicu oleh tekanan dari Trump.
Dukungan lainnya datang dari produksi minyak OPEC bulan Maret yang turun sebesar 110.000 bph menjadi 26,63 juta bph, dengan penurunan terbesar berasal dari Nigeria, Iran, dan Venezuela, ungkap survei terbaru Reuters yang dirilis hari Senin. Output dari Nigeria, Iran, dan Venezuela masing-masing mengalami penurunan sebesar 50.000 bph, ungkap survei tersebut.
Sementara itu, perang dagang antara AS dengan China kembali meningkat lebih lanjut setelah Trump pada hari Senin mengancam akan menambahkan tarif 50% lagi pada impor China kecuali negara itu menarik ancamannya untuk menambahkan tarif 34% pada produk AS. Kementerian perdagangan China dalam sebuah pernyataan resmi mengatakan bahwa tambahan tarif lebih lanjut sebesar 50% adalah sebuah pemerasan karena akan membuat total pungutan baru naik hingga 104% tahun ini. Jika AS bersikeras untuk melakukan apa yang diinginkannya, China akan berjuang sampai akhir, tambahnya.
Turut membebani harga, Trump pada hari Senin mengumumkan bahwa AS dan Iran siap untuk memulai perundingan langsung mengenai program nuklir Teheran, tetapi menteri luar negeri Iran mengatakan bahwa perundingan di Oman akan bersifat tidak langsung. Berita tersebut mengindikasikan terobosan baru dalam memulai perundingan nuklir, yang juga berpotensi memicu pelonggaran sanksi AS terutama di sektor perminyakan Iran.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $64 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $59 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
17:00 | USA - NFIB Business Optimism Index |
| 101.3 | 100.7 |