Home
>
News
>
Publication
>
Tekanan Perang Tarif Trump Goyahkan Harga Minyak
Tekanan Perang Tarif Trump Goyahkan Harga Minyak
Tuesday, 11 February 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.03060

-0.09%

GBPUSD

1.23690

-0.13%

AUDUSD

0.62820

-0.30%

NZDUSD

0.56430

-0.28%

USDJPY

151.680

0.24%

USDCHF

0.90950

0.21%

USDCAD

1.43090

0.21%

GOLDUD

2,911.950

0.72%

COFU

72.49

-0.17%

USD/IDR

16,339

0.04%

Fokus Crude Oil:

  • Trump kenakan tarif baru atas impor baja dan aluminium sebesar 25% tanpa pengecualian ataupun pembebasan.
  • Hamas umumkan akan berhenti membebaskan sandera, pasukan militer Israel di Gaza diperintahkan bersiap siaga.

***********************************************************

Selasa, 11 Februari 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi melemah tertekan oleh sentimen dari perluasan target perang tarif Trump ke semua negara, yang berpotensi meredam pertumbuhan ekonomi global dan membebani permintaan energi. Meski demikian, kekhawatiran akan kembali mencuatnya konflik di Gaza membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengumumkan kenaikan tarif impor baja dan aluminium menjadi 25% dari tarif sebelumnya 10%, dan mencabut pengecualian terhadap kebijakan yang telah berlaku baik untuk negara tertentu, maupun terhadap kesepakatan tarif khusus yang telah disepakati sebelumnya. Trump juga memberlakukan standar Amerika Utara baru yang memperluas tarif hingga ke produk hilir yang menggunakan baja impor. Selain itu, Trump mengatakan akan mengumumkan tarif timbal balik yang lebih luas pada semua negara yang mengenakan bea masuk atas barang produksi AS dalam dua hari ke depan.

Masih dari AS, Trump pada hari Senin melontarkan ancaman terhadap Hamas untuk segera membebaskan semua sandera yang ditahan di Gaza paling lambat hari Sabtu siang, atau ia akan mengusulkan pembatalan gencatan senjata yang telah tercapai antara Israel dengan Hamas. Trump juga mengisyaratkan kemungkinan untuk menahan bantuan ke Yordania dan Mesir jika kedua negara tersebut tidak menerima pengungsi Palestina yang direlokasi dari Gaza.

Sementara itu, kesepakatan gencatan senjata Gaza yang telah tercapai saat ini berpotensi terancam dibatalkan pasca kelompok Hamas dan Israel saling tuduh telah melakukan pelanggaran kesepakatan. Hamas pada hari Senin mengumumkan akan berhenti membebaskan sandera Israel hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Menanggapi hal itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menginstruksikan pasukan militer Israel untuk berada pada tingkat kesiapan tertinggi di Gaza.

Untuk indikator yang dipantau dalam waktu dekat adalah laporan stok mingguan dari grup industri API yang akan dirilis pada pukul 4:30 sore ET pada hari Selasa. Laporan ini biasanya dijadikan gambaran awal untuk melihat arah permintaan di pasar energi AS sebelum rilisnya laporan resmi versi pemerintah pada hari Rabu.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

18:00

USA - NFIB Business Optimism Index

 

104.6

105.1

20:50

USA - Fed Hammack Speech

 

 

 

22:00

USA - Fed Chair Powell Testimony

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788