Home
>
News
>
Publication
>
Tekanan Kuat Pada Euro Imbas Pengumuman Kebijakan Tarif AS Terbaru
Tekanan Kuat Pada Euro Imbas Pengumuman Kebijakan Tarif AS Terbaru
Monday, 03 February 2025

INDIKATOR HARGA

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0267

-0.55%

GBPUSD

1.2321

-0.45%

AUDUSD

0.6161

-0.68%

NZDUSD

0.5581

-0.70%

USDJPY

154.81

0.57%

USDCHF

0.9134

0.36%

USDCAD

1.4677

0.48%

GOLDUD

2801.7

-0.70%

USD/IDR

16294

0.08%

Fokus EURUSD:

  1. Kebijakan tarif terbaru Donald Trump
  2. PDB Zona Euro stagnan

Senin, 03 Februari 2025 - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0267 di tengah kinerja pasangan mata uang Euro menunjukkan pelemahan signifikan dan mencapai titik terendah dalam tiga minggu terakhir. 

Hal ini disebabkan oleh penguatan Dolar AS (USD) setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru sebesar 25% terhadap Kanada dan Meksiko, serta 10% untuk Tiongkok. Selain itu, rencana tarif tambahan untuk barang-barang dari Uni Eropa turut memperburuk sentimen pasar terhadap Euro. Kondisi ini diperparah dengan sikap dovish Bank Sentral Eropa (ECB) yang baru saja memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dan membuka peluang untuk pemangkasan lebih lanjut di tahun ini.

Dari sisi fundamental, data ekonomi zona Euro tidak memberikan dukungan positif. Produk Domestik Bruto (PDB) zona Euro stagnan pada kuartal IV 2024, tidak menunjukkan pertumbuhan setelah ekspansi 0,4% di kuartal sebelumnya. Jerman, sebagai ekonomi terbesar di Eropa, mencatatkan penurunan Indeks Harga Konsumen (CPI) sebesar 0,2% secara bulanan, lebih lemah dari perkiraan pasar. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa ECB akan melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter untuk mengatasi perlambatan ekonomi dan inflasi yang melemah.

Sementara itu, Federal Reserve (Fed) AS tetap mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25%-4,50% dan menunjukkan sikap hati-hati terhadap perubahan kebijakan. Meskipun data PDB AS untuk kuartal IV 2024 sedikit di bawah ekspektasi, yakni tumbuh 2,3% secara tahunan, USD tetap mendapatkan dukungan dari sikap hawkish Fed dan ketidakpastian global akibat kebijakan perdagangan AS. Secara keseluruhan, kombinasi dari kebijakan moneter yang berbeda antara ECB dan Fed, ditambah sentimen risiko global, membuat tekanan terhadap EUR/USD berlanjut dengan kecenderungan bearish.

Harga pada pasangan mata uang EURUSD melemah. Support terdekatnya di zona 1.0212 dan resistance terdekatnya di zona 1.0273. Support lanjutan di zona 1.0180 dan dilanjutkan ke zona 1.0119. Resistance lanjutan di zona 1.0302 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.0363.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2321. Pasangan mata uang Poundsterling mencatatkan penurunan beruntun selama lima hari. Pelemahan ini didorong oleh penguatan Dolar AS (USD) setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru sebesar 25% untuk barang impor dari Kanada dan Meksiko, serta 10% untuk ekspor Tiongkok. Ketegangan perdagangan global semakin membebani sentimen pasar, sementara data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat prospek kebijakan moneter hawkish dari Federal Reserve (Fed). Indeks Harga PCE, indikator inflasi favorit Fed, naik 0,3% secara bulanan pada Desember, menunjukkan tekanan inflasi yang masih kuat. Di sisi lain, Pound Sterling (GBP) menghadapi tekanan tambahan karena ekspektasi pasar terhadap sikap dovish Bank of England (BoE) dalam pertemuan kebijakan mendatang. Investor mengantisipasi BoE akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,5% pada Februari, seiring dengan melambatnya inflasi di Inggris meskipun pertumbuhan upah tetap tinggi. Sentimen negatif terhadap GBP juga diperburuk oleh kekhawatiran terkait perlambatan ekonomi Inggris dan dampak anggaran pemerintah terbaru. Dengan latar belakang ini, GBP/USD diperkirakan tetap berada di bawah tekanan dalam waktu dekat, didorong oleh perbedaan prospek kebijakan moneter antara BoE dan The Fed. Support terdekatnya di area 1.2250 dan resistance terdekatnya di zona 1.2325.

AUDUSD – Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6161. Turunnya performa mata uang Aussie disebabkan oleh pengumuman Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif sebesar 25% terhadap barang impor dari Kanada dan Meksiko, serta 10% untuk barang dari Tiongkok. Kebijakan ini meningkatkan ketidakpastian perdagangan global, yang berdampak negatif pada Dolar Australia (AUD) karena hubungan dagang yang erat antara Australia dan Tiongkok. Selain itu, ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan memangkas suku bunga menjadi 4,10% pada 18 Februari semakin membebani AUD, dengan peluang pemangkasan suku bunga yang diperkirakan mencapai 90% menurut survei Bloomberg. Tekanan terhadap AUD semakin diperparah oleh data ekonomi yang mengecewakan. Penjualan ritel Australia turun 0,1% pada Desember, lebih baik dari perkiraan penurunan 0,7% tetapi tetap menunjukkan melemahnya konsumsi domestik. Di sisi lain, data Caixin Manufacturing PMI Tiongkok untuk Januari turun menjadi 50,1 dari 50,5 di Desember, di bawah ekspektasi pasar. Penurunan ini mencerminkan melambatnya pertumbuhan sektor manufaktur Tiongkok, yang berdampak negatif pada prospek ekspor Australia. Dengan kombinasi faktor eksternal dan domestik ini, AUD/USD tetap berada di bawah tekanan dengan kecenderungan bearish dalam waktu dekat. Support terdekatnya di zona 0.6086 dan resistance terdekatnya di zona 0.6164.

NZDUSD – Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5581. Tekanan terhadap Dolar Selandia Baru (NZD) dipicu oleh ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump terhadap Tiongkok, Kanada, dan Meksiko, yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi perang dagang. Karena Tiongkok merupakan mitra dagang utama Selandia Baru, sentimen negatif ini berdampak langsung pada NZD. Selain itu, keputusan Federal Reserve (Fed) AS untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap tinggi, dengan sinyal tidak akan segera memangkas suku bunga, semakin memperkuat Dolar AS (USD) dan memberikan tekanan tambahan pada NZDUSD. Dari sisi domestik, prospek ekonomi Selandia Baru juga memburuk setelah Kepala Ekonom Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), Paul Conway, mengungkapkan kekhawatiran terhadap produktivitas, investasi, dan perdagangan yang lemah. Ekspektasi pasar menunjukkan kemungkinan pemangkasan suku bunga RBNZ sebesar 50 basis poin menjadi 3,75% pada Februari, dengan potensi suku bunga turun hingga 3,00% dalam 12 bulan ke depan. Perbedaan arah kebijakan moneter antara RBNZ yang cenderung dovish dan Fed yang hawkish semakin memperlemah NZDUSD. Pasar merespon rilis data inflasi AS (PCE) yang naik 0,3% MoM pada Desember 2024 menjadi 2,6%. Hal ini dapat memperkuat dominasi USD dalam waktu dekat. Support terdekatnya di area 0.5508 dan resistance terdekatnya di zona 0.5582.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 154.81. Pasangan USDJPY menunjukkan penguatan tajam, didorong oleh sentimen pasar yang berpihak pada Dolar AS (USD) seiring meningkatnya ketidakpastian global. Faktor utama penguatan ini adalah ekspektasi kebijakan suku bunga yang tetap hawkish dari Federal Reserve (Fed), yang mempertahankan suku bunga acuan tetap tinggi untuk mengendalikan inflasi. Selain itu, rencana Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif sebesar 25% terhadap Kanada dan Meksiko mulai 1 Februari meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti USD, memperkuat posisinya terhadap Yen Jepang (JPY).

Di sisi lain, Yen Jepang terus melemah akibat kebijakan moneter ultra-longgar Bank of Japan (BoJ) yang kontras dengan sikap agresif Fed. BoJ tetap berkomitmen untuk mempertahankan suku bunga rendah demi mendorong pertumbuhan ekonomi domestik, sementara perbedaan suku bunga yang semakin melebar antara AS dan Jepang menjadi pendorong utama penguatan USDJPY. Dengan kombinasi faktor eksternal seperti risiko perang dagang dan perbedaan kebijakan moneter yang signifikan, pasangan ini diperkirakan akan tetap bullish dalam waktu dekat. Support terdekatnya di area 154.960 dan resistance terdekatnya di zona 156.076

USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4677. Pasangan USDCAD mengalami penguatan tajam, didorong oleh lonjakan Dolar AS (USD) akibat kekhawatiran pasar terhadap dampak kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Trump secara resmi menandatangani perintah untuk memberlakukan tarif sebesar 25% terhadap impor dari Kanada dan Meksiko, serta 10% untuk barang dari Tiongkok mulai Selasa. Langkah ini memicu respons cepat dari Kanada, Meksiko, dan Tiongkok yang berencana melakukan tindakan balasan. Ketegangan perdagangan ini meningkatkan permintaan terhadap USD sebagai aset safe haven, mendorong USDCAD ke level tertinggi dalam beberapa minggu terakhir.

Di sisi lain, Dolar Kanada (CAD) tertekan akibat data Produk Domestik Bruto (PDB) Kanada yang mengecewakan, mencatatkan kontraksi sebesar 0,2% pada November, menandai penurunan pertama tahun ini. Meskipun ada sedikit pemulihan dengan estimasi awal pertumbuhan 0,2% di Desember, kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi Kanada tetap kuat. Selain itu, perbedaan kebijakan suku bunga antara Bank of Canada (BoC) yang cenderung dovish dan Federal Reserve (Fed) yang hawkish semakin memperlebar selisih suku bunga, memberikan dukungan tambahan bagi penguatan USDCAD dalam jangka pendek. Support terdekatnya di zona 1.4680 dan resistance terdekatnya di zona 1.4802

USDCHF Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.9134. Kinerja mata uang Swiss menguat setelah Donald Trump mengeluarkan kebijakan tarif sebesar 25% terhadap impor dari Kanada dan Meksiko. Sementara itu, di Swiss, survei ekspektasi ZEW untuk Januari naik menjadi 17,7 dari -20 di bulan sebelumnya, menunjukkan perbaikan sentimen ekonomi yang bisa memberikan dukungan tambahan bagi Franc Swiss (CHF). Support terdekatnya di area 0.9139 dan resistance terdekatnya di zona 0.9181.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:50am

JPY

BOJ Summary of Opinions

-

-

-

7:00am

AUD

MI Inflation Gauge m/m

0.1%

-

0.6%

7:30am

AUD

Retail Sales m/m

-0.1%

-0.7%

0.7%

7:30am

AUD

ANZ Job Advertisements m/m

0.2%

-

0.3%

7:30am

AUD

Building Approvals m/m

0.7%

0.9%

-3.4%

7:30am

JPY

Final Manufacturing PMI

48.7

48.8

48.8

All Day

CNY

Bank Holiday

-

-

-

8:45am

CNY

Caixin Manufacturing PMI

50.1

50.6

50.5

12:30pm

AUD

Commodity Prices y/y

-

-

-10.7%

3:15pm

EUR

Spanish Manufacturing PMI

-

53.5

53.3

3:30pm

CHF

Manufacturing PMI

-

49

48.4

3:45pm

EUR

Italian Manufacturing PMI

-

46.8

46.2

3:50pm

EUR

French Final Manufacturing PMI

-

45.3

45.3

3:55pm

EUR

German Final Manufacturing PMI

-

44.1

44.1

4:00pm

EUR

Final Manufacturing PMI

-

46.1

46.1

4:30pm

GBP

Final Manufacturing PMI

-

48.2

48.2

5:00pm

EUR

Core CPI Flash Estimate y/y

-

2.6%

2.7%

5:00pm

EUR

CPI Flash Estimate y/y

-

2.4%

2.4%

5:00pm

EUR

Italian Prelim CPI m/m

-

0.4%

0.1%

All Day

All

OPEC-JMMC Meetings

-

-

-

9:30pm

CAD

Manufacturing PMI

-

-

52.2

9:45pm

USD

Final Manufacturing PMI

-

50.1

50.1

10:00pm

USD

ISM Manufacturing PMI

-

49.3

49.3

10:00pm

USD

ISM Manufacturing Prices

-

52.6

52.5

10:00pm

USD

Construction Spending m/m

-

0.3%

0.0%

All Day

USD

Wards Total Vehicle Sales

-

16.1M

16.8M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788