Home
>
News
>
Publication
>
Tekanan Inflasi AS dan Ketegangan Perang Dagang Seret Performa USDCAD Turun
Tekanan Inflasi AS dan Ketegangan Perang Dagang Seret Performa USDCAD Turun
Friday, 11 April 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1198

0.94%

GBPUSD

1.2966

0.32%

AUDUSD

0.6223

0.22%

NZDUSD

0.5736

0.70%

USDJPY

144.42

-0.55%

USDCHF

0.8235

-0.32%

USDCAD

1.3944

0.23%

GOLDUD

3179.8

1.03%

USD/IDR

16938

-0.84%

Fokus USDCAD:

  1. Rilis CPI AS
  2. Dampak perang tarif AS

Jumat. 11 April 2025 – Mata uang Loonie turun ke zona 1.3926. Performa pasangan mata uang ini terus melemah setelah data inflasi AS untuk bulan Maret menunjukkan pelemahan yang lebih besar dari ekspektasi pasar. Consumer Price Index (CPI) tahunan turun menjadi 2,4% dari sebelumnya 2,8%, sementara core CPI melambat menjadi 2,8% dari 3,1%. Hasil ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga pada Juni, dengan kemungkinan penurunan total hingga 100 basis poin pada akhir tahun. Sentimen terhadap Dolar AS juga ditekan oleh risalah FOMC yang menggarisbawahi dilema kebijakan antara inflasi yang tetap tinggi dan pertumbuhan yang melambat, serta kekhawatiran terhadap dampak lanjutan dari tarif global.

Sementara itu, Dolar Kanada menguat setelah investor mengurangi eksposur mereka terhadap pasar keuangan AS, khawatir bahwa perang dagang global yang diperluas oleh kebijakan tarif Presiden Trump akan mengganggu pertumbuhan ekonomi AS. Meskipun data PMI Kanada awal pekan ini menunjukkan penurunan ekspektasi aktivitas bisnis, investor tetap memandang Loonie lebih stabil dibandingkan Dolar AS dalam jangka pendek. Bank of Canada (BoC) diperkirakan akan menurunkan suku bunga dua kali tahun ini, lebih sedikit dari yang diperkirakan pasar terhadap The Fed, yang turut mendukung penguatan CAD.

Namun, harga minyak mentah WTI salah satu komoditas utama ekspor Kanada turun ke sekitar $59.30 per barel karena kekhawatiran permintaan global di tengah ketegangan dagang AS-China. Peningkatan tarif AS terhadap barang China hingga 145% memperbesar risiko perlambatan ekonomi global, termasuk permintaan energi. Di sisi lain, OPEC+ juga mengumumkan rencana peningkatan produksi sebesar 411.000 barel per hari mulai Mei, menambah tekanan suplai ke pasar. Penurunan harga minyak ini berpotensi membatasi penguatan Dolar Kanada dalam beberapa sesi mendatang.

Harga pada pasangan mata uang USDCAD turun. Support terdekatnya di zona 1.3888 dan resistance terdekatnya di zona 1.4056. Support lanjutan di zona 1.3835 dan dilanjutkan ke zona 1.3789. Resistance lanjutan di zona 1.4090 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.4130.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1317. Penguatan mata uang Euro ke level tertinggi selama 21 bulan mencerminkan perubahan signifikan pada keseimbangan risiko antara Euro dan Dolar AS. Dari Eropa, stabilitas politik menjadi katalis utama setelah partai konservatif Jerman di bawah Friedrich Merz mencapai kesepakatan koalisi dengan SPD. Ini dipandang pasar sebagai dorongan positif bagi prospek ekonomi Jerman dan zona euro secara umum. Uni Eropa juga menunjukkan sikap tegas terhadap kebijakan tarif AS, siap mengambil langkah balasan jika negosiasi gagal. Semua ini memperkuat daya tarik Euro di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Sementara itu, Dolar AS tertekan oleh data inflasi Maret yang jauh di bawah ekspektasi. Core CPI turun menjadi 2.8% YoY, mematahkan trend delapan bulan di atas 3%. Ini menambah tekanan bagi The Fed untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter, meskipun probabilitas pemangkasan suku bunga untuk Mei turun drastis menjadi 19,5%. Pasar kini lebih fokus pada peluang pelonggaran di bulan Juni. Kombinasi antara prospek kebijakan moneter AS yang lebih longgar dan perbaikan kondisi politik-ekonomi di Eropa memberikan dukungan kuat bagi reli EUR/SD yang saat ini menembus level tertinggi. Support terdekatnya di zona 1.1190 dan resistance terdekatnya di zona 1.1411.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3020. Kenaikan pasangan mata uang ini didorong oleh pelemahan Dolar AS setelah data inflasi AS menunjukkan penurunan tajam. Core CPI Maret turun ke 2.8% YoY, level terendah dalam empat tahun terakhir, sementara headline CPI turun ke 2.4%. Tekanan inflasi yang menurun memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan melonggarkan kebijakan moneternya dalam beberapa bulan ke depan. Ditambah lagi, keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menangguhkan tarif selama 90 hari terhadap sebagian besar negara kecuali China telah mengurangi ketegangan perdagangan global dan memicu aksi jual terhadap Dolar AS. Di sisi lain, meskipun ekonomi Inggris masih menunjukkan performa lemah dengan pertumbuhan bulanan yang diperkirakan hanya 0.1% untuk Februari, Sterling tetap mendapatkan dorongan dari ketidakpastian kebijakan moneter AS dan sikap hati-hati Bank of England (BoE). Pernyataan pejabat BoE menunjukkan bahwa dampak tarif AS terhadap inflasi Inggris masih belum jelas, tetapi tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi Inggris makin nyata. Kombinasi antara prospek pelonggaran moneter global dan tekanan inflasi AS yang mereda memberikan ruang bagi GBPUSD untuk terus menguat. Support terdekatnya di area 1.2920 dan resistance terdekatnya di zona 1.3096.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6254. Naiknya performa pasangan mata uang ini didorong oleh kombinasi pelemahan Dolar AS dan lonjakan ekspektasi inflasi di Australia. Data terbaru menunjukkan ekspektasi inflasi konsumen Australia naik ke 4,2% di bulan April dari 3,6% sebelumnya, mencerminkan kekhawatiran bahwa ketegangan perdagangan global dapat memicu tekanan harga domestik. Sementara itu, pasar juga memperkirakan Reserve Bank of Australia (RBA) akan mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter lebih agresif tahun ini, dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga hingga 100 basis poin mulai Mei. Meskipun prospek ekonomi Australia masih dibayangi oleh pelemahan permintaan dari China, pelemahan Dolar AS memberikan ruang bagi Aussie untuk bangkit. Dari sisi global, penurunan tajam inflasi AS turut menekan Greenback. CPI utama AS untuk Maret turun ke 2,4% YoY, sementara Core CPI melandai ke 2,8% keduanya di bawah ekspektasi pasar. Ditambah dengan sikap hati-hati dari The Fed yang mengisyaratkan tantangan besar akibat tekanan inflasi dan perlambatan pertumbuhan, Dolar AS terus melemah. Kegelisahan pasar juga meningkat setelah Presiden Trump mengkonfirmasi kenaikan tarif kumulatif terhadap barang China menjadi 145%, memperburuk ketegangan dagang dan menciptakan ketidakpastian ekonomi. Dalam kondisi ini, AUD mendapat dukungan sebagai alternatif mata uang risiko, sementara Dolar AS kehilangan daya tariknya. Support terdekatnya di zona 0.6190 dan resistance terdekatnya di zona 0.6294.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5790. Kinerja pasangan mata uang ini mencatat kenaikan dua hari berturut-turut di tengah pelemahan Dolar AS. Namun, penguatan Dolar New Zealand ini berpotensi terbatas setelah Menteri Keuangan Selandia Baru Nicola Willis menyatakan bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) masih memiliki ruang luas untuk memangkas suku bunga jika diperlukan. RBNZ baru saja menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke 3,50% pada Rabu, total penurunan 200 bps sejak Agustus 2024. Di sisi eksternal, ketegangan dagang yang kembali meningkat antara AS dan China turut menekan prospek ekonomi Selandia Baru yang sangat bergantung pada perdagangan dengan China. Kenaikan tarif AS hingga 125% terhadap produk China, serta balasan China dengan tarif 84% dan sanksi dagang terhadap perusahaan AS, menimbulkan kekhawatiran akan dampak negatif terhadap ekspor dan pertumbuhan Selandia Baru dalam jangka menengah. Support terdekatnya di area 0.5723 dan resistance terdekatnya di zona 0.5819.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 143.55. Pasangan USDJPY melemah signifikan pada sesi perdagangan hari ini, diperdagangkan di bawah level 144. Tekanan utama datang dari melemahnya Dolar AS akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap resesi global dan ketidakpastian arah kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Setelah pengumuman bahwa tarif terhadap impor China dinaikkan menjadi 125%, sementara sebagian negara lainnya mendapatkan penangguhan, pasar merespons dengan berpaling ke aset safe-haven seperti Yen Jepang. Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve juga meningkat tajam; peluang penurunan suku bunga di bulan Mei melonjak dari 14% menjadi 44% hanya dalam sepekan menurut CME FedWatch. Dari sisi Jepang, komentar Menteri Keuangan Shunichi Kato yang menekankan pentingnya stabilitas nilai tukar dan menentang volatilitas berlebihan turut memperkuat Yen. Selain itu, sikap Bank of Japan (BoJ) yang tetap lebih hawkish dibanding The Fed menciptakan divergensi kebijakan moneter yang mendukung penguatan JPY. Meskipun Jepang juga terancam dampak dari resesi global, posisinya sebagai mata uang safe haven membuat Yen tetap diburu investor di tengah meningkatnya ketegangan dagang dan pelemahan outlook ekonomi global. Saat ini, USDJPY diperdagangkan di sekitar 143.75, mencerminkan dominasi permintaan terhadap Yen. Support terdekatnya di area 142.48 dan resistance terdekatnya di zona 145.09.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8197. Pasangan mata uang Swiss melemah seiring Dolar AS tertekan akibat meningkatnya ketegangan dagang antara AS dan China. Meskipun Presiden Trump mengumumkan jeda tarif 90 hari untuk sebagian besar mitra dagang, ia justru menaikkan tarif terhadap impor China menjadi 125%, memicu kekhawatiran akan resesi global. Ketidakpastian ekonomi ini mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti Franc Swiss (CHF). Investor kini menanti data inflasi AS bulan Maret; jika hasilnya lebih tinggi dari ekspektasi, hal itu berpotensi mendukung penguatan Dolar dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 0.8100 dan resistance terdekatnya di zona 0.8307.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:01am

USD

30-y Bond Auction

4.81|2.4

-

4.62|2.4

1:00am

USD

Federal Budget Balance

-160.5B

-115.9B

-307.0B

5:30am

NZD

BusinessNZ Manufacturing Index

53.2

-

54.1

6:50am

JPY

M2 Money Stock y/y

0.8%

1.2%

1.2%

1:00pm

EUR

German Final CPI m/m

-

0.3%

0.3%

1:00pm

GBP

GDP m/m

-

0.1%

-0.1%

1:00pm

GBP

Construction Output m/m

-

0.2%

-0.2%

1:00pm

GBP

Goods Trade Balance

-

-17.3B

-17.8B

1:00pm

GBP

Index of Services 3m/3m

-

0.5%

0.4%

1:00pm

GBP

Industrial Production m/m

-

0.1%

-0.9%

1:00pm

GBP

Manufacturing Production m/m

-

0.2%

-1.1%

2:00pm

CHF

SECO Consumer Climate

-

-32

-34

Tentative

CNY

New Loans

-

3020B

1010B

Tentative

CNY

M2 Money Supply y/y

-

7.0%

7.0%

All Day

EUR

Eurogroup Meetings

-

-

-

Tentative

GBP

NIESR GDP Estimate

-

-

0.4%

7:30pm

USD

Core PPI m/m

-

0.3%

-0.1%

7:30pm

USD

PPI m/m

-

0.2%

0.0%

9:00pm

USD

Prelim UoM Consumer Sentiment

-

54

57

9:00pm

USD

Prelim UoM Inflation Expectations

-

-

5.0%

9:00pm

USD

FOMC Member Musalem Speaks

-

-

-

10:00pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788