Home
>
News
>
Publication
>
Tekanan Geopolitik dan Sikap The Fed Tahan Pergerakan EURUSD
Tekanan Geopolitik dan Sikap The Fed Tahan Pergerakan EURUSD
Wednesday, 18 March 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1539

-0.04%

GBPUSD

1.3356

-0.02%

AUDUSD

0.7104

0.13%

NZDUSD

0.5857

0.03%

USDJPY

158.98

0.07%

USDCHF

0.7840

0.20%

USDCAD

1.3690

0.04%

GOLDUD

5001.96

-0.06%

USD/IDR

16,985

-0.05%

Fokus:

  1. Bank Sentral Eropa diproyeksikan akan mempertahankan suku bunga deposit di angka 2,0% pada hari Kamis.
  2. Ekspektasi Kebijakan The Fed, Pasar menantikan keputusan suku bunga.


EURUSD
Rabu, 18 Maret 2026
– Pasangan mata uang ini dibuka di level 1.1539 dan bergerak terbatas di kisaran 1.1530 pada sesi Asia, setelah sempat menguat dalam dua hari sebelumnya. Pergerakan pasangan ini cenderung tertahan seiring stabilnya Dolar AS serta sikap hati-hati pelaku pasar menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan hari ini. Minimnya katalis baru membuat volatilitas relatif rendah di awal perdagangan.

Pasar secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%, menandai jeda kedua berturut-turut. Fokus utama investor tertuju pada pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, khususnya terkait dampak kenaikan harga energi terhadap prospek inflasi dan arah kebijakan selanjutnya. Sikap The Fed yang cenderung “wait and see” menjadi penahan bagi pergerakan agresif EUR/USD dalam jangka pendek.

Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat dan mendorong lonjakan harga minyak. Aksi militer serta ancaman terhadap jalur distribusi energi global seperti Selat Hormuz meningkatkan permintaan aset safe-haven, yang secara tidak langsung menopang Dolar AS. Kondisi ini menjadi faktor pembatas bagi penguatan Euro, meskipun tekanan terhadap inflasi global semakin meningkat.

Di sisi lain, Bank Sentral Eropa (ECB) juga berada dalam posisi yang kompleks. Meski sebelumnya pasar memperkirakan ECB akan menahan suku bunga hingga 2026, kenaikan harga energi membuka peluang pengetatan kebijakan lebih cepat, bahkan mulai dipertimbangkan pada pertengahan tahun. Pergeseran ekspektasi ini berpotensi memberikan dukungan bagi Euro, namun masih dibayangi ketidakpastian global. Saat ini support berada di level 1.1500 dan resistance berada di level 1.1580.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini dibuka di level 1.3356 dan bergerak menguat terbatas di kisaran 1.3360, melanjutkan kenaikan sekitar 0,3% pada sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi setelah pasangan sempat menemukan area support di kisaran 1.3250–1.3300 usai menyentuh level terendah tiga bulan di sekitar 1.3220. Meski demikian, tren secara keseluruhan masih berada dalam tekanan turun dari puncak akhir Januari, dengan pergerakan harga yang masih tertahan di bawah rata-rata pergerakan harian utama.

Sentimen pasar saat ini didominasi oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan lonjakan harga energi akibat konflik Iran. Di sisi lain, Bank of England juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di 3,75% dengan voting 7-2, seiring berkurangnya peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Fokus pelaku pasar tertuju pada proyeksi ekonomi The Fed serta data ketenagakerjaan Inggris, yang dapat memberikan arah lanjutan bagi pergerakan GBPUSD. Saat ini support berada di level 1.3300 dan resistance berada di level 1.3370.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini dibuka di level 0.7104 dan cenderung menguat setelah mendapat dorongan dari kebijakan hawkish Reserve Bank of Australia (RBA). Kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin ke level 4,10% menandai pengetatan kedua berturut-turut tahun ini, sekaligus memperkuat daya tarik Dolar Australia. Pernyataan Gubernur RBA Michele Bullock yang menyoroti tekanan inflasi, terutama dari kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah, turut memberikan sentimen positif bagi Aussie.

Di sisi lain, perhatian pasar kini tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Bank sentral AS diperkirakan akan menahan suku bunga, dengan pendekatan wait and see di tengah ketidakpastian geopolitik. Ekspektasi bahwa pemangkasan suku bunga AS akan tertunda hingga akhir tahun turut membatasi penguatan AUD/USD, meskipun bias jangka pendek masih cenderung positif didukung kebijakan RBA yang lebih agresif. Saat ini support berada di level 0.7075 dan resistance berada di level 0.7130.

NZDUSD - Pasangan mata uang dibuka di level 0.5857 dan bergerak terbatas di area pertengahan 0,5800 tanpa sinyal bullish yang kuat. Pergerakan harga masih tertahan di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang menjadi indikator teknikal penting, mencerminkan bias yang cenderung lemah. Pelaku pasar saat ini memilih menunggu kejelasan dari keputusan suku bunga FOMC sebelum mengambil posisi baru, sehingga volatilitas relatif terbatas.

Dolar AS cenderung bergerak konsolidatif setelah koreksi dari puncaknya, memberikan ruang bagi NZDUSD untuk bertahan. Namun, potensi penguatan USD tetap ada seiring ekspektasi bahwa kenaikan harga energi dapat mendorong inflasi dan menunda pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Di sisi lain, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut menopang permintaan safe-haven terhadap USD, yang berpotensi membatasi penguatan Kiwi dalam jangka pendek. Saat ini support berada di level 0.5820 dan resistance berada di level 0.5900.

USDJPY - Pasangan mata uang ini dibuka di level 158.98 dan pada sesi Asia terlihat mencoba melanjutkan penguatan. Pergerakan pasangan ini didukung oleh sikap hati-hati pasar menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed), yang secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di kisaran saat ini. Fokus utama investor tertuju pada proyeksi ekonomi terbaru serta pernyataan Ketua Jerome Powell, di mana perubahan kecil dalam ekspektasi pemangkasan suku bunga dapat mempengaruhi arah Dolar AS.

Di sisi lain, Bank of Japan (BoJ) juga diperkirakan akan menahan suku bunga di level rendah, dengan perhatian pada dampak kenaikan harga energi terhadap prospek ekonomi Jepang. Risiko geopolitik dan tekanan biaya energi berpotensi menahan langkah pengetatan lebih lanjut dari BoJ, sehingga menjaga perbedaan kebijakan moneter tetap lebar antara AS dan Jepang. Kondisi ini cenderung mendukung penguatan USD/JPY dalam jangka pendek. Saat ini support berada di level 158.20 dan resistance berada di level 159.50.

USDCHF - Pasangan mata uang ini dibuka di level 0.7840 dan bergerak cenderung menguat, didukung oleh penguatan Dolar AS. Ekspektasi pasar yang semakin menipis terhadap peluang pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat, di tengah tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi, menjadi pendorong utama. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%, mencerminkan pendekatan yang lebih hati-hati dalam menghadapi ketidakpastian global.

Di sisi lain, Franc Swiss masih memiliki daya tarik sebagai aset safe-haven di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Namun, potensi penguatannya cenderung terbatas karena Swiss National Bank (SNB) menunjukkan kesiapan untuk melakukan intervensi guna mencegah apresiasi berlebihan yang dapat memicu tekanan deflasi. Hal ini menjaga keseimbangan pergerakan USD/CHF meski bias jangka pendek masih condong menguat. Kombinasi kebijakan moneter yang relatif stabil dari kedua bank sentral serta faktor geopolitik global membuat pergerakan pasangan ini cenderung terbatas namun tetap dengan kecenderungan naik. Saat ini support berada di level 0.7800 dan resistance berada di level 0.7880.

USDCAD - Pasangan magta uang ini dibuka di level 1,3690 dan bergerak relatif stabil seiring sikap hati-hati pelaku pasar menjelang keputusan kebijakan dari Federal Reserve (The Fed) dan Bank of Canada (BoC). Pasar secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%, dengan fokus utama pada pernyataan Jerome Powell terkait dampak kenaikan harga energi terhadap inflasi dan arah kebijakan ke depan. Pendekatan wait and see dari The Fed membuat pergerakan pasangan ini cenderung terbatas.

Di sisi lain, BoC juga diperkirakan akan menahan suku bunga di level 2,25%, di tengah kombinasi inflasi yang masih bertahan dan perlambatan ekonomi domestik. Harga minyak yang sempat melemah memberikan tekanan pada Dolar Kanada, meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi kembali menopang harga energi. Kondisi ini menjaga USD/CAD tetap didukung, dengan bias pergerakan yang cenderung menguat dalam jangka pendek. Saat ini support berada di level 1.3640 dan resistance berada di level 1.3740.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:00am

EU

ECB President Lagarde Speaks

3:30am

US

API Weekly Crude Oil Stock

6.600M

-0.600M

-1.700M

10:20am

AU

RBA Chart Pack Release

5:00pm

EU

CPI (YoY) (Feb)

0.019

0.017

5:00pm

EU

Core CPI (YoY) (Feb)

0.024

0.022

5:00pm

EU

CPI (MoM) (Feb)

0.007

-0.006

5:00pm

EU

Core CPI (MoM) (Feb)

0.008

-0.011

6:00pm

US

Mortgage Refinance Index

1646.3

7:30pm

US

PPI (MoM) (Feb)

0.003

0.005

7:30pm

US

Core PPI (MoM) (Feb)

0.003

0.008

7:30pm

US

Core PPI (YoY) (Feb)

0.037

0.036

7:30pm

US

PPI (YoY) (Feb)

0.029

0.029

8:45pm

CA

BoC Interest Rate Decision

0.0225

0.0225

8:45pm

CA

BoC Rate Statement

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788