| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1722 | 0.15% |
GBPUSD | 1.3554 | 0.19% |
AUDUSD | 0.6655 | 0.21% |
NZDUSD | 0.5963 | 0.25% |
USDJPY | 147.48 | -0.24% |
USDCHF | 0.7966 | -0.28% |
USDCAD | 1.3848 | -0.14% |
GOLDUD | 3635.90 | 0.46% |
USD/IDR | 16433 | 0.23% |
Fokus USDJPY:
Jumat, 12 September 2025 - Yen Jepang dibuka di 147.48 dengan pelemahan 0.24%. Kinerja mata uang USDJPY tengah berada dalam fase pelemahan yang cukup signifikan karena tekanan fundamental dari kedua sisi mata uang. Dari Jepang, faktor politik menjadi sorotan utama setelah Perdana Menteri Shigeru Ishiba mengundurkan diri, yang menciptakan ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya. Ketidakpastian politik ini membuat pasar memperkirakan bahwa Bank of Japan (BoJ) bisa menunda atau memperlambat laju kenaikan suku bunga yang sebelumnya sudah diantisipasi. Padahal, data ekonomi domestik relatif mendukung skenario normalisasi kebijakan, dengan adanya revisi ke atas PDB kuartal II, kenaikan indeks harga produsen (PPI), pertumbuhan upah riil, serta konsumsi rumah tangga yang meningkat. Namun, faktor politik ini menekan keyakinan investor bahwa BoJ akan mengambil langkah agresif dalam jangka pendek, sehingga membatasi potensi apresiasi Yen meski fundamental domestik cukup positif.
Dari sisi Amerika Serikat, Dolar AS justru menghadapi tekanan besar setelah rilis data ekonomi terbaru. Data klaim pengangguran mingguan naik ke level tertinggi sejak Oktober 2021, ditambah dengan laporan Nonfarm Payrolls yang lemah, menguatkan ekspektasi pasar bahwa The Federal Reserve akan memulai siklus pemangkasan suku bunga pada bulan September ini. Menurut CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan 25 basis poin sudah dipricing penuh, bahkan potensi tambahan pemangkasan pada Oktober dan Desember juga meningkat. Data inflasi AS yang naik 2,9% YoY di bulan Agustus sebenarnya sempat memberikan argumen untuk tetap berhati-hati, namun pasar lebih fokus pada pelemahan tenaga kerja dan prospek perlambatan ekonomi. Akibatnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke posisi terendah lima bulan, sementara indeks Dolar AS melemah ke level terendah sejak akhir Juli. Faktor inilah yang menjadi katalis utama pelemahan USDJPY dalam beberapa sesi terakhir.
Ke depan, pergerakan USDJPY akan sangat dipengaruhi oleh kombinasi arah kebijakan moneter kedua bank sentral serta perkembangan politik Jepang. Dari sisi AS, rilis Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan dan ekspektasi inflasi akan menjadi fokus, mengingat data tersebut berpotensi memperkuat atau melemahkan keyakinan pasar terhadap skenario pemangkasan suku bunga lanjutan. Dari sisi Jepang, hasil pemilu 4 Oktober mendatang akan menentukan arah kebijakan BoJ, apakah tetap berani melanjutkan kenaikan suku bunga di tengah risiko politik atau memilih pendekatan yang lebih dovish. Jika Fed semakin dovish sementara BoJ tetap mempertahankan bias hawkish, USDJPY bisa bergerak turun menuju area 145. Namun, jika ketidakpastian politik Jepang semakin menekan BoJ dan sentimen konsumen AS keluar lebih kuat dari ekspektasi, rebound USDJPY ke arah 150 masih mungkin terjadi. Dengan demikian, volatilitas tetap tinggi dan para pelaku pasar harus mewaspadai setiap katalis fundamental yang muncul dari kedua belah pihak.
Harga pada pasangan mata uang USDJPY turun. Support terdekat berada di 147.10, dan resistance berada di 147.80. Support lanjutan di zona 146.80 dan dilanjutkan ke zona 146.50. Resistance lanjutan di zona 148.15 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 148.40.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1722 dengan penguatan 0.15%. Euro sempat menguat setelah keputusan ECB mempertahankan suku bunga pada level 2%, dengan sinyal kebijakan yang masih berbasis data dan tanpa komitmen jalur tertentu. Namun, penguatan ini cenderung terbatas karena outlook pertumbuhan kawasan Eropa masih direvisi turun, sementara proyeksi inflasi menunjukkan tekanan harga yang tetap persisten. Pernyataan Presiden ECB Lagarde yang menyebut proses disinflasi sudah selesai dan risiko pertumbuhan masih ke bawah membuat investor berhati-hati terhadap prospek Euro dalam jangka menengah. Dari sisi Amerika, data CPI yang naik sesuai ekspektasi tidak banyak mengubah sentimen pasar, namun data klaim pengangguran yang mencapai level tertinggi empat tahun memberi gambaran melemahnya pasar tenaga kerja. Hal ini memperkuat peluang pemotongan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan ke depan. Meski begitu, ketidakpastian seputar arah kebijakan ECB yang cenderung lebih hawkish dibanding Fed dapat membatasi upside EURUSD. Akibatnya, pasangan ini berpotensi mengalami pelemahan setelah sempat reli singkat pasca rilis data inflasi. Support terdekat berada di 1.1690, sementara resistance berada di 1.1750.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3554 dan menguat 0.19%. Poundsterling sempat menguat setelah rilis inflasi AS yang mixed, namun ekspektasi pasar masih mengarah pada pemangkasan suku bunga Fed pekan depan, yang sebenarnya mendukung Sterling. Meski begitu, kekuatan GBP masih dibayangi oleh outlook ekonomi Inggris yang rapuh, dengan data GDP diperkirakan stagnan setelah pertumbuhan di kuartal sebelumnya melambat. Bank of England diproyeksikan menahan suku bunga di 4% setelah beberapa kali melakukan pemangkasan sebelumnya, karena masih khawatir terhadap tekanan inflasi domestik. Perbedaan arah kebijakan ini, di mana Fed diperkirakan lebih agresif memangkas suku bunga sedangkan BoE lebih hati-hati, seharusnya memberi keuntungan bagi Pound dalam jangka pendek. Namun, prospek jangka menengah tetap rapuh mengingat Inggris masih terjebak dalam pertumbuhan rendah. Jika data ekonomi ke depan mengecewakan, GBPUSD bisa kembali tertekan meskipun saat ini mendapat dukungan dari pelemahan Dolar AS. Dengan demikian, tren pelemahan GBPUSD tetap terbuka, terutama bila pasar kembali fokus pada fundamental domestik Inggris yang lemah. Support terdekat berada di 1.3520, dan resistance berada di 1.3580.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6655 dengan kenaikan 0.21%. Aussie sempat mencetak level tertinggi 10 bulan didukung optimisme terhadap prospek ekonomi domestik dan ekspektasi bahwa RBA tidak akan memangkas suku bunga lebih lanjut. Inflasi konsumen di Australia yang naik ke 4,7% meningkatkan kekhawatiran tekanan harga, sehingga menahan langkah dovish RBA. Namun, di sisi lain, data inflasi AS yang lebih panas pada headline serta ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed memberi ruang volatilitas tambahan bagi AUDUSD. Meskipun ada faktor domestik yang menopang, AUD tetap rentan terhadap perkembangan eksternal, terutama data ekonomi China yang menunjukkan tekanan deflasi. China sebagai mitra dagang utama Australia memengaruhi outlook ekspor komoditas dan sentimen pasar terhadap Aussie. Dengan kondisi global yang masih penuh ketidakpastian serta rebound Dolar AS menjelang keputusan Fed, AUD/USD cenderung melemah setelah reli panjang. Tekanan bisa meningkat jika data inflasi dan pertumbuhan China terus memburuk, menambah beban bagi Aussie dalam waktu dekat. Support terdekat berada di 0.6625, sedangkan resistance berada di 0.6680.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5963 dan menguat 0.25%. Kiwi tertekan kembali setelah data CPI China menunjukkan deflasi lebih dalam, yang mencerminkan lemahnya permintaan domestik. Hal ini menekan outlook ekonomi New Zealand mengingat ketergantungan perdagangan dengan China. Dari sisi domestik, pernyataan RBNZ yang mengindikasikan potensi penurunan OCR hingga 2,50% di akhir tahun juga memberikan tekanan tambahan pada Kiwi, meskipun bank sentral menekankan sikap wait-and-see terhadap kondisi ekonomi. Di AS, meski data inflasi cenderung mendukung pemangkasan suku bunga Fed, penguatan Dolar akibat rebound dari level terendah membatasi upside Kiwi. Investor saat ini lebih berhati-hati menimbang arah kebijakan moneter global, sementara sentimen terhadap NZD sangat dipengaruhi oleh data eksternal terutama dari China. Akibatnya, NZDUSD berpotensi melanjutkan pelemahannya, dengan ruang upside yang semakin terbatas kecuali ada kejutan positif dari data domestik Selandia Baru. Support terdekat berada di 0.5935, sementara resistance berada di 0.5985.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7966 dan melemah 0.28%. USDCHF berhasil bertahan di atas area 0.7950 dan bahkan mendekati level psikologis 0.8000, meskipun Dolar AS masih menghadapi tekanan dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Inflasi AS yang naik sesuai ekspektasi tidak cukup kuat untuk menggoyahkan proyeksi pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga 25 bps pada 17 September, dengan peluang tambahan pemangkasan di bulan Oktober dan Desember. Meski begitu, rebound USD didukung oleh data PPI yang lebih lemah dari perkiraan serta koreksi teknikal pasca depresiasi tajam ke level terendah tujuh minggu. Faktor-faktor ini membantu USDCHF menjaga momentum pemulihan sementara. Di sisi lain, Franc Swiss melemah setelah komentar dovish dari Ketua SNB, Martin Schlegel, yang menegaskan bahwa bank sentral siap kembali menurunkan suku bunga jika kondisi mengharuskan, meskipun hambatan untuk kembali ke level negatif dianggap masih tinggi. Sentimen dovish SNB ini menekan daya tarik CHF sebagai aset safe haven, terutama ketika risk appetite global membaik. Dengan kondisi fundamental saat ini, peluang USDCHF untuk menembus dan bertahan di atas level 0.8000 cukup terbuka, khususnya bila data CPI AS kembali memberikan kejutan ke atas dan menahan ekspektasi easing Fed yang terlalu agresif. Support terdekat berada di 0.7940, sedangkan resistance berada di 0.7995.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3848 dengan koreksi -0.14%. Pasangan USDCAD terus bergerak menguat mendekati area 1.3840–1.3850 seiring dengan rebound Dolar AS setelah sempat tertekan oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Meski data inflasi AS menunjukkan kenaikan CPI ke 2,9% YoY dengan laju bulanan 0,4%, data tenaga kerja yang lemah — termasuk kenaikan klaim pengangguran awal ke level tertinggi sejak 2021 dan revisi penurunan NFP — semakin memperkuat peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan FOMC mendatang. Sentimen ini memberi dorongan bagi USDCAD untuk mempertahankan pijakan positifnya, meski ruang penguatan cenderung terbatas bila pasar semakin agresif memproyeksikan easing. Sementara itu, Dolar Kanada masih tertekan oleh prospek pemangkasan suku bunga Bank of Canada (BoC) setelah data ketenagakerjaan dan inflasi domestik melemah. Pasar saat ini menilai peluang sekitar 70% bahwa BoC akan menurunkan suku bunga pada pertemuan minggu depan, terutama jika CPI Kanada yang akan dirilis awal pekan depan kembali menunjukkan pelemahan. Ditambah lagi, harga minyak yang lesu sebagai komoditas utama ekspor Kanada juga membatasi kekuatan CAD. Kombinasi faktor ini menjadikan arah fundamental USDCAD masih condong menguat, dengan Dolar AS tetap lebih dominan dibandingkan CAD dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 1.3815, dan resistance berada di 1.3875.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:01am | USD | 30-y Bond Auction | 4.65|2.4 | - | 4.81|2.3 |
1:00am | USD | Federal Budget Balance | -344.8B | -305.7B | -291.1B |
5:30am | NZD | BusinessNZ Manufacturing Index | 49.9 | - | 52.8 |
10:40am | AUD | RBA Assist Gov Jones Speaks | - | - | - |
11:30am | JPY | Revised Industrial Production m/m | - | -1.60% | -1.60% |
1:00pm | EUR | German Final CPI m/m | - | 0.10% | 0.10% |
1:00pm | GBP | GDP m/m | - | 0.00% | 0.40% |
1:00pm | GBP | Construction Output m/m | - | -0.20% | 0.30% |
1:00pm | GBP | Goods Trade Balance | - | -21.6B | -22.2B |
1:00pm | GBP | Index of Services 3m/3m | - | 0.30% | 0.40% |
1:00pm | GBP | Industrial Production m/m | - | 0.00% | 0.70% |
1:00pm | GBP | Manufacturing Production m/m | - | 0.10% | 0.50% |
1:45pm | EUR | French Final CPI m/m | - | 0.40% | 0.40% |
3:00pm | EUR | Italian Quarterly Unemployment Rate | - | 6.10% | 6.10% |
Tentative | CNY | New Loans | - | 700B | -50B |
Tentative | CNY | M2 Money Supply y/y | - | 8.70% | 8.80% |
3:15pm | EUR | German Buba President Nagel Speaks | - | - | - |
3:30pm | GBP | Consumer Inflation Expectations | - | - | 3.20% |
7:30pm | CAD | Building Permits m/m | - | 3.70% | -9.00% |
7:30pm | CAD | Capacity Utilization Rate | - | 78.80% | 80.10% |
8:30pm | GBP | CB Leading Index m/m | - | - | -0.10% |
9:00pm | USD | Prelim UoM Consumer Sentiment | - | 58.2 | 58.2 |
9:00pm | USD | Prelim UoM Inflation Expectations | - | - | 4.80% |