Pair | Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1709 | 0.09% |
GBPUSD | 1.3488 | 0.12% |
AUDUSD | 0.6549 | 0.27% |
NZDUSD | 0.5889 | 0.20% |
USDJPY | 148.11 | -0.14% |
USDCHF | 0.7995 | -0.21% |
USDCAD | 1.3844 | -0.14% |
GOLDUD | 3584.9 | 0.19% |
USD/IDR | 16435 | 0.00% |
Fokus EURUSD:
Senin, 09 September 2025 – Pasangan Euro dibuka di 1.1709 dan menguat tipis 0.09%. Performa mata uang EURUSD kembali menguat setelah rilis data tenaga kerja AS (Nonfarm Payrolls/NFP) menegaskan perlambatan signifikan pada pasar kerja Amerika. Hanya tercatat tambahan 22 ribu pekerjaan pada Agustus, jauh di bawah ekspektasi 75 ribu, sementara angka pengangguran meningkat ke level 4,3% dari 4,2% bulan sebelumnya. Data ini diperparah dengan revisi ke bawah pada laporan bulan-bulan sebelumnya, yang memperlihatkan tren pelemahan tenaga kerja secara berkelanjutan. Kondisi ini semakin memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS sedang kehilangan momentum, terutama karena pasar tenaga kerja adalah indikator utama kesehatan ekonomi. Sebagai respon, imbal hasil obligasi pemerintah AS, khususnya tenor 2 tahun yang sensitif terhadap kebijakan moneter, jatuh tajam, mencerminkan peningkatan keyakinan pasar bahwa The Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada pertemuan FOMC 16-17 September mendatang. Bahkan, spekulasi mulai bergeser dari pemangkasan standar 25 basis poin ke arah kemungkinan pemangkasan lebih agresif 50 basis poin jika perlambatan ini terus berlanjut.
Dari sisi Eropa, meskipun data ekonomi tidak seluruhnya positif, Euro tetap mendapatkan dukungan relatif karena European Central Bank (ECB) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini. Inflasi kawasan Euro, yang diukur melalui HICP, masih stabil mendekati target 2%, sementara proyeksi pertumbuhan menunjukkan kondisi yang cukup berimbang tanpa tekanan besar terhadap kebijakan moneter. Retail Sales memang mengalami kontraksi, tetapi secara keseluruhan, tidak ada tanda bahwa ECB harus kembali melanjutkan siklus pelonggaran dalam waktu dekat. Pasar memandang bahwa perbedaan arah kebijakan moneter antara The Fed yang hampir pasti melonggarkan suku bunga dengan ECB yang cenderung menahan diri akan menjadi katalis utama bagi penguatan EUR/USD. Dengan demikian, kombinasi pelemahan fundamental USD akibat data tenaga kerja yang buruk serta stabilitas kebijakan ECB mendorong pasangan ini mampu bertahan di area 1.1700, bahkan sempat menguji 1.1750 sebagai level tertinggi dalam enam minggu terakhir.
Ke depan, arah EURUSD akan sangat bergantung pada data inflasi AS (CPI) yang akan dirilis menjelang keputusan suku bunga The Fed. Jika data inflasi menunjukkan tren disinflasi lebih lanjut, pasar akan semakin yakin bahwa Fed tidak hanya akan memangkas 25 basis poin, tetapi juga membuka peluang pemangkasan lebih besar pada bulan-bulan berikutnya. Hal ini tentu akan semakin menekan Dolar AS dan memperluas ruang penguatan bagi Euro. Namun, jika inflasi tetap tinggi, Fed mungkin lebih berhati-hati, sehingga bisa menahan laju pelemahan USD dalam jangka pendek. Meskipun begitu, dengan pasar tenaga kerja yang semakin rapuh dan ekspektasi pelonggaran moneter AS yang menguat, sentimen fundamental saat ini jelas berpihak pada Euro. Dengan kata lain, selama data Eropa tetap stabil dan The Fed dipaksa masuk ke siklus pemangkasan agresif, prospek EURUSD cenderung bullish dalam beberapa pekan ke depan.
Harga pada pasangan mata uang EURUSD naik. Support terdekat berada di 1.1680, sementara resistance berada di 1.1735. Support lanjutan di zona 1.1635 dan dilanjutkan ke zona 1.1605. Resistance lanjutan di zona 1.1770 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.1795.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3488 dan naik 0.12%. Poundsterling menguat terhadap Dolar AS setelah data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan signifikan. Nonfarm Payrolls hanya mencatatkan 22 ribu pekerjaan baru, jauh di bawah ekspektasi 75 ribu, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,3%. Data ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada September, bahkan membuka peluang pemangkasan tambahan hingga akhir tahun. Kondisi ini menekan imbal hasil obligasi AS dan mendorong arus keluar dari aset berbasis Dolar. Namun demikian, meski outlook USD cenderung lemah, Pound sendiri masih terbebani oleh faktor domestik. Ketidakpastian fiskal jelang rilis Autumn Budget di Inggris pada November berpotensi menahan laju kenaikan Pound. Bank of England juga masih berhati-hati dalam kebijakan moneternya karena inflasi yang persisten, sehingga pasar tetap waspada terhadap arah kebijakan suku bunga berikutnya. Hal ini menjadikan penguatan GBPUSD saat ini lebih banyak ditopang pelemahan USD ketimbang faktor fundamental Inggris, sehingga setiap koreksi masih mungkin terjadi. Support terdekat berada di 1.3460, dan resistance berada di 1.3520.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6549 dan menguat 0.27%. Aussie Dollar mendapat dorongan signifikan setelah data ketenagakerjaan AS yang lemah meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga The Fed. AUD/USD berhasil mencapai level tertinggi enam minggu di 0.6588. Pasar kini sepenuhnya memperkirakan pemangkasan 25 basis poin pada pertemuan Fed bulan ini, sementara peluang pemangkasan lebih besar tetap terbuka jika data inflasi berikutnya juga menunjukan tren disinflasi. Pelemahan USD menjadi motor utama reli AUD, diperkuat dengan sentimen risk-on di pasar global. Selain itu, faktor domestik Australia juga memberikan dukungan. Surplus neraca perdagangan yang solid serta pertumbuhan PDB kuartal II yang lebih tinggi dari ekspektasi meredam spekulasi pemangkasan suku bunga RBA lebih lanjut. Ditambah dengan inflasi Juli yang lebih tinggi dari perkiraan, pasar kini menilai RBA kemungkinan menahan suku bunga pada pertemuan mendatang. Di sisi eksternal, data positif dari Tiongkok, mitra dagang utama Australia, juga menambah sentimen bullish terhadap AUD. Hal ini membuat AUDUSD berpotensi mempertahankan tren kenaikannya dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 0.6520, sedangkan resistance berada di 0.6575.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5889 dengan penguatan 0.20%. Kiwi Dollar juga menguat terhadap Greenback seiring meningkatnya selera risiko pasar dan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed. Data ketenagakerjaan AS yang lemah semakin menekan USD, sementara investor memburu aset berisiko termasuk NZD. Pada saat yang sama, data positif dari Tiongkok, terutama PMI sektor jasa dan manufaktur yang lebih baik dari perkiraan, memberi dorongan tambahan mengingat eratnya hubungan perdagangan antara kedua negara. Meski demikian, secara fundamental, prospek Kiwi masih menghadapi tekanan dari kebijakan domestik. Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) sebelumnya telah memangkas suku bunga ke level terendah tiga tahun di 3% dan mengindikasikan kemungkinan pemangkasan lanjutan. Ekspektasi pasar bahkan memperkirakan dua kali pemangkasan lagi hingga OCR mencapai 2,50%. Artinya, meskipun NZDUSD saat ini terbantu oleh pelemahan USD, arah kebijakan RBNZ yang cenderung dovish tetap menjadi faktor pembatas bagi penguatan Kiwi dalam jangka menengah. Support terdekat berada di 0.5860, dan resistance berada di 0.5920.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 148.11 dan terkoreksi -0.14%. USDJPY sempat menguat ke area 148.30 dipicu oleh ketidakpastian politik di Jepang setelah PM Shigeru Ishiba mengumumkan pengunduran dirinya. Namun, pelemahan tajam Dolar AS pasca rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) yang jauh di bawah ekspektasi membuat pair ini berbalik melemah menuju 147.00. Data ketenagakerjaan AS yang hanya mencatatkan penambahan 22 ribu pekerjaan, jauh di bawah perkiraan 75 ribu, serta kenaikan tingkat pengangguran ke 4.3% menekan imbal hasil obligasi AS. Penurunan yield ini memperburuk tekanan terhadap USD, sehingga Yen mendapatkan dukungan meski kondisi politik dalam negeri Jepang sedang rapuh. Secara fundamental, arah USDJPY kini lebih ditentukan oleh dinamika Fed ketimbang faktor domestik Jepang. Pasar memperhitungkan peluang 100% untuk pemangkasan suku bunga The Fed bulan ini, dengan sebagian kecil bahkan memperkirakan pemangkasan hingga 50 bps. Ekspektasi ini membebani Dolar AS lebih lanjut dan berpotensi membuat USDJPY berada di tren turun dalam jangka pendek. Di sisi lain, investor tetap mencermati data GDP Jepang Q2 yang bisa menambah volatilitas. Namun secara keseluruhan, melemahnya USD pasca data tenaga kerja AS memberi ruang bagi JPY untuk mempertahankan momentum penguatan. Support terdekat berada di 147.80, sementara resistance berada di 148.40.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7995 dan melemah -0.21%. mata uang USDCHF turun tajam hingga menembus level psikologis, dipicu pelemahan luas Dolar AS setelah laporan NFP AS yang mengecewakan. Data yang menunjukkan penambahan pekerjaan jauh di bawah ekspektasi memperkuat keyakinan pasar bahwa Fed akan memangkas suku bunga dalam pertemuan mendatang. Futures bahkan mulai menilai adanya peluang pemangkasan 50 bps, sehingga USD mengalami tekanan besar di seluruh pasar. Penurunan yield obligasi AS juga memperburuk pelemahan USD, memberikan ruang bagi Swiss Franc untuk menguat secara signifikan. Di sisi domestik, data inflasi Swiss relatif stabil dengan CPI tahunan hanya 0,2%, namun faktor eksternal lebih dominan dalam menggerakkan USDCHF. Dengan prospek Fed yang semakin dovish, investor mencari aset safe haven, termasuk CHF, yang memperkuat mata uang tersebut terhadap USD. Jika data inflasi AS pekan depan kembali mengecewakan, pasar bisa memperkuat ekspektasi pemangkasan lebih agresif oleh Fed, sehingga menambah tekanan bearish bagi USDCHF. Untuk jangka pendek, tren pelemahan USD kemungkinan masih berlanjut dan CHF tetap menjadi salah satu mata uang dengan potensi penguatan stabil. Support terdekat berada di 0.7970, dan resistance berada di 0.8020.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3844 dan melemah -0.14%. kinerja mata uang USDCAD bergerak melemah setelah data tenaga kerja Kanada menunjukkan pelemahan signifikan. Ekonomi Kanada kehilangan 65,5 ribu pekerjaan di Agustus, jauh di bawah ekspektasi kenaikan 7,5 ribu, sementara tingkat pengangguran naik ke 7,1%. Data ini memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Canada (BoC) akan melakukan pemangkasan suku bunga pada pertemuan 17 September. Pelemahan di pasar tenaga kerja Kanada menekan CAD, namun pelemahan USD secara global akibat data NFP AS yang buruk membatasi penguatan USDCAD. Fundamental kedua negara kini sama-sama cenderung dovish, namun investor melihat pelemahan Kanada lebih dalam dibandingkan AS. Yield obligasi Kanada turun tajam seiring meningkatnya spekulasi pelonggaran BoC, menambah tekanan pada CAD. Meskipun begitu, outlook Dolar AS juga tertekan oleh prospek pemangkasan suku bunga Fed. Dalam kondisi ini, USDCAD berpotensi bergerak dalam range sempit, dengan CAD berusaha mendapat dukungan dari rebound harga komoditas, sementara USD tertekan oleh sentimen global yang mengantisipasi pelemahan ekonomi AS lebih lanjut. Support terdekat berada di 1.3810, dan resistance berada di 1.3875.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
6:50am | JPY | Bank Lending y/y | 3.6% | 3.2% | 3.2% |
6:50am | JPY | Current Account | 1.88T | 2.60T | 2.40T |
6:50am | JPY | Final GDP Price Index y/y | 3.0% | 3.0% | 3.0% |
6:50am | JPY | Final GDP q/q | 0.5% | 0.3% | 0.3% |
Tentative | CNY | Trade Balance | - | 750B | 710B |
Tentative | CNY | USD-Denominated Trade Balance | - | 99.4B | 98.2B |
12:00pm | JPY | Economy Watchers Sentiment | - | 45.6 | 45.2 |
1:00pm | EUR | German Industrial Production m/m | - | 1.1% | -1.9% |
1:00pm | EUR | German Trade Balance | - | 15.7B | 14.9B |
3:30pm | EUR | Sentix Investor Confidence | - | -2.2 | -3.7 |