| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.13490 | -0.30% |
GBPUSD | 1.31880 | -0.19% |
AUDUSD | 0.63250 | 0.71% |
NZDUSD | 0.58750 | 0.90% |
USDJPY | 143.000 | 0.41% |
USDCHF | 0.81360 | 0.54% |
USDCAD | 1.38680 | 0.28% |
GOLDUD | 3,212.600 | 0.42% |
COFU | 61.58 | 0.15% |
USD/IDR | 16,768 | 0.13% |
Selasa, 15 April 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat tipis dipicu oleh isyarat Trump untuk mempertimbangkan modifikasi tarif impor terhadap mobil, dan eskalasi memanasnya ketegangan geopolitik di Eropa timur. Meski demikian, proyeksi pesimis dari OPEC dan JP Morgan membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Dalam perkembangan terbaru perang tarif, Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengatakan sedang mempertimbangkan modifikasi tarif 25% yang dikenakan pada impor mobil dan suku cadang mobil asing dari Meksiko, Kanada, dan negara-negara lain. Komentar tersebut memicu harapan bahwa tarif mobil juga akan mengikuti keputusan AS sebelumnya terkait produk ponsel pintar dan barang elektronik lainnya yang diberikan pengecualian tarif sementara.
Dukungan lainnya datang dari Ukraina yang melancarkan serangan pesawat drone yang menargetkan kota Kursk, Rusia, dekat perbatasan Ukraina, ungkap pemerintah daerah Kursk pada hari Selasa. Serangan tersebut yang menyusul serangan rudal dan bom Rusia di kota Sumy, Ukraina, selama akhir pekan memicu kekhawatiran akan eskalasi ketegangan geopolitik di wilayah Eropa timur.
Sementara itu, dalam Laporan Pasar Minyak bulan April yang dirilis hari Senin, OPEC memproyeksikan permintaan minyak dunia akan naik sebesar 1,30 juta bph pada tahun 2025 dan sebesar 1,28 juta bph pada tahun 2026. Kedua perkiraan tersebut dipangkas turun sebesar 150.000 bph dari angka bulan lalu, sekaligus merupakan pemangkasan pertama kalinya sejak Desember. Selain itu, OPEC juga menurunkan perkiraannya untuk pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini dari 3,1% menjadi 3,0%, dan perkiraan tahun depan dari 3,2% menjadi 3,1%.
Selain OPEC, bank investasi terkemuka JP Morgan pada hari Senin memangkas proyeksi harga minyak karena permintaan yang melemah dan peningkatan pasokan dari aliansi OPEC+. Bank tersebut memangkas proyeksi harga WTI tahun 2025 menjadi $62 per barel dari $69 dan proyeksi tahun 2026 menjadi $53 dari $57. Permintaan minyak global diperkirakan akan meningkat sebesar 0,8 juta bph, dengan pertumbuhan rata-rata hanya 0,3 bph pada kuartal ketiga, tambahnya.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $64 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $59 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Export Prices MoM |
| 0.1% | 0.1% |
19:30 | USA - Import Prices MoM |
| 0% | 0.4% |
19:30 | USA - NY Empire State Manufacturing Index |
| -12.4 | -20 |