| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.02670 | -0.55% |
GBPUSD | 1.23210 | -0.45% |
AUDUSD | 0.61610 | -0.68% |
NZDUSD | 0.55810 | -0.70% |
USDJPY | 154.810 | 0.57% |
USDCHF | 0.91340 | 0.36% |
USDCAD | 1.46770 | 0.48% |
GOLDUD | 2,801.650 | -0.70% |
COFU | 74.14 | -0.69% |
USD/IDR | 16,294 | 0.08% |
Senin, 03 Februari 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau masih bergerak tertekan di bayangi oleh sentimen dari lesunya aktivitas pabrik di China, ancaman perang dagang baru dipicu tarif baru Trump, dan potensi tambahan pasokan minyak Kurdistan.
Aktivitas pabrik di China tumbuh lebih lambat pada bulan Januari atau turun ke 50,1 dari 50,5 pada bulan sebelumnya, yang sekaligus merupakan level terendah dalam empat bulan, ungkap survei terbaru PMI Caixin yang dirilis pada hari Senin. Pesanan baru di Januari untuk tujuan ekspor menurun untuk bulan kedua berturut-turut, mencerminkan tekanan di pasar pasca Presiden Trump pada hari Sabtu menjatuhkan tarif 10% untuk barang-barang dari China, tambah survei Caixin. Situasi ini terlihat dari para eksportir yang bergegas memuat kargo di pelabuhan utama China sebelum liburan Tahun Baru Imlek selama delapan hari dan sebelum tarif baru apa pun.
Turut membebani pergerakan harga, Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu memerintahkan tarif besar-besaran untuk barang-barang dari Meksiko, Kanada, dan China. Kanada dan Meksiko yang merupakan dua mitra dagang utama AS dikenai bea masuk sebesar 25%, sementara China dikenakan 10% di atas tarif saat ini. Selain itu, Trump juga menuntut mereka menghentikan aliran fentanil - dan imigran ilegal dalam kasus Kanada dan Meksiko - ke AS. Situasi ini menambah kekhawatiran akan berisiko memicu perang dagang baru yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi global.
Sentimen negatif lainnya, parlemen Irak pada hari Minggu menyetujui amandemen anggaran untuk mensubsidi biaya produksi bagi perusahaan minyak internasional yang beroperasi di wilayah semi-otonom Kurdistan, dengan tarif sebesar $16 per barel, naik dari proposal sebelumnya sebesar $7,9 per barel untuk biaya transportasi dan produksi. Hal itu mengindikasikan sebuah langkah yang bertujuan untuk membuka blokir ekspor minyak Kurdistan dan tambahan pasokan ke pasar minyak global.
Sementara itu, pasukan militer Israel melancarkan serangan yang meledakkan gedung-gedung di kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat yang diduduki pada hari Minggu dalam sebuah operasi yang menurut kantor berita negara Palestina telah menghancurkan sekitar 20 gedung. Serangan tersebut memicu kekhawatiran akan kembali membuat ketegangan di wilayah Timur Tengah tersebut kembali memanas.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $71 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:45 | USA - S&P Global Manufacturing PMI Final |
| 50.1 | 49.4 |
22:00 | USA - ISM Manufacturing PMI |
| 49.5 | 49.3 |