Home
>
News
>
Publication
>
Tarif Baru AS Mengancam Permintaan, Harga Minyak Bergerak Turun
Tarif Baru AS Mengancam Permintaan, Harga Minyak Bergerak Turun
Friday, 28 March 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0800

-0.10%

GBPUSD

1.2947

-0.06%

AUDUSD

0.6303

-0.24%

NZDUSD

0.5738

-0.35%

USDJPY

151.03

-0.23%

USDCHF

0.8808

0.18%

USDCAD

1.4304

0.08%

GOLDUD

3056.1

0.71%

COFU

69.91

-0.27%

USD/IDR

16561

-0.04%

Fokus Crude Oil:

  • Kebijakan tarif baru AS terhadap impor otomotif
  • Data stok minyak mentah AS yang turun lebih besar dari ekspektasi

***********************************************************

Jumat, 28 Maret 2025 – Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi, tertekan oleh sentimen meningkatnya ketidakpastian perdagangan akibat kebijakan tarif baru AS dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Meski demikian, penurunan stok minyak mentah AS dan potensi gangguan pasokan dari Venezuela masih berpeluang menahan pelemahan lebih lanjut.

Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengumumkan tarif baru sebesar 25% terhadap impor mobil dan truk ringan yang akan mulai berlaku minggu depan, serta tarif tambahan untuk suku cadang otomotif yang akan diterapkan pada 3 Mei. Kebijakan ini meningkatkan ketegangan perdagangan dan memperburuk kekhawatiran bahwa proteksionisme AS dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global, yang berpotensi menekan permintaan minyak mentah.

Selain itu, Trump juga memberlakukan tarif baru sebesar 25% terhadap calon pembeli minyak mentah Venezuela, yang berpotensi mengganggu distribusi pasokan global. Namun, langkah ini juga meningkatkan ketidakpastian di pasar, dengan beberapa importir utama seperti Reliance Industries India dikabarkan akan menghentikan pembelian minyak dari Venezuela.

Dari sisi data, laporan persediaan minyak mentah AS pada hari Rabu menunjukkan stok turun sebesar 3,3 juta barel dalam sepekan, jauh melebihi ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan 956.000 barel. Meskipun data ini mengindikasikan permintaan yang tetap kuat di pasar domestik AS, tekanan dari kebijakan tarif dan ketidakpastian makroekonomi masih membatasi potensi kenaikan harga.

Sementara itu, jumlah klaim tunjangan pengangguran awal di AS dilaporkan menurun minggu lalu, menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja. Namun, investor tetap waspada terhadap potensi dampak negatif dari kebijakan perdagangan AS terhadap permintaan minyak global, terutama setelah tarif tambahan diberlakukan pada negara-negara pembeli minyak dan gas dari Venezuela serta pembatasan lebih lanjut terhadap ekspor minyak Iran.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

3:30am

USA Fed Barkin Speaks

-

-

-

19:30pm

USA Personal Spending MoM

-

0.5%

-0.2%

19:30pm

USA Core PCE Price Index MoM

-

0.3%

0.3%

19:30pm

USA PCE Price Index MoM

-

0.3%

0.3%

19:30pm

USA Personal Income MoM

-

0.4%

0.9%

19:30pm

USA PCE Price Index YoY

-

2.5%

2.5%

21:00pm

USA Michigan Consumer Sentiment Final

-

57.9

64.7

23:15pm

USA Fed Barr Speech

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788