| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0800 | -0.10% |
GBPUSD | 1.2947 | -0.06% |
AUDUSD | 0.6303 | -0.24% |
NZDUSD | 0.5738 | -0.35% |
USDJPY | 151.03 | -0.23% |
USDCHF | 0.8808 | 0.18% |
USDCAD | 1.4304 | 0.08% |
GOLDUD | 3056.1 | 0.71% |
USD/IDR | 16561 | -0.04% |
Fokus GBPUSD:
Jumat, 28 Maret 2025 – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2947. Penurunan ini disebabkan meningkatnya ketidakpastian perdagangan antara Inggris dan Amerika Serikat. Pernyataan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang memperingatkan bahwa kebijakan tarif AS berpotensi melumpuhkan ekonomi Inggris semakin memperburuk sentimen terhadap Pound.
Starmer menegaskan bahwa pemerintah Inggris akan tetap berkomitmen untuk menentang pendekatan proteksionisme perdagangan yang diusung Presiden AS Donald Trump. Pernyataan ini sejalan dengan komentar serupa dari Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, yang mengkritik kebijakan tarif AS yang semakin memperumit hubungan dagang antara Washington dan sekutunya. Jika tarif yang lebih ketat diterapkan, maka sektor ekspor Inggris, termasuk industri otomotif dan manufaktur, dapat mengalami tekanan lebih lanjut, yang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dan membebani Pound dalam jangka pendek.
Dari sisi data makroekonomi, investor menantikan rilis PDB final Inggris untuk kuartal keempat serta data penjualan ritel pada hari Jumat. PDB Inggris diperkirakan akan tetap sesuai dengan perkiraan awal, tetapi angka Penjualan Ritel diperkirakan mengalami kontraksi pada Februari. Pelemahan dalam sektor konsumsi dapat semakin memperkuat spekulasi bahwa Bank of England (BoE) akan mempertimbangkan kebijakan yang lebih dovish yang pada gilirannya dapat semakin menekan GBPUSD.
Di sisi lain, dari AS, pasar tengah mengantisipasi rilis Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) inti, indikator inflasi utama yang diawasi oleh Federal Reserve. Inflasi PCE tahunan diperkirakan meningkat ke 2,7% YoY pada bulan Februari. Jika data inflasi lebih tinggi dari ekspektasi, hal ini dapat mengurangi spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat, sehingga memperkuat dolar AS dan semakin membebani pergerakan GBPUSD.
Harga pada pasangan mata uang GBPUSD turun. Support terdekatnya di area 1.2937 dan resistance terdekatnya di zona 1.2950. Support lanjutan di zona 1.2931 dan dilanjutkan ke zona 1.2918. Resistance lanjutan di zona 1.2957 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.2970.
EURUSD – Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0800. Mata uang ini tertekan oleh sentimen pasar yang masih didominasi oleh ketidakpastian terkait kebijakan tarif AS serta prospek ekonomi global yang semakin suram. Meskipun ketegangan perdagangan sedikit mereda pada hari Kamis setelah Presiden AS Donald Trump tidak mengeluarkan pernyataan baru terkait tarif, kekhawatiran tetap tinggi di kalangan investor. Data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan turut memberikan tekanan tambahan pada Euro. Produk Domestik Bruto (PDB) AS tumbuh 2,4% pada kuartal keempat 2024, melampaui estimasi sebelumnya sebesar 2,3%. Pertumbuhan ekonomi yang solid ini semakin memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga ketat lebih lama. Namun, Moody’s memperingatkan bahwa tarif perdagangan yang lebih tinggi dan kebijakan pemotongan pajak dapat secara signifikan memperburuk defisit fiskal AS, yang berpotensi menurunkan peringkat kredit negara tersebut. Defisit anggaran diperkirakan akan naik ke 7,3% dari PDB pada tahun 2025 tanpa penyesuaian kebijakan dan bahwa pembayaran bunga dapat menghabiskan 5,4% dari PDB pada tahun 2055. Di sisi lain, proyeksi jangka panjang dari Congressional Budget Office (CBO) menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS akan melambat ke 1,9% pada 2025. Pasar menantikan rilis Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) inti AS hari ini, yang merupakan indikator inflasi utama yang diawasi oleh Federal Reserve. Inflasi PCE tahunan diperkirakan akan meningkat ke 2,7% YoY pada Februari. Jika angka aktual lebih tinggi dari ekspektasi, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed bisa semakin berkurang, memberikan dukungan lebih lanjut bagi dolar AS dan memperpanjang tren pelemahan pada EUR/USD. Support terdekatnya di area 1.0787 dan resistance terdekatnya di zona 1.0802.
AUDUSD – Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6303. Pasangan ini tertekan oleh kombinasi ketidakpastian perdagangan global dan sentimen risk-off yang mendorong permintaan terhadap Dolar AS. Pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai penerapan tarif 25% pada impor mobil, yang akan mulai berlaku pada 2 April. Presiden Bank Fed Minneapolis Neel Kashkari, menegaskan bahwa The Fed tetap pada pendekatan wait and see, menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan ekonomi sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Dari sisi domestik, Dolar Australia mengalami kesulitan dalam mempertahankan momentum meskipun adanya janji Beijing untuk meningkatkan dukungan kebijakan moneter guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Ding Xuexiang, menegaskan bahwa pemerintah akan menerapkan kebijakan makroekonomi yang lebih proaktif dan efektif untuk memperluas permintaan domestik serta menstabilkan perdagangan dan investasi luar negeri. Sebagai negara yang sangat bergantung pada ekspor ke Tiongkok, kebijakan stimulus Beijing seharusnya menjadi katalis positif bagi AUD. Namun, ketidakpastian seputar efektivitas kebijakan tersebut serta prospek permintaan global yang melemah terus membebani prospek Aussie. Ke depan, pelaku pasar akan fokus pada rilis data ekonomi utama, termasuk Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) inti AS yang akan dirilis hari ini. Inflasi PCE tahunan diperkirakan meningkat ke 2,7% YoY pada bulan Februari. Support terdekatnya di area 0.6272 dan resistance terdekatnya di zona 0.6296.
NZDUSD – Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5738. Hal ini karena meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan perdagangan proteksionis Presiden AS, Donald Trump. Ancaman perang dagang yang semakin nyata. Pelaku pasar tetap waspada menjelang implementasi tarif timbal balik AS pada 2 April. Meskipun Trump menyatakan bahwa kebijakan tarif tambahan akan lebih lunak daripada timbal balik, ketidakpastian yang masih menyelimuti arah kebijakan dagang AS tetap menjadi faktor yang membebani mata uang berbasis risiko, termasuk NZD. Di sisi kebijakan moneter, investor mencermati data inflasi PCE AS untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed. Keputusan The Fed pekan lalu untuk mempertahankan suku bunga di level saat ini telah memberikan sedikit kejelasan, namun pasar masih menunggu sinyal lebih lanjut terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga di masa depan. Dari perspektif eksternal, potensi stimulus ekonomi dari Tiongkok dapat menjadi faktor penopang bagi Dolar Selandia Baru, mengingat hubungan dagang yang erat antara kedua negara. Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Ding Xuexiang, menegaskan komitmen pemerintah untuk menerapkan kebijakan makroekonomi yang lebih proaktif guna mendorong pertumbuhan, meningkatkan peran sektor swasta, serta menarik lebih banyak investasi asing. Jika langkah-langkah stimulus ini mampu meningkatkan prospek ekonomi Tiongkok, permintaan terhadap ekspor Selandia Baru, terutama di sektor komoditas dapat meningkat, sehingga memberikan dorongan bagi NZD. Support terdekatnya di area 0.5703 dan resistance terdekatnya di zona 0.5733.
USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 151.03. Yen mengalami tekanan meskipun ekspektasi pasar masih mengarah pada kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Bank of Japan (BoJ) tahun ini. Sentimen hawkish terhadap BoJ semakin diperkuat oleh prospek kenaikan upah yang lebih tinggi, setelah kelompok serikat pekerja terbesar di Jepang, Rengo, melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan sepakat untuk menaikkan gaji sebesar 5,4% tahun ini. Di sisi lain, Dolar AS menunjukkan performa beragam setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan penerapan tarif 25% pada impor mobil yang akan mulai berlaku pada 2 April. Keputusan ini memicu kekhawatiran akan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi global. Kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi akibat tarif impor, ditambah dengan potensi perlambatan ekonomi, telah membuat pejabat The Fed memilih untuk tetap berhati-hati. Presiden Bank Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari menegaskan bahwa bank sentral sebaiknya tetap berada di posisi saat ini untuk jangka waktu yang lama hingga mendapatkan kejelasan lebih lanjut. Menurut FedWatch CME, The Fed hampir pasti akan mempertahankan suku bunga dalam kisaran 4,25%-4,50% pada pertemuan kebijakan bulan Mei. Namun, probabilitas penurunan suku bunga pada bulan Juni meningkat hingga 66%, mencerminkan ekspektasi bahwa bank sentral mungkin mulai melonggarkan kebijakan jika kondisi ekonomi memburuk. Support terdekatnya di area 150.55 dan resistance terdekatnya di zona 151.06.
USDCHF – Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.8808. Kenaikan ini di tengah meningkatnya permintaan aset safe-haven akibat eskalasi perang dagang global dan ketegangan geopolitik yang masih berlanjut. Para investor juga mencermati rilis data Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) inti AS hari ini. Trump menyatakan pada hari Senin bahwa tarif 25% pada impor mobil akan segera berlaku, meskipun tidak semua tarif yang diusulkan akan diberlakukan pada 2 April. Selain itu, Trump juga mengumumkan tarif sekunder sebesar 25% pada negara mana pun yang membeli minyak atau gas dari Venezuela, yang dapat menambah ketegangan dalam perdagangan global. Trump mengisyaratkan bahwa kebijakan tarif yang akan diterapkan mungkin berbeda dari yang sebelumnya diumumkan. Sementara itu, Swiss National Bank (SNB) dalam buletin triwulannya pada hari Rabu menyoroti bahwa prospek ekonomi Swiss dan global menjadi semakin tidak pasti akibat meningkatnya risiko geopolitik dan ancaman tarif perdagangan yang diberlakukan oleh Trump. SNB juga mencatat bahwa CHF telah mengalami depresiasi terhadap Euro dan USD setelah pemangkasan suku bunga yang dilakukan pada bulan Desember. Bank sentral Swiss berkomitmen untuk tetap fleksibel dalam kebijakan moneternya dan siap menggunakan langkah-langkah tambahan jika diperlukan guna menstabilkan nilai tukar serta menjaga stabilitas ekonomi domestik. Support terdekatnya di area 0.8809 dan resistance terdekatnya di zona 0.8831.
USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4304. Kenaikan ini didorong oleh ketegangan perdagangan yang meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif 25% pada impor mobil. Langkah ini memperburuk prospek hubungan dagang antara AS dan mitra utamanya, terutama Kanada dan Uni Eropa, yang berpotensi memicu tindakan balasan dan meningkatkan risiko ketidakstabilan ekonomi global. Kanada, yang mengekspor sekitar 75% produknya ke AS, termasuk minyak dan kendaraan bermotor, diperkirakan akan terdampak secara signifikan oleh kebijakan ini. Di sisi lain, ketidakpastian seputar respons dari Kanada dan UE terhadap kebijakan ini juga dapat menambah volatilitas pada pasangan mata uang tersebut. Pasar menantikan rilis Indeks Harga Belanja Konsumsi Perorangan (PCE) AS yang dijadwalkan hari ini. Data ini menjadi indikator inflasi utama yang diawasi The Fed dan akan memberikan wawasan lebih lanjut terkait kebijakan moneter ke depan. PCE untuk bulan Februari diperkirakan tetap stabil di 0,3% MoM. Sementara itu, data terbaru dari Biro Analisis Ekonomi AS menunjukkan bahwa ekonomi AS tumbuh sebesar 2,4% secara tahunan pada kuartal keempat 2024, sedikit lebih baik dari perkiraan sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh lonjakan belanja konsumen di akhir tahun, namun prospek ke depan masih dibayangi oleh risiko perdagangan yang meningkat. Jika kebijakan tarif Trump mendorong inflasi dan menekan pertumbuhan ekonomi, hal ini dapat membebani dolar AS dalam jangka panjang dan memberikan dukungan bagi Loonie untuk menguat kembali. Support terdekatnya di area 1.4300 dan resistance terdekatnya di zona 1.4318.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
1:05am | EUR | ECB President Lagarde Speaks | - | - | - |
3:30am | USD | FOMC Member Barkin Speaks | - | - | - |
6:30am | JPY | Tokyo Core CPI y/y | 2.4% | 2.2% | 2.2% |
6:50am | JPY | BOJ Summary of Opinions | - | - | - |
2:00pm | EUR | German GfK Consumer Climate | - | -2260.0% | -2470.0% |
2:00pm | GBP | Retail Sales m/m | - | -0.003 | 0.017 |
2:00pm | GBP | Current Account | - | -16.7B | -18.1B |
2:00pm | GBP | Final GDP q/q | - | 0.1% | 0.1% |
2:00pm | GBP | Goods Trade Balance | - | -16.8B | -17.4B |
2:00pm | GBP | Revised Business Investment q/q | - | -3.2% | -3.2% |
28th-3rd | GBP | Nationwide HPI m/m | - | - | 0.4% |
2:45pm | EUR | French Consumer Spending m/m | - | 0.003 | -0.005 |
2:45pm | EUR | French Prelim CPI m/m | - | 0.003 | 0 |
3:00pm | CHF | KOF Economic Barometer | - | 102.5 | 101.7 |
3:00pm | EUR | Spanish Flash CPI y/y | - | 0.026 | 0.03 |
3:55pm | EUR | German Unemployment Change | - | 10K | 5K |
All Day | EUR | Italian 10-y Bond Auction | - | - | 3.55|1.6 |
7:30pm | CAD | GDP m/m | - | 0.003 | 0.002 |
7:30pm | USD | Core PCE Price Index m/m | - | 0.30% | 0.30% |
7:30pm | USD | Personal Income m/m | - | 0.004 | 0.009 |
7:30pm | USD | Personal Spending m/m | - | 0.005 | -0.002 |
8:00pm | EUR | German Buba President Nagel Speaks | - | - | - |
9:00pm | USD | Revised UoM Consumer Sentiment | - | 57.9 | 57.9 |
9:00pm | USD | Revised UoM Inflation Expectations | - | - | 0.049 |
11:15pm | USD | FOMC Member Barr Speaks | - | - | - |