Home
>
News
>
Publication
>
Tanggapan Teheran Dikecam Trump, Minyak Kembali Menguat
Tanggapan Teheran Dikecam Trump, Minyak Kembali Menguat
Monday, 11 May 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1752

0.10%

GBPUSD

1.3558

0.24%

AUDUSD

0.7223

0.07%

NZDUSD

0.5938

0.17%

USDJPY

156.61

0.27%

USDCHF

0.7781

0.05%

USDCAD

1.3686

0.01%

GOLDUD

4,687.43

0.15%

COFU

98.19

1.57%

USD/IDR

17,340

0.27%

Fokus Crude Oil:

  • Trump menolak keras tanggapan atas proposal perdamaian terbaru yang disampaikan perwakilan Iran melalui Pakistan.
  • Morgan Stanley peringatkan potensi mengetatnya pasokan secara tajam dan mendorong harga lebih tinggi akibat penutupan Hormuz.

************************************************************

Senin, 11 Mei 2026 - Pada pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bullish dipicu oleh sentimen dari isyarat meningkatnya kembali ketegangan di jalur Selat Hormuz pasca penolakan Trump terhadap tanggapan Iran. Selain itu, proyeksi terbaru dari Morgan Stanley, dan kenaikan harga OSP Irak turut mendukung harga.

Presiden Donald Trump menolak keras tanggapan terhadap proposal terbaru AS untuk mengakhiri perang yang disampaikan pada hari Minggu melalui mediator Pakistan. Dalam proposal terbarunya AS menuntut agar Teheran segera mengakhiri perang, membuka kembali selat, dan mengurangi program nuklir. Dari Iran, Presiden Masoud Pezeshkian pada hari Minggu menegaskan tidak akan pernah tunduk pada musuh, dan jika ada pembicaraan atau negosiasi, tidak berarti Teheran menyerah atau mundur.

Turut mendukung harga, Morgan Stanley memperingatkan bahwa pasar minyak global berada dalam perlombaan melawan waktu karena gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz dapat memperketat pasokan secara tajam dan mendorong harga minyak mentah lebih tinggi. Dalam skenario gangguan yang lebih lama di Selat Hormuz, bank tersebut memperkirakan harga minyak akan naik menjadi antara $130 dan $150 per barel.

Dukungan lainnya datang dari perusahaan pemasaran minyak milik negara Irak, SOMO, yang pada hari Minggu mengumumkan kenaikan harga jual resmi (OSP) untuk pengiriman minyak bulan Juni ke Asia menjadi $4,30 per barel. Selain itu, produsen OPEC tersebut menawarkan minyak untuk pemuatan bulan Mei dengan diskon sebesar $30 per barel dari OSP bulan Mei, dengan basis FOB di Terminal Minyak Basrah atau Single Point Moorings, yang keduanya terletak di dalam Selat Hormuz. Pengumuman Irak itu mengindikasikan tekanan yang meningkat terhadap ekspor minyak melalui jalur selat tersebut.

Sementara itu, Trump dijadwalkan akan bertemu secara langsung China pada hari Rabu hingga Jumat untuk membahas Iran, Taiwan, kecerdasan buatan, dan senjata nuklir, ungkap pernyataan resmi Beijing pada hari Senin.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $102 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $97 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - Existing Home Sales

 

4.05M

3.98M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788