| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1655 | -0.15% |
GBPUSD | 1.3416 | -0.15% |
AUDUSD | 0.6514 | 0.17% |
NZDUSD | 0.5743 | 0.16% |
USDJPY | 150.73 | 0.13% |
USDCHF | 0.7922 | 0.04% |
USDCAD | 1.4037 | 0.01% |
GOLDUD | 4,366.33 | 0.21% |
COFU | 56.95 | -0.32% |
USD/IDR | 16,580 | 0.00% |
Selasa, 21 Oktober 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak lesu terbebani oleh sentimen pasca rilisnya data ekonomi terbaru China yang suram, dan kembali menguatnya kesepakatan damai di Gaza. Meski demikian, komentar positif Trump dan gangguan pasokan Rusia akibat serangan Ukraina menjadi katalis yang berpotensi mendukung harga kembali bullish.
Harga rumah baru di China turun 0,4% secara bulanan pada bulan September, menyusul penurunan 0,3% pada bulan Agustus, yang sekaligus merupakan penurunan paling cepat dalam 11 bulan, ungkap data yang dirilis Biro Statistik Nasional pada hari Senin. Secara tahunan, harga turun 2,2% pada bulan September dibandingkan dengan penurunan 2,5% pada bulan Agustus. Pelemahan di sektor properti sekaligus mengindikasikan potensi hambatan pertumbuhan ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.
Turut membebani harga, AS kembali meningkatkan upaya diplomasi untuk memperkuat kembali kesepakatan damai Gaza yang terguncang. Utusan AS bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Senin dengan tujuan untuk mengendalikan Israel dan Hamas agar kesepakatan damai Gaza kembali ke jalurnya setelah ledakan kekerasan selama akhir pekan yang mengancam akan menggagalkan gencatan senjata yang telah berlangsung seminggu. Israel dan Hamas sama-sama berkomitmen kembali pada rencana yang telah disepakati.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ia berharap dapat mencapai kesepakatan perdagangan yang adil dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Komentar Trump tersebut meningkatkan harapan akan arah pertemuan kedua raksasa ekonomi dunia itu pada minggu depan di Korea Selatan.
Dukungan lainnya datang dari serangan drone Ukraina terhadap kilang gas Orenburg Rusia telah memaksa Kazakhstan untuk mengurangi produksi di ladang minyak dan gas Karachaganak sebesar 25% hingga 30%, kata dua sumber industri pada hari Senin. Diperkirakan produksi di Karachaganak pada hari Senin turun menjadi antara 25.000 metrik ton (sekitar 196.500 bph) dan 28.000 metrik ton dari level biasanya 35.000-35.500 metrik ton.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $59 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $54 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:00 | USA - Fed Waller Speech |
|
|
|