| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1439 | 0.13% |
GBPUSD | 1.3542 | 0.12% |
AUDUSD | 0.6477 | 0.34% |
NZDUSD | 0.6033 | 0.33% |
USDJPY | 142.65 | 0.42% |
USDCHF | 0.8183 | -0.32% |
USDCAD | 1.3712 | -0.07% |
GOLDUD | 3,384.60 | 0.23% |
COFU | 63.02 | -0.11% |
USD/IDR | 16,250 | 0.38% |
Selasa, 03 Juni 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari rilisnya data ekonomi China yang suram dan meredanya gangguan pasokan di ladang minyak Kirkuk. Meski demikian, kembali terhambatnya negosisasi nuklir Iran dan gangguan pasokan Kanada berpotensi mendorong harga kembali menguat.
Aktivitas pabrik di China pada bulan Mei menyusut untuk pertama kalinya dalam delapan bulan, ungkap survei sektor swasta yang dirilis pada hari Selasa. PMI manufaktur Caixin turun menjadi 48,3 pada bulan Mei dari 50,4 pada bulan April. Hasil tersebut sejalan dengan laporan PMI resmi China yang dirilis pada hari Sabtu lalu yang menunjukkan aktivitas pabrik turun untuk bulan kedua. Lesunya data ekonomi China memicu kekhawatiran akan turut berdampak pada melemahnya permintaan dari negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.
Turut membebani harga, kebakaran yang terjadi di jaringan pipa yang membawa gas dari ladang minyak Kirkuk di utara Irak ke pembangkit listrik berhasil diatasi, kata kementerian perminyakan Irak dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.
Sementara itu, Iran bersiap menyusun tanggapan untuk menolak proposal AS karena dianggap gagal menangani kepentingan Teheran atau melunakkan sikap Washington terhadap pengayaan uranium, kata seorang diplomat senior Iran pada hari Senin. Berita tersebut mengisyaratkan kembali terhambatnya potensi mencapai kesepakatan untuk mengakhiri sengketa nuklir, dan sekaligus memicu kekhawatiran akan ikut memperketat pasokan Iran akibat sanksi lanjutan dari AS.
Dukungan lainnya datang dari kebakaran hutan yang melanda Alberta, provinsi penghasil minyak Kanada, telah memengaruhi lebih dari 344.000 barel minyak per hari, atau sekitar 7% dari keseluruhan produksi minyak mentah negara itu, menurut perhitungan Reuters. Dua operator minyak Cenovus dan Canadian Natural Resources dilaporkan telah mengevakuasi pekerja dan menghentikan produksi.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $65 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $61 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:00 | USA - JOLTs Job Openings |
| 7.10M | 7.192M |
21:00 | USA - Factory Orders MoM |
| -3% | 3.4% |
21:10 | USA - RCM/TIPP Economic Optimism Index |
| 49.1 | 47.9 |