Home
>
News
>
Publication
>
Suku Bunga Tinggi dan Penguatan Dolar Tekan Harga Emas
Suku Bunga Tinggi dan Penguatan Dolar Tekan Harga Emas
Monday, 04 May 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1747

-0.20%

GBPUSD

1.3600

-0.15%

AUDUSD

0.7216

-0.14%

NZDUSD

0.5899

0.08%

USDJPY

156.75

0.19%

USDCHF

0.7820

-0.06%

USDCAD

1.3588

0.03%

GOLDUD

4625.35

-0.41%

USD/IDR

17,250

0.47%

Fokus Emas:

  1. Tekanan inflasi AS dan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama
  2. Ketidakpastian negosiasi AS–Iran dan dampaknya terhadap harga energi

Senin, 04 Mei 2026 – Harga emas dibuka melemah ke level US$4.625 per troy ons melanjutkan tekanan pada awal pekan seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi yang membayangi arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Sentimen pasar dipengaruhi oleh ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama, setelah sebelumnya memberikan sinyal hawkish dalam pertemuan terakhir. Tekanan inflasi tercermin dari data terbaru, di mana indeks PCE AS naik 0,7% MoM pada Maret. Kondisi ini mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi yang meningkatkan opportunity cost kepemilikan emas sebagai aset non-yielding.

Dari sisi geopolitik, pasar masih mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan kepastian. Pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait rencana pembebasan kapal di Selat Hormuz sebagai langkah kemanusiaan, serta laporan respons proposal melalui mediator Pakistan yang belum cukup memberikan kepastian arah konflik. Ketidakpastian ini menjaga harga energi tetap tinggi dan memperkuat risiko inflasi global. Sejumlah pejabat The Fed, termasuk Neel Kashkari dan Austan Goolsbee juga menegaskan bahwa konflik berkepanjangan berpotensi memperumit trade-off antara inflasi dan pertumbuhan, sehingga ruang pelonggaran kebijakan menjadi semakin terbatas.

Secara keseluruhan, pergerakan emas saat ini berada dalam tekanan kombinasi inflasi tinggi, suku bunga, dan penguatan dolar, meskipun permintaan safe haven masih memberikan penopang terbatas. Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi AS lanjutan seperti nonfarm payrolls, inflasi CPI, serta data aktivitas manufaktur dan jasa, yang akan menjadi katalis utama dalam membentuk ekspektasi kebijakan The Fed. Selain itu, dinamika geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi faktor kunci yang berpotensi memicu volatilitas harga emas dalam jangka pendek.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.562 hingga $4.511, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.662 hingga $4.711. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.411, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.811.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

9:00pm

USD

Factory Orders m/m

-

0.5%

0.0%

11:50pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788