| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0847 | -0.05% |
GBPUSD | 1.2969 | -0.11% |
AUDUSD | 0.6305 | -0.17% |
NZDUSD | 0.5765 | -0.28% |
USDJPY | 148.58 | 0.41% |
USDCHF | 0.8804 | 0.24% |
USDCAD | 1.4314 | 0.10% |
GOLDUD | 3045.1 | -0.29% |
USD/IDR | 16476 | -0.04% |
Fokus GBPUSD:
Jumat, 21 Maret 2025 – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2958. Penurunan kinerja Poundsterling dikaitkan dengan katalis penguatan yang terjadi pada kinerja mata uang USD. Dolar AS terus menguat setelah Federal Reserve (Fed) mempertahankan suku bunga di 4,25%-4,50% dan tetap pada proyeksi dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini. Meskipun pasar mulai memperhitungkan potensi pelonggaran moneter, pandangan hawkish Fed tetap mendukung dolar. Selain itu, data ekonomi AS yang relatif kuat, seperti klaim pengangguran awal yang tetap stabil di 223K dan tekanan inflasi yang masih tinggi, memperkuat posisi greenback. Ketidakpastian terkait kebijakan tarif Presiden Donald Trump juga menciptakan permintaan untuk aset safe-haven, yang turut menopang dolar AS dalam jangka pendek.
Disisi lain, Poundsterling melemah terhadap dolar AS setelah Bank of England (BoE) mempertahankan suku bunga di 4,5% dan memberikan sinyal bahwa kebijakan moneter akan mengikuti jalur penurunan secara bertahap. Keputusan ini tidak bulat, dengan satu anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC) mendukung pemangkasan suku bunga 25 basis poin. Sementara data ketenagakerjaan Inggris menunjukkan pertumbuhan upah tetap stabil di 5,9%, BoE mengkhawatirkan pelemahan ekonomi, terutama dengan meningkatnya kontribusi perusahaan terhadap asuransi nasional, yang dapat menekan pertumbuhan tenaga kerja dan konsumsi.
Dalam jangka pendek, prospek GBPUSD masih cenderung bearish, mengingat pasar mulai memperhitungkan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh BoE lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya. Dengan BoE yang tetap berhati-hati dalam pelonggaran kebijakan dan pasar tenaga kerja yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan, tekanan pada pound bisa berlanjut. Sementara itu, ketidakpastian global dan potensi perlambatan ekonomi Inggris dapat semakin menekan GBP terhadap dolar AS, terutama jika data ekonomi Inggris yang akan datang menunjukkan pelemahan lebih lanjut.
Harga pada pasangan mata uang GBPUSD naik. Support terdekatnya di area 1.2913 dan resistance terdekatnya di zona 1.3002. Support lanjutan di zona 1.2880 dan dilanjutkan ke zona 1.2850. Resistance lanjutan di zona 1.3040 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3090.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0848. Turunnya pasangan mata uang ini ditekan oleh penguatan dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY) mendekati level 104, didorong oleh sikap Federal Reserve (Fed) yang menegaskan tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga meskipun ada ketidakpastian terkait kebijakan tarif Presiden Donald Trump. Ketua Fed Jerome Powell menegaskan bahwa suku bunga tetap pada kisaran 4,25%-4,50% dan diproyeksikan akan dipangkas dua kali tahun ini. Sementara itu, peringatan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde mengenai potensi risiko ekonomi Zona Euro akibat tarif AS menekan euro lebih lanjut, dengan proyeksi pertumbuhan berkurang hingga 0,5% jika terjadi aksi balasan dari Uni Eropa. Tekanan terhadap EURUSD berlanjut setelah data ekonomi AS menunjukkan klaim pengangguran awal sebesar 223 ribu, sesuai ekspektasi. Sementara itu, pasar obligasi AS menguat seiring perlambatan kebijakan pengetatan kuantitatif oleh Fed. Dari sisi Eropa, kebijakan fiskal Jerman yang lebih ekspansif diharapkan dapat mengimbangi dampak negatif dari ketegangan perdagangan dengan AS. Pelaku pasar kini menanti sinyal lebih lanjut dari ECB dan perkembangan kebijakan tarif AS untuk menentukan arah selanjutnya dari pasangan mata uang ini. Support terdekatnya di zona 1.0805 dan resistance terdekatnya di zona 1.0900.
AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6269. Kinerja Dollar Aussie melemah untuk hari kedua berturut-turut, tertekan oleh penguatan dolar AS yang didukung oleh permintaan aset safe-haven di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait kebijakan tarif AS. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS terus turun karena investor beralih ke Treasury akibat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell menilai dampak inflasi dari tarif bersifat sementara, meskipun ia mengakui tantangan dalam menilai efek ekonomi yang lebih luas. Data terbaru menunjukkan klaim pengangguran awal AS meningkat menjadi 223 ribu, sedikit meleset dari perkiraan 224 ribu, sementara survei manufaktur Philadelphia Fed turun ke 12,5 dari sebelumnya 18,1, menandai penurunan dua bulan berturut-turut. Dolar Australia semakin melemah setelah data tenaga kerja Australia menunjukkan pelemahan signifikan. Laporan ketenagakerjaan Februari mencatat kehilangan 52,8 ribu pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi penambahan 30 ribu, meskipun tingkat pengangguran tetap di 4,1%. Data ini memicu spekulasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) mungkin lebih fleksibel dalam melonggarkan kebijakan moneternya di masa depan. Namun, Asisten Gubernur RBA Sarah Hunter menegaskan bahwa meskipun ada ruang untuk mengurangi pembatasan kebijakan, bank sentral masih lebih berhati-hati dibandingkan ekspektasi pasar terkait pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Tekanan terhadap AUDUSD bisa berlanjut jika ketidakpastian global dan kebijakan perdagangan AS terus membebani sentimen risiko pasar. Support terdekatnya di zona 0.6283 dan resistance terdekatnya di zona 0.6322.
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5754. Pasangan mata uang Kiwi mengalami pelemahan meskipun data menunjukkan bahwa ekonomi Selandia Baru keluar dari resesi dengan pertumbuhan PDB sebesar 0,7% pada kuartal IV, lebih tinggi dari perkiraan 0,4%, dolar Selandia Baru tetap tertekan. Secara tahunan, PDB masih mengalami kontraksi sebesar 1,1%, meskipun lebih baik dari ekspektasi penurunan 1,4%. Pelemahan NZD dipengaruhi oleh ekspektasi pasar bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan memangkas suku bunga sekitar 60 basis poin tahun ini akibat ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya ketegangan perdagangan. Sementara itu, keputusan Bank Rakyat China (PBOC) untuk mempertahankan suku bunga pinjaman utama (LPR) tetap di 3,10% untuk tenor satu tahun dan 3,60% untuk lima tahun menambah tekanan bagi NZD, mengingat China adalah mitra dagang utama Selandia Baru. Dolar AS semakin menguat setelah Federal Reserve (Fed) mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%-4,50%, dengan proyeksi dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini. Ketua Fed Jerome Powell menegaskan bahwa inflasi mendekati target 2%, tetapi tetap tinggi. Dengan dolar AS yang terus menguat dan ekspektasi pemangkasan suku bunga RBNZ, NZDUSD berisiko mengalami pelemahan lebih lanjut dalam waktu dekat. Support terdekatnya di area 0.5722 dan resistance terdekatnya di zona 0.5787.
USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 148.98. Kenaikan pasangan mata uang USDJPY didorong oleh pelemahan yen Jepang setelah data inflasi menunjukkan perlambatan. Inflasi utama Jepang turun menjadi 3,7% pada Februari dari 4% di bulan sebelumnya, sementara inflasi inti turun ke 3%. Meskipun demikian, ekspektasi pasar bahwa Bank of Japan (BoJ) akan tetap pada jalur kenaikan suku bunga membatasi pelemahan yen. Hasil negosiasi upah tahunan menunjukkan perusahaan Jepang menyetujui kenaikan gaji yang signifikan untuk tahun ketiga berturut-turut, yang dapat meningkatkan konsumsi dan inflasi dalam jangka panjang. Gubernur BoJ Kazuo Ueda menegaskan bahwa kebijakan moneter akan terus disesuaikan untuk memastikan inflasi tetap stabil di atas target 2%. Support terdekatnya di area 148.18 dan resistance terdekatnya di zona 149.37.
USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4319. USDCAD menguat setelah Bank of Canada (BoC) mengumumkan perubahan pendekatan kebijakan moneternya, dengan mengurangi penggunaan proyeksi jangka panjang untuk merespons data ekonomi secara lebih fleksibel. Meskipun BoC telah memangkas suku bunga untuk ketujuh kalinya berturut-turut, inflasi di Kanada menunjukkan kenaikan, dengan Indeks Harga Produk Industri naik 0,4% dan Indeks Harga Bahan Baku meningkat 0,3% pada Februari, melebihi ekspektasi pasar. Di sisi lain, ketidakpastian terkait kebijakan tarif AS terus membebani ekonomi Kanada, memperkuat dolar AS terhadap dolar Kanada. Dengan tekanan inflasi yang masih tinggi dan pendekatan kebijakan baru BoC, CAD tetap rentan terhadap pelemahan lebih lanjut, mendukung tren bullish USDCAD. Support terdekatnya di zona 1.4273 dan resistance terdekatnya di zona 1.4356.
USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.8825. USDCHF menguat setelah Swiss National Bank (SNB) memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 0,25%, melemahkan franc Swiss di tengah inflasi yang rendah dan risiko penurunan ekonomi. Keputusan ini sesuai ekspektasi pasar dan menambah tekanan pada CHF, terutama setelah SNB menegaskan akan terus memantau kondisi ekonomi dan menyesuaikan kebijakan jika diperlukan. Sementara itu, dolar AS mendapat dukungan dari keputusan Federal Reserve (Fed) yang mempertahankan suku bunga di 4,25%-4,50% serta revisi naik proyeksi inflasi. Meskipun pasar masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, ketidakpastian mengenai dampak tarif Presiden Donald Trump terhadap ekonomi AS membatasi pelemahan USD. Dengan kondisi ini, USDCHF berpotensi tetap dalam tren bullish, meskipun volatilitas tetap tinggi akibat ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter global. Support terdekatnya di area 0.8782 dan resistance terdekatnya di zona 0.8852.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
4:45am | NZD | Trade Balance | 510M | -235M | -544M |
6:30am | JPY | National Core CPI y/y | 3.0% | 2.9% | 3.2% |
7:01am | GBP | GfK Consumer Confidence | -19 | -20 | -20 |
9:00am | NZD | Credit Card Spending y/y | - | - | 1.3% |
2:00pm | GBP | Public Sector Net Borrowing | - | 7.0B | -15.4B |
4:00pm | EUR | Current Account | - |
| 38.4B |
6:00pm | GBP | CBI Industrial Order Expectations | - | -30 | -28 |
7:30pm | CAD | Core Retail Sales m/m | - | -0.1% | 2.7% |
7:30pm | CAD | Retail Sales m/m | - | -0.4% | 2.5% |
7:30pm | CAD | NHPI m/m | - | 0.0% | -0.1% |
8:05pm | USD | FOMC Member Williams Speaks | - | - | - |
10:00pm | EUR | Consumer Confidence | - | -13 | -14 |