Home
>
News
>
Publication
>
SNB Pertahankan Suku Bunga Nol Persen, Dolar AS Turur Mendukung USDCHF
SNB Pertahankan Suku Bunga Nol Persen, Dolar AS Turur Mendukung USDCHF
Friday, 26 September 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1697

-0.27%

GBPUSD

1.3350

-0.16%

AUDUSD

0.6545

-0.23%

NZDUSD

0.5770

-0.26%

USDJPY

149.63

0.21%

USDCHF

0.7986

0.26%

USDCAD

1.3925

0.14%

GOLDUD

3747.23

-0.25%

USD/IDR

16747

0.00%

Fokus USDCHF:

  1. SNB mempertahankan suku bunga
  2. Fundamental Amerika Serikat tetap kokoh

Jumat, 26 September 2025 – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7986, naik 0.26%. USDCHF menguat setelah Swiss National Bank memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di tingkat nol persen. Keputusan ini sudah diperkirakan pasar karena inflasi masih rendah dan stabil dalam kisaran target bank sentral. Namun, prospek ekonomi Swiss semakin suram setelah Amerika Serikat menerapkan tarif sebesar tiga puluh sembilan persen terhadap ekspor Swiss. Kebijakan tersebut terutama membebani sektor mesin dan jam tangan yang menjadi tulang punggung ekspor negara tersebut. SNB menilai pertumbuhan ekonomi akan melambat di bawah satu persen pada dua ribu dua puluh enam dan risiko pengangguran berpotensi meningkat. Hal ini mencerminkan kerentanan ekonomi Swiss yang sangat terbuka terhadap guncangan eksternal.

Dari sisi kebijakan moneter, SNB menegaskan masih siap melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga kestabilan franc. Meski demikian, peluang untuk mengembalikan suku bunga negatif dinilai sangat kecil karena dampaknya yang merugikan terhadap tabungan dan dana pensiun. Sikap hati hati tersebut menunjukkan SNB lebih fokus mengantisipasi tekanan dari luar negeri daripada melakukan pengetatan moneter lebih lanjut. Apabila inflasi turun di bawah target, bank sentral menyatakan siap mengambil langkah pelonggaran tambahan. Posisi dovish ini menjadi sinyal bahwa SNB lebih mengutamakan perlindungan pertumbuhan dan stabilitas ketenagakerjaan di tengah ketidakpastian global yang tinggi.

Faktor fundamental dari Amerika Serikat juga memperkuat posisi dolar terhadap franc. Data produk domestik bruto Amerika Serikat kuartal kedua tercatat tumbuh tiga koma delapan persen, jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar tiga koma tiga persen. Kinerja ini ditopang oleh belanja konsumen yang solid serta penurunan impor. Dengan perekonomian yang masih kuat, tekanan terhadap Federal Reserve untuk segera menurunkan suku bunga berkurang meskipun pasar masih memperkirakan akan ada dua kali pemangkasan sebelum akhir tahun. Kombinasi dari fundamental Amerika Serikat yang kokoh dan prospek Swiss yang lemah mendorong kenaikan USDCHF hingga menembus level nol koma delapan ribu tiga belas, menandai tren penguatan dolar dalam jangka pendek.

Harga pada pasangan mata uang USDCHF menguat. Support terdekat berada di 0.7950, sedangkan resistance di 0.8010. Support lanjutan di zona 0.7925 dan dilanjutkan ke zona 0.7890. Resistance lanjutan di zona 0.8040 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.8075.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1697 dan melemah -0.27%. Euro kembali mengalami pelemahan signifikan terhadap Dolar AS setelah serangkaian data ekonomi Amerika Serikat mempertegas ketahanan fundamental perekonomian Negeri Paman Sam. Data GDP kuartal II direvisi lebih tinggi ke 3,8% dari 3,3% sebelumnya, mencerminkan daya tahan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan. Klaim pengangguran mingguan turun ke 218 ribu, lebih baik dibanding proyeksi 235 ribu, menegaskan pasar tenaga kerja tetap solid meskipun The Fed sudah memangkas suku bunga sebelumnya. Pesanan barang tahan lama melonjak 2,9% pada Agustus, melampaui ekspektasi kontraksi, sehingga semakin mendukung narasi bahwa konsumsi dan investasi bisnis tetap tangguh. Data ini membuat Dolar AS memperoleh dorongan luas, dengan Dollar Index (DXY) menanjak ke level tertinggi tiga pekan di atas 98,40. Sementara itu, dari kawasan Eurozone, rilis IFO Jerman melemah ke 87,7 dari 89,0, jauh di bawah perkiraan 89,3, menegaskan bahwa kepercayaan bisnis masih tertekan oleh perlambatan manufaktur, lemahnya permintaan eksternal, serta ketidakpastian geopolitik terkait ketegangan Rusia–Eropa. Ke depan, prospek EURUSD cenderung tetap negatif karena kombinasi fundamental yang timpang. Dari sisi Amerika Serikat, meskipun Fed Chair Jerome Powell menegaskan sikap hati-hati dalam siklus pemangkasan suku bunga, pasar kini menilai ruang pemangkasan agresif semakin terbatas jika inflasi tetap melekat di sekitar 2,6% pada PCE inti. Hal ini membuat pelonggaran Fed yang semula diekspektasikan cepat beralih menjadi bertahap, sehingga menjaga Dolar tetap dominan. Sebaliknya, Eropa justru menghadapi prospek pertumbuhan yang lemah, diperburuk oleh inflasi yang melandai dan data kepercayaan konsumen Jerman yang masih negatif meski sedikit membaik. Dengan ketidakseimbangan ini, Euro berpotensi terus berada di bawah tekanan, terutama jika PCE AS kembali menguat, yang dapat membawa EURUSD turun lebih dalam di bawah 1.1650 sebagai level support berikutnya. Support terdekat berada di 1.1660, sementara resistance di 1.1730.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3350 dengan pelemahan -0.16%. Poundsterling juga menghadapi tekanan yang cukup dalam, turun menembus area psikologis 1.3400 seiring reli Dolar AS yang ditopang data makro Amerika. Kenaikan GDP AS, penurunan klaim pengangguran, serta lonjakan durable goods orders mendorong investor mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih cepat oleh The Fed. Hal ini membuat DXY menanjak, sehingga GBP/USD jatuh ke level terendah tiga minggu terakhir. Dari sisi domestik, Inggris menghadapi masalah tambahan berupa tekanan fiskal. Data menunjukkan pinjaman pemerintah melonjak ke £18 miliar, tertinggi dalam lima tahun terakhir pada bulan yang sama, jauh di atas perkiraan £12,8 miliar. Peningkatan utang ini menimbulkan kekhawatiran bahwa ruang fiskal Inggris semakin terbatas untuk menopang pertumbuhan, sehingga mengurangi daya tarik Pound. Outlook GBPUSD dalam jangka menengah hingga pendek masih condong bearish, terutama karena ketidakpastian domestik berpadu dengan dominasi Dolar AS. Absennya rilis data utama dari Inggris dalam waktu dekat membuat arah pergerakan Sterling lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika AS. Jika inflasi inti PCE yang akan dirilis menunjukkan tekanan harga masih melekat, hal ini dapat memperkuat argumen bagi Fed untuk tetap menahan kebijakan lebih lama, yang berarti memperlemah Sterling lebih jauh. Selain itu, ekonomi Inggris sendiri masih menghadapi tekanan dari melambatnya konsumsi, lemahnya produktivitas, serta risiko politik dan fiskal yang bisa membatasi perbaikan jangka pendek. Dengan kondisi ini, Cable berpotensi menguji area 1.3300, bahkan membuka peluang penurunan lebih dalam ke sekitar 1.3120 jika momentum bearish berlanjut. Support terdekat berada di 1.3320, sedangkan resistance di 1.3380.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6545, terkoreksi -0.23%. Dolar Australia merosot ke level terendah tiga pekan di sekitar 0.6530 setelah rilis data AS yang kuat memicu rally Dolar AS secara luas. Data GDP AS yang direvisi lebih tinggi dan inflasi PCE kuartal II yang naik tipis ke 2,6% semakin memperkuat sentimen bahwa perekonomian AS tetap resilien, sehingga menekan mata uang komoditas termasuk Aussie. Dari sisi domestik, meskipun CPI bulanan Australia untuk Agustus naik menjadi 3,0% YoY dari 2,8%, kenaikan tersebut belum cukup untuk mengubah ekspektasi pasar bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan tetap menahan suku bunga di level 3,60% pada pertemuan 30 September. Investor menilai tekanan inflasi Australia masih relatif terkendali, sehingga tidak ada urgensi bagi RBA untuk menaikkan kembali suku bunga. Hal ini menempatkan AUD dalam posisi yang lebih lemah terhadap USD yang justru didukung data kuat dan narasi Fed yang hati-hati. Selain itu, AUD juga terpukul oleh memburuknya sentimen global. Rencana Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif 100% terhadap produk farmasi impor meningkatkan ketidakpastian perdagangan, sehingga memicu risk-off yang tidak bersahabat bagi mata uang berisiko. Data PMI Australia yang melemah ke 52,1 dari 55,5 menunjukkan perlambatan aktivitas sektor swasta, memperkuat pandangan bahwa momentum ekonomi domestik sedang goyah. Dengan pasar global yang lebih condong pada aset safe haven, AUDUSD masih rawan melanjutkan pelemahan. Prospek jangka pendek tetap bearish, dengan fokus pada rilis PCE AS yang bisa menjadi katalis tambahan. Selama AUD tidak mendapatkan dukungan hawkish dari RBA, pasangan ini berpotensi turun menguji 0.6500 bahkan mendekati 0.6450 sebagai level support penting. Support terdekat berada di 0.6510, sementara resistance di 0.6575.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5770 dengan pelemahan -0.26%. Kiwi juga tak luput dari tekanan, diperdagangkan di kisaran 0.5760–0.5820 setelah data ekonomi AS mempertegas daya tahan pertumbuhan dan memperkuat USD. Penunjukan Anna Breman sebagai gubernur baru RBNZ yang mulai bertugas pada Desember menambah dimensi baru dalam prospek kebijakan moneter Selandia Baru. Pasar menilai ada peluang besar RBNZ akan mengambil langkah agresif sebelum Breman mulai menjabat, dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga hingga 50 bps pada pertemuan Oktober mendatang. Ekspektasi ini muncul karena GDP Selandia Baru yang lebih lemah dari perkiraan, ditambah melambatnya konsumsi domestik yang memberi tekanan tambahan terhadap prospek pertumbuhan. Dengan demikian, investor melihat risiko besar bahwa NZD akan terus melemah terhadap USD, seiring arah kebijakan moneter yang cenderung lebih dovish. Fundamental domestik Selandia Baru yang melemah berpadu dengan kekuatan ekonomi AS menciptakan ketidakseimbangan yang semakin menekan Kiwi. Walaupun beberapa pejabat Fed menunjukkan perbedaan pandangan mengenai kecepatan pemangkasan suku bunga, data kuat dari AS tetap membuat pasar menilai ruang pemangkasan lebih agresif semakin kecil. Hal ini berarti Greenback tetap dominan dalam waktu dekat. Dengan ekspektasi RBNZ akan melonggarkan kebijakan lebih cepat dibanding Fed, NZDUSD cenderung berada dalam tren turun. Jika rilis PCE AS kembali mengonfirmasi inflasi tetap tinggi, maka Kiwi berpotensi menguji area 0.5700 sebagai support kritis. Bahkan, jika RBNZ benar-benar memangkas 50 bps bulan depan, skenario pelemahan lebih dalam ke area 0.5650–0.5600 bisa terbuka. Support terdekat berada di 0.5740, sedangkan resistance di 0.5800.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 149.63, dolar menguat 0.21%. USDJPY kembali menunjukkan penguatan signifikan setelah menembus level tertinggi tujuh minggu di kisaran 149,75. Penguatan Dolar AS ini ditopang oleh serangkaian data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan, seperti pertumbuhan GDP Q2 sebesar 3,8% (lebih tinggi dari estimasi 3,3%) serta klaim pengangguran mingguan yang turun ke 218.000, menandakan ketahanan pasar tenaga kerja. Data pesanan barang tahan lama (Durable Goods Orders) yang melonjak 2,9% pada Agustus juga mempertegas solidnya aktivitas ekonomi AS. Kondisi ini mendorong ekspektasi bahwa The Fed tidak akan tergesa-gesa memangkas suku bunga lebih agresif, sehingga memberikan dukungan bagi Dolar AS. Dengan proyeksi inflasi melalui Core PCE yang tetap tinggi, pasar semakin berhati-hati memperkirakan arah kebijakan moneter, di mana peluang pemangkasan suku bunga pada Oktober menurun menjadi 85% dari sebelumnya 94%. Di sisi lain, Yen Jepang masih terbebani oleh kebijakan ultra-longgar Bank of Japan (BoJ). Risalah rapat Juli menegaskan target suku bunga tetap rendah di sekitar 0,5% dengan pengurangan pembelian obligasi secara bertahap. Meski BoJ mengakui inflasi inti Tokyo berada di kisaran 3,0–3,5% dengan tekanan biaya tenaga kerja yang tinggi, bank sentral belum mengirim sinyal perubahan kebijakan besar. Data Tokyo CPI terbaru menunjukkan inflasi hanya naik 2,5% YoY, lebih rendah dari ekspektasi 2,8%. Hal ini semakin mempersempit ruang apresiasi Yen, sehingga USDJPY berpotensi menembus level psikologis 150,00. Jika momentum data AS tetap positif, pasar akan lebih condong mempertahankan posisi bullish terhadap USDJPY, meski tetap perlu waspada intervensi verbal otoritas Jepang bila Yen melemah terlalu cepat. Support terdekat berada di 149.30, sementara resistance di 149.90.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3925 dengan penguatan tipis dolar 0.14%. USDCAD juga memperlihatkan kecenderungan penguatan dengan bergerak di sekitar 1,3890 setelah sebelumnya membukukan reli tiga hari berturut-turut. Faktor utama yang menjaga Dolar AS tetap kokoh adalah prospek kebijakan moneter The Fed, di mana meskipun beberapa pejabat bank sentral, termasuk Mary Daly, masih membuka ruang pemangkasan suku bunga, pernyataan mereka tetap bernuansa hati-hati mengingat inflasi yang masih persisten. Daya tarik Dolar AS juga diperkuat oleh ekspektasi bahwa data inflasi PCE mendatang bisa kembali memperlihatkan tekanan harga, sehingga pasar lebih menahan diri untuk memposisikan pelemahan signifikan terhadap Greenback. Kondisi geopolitik global yang tidak stabil turut mendukung permintaan aset safe haven seperti USD, yang membatasi potensi pelemahan lebih jauh. Sementara dari sisi Kanada, fundamental domestik masih kurang mendukung Dolar Kanada. Pernyataan Gubernur BoC, Tiff Macklem, menyoroti bahwa Kanada harus mengambil jalur lebih independen dari AS akibat melemahnya Dolar Kanada dan risiko sistemik dari pergeseran arus perdagangan global. Namun, minimnya data ekonomi domestik penting pekan ini membuat CAD kekurangan katalis untuk memperkuat diri. Dengan demikian, arah pergerakan USDCAD masih sangat dipengaruhi oleh dinamika USD global dan ekspektasi kebijakan The Fed. Jika inflasi AS melalui PCE kembali lebih tinggi dari perkiraan, USDCAD berpotensi memperpanjang reli di atas level psikologis 1,3900. Support terdekat berada di 1.3890, sementara resistance di 1.3950.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00am

USD

FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

12:40am

USD

FOMC Member Logan Speaks

-

-

-

2:30am

USD

FOMC Member Daly Speaks

-

-

-

6:30am

JPY

Tokyo Core CPI y/y

2.5%

2.8%

2.5%

Tentative

EUR

Italian 10-y Bond Auction

-

-

3.58|1.6

7:30pm

CAD

GDP m/m

-

0.1%

-0.1%

7:30pm

USD

Core PCE Price Index m/m

-

0.2%

0.3%

7:30pm

USD

Personal Income m/m

-

0.3%

0.4%

7:30pm

USD

Personal Spending m/m

-

0.5%

0.5%

8:00pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

9:00pm

USD

Revised UoM Consumer Sentiment

-

55.5

55.4

9:00pm

USD

Revised UoM Inflation Expectations

-

-

4.8%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788