Home
>
News
>
Publication
>
Situasi Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Ikut Membara
Situasi Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Ikut Membara
Wednesday, 03 June 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1629

0.02%

GBPUSD

1.3467

0.02%

AUDUSD

0.7180

-0.03%

NZDUSD

0.5930

0.03%

USDJPY

159.88

-0.02%

USDCHF

0.7875

0.01%

USDCAD

1.3838

-0.01%

GOLDUD

4,483.38

-0.23%

COFU

93.45

1.47%

USD/IDR

17,858

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Iran tembakkan rudal ke Kuwait dan Bahrain, AS lancarkan serangan ke Pulau Qeshm Iran sebagai tanggapan.
  • Aktivitas sektor jasa di China bulan Mei bertumbuh paling cepat dalam tiga bulan didukung oleh bisnis baru dan permintaan ekspor.

************************************************************

Rabu, 03 Juni 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyusul berita serangan Iran terhadap dua negara tetangganya dan serangan balasan AS terhadap Teheran. Selain itu rilisnya data ekonomi terbaru China yang positif dan laporan stok API turut mendukung harga minyak.

Iran meluncurkan rudal balistik ke Kuwait dan Bahrain pada hari Selasa, namun gagal mengenai sasaran, kata Komando Pusat AS, menambahkan bahwa pasukan AS melakukan serangan pada stasiun kendali darat militer Teheran di Pulau Qeshm, dekat Selat Hormuz, sebagai tanggapan atas upaya serangan tersebut. Di hari yang sama, militer AS mengatakan telah menembakkan rudal untuk menghentikan kapal tanker minyak yang mencoba mencapai pelabuhan Iran yang melanggar blokade AS.

Turut mendukung harga, aktivitas sektor jasa di China berkembang paling cepat dalam tiga bulan pada bulan Mei, didukung oleh pertumbuhan bisnis baru yang lebih kuat dan peningkatan permintaan luar negeri, menurut survei sektor swasta yang dirilis pada hari Rabu. Data ekonomi yang positif tersebut turut meningkatkan harapan akan pertumbuhan permintaan minyak di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

Dukungan lainnya datang dari laporan terbaru grup industri API yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 6,8 juta barel pada pekan yang berakhir 29 Mei, melebihi ekspektasi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 3,6 juta barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan rilisnya laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.

Sementara itu, ekspor minyak Rusia melalui pelabuhan barat pada bulan Mei mengalami kenaikan sebesar 15% dibandingkan bulan sebelumnya, yang sekaligus merupakan level tertinggi dalam 8 bulan, ungkap dua sumber industri pada hari Selasa. Ekspor minyak mentah melalui pelabuhan Primorsk, Ust-Luga, dan Novorossiysk pada bulan Mei meningkat menjadi 2,5 juta bph dari 2,2 juta bph pada bulan April, yang disebabkan oleh gangguan kilang akibat serangan drone Ukraina mendorong Moskow untuk mengekspor lebih banyak minyak mentah, tambah sumber tersebut.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $97 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $92 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:45

USA - S&P Global Composite PMI Final

 

51.7

51.7

20:45

USA - S&P Global Services PMI Final

 

50.9

51.0

21:00

USA - ISM Services PMI

 

53.8

53.6

21:00

USA - Factory Orders

 

4.6%

1.5%

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

 

-3.327M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

 

-2.572M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788