| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1516 | -0.13% |
GBPUSD | 1.3094 | -0.07% |
AUDUSD | 0.6461 | -0.20% |
NZDUSD | 0.5602 | 0.21% |
USDJPY | 156.37 | 0.27% |
USDCHF | 0.8065 | 0.33% |
USDCAD | 1.4098 | 0.04% |
GOLDUD | 4,067.61 | -0.61% |
COFU | 58.05 | -0.16% |
USD/IDR | 16,737 | 0.00% |
Senin, 24 November 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau masih melanjutkan tren bearish terbebani oleh harapan akan segera tercapainya kesepakatan damai yang mengakhiri perang Rusia - Ukraina, dan sekaligus memicu potensi pencabutan sanksi AS terhadap Rusia. Meski demikian, isyarat eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi katalis yang membatasi penurunan harga lebih lanjut.
AS dan Ukraina mengatakan mereka telah menciptakan kerangka kerja perdamaian yang diperbarui dan disempurnakan untuk mengakhiri perang antara Ukraina dengan Rusia, ungkap pernyataan bersama yang dirilis pasca perundingan yang berlangsung di Jenewa pada hari Minggu. Delegasi AS yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan masih ada masalah yang tertunda, namun ia berharap kesepakatan akan dapat dicapai pada hari Kamis mendatang.
Sementara itu, konflik di Lebanon berpotensi meningkat pasca Israel menyatakan telah membunuh komandan militer tertinggi Hizbullah, Haytham Ali Tabatabai, dalam sebuah serangan udara di Beirut pada hari Minggu. Pernyataan tersebut juga dikonfirmasi oleh Hizbullah yang mengatakan bahwa Tabatabai dan dua komandan lainnya tewas dalam serangan Israel tersebut.
Masih dari Timur Tengah, delegasi senior Hamas bertemu dengan kepala intelijen Mesir di Kairo pada hari Minggu untuk membahas perjanjian gencatan senjata, dan pelanggaran berkelanjutan yang dilakukan Israel mengancam kelanjutan fase pertama gencatan senjata yang disepakati bulan lalu. Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Sabtu mengatakan telah menewaskan lima anggota senior Hamas, sebagai balasan setelah serangan terhadap tentara Israel yang dilakukan oleh seorang pejuang Hamas ke wilayah Gaza yang dikuasai Israel.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $60 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $55 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - Chicago Fed National Activity Index |
|
| -0.12 |
22:30 | USA - Dallas Fed Manufacturing Index |
|
| -5.0 |