Home
>
News
>
Publication
>
Sinyal Positif Permintaan AS Dukung Minyak Terkoreksi Menguat
Sinyal Positif Permintaan AS Dukung Minyak Terkoreksi Menguat
Thursday, 07 August 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1649

0.14%

GBPUSD

1.3345

0.11%

AUDUSD

0.6505

0.14%

NZDUSD

0.5925

0.32%

USDJPY

147.34

-0.13%

USDCHF

0.8057

-0.09%

USDCAD

1.3739

-0.04%

GOLDUD

3,372.40

0.30%

COFU

64.36

0.93%

USD/IDR

16,374

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Hizbullah tolak lucuti senjata dan menuding keputusan pemerintah Lebanon mengikuti tuntutan AS adalah dosa besar.
  • Trump mengisyaratkan potensi pengenaan tarif lebih lanjut terhadap China jika terus melakukan pembelian minyak Rusia.

************************************************************

Kamis, 07 Agustus 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari indikasi permintaan yang kuat di pasar energi AS, dan sinyal meningkatnya kembali ketegangan di Lebanon. Meski demikian, ancaman tarif Trump membuat laju bullish harga minyak terbatasi.

Dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh EIA menunjukkan stok minyak mentah turun sebesar 3,03 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 1 Agustus, melebihi ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 1,1 juta barel. Untuk stok bensin juga dilaporkan mengalami penurunan sebesar 1,32 juta barel, lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan stok bensin akan turun sebesar 1 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di negara konsumen minyak terbesar pertama dunia itu.

Dukungan lainnya datang dari penegasan kelompok Hizbullah yang pada hari Rabu menolak sepenuhnya untuk melucuti senjata sesuai tuntutan dari AS, dan menuding bahwa pemerintah Lebanon telah melakukan dosa besar dengan menugaskan militer untuk memonopoli senjata. Situasi tersebut berpotensi memicu kembali ketegangan internal di Lebanon.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengisyaratkan potensi untuk mengenakan tarif lebih lanjut terhadap China, serupa dengan yang dikenakan terhadap India atas pembelian minyak Rusia. Trump pada hari Rabu mengenakan tarif tambahan sebesar 25% untuk barang-barang India, di atas tarif 25% yang diumumkan sebelumnya, dengan alasan pembelian minyak Rusia yang berkelanjutan.

Masih terkait tarif AS, Trump pada hari Rabu mengancam akan mengenakan tarif sekitar 100% untuk chip semikonduktor yang diimpor dari negara-negara yang tidak memproduksi di AS. Trump juga menambahkan bahwa tarif tersebut akan dikecualikan bagi perusahaan yang telah berkomitmen untuk memproduksi di AS atau sedang dalam proses untuk melakukannya.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $67 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $62 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

221K

218K

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1950K

1946K

21:00

USA - Wholesale Inventories MoM

 

0.1%

-0.3%

22:00

USA - Consumer Inflation Expectations

 

3%

3%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788