Home
>
News
>
Publication
>
Sinyal Memanasnya Situasi Timur Tengah Buat Minyak Kembali Menguat
Sinyal Memanasnya Situasi Timur Tengah Buat Minyak Kembali Menguat
Thursday, 20 November 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1542

-0.15%

GBPUSD

1.3057

-0.06%

AUDUSD

0.6475

-0.02%

NZDUSD

0.5603

-0.12%

USDJPY

157.13

0.13%

USDCHF

0.8055

0.07%

USDCAD

1.4048

0.04%

GOLDUD

4,088.25

0.54%

COFU

59.39

0.12%

USD/IDR

16,727

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Israel lancarkan empat serangan udara pada hari Rabu di sebagian wilayah Gaza yang menewaskan setidaknya 25 warga.
  • AS beri sinyal ke Ukraina agar menerima proposal perdamaian yang dirancangnya untuk mengakhiri perang dengan Rusia.

************************************************************

Kamis, 20 November 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat pasca menguatnya sinyal eskalasi konflik di Timur Tengah terutama di Gaza dan Lebanon. Selain itu, batas waktu sanksi AS terhadap pembeli Rosneft dan Lukoil yang akan segera berlaku, dan permintaan yang positif di pasar minyak AS turut mendukung harga.

Kelanjutan gencatan senjata di Gaza semakin diragukan pasca empat serangan udara Israel yang dilancarkan pada hari Rabu, di sebagian wilayah Gaza yang berada di bawah kendali Hamas, dan menewaskan setidaknya 25 warga Palestina, kata Kementerian Kesehatan setempat. Turut meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, militer Israel juga melancarkan serangan udara di Lebanon selatan pada hari Rabu terhadap infrastruktur Hizbullah, menyusul serangan drone sebelumnya pada hari yang sama menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya, termasuk mahasiswa di dalam bus.

Fokus lainnya juga tertuju pada batas waktu pemberlakuan sanksi AS terhadap negara-negara yang membeli minyak dari dua produsen dan eksportir minyak terbesar Rusia, Rosneft dan Lukoil, yang akan berlaku mulai 21 November. Sanksi terbaru AS tersebut menjadi katalis positif bagi harga minyak karena berpotensi memengaruhi pasokan minyak global.

Dukungan lainnya datang dari laporan yang dirilis oleh EIA pada Rabu malam untuk pekan yang berakhir 14 November, yang menunjukkan stok minyak mentah AS turun sebesar 3,43 juta barel, jauh lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 600,000 barel. Laporan EIA itu mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS.

Sementara itu, AS telah memberi sinyal kepada Presiden Volodymyr Zelenskiy untuk menerima kerangka kerja yang dirancang AS untuk mengakhiri perang dengan Rusia, yang isinya termasuk penyerahan wilayah Kyiv dan pengurangan jumlah angkatan bersenjata Ukraina, kata dua orang yang mengetahui masalah tersebut pada hari Rabu. Selain itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa Washington akan terus mengembangkan daftar ide potensial untuk mengakhiri perang ini berdasarkan masukan dari Rusia dan Ukraina.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $62 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $57 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - Initial Jobless Claims

 

257K

232K

20:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1965K

1957K

20:30

USA - Unemployment Rate

 

4.3%

4.3%

20:30

USA - Philadelphia Fed Manufacturing Index

 

-3.1

-12.8

22:00

USA - Existing Home Sales

 

4.08M

4.06M

23:00

USA - Kansas Fed Manufacturing Index

 

12

15

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788