| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1502 | 0.03% |
GBPUSD | 1.3261 | -0.08% |
AUDUSD | 0.6866 | -0.16% |
NZDUSD | 0.5746 | -0.23% |
USDJPY | 160.19 | -0.16% |
USDCHF | 0.7989 | -0.06% |
USDCAD | 1.3883 | 0.04% |
GOLDUD | 4,512.54 | -0.95% |
COFU | 102.60 | 0.31% |
USD/IDR | 16,952 | 0.00% |
Senin, 30 Maret 2026 - Pada pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau melambung menembus level di atas $100 per barel dipicu oleh sentimen dari sinyal meluasnya perang di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengancam pasokan minyak global lebih lanjut.
Kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran mengklaim telah meluncurkan dua kali serangan rudal dan drone ke fasilitas militer penting Israel dalam waktu 24 jam pada hari Sabtu. Selain itu, Houthi juga mengancam akan menutup Selat Bab el-Mandeb di lepas pantai Yaman - sebuah jalur penghubung yang menghubungkan Laut Merah ke jalur pelayaran global - kata Wakil Menteri Informasi Houthi Mohammed Mansour.
Masih dari Timur Tengah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Senin mengatakan telah memerintahkan militer untuk memperluas lebih jauh invasi mereka ke Lebanon selatan, setelah pada pekan lalu merebut zona penyangga hingga Sungai Litani. Netanyahu menambahkan bahwa langkah tersebut untuk mengagalkan ancaman invasi dan untuk mengalihkan tembakan rudal anti-tank dari perbatasan.
Turut mendukung harga, Presiden AS Donald Trump mengatakan dapat mengambil alih industri minyak Iran dan merebut Pulau Kharg, yang menjadi pusat ekspor utama Teheran, sama seperti yang dilakukan AS di Venezuela, kutip Financial Times pada Senin pagi. Pernyataan Trump tersebut menambah kekhawatiran akan potensi eskalasi perang Iran, terlebih menyusul perintah pengerahan sekitar 1.000 pasukan AS dari Divisi Lintas Udara ke-82 di kawasan Iran.
Sementara itu, pasca pembicaraan antara para menteri luar negeri regional, Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar pada hari Minggu mengatakan sedang bersiap menjadi tuan rumah perundingan damai untuk mengakhiri konflik terkait Iran dalam beberapa hari mendatang. Dalam diskusi awal antara Pakistan, Arab Saudi, Turki, dan Mesir akan berfokus pada usulan untuk membuka kembali Selat Hormuz, kata sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $105 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $100 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:30 | USA - Dallas Fed Manufacturing Index |
| 0.7 | 0.2 |