| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08460 | 0.23% |
GBPUSD | 1.28950 | 0.39% |
AUDUSD | 0.62950 | 0.38% |
NZDUSD | 0.56980 | 0.42% |
USDJPY | 147.940 | -0.58% |
USDCHF | 0.87980 | -0.39% |
USDCAD | 1.43860 | -0.23% |
GOLDUD | 2,909.810 | 0.29% |
COFU | 67.11 | -0.54% |
USD/IDR | 16,331 | -0.32% |
Senin, 10 Maret 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bearish dibebani oleh sentimen dari rilisnya data suram ekonomi terbaru China. Selain itu, keputusan Aramco memangkas harga jual minyak, dan ekspektasi akan segera berakhirnya perang Ukraina membuat laju minyak semakin tertekan.
Indeks harga konsumen China pada bulan Februari gagal memenuhi ekspektasi dan turun pada laju tertajam dalam 13 bulan, sementara deflasi harga produsen terus berlanjut, ungkap data terbaru yang dirilis hari Minggu oleh Biro Statistik Nasional (NBS). Laporan tersebut memicu pesimisme akan sulit tercapainya target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan negara importir minyak terbesar pertama dunia itu untuk tahun 2025 sekitar 5%.
Sentimen negatif lainnya, Saudi Aramco pada hari Jumat mengumumkan harga jual resmi (OSP) minyak mentah untuk pengiriman bulan April ke pasar utamanya Asia, yang dipangkas turun sebesar 40 sen per barel. Pemangkasan yang dilakukan oleh eksportir minyak utama itu sekaligus menandai penurunan pertama dalam tiga bulan, dan sejalan dengan upaya OPEC+ untuk meningkatkan produksi sebesar 138.000 bph mulai bulan April mendatang.
Menguatnya harapan akan segera tercapainya gencatan senjata di Ukraina turut membebani pergerakan harga. Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat mengancam akan mengenakan sanksi besar, termasuk sanksi terhadap perbankan, dan tarif terhadap Rusia hingga kesepakatan damai dicapai dengan Ukraina. Selain itu, dalam upaya mendorong kesepakatan gencatan senjata segera tercapai, Trump juga telah menghentikan bantuan militer dan pembagian intelijen dengan Ukraina sejak seminggu lalu.
Sementara itu, AS pada hari Sabtu mencabut keringanan yang memungkinkan Irak membayar Iran untuk listrik, sebagai bagian dari kampanye tekanan maksimum Trump terhadap Iran, kata juru bicara Departemen Luar Negeri. Menanggapi keputusan AS tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada hari Sabtu menegaskan bahwa negaranya tidak akan diintimidasi untuk bernegosiasi.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $69 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $64 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
22:00 | USA - Consumer Inflation Expectations |
| 3.2% | 3% |